Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Anemia Erika Utami; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.374

Abstract

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Hubungan Faktor-Faktor Dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Desa Taman Mekar Tahun 2025 Yuyun Yuhanah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.452

Abstract

Pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Meskipun WHO dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif, kenyataannya masih banyak ibu yang memberikan susu formula karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 100 orang, dengan sampel 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,018) dan dukungan keluarga (p = 0,030) dengan pemberian susu formula, sedangkan pendidikan ibu (p = 0,612), pekerjaan ibu (p = 0,416), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,222) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu dan semakin kuat dukungan keluarga, maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Puskesmas dan kader kesehatan meningkatkan kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta edukasi kepada keluarga untuk memperkuat dukungan terhadap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
Determinasi Partus Lama Pada Ibu Bersalin Di RSIA Nurul Anisa 2025 Euis Atikah; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.454

Abstract

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2022, Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi, yaitu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, berdasarkan laporan dari RSIA Nurul Anisa, dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024 tercatat 70 kasus partus lama dari total 389 persalinan yang terjadi. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa angka kejadian partus lama masih tergolong tinggi, dengan prevalensi sekitar 18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa, baik yang menjalani persalinan pervaginam maupun sectio caesarea (SC), dengan total 389 responden selama dua tahun terakhir (2023–2024). Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui analisis proporsi (persentase) untuk analisis univariat, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beberapa faktor dengan kejadian partus lama kala II, yaitu: Usia ibu (p = 0,003), Paritas (p = 0,017), Taksiran berat janin (p = 0,004), dan His (kontraksi uterus) (p = 0,005).
OPTIMALISASI PRODUKSI OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI DESA WANAJAYA BEKASI Ika Kania Fatdo Wardani; Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6842

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi yang memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang bayi serta kesehatan ibu. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh kurangnya produksi ASI yang dirasakan ibu pascapersalinan. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui di Desa Wanajaya, Bekasi, tentang pijat oksitosin sebagai upaya optimalisasi produksi ASI. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pijat oksitosin yang dilakukan kepada 32 ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu secara signifikan dari rata-rata skor pre-test 58,4 menjadi 84,7 pada post-test (p<0,05). Sebanyak 87,5% peserta mampu melakukan pijat oksitosin secara mandiri dengan teknik yang benar setelah mendapatkan pendampingan. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kegiatan PkM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi ibu menyusui sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan cakupan ASI eksklusif di wilayah Desa Wanajaya, Bekasi.
PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI DOREMI MOM & BABY SPA CIKARANG BEKASI TAHUN 2026 Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6844

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu stimulasi taktil yang memberikan manfaat signifikan bagi tumbuh kembang bayi, termasuk peningkatan kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik pada masa bayi sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan pijat bayi sebagai intervensi non-farmakologis guna meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang. Kegiatan PkM dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan pijat bayi kepada ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan. Sebanyak 30 ibu dan bayi berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kualitas tidur bayi diukur menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas tidur bayi yang signifikan setelah diberikan intervensi pijat bayi. Rata-rata durasi tidur bayi meningkat dari 12,3 jam menjadi 14,1 jam per hari, dan frekuensi terbangun malam hari berkurang dari 4,2 kali menjadi 2,1 kali per malam. Ibu juga menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pijat bayi mandiri di rumah. Penerapan pijat bayi secara rutin efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Doremi Mom & Baby Spa Cikarang dapat menjadi mitra strategis dalam diseminasi praktik pijat bayi berbasis bukti kepada masyarakat
PENGUATAN LITERASI KESEHATAN IBU BALITA TENTANG IMUNISASI DASAR MELALUI EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti; Ika Kania Fatdo Wardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6853

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang imunisasi dasar melalui edukasi kesehatan dengan media poster di Posyandu Rt 07, Desa Pasir Gombong, Cikarang, Bekasi. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai jenis, jadwal, dan manfaat imunisasi dasar masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap belum optimalnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita. Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain one group pre-test and post-test melibatkan 25 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media poster diberikan dalam satu sesi selama kurang lebih 30 menit, disertai diskusi dan tanya jawab. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,36 pada pre-test menjadi 15,52 pada post-test. Proporsi ibu dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 28% menjadi 88%. Hasil ini menunjukkan bahwa media poster merupakan metode edukasi yang efektif, murah, dan mudah direplikasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang imunisasi dasar di tingkat masyarakat.
EDUKASI KELAS IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN 10 T Suhayati; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Rohani Siregar
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Java Health Office in 2024 recorded 749 cases of maternal deaths, with Bekasi Regency reporting 46 cases. One of the efforts to reduce AKI is to improve the quality of integrated antenatal care (ANC) services through the implementation of the 10T pregnancy examination standard. This study aims to analyze the influence of education in pregnant women's classes on increasing knowledge about the 10T ANC examination. The research uses a quasi-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The research sample was 30 pregnant women taken by total sampling technique. The intervention was in the form of health education using video media, while knowledge measurement was carried out through questionnaires. The data collection will be carried out in July 2025 in Mangunjaya Village, Bekasi Regency. Data analysis used frequency distribution and Wilcoxon test. The results showed that as many as 25 respondents (83.3%) experienced an increase in knowledge after being given education, with a mean rank value of 16.38. The Wilcoxon test showed a value of p = 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant influence of education on pregnant women's knowledge about the 10T ANC examination. Classroom education for pregnant women has been shown to be effective in increasing knowledge, which is expected to support healthy behaviors during pregnancy, increase awareness of red flags, and reduce the risk of complications. It is necessary to strengthen health education in a sustainable manner by health workers to improve the quality of ANC services
DIGITAL POSYANDU BERBASIS WEB UNTUK PENINGKATAN PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Beatrix Elizabeth
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a chronic nutrition problem in Indonesia, with a national prevalence of 21.5% which still exceeds the WHO threshold (20%), especially in rural areas[1]. Posyandu cadres play an important role in early detection and public education related to stunting prevention. However, the limitations of manual recording and tools are often an obstacle to the effectiveness of the service. This research aims to develop an integrated Digital Posyandu (Web-Based) system to support child health recording and increase cadre capacity in growth screening and nutrition education. The research method uses Research and Development (R&D) with a waterfall system development model and blackbox testing to assess the feasibility of the system. The research population consisted of 90 Posyandu cadres who were given a questionnaire on a Likert scale. The results showed that the level of knowledge of cadres about stunting education was mostly sufficient (83%) and good (10.9%), while knowledge was lacking by 3.3%. Cadres' knowledge of stunting screening is also quite high, which is 82.6% of the adequate category. Cadre perception of the use of the Posyandu digital web showed that 56.7% considered the system useful and 60% considered it easy to use. This system is able to assist cadres in recording growth data, analyzing nutritional status, and digital-based education. It is suggested that the Digital Posyandu be further developed to be applied directly and can be integrated with the national health system
EFEK KONSUMSI JUS TOMAT DAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI REMAJA PENDERITA ANEMIA Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani; Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 2 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v10i2.7983

Abstract

Anemia remains a significant nutritional challenge in Indonesia, with national data (Riskesdas 2018) indicating a prevalence of 32% among adolescent girls. Globally, the WHO estimates that approximately 40% of adolescent girls in developing countries are affected by anemia, with iron deficiency anemia as the predominant cause. The condition carries extensive consequences for physical growth, learning capacity, and future reproductive health. Utilizing locally accessible food resources is regarded as a feasible and enduring approach to improving hemoglobin status. This study aimed to evaluate the combined effect of tomato juice and guava juice consumption on hemoglobin levels among anemic adolescent girls. A quasi-experimental design with a single-group pretest-posttest approach was employed on 30 adolescent girls aged 10–19 years in Wanajaya Village, Bekasi Regency. Participants were recruited through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Hemoglobin levels were assessed using a portable hemoglobinometer at two time points: before and after the intervention period. The Wilcoxon signed-rank test was applied for statistical analysis. Findings demonstrated a reduction in anemia prevalence from 60% (18 participants) pre-intervention to 26.7% (8 participants) post-intervention, with 73.3% of participants achieving normal hemoglobin levels. The Wilcoxon test yielded Asymp. Sig. = 0.002 (p < 0.05), with 10 participants showing hemoglobin increases (Mean Rank 5.50) and no participants recording a decline (Negative Rank = 0). The study concludes that the combination of tomato juice and guava juice significantly improves hemoglobin levels and may serve as an effective food-based intervention for managing anemia in adolescent girls
Faktor Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Suami yang Berhubungan dengan Perilaku Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kabupaten Bekasi Yohana Puspitarani; Rohani Siregar; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6340

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women and is largely caused by Human Papilloma Virus (HPV) infection. Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a simple, effective, and recommended method for early detection to reduce morbidity and mortality rates from cervical cancer. However, VIA screening coverage in Indonesia remains low, including in the working area of Sukatani Health Center. This study aimed to identify indicators associated with the behavior of women of reproductive age (WRA) in undergoing VIA screening in Sukamanah Village. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 82 WRA respondents selected through consecutive sampling. Independent variables included education, knowledge, attitude, information sources, and spousal support. Data were collected using questionnaires and analyzed with the chi-square test. The results showed that 61% of respondents had never undergone a VIA test. Significant associations were found between VIA screening behavior and knowledge (p=0.003), attitude (p=0.021), and spousal support (p=0.003). Meanwhile, education (p=0.073) and sources of information (p=0.075) were not significantly associated. These findings highlight that improving knowledge, fostering positive attitudes, and strengthening spousal support are key strategies to increase WRA participation in VIA screening for early cervical cancer detection.