Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mekanisme Pertahanan Diri Tokoh Riyan dalam Novel This is Why I Need You Karya Brian Khrisna Faradisa, Farwah; Nurmalisa, Dina
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/artikulasi.v4i1.69001

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan mekanisme pertahanan diri tokoh Riyan dalam novel This Is Why I Need You karya Brian Khrisna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis naratif. Penelitian yang dilakukan ini berfokus pada mekanisme pertahanan diri yang dilakukan tokoh Riyan dalam novel This Is Why I Need You. Bentuk pertahanan diri yang terdapat dalam tokoh Riyan pada novel This Is Why I Need You yaitu: denial (penyangkalan), repression (represi), projection (proyeksi), rationalization (rasionalisasi), displacement (pengalihan), reaction formation (formasi reaksi), dan sublimation (sublimasi). Struktur kepribadian yang berpengaruh diantaranya adalah strukur kepribadian id dan struktur kepribadian ego. Bentuk struktur kepribadian id yang dilakukan Riyan berupa memukul, berkelahi, minum alkohol, percobaan bunuh diri, melontarkan kata-kata kasar, tidak sopan kepada orang tua. Hal tersebut dilakukan Riyan dengan ketidaksadarannnya untuk melindungi diri dari sesuatu yang membuatnya merasakan hal yang tidak sesuai. Sedangkan bentuk struktur kepribadian ego yang dilakukan Riyan berupa melawan rasa malas, menjaga citra dirinya, menutupi status, mengalihkan pembicaraan, berkelit, tidak mengakui, tidak percaya dengan apa yang dirasakannya.
Pengenalan Karakteristik Bullying dalam Tindak Pidana Melalui Media Antic (Anti Bullying Cards) bagi Guru dan Orang Tua Agung Aditya; Ariesma Setyarum; Hanindya Restu Aulia; Dina Nurmalisa; Afrinar Pramitasari; Desyarini Puspita Dewi
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v2i4.559

Abstract

This study aims to introduce the characteristics of bullying as a criminal act through Antic (Anti-Bullying Cards) as an educational medium for teachers and parents. Bullying is a form of violent behavior that can have negative impacts on victims, especially among children and adolescents. Although bullying frequently occurs in schools and homes, public understanding—particularly among teachers and parents—regarding its legal aspects remains limited. Therefore, this study develops Antic as an educational tool to help teachers and parents identify the signs and effects of bullying while providing insights into its legal implications. The medium is designed as interactive cards containing information on the definition of bullying, its various types, and preventive measures. This approach is expected to raise awareness and enhance the knowledge of teachers and parents about their crucial roles in preventing and addressing bullying, thereby fostering a safer environment for children. The study employs a research-based media development method, incorporating product trials with teachers and parents to gather feedback for further refinement of the medium
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SDN 02 MAYANGAN Dewi Azizah; Amalia Fitri; Dina Nurmalisa; Fathi Risqullah; Rini Utami; Susanto Susanto; Ariesma Setyarum; Anggun Lestianingsih
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2001

Abstract

Abstract: Literacy and numeracy are two important skills that every individual must have, especially in the current digital era. However, SDN 02 Mayangan is classified as a school with low literacy and numeracy skills. This can be seen from students in high classes still not being able to complete multiplication operations, students' literacy levels are relatively low, and students feel bored in class learning. Appropriate learning media and integration of local wisdom in learning can help improve student literacy and numeracy. However, most teachers have not been able to create learning media that suits students' needs and is based on local wisdom. Thus, there is a need for training and assistance in creating local wisdom-based learning media for teachers. The method for implementing this community partnership program uses Service Learning (SL). The SL method consists of four steps, namely investigation, preparation, action, and reflection. With this community service activity, teachers can improve their abilities in compiling and applying digital media, snakes and ladders media, and storybooks based on local wisdom to optimize students' literacy and numeracy skills. In this activity, 82% of participants felt very satisfied with the material presented and 80% of participants felt very satisfied with the method used. Keyword: learning media; local wisdom; literacy; numeracy Abstrak: Literasi dan numerasi merupakan dua keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama di era digital saat ini. Namun, SDN 02 Mayangan tergolong sekolah dengan kemampuan literasi dan numerasi yang rendah. Hal ini dapat dilihat dari siswa pada kelas tinggi masih belum bisa meyelesaikan operasi perkalian, tingkat literasi siswa tergolong rendah, dan siswa merasa jenuh dalam pembelajaran di kelas. Media pembelajaran yang tepat dan integrasi kearifan local dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Namun demikian sebagian besar guru pun belum mampu membuat media pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian diperlukan adanya pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk guru. Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini menggunakan Service Learning (SL). Metode SL terdiri dari empat langkah, yaitu investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dan menerapkan media digital, media ular tangga, dan buku cerita   berbasis kearifan local untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Pada kegiatan ini, 82% peserta merasa sangat puas terhadap materi yang disampaikan dan 80% peserta merasa sangat puas terhadap metode yang digunakan. Kata kunci: media pembelajaran; kearifan lokal; literasi; numerasi.  
Transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks deskripsi melalui media interaktif Wordwall berbasis digital Riskinasih, Diva Ayu; Nurmalisa, Dina
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v4i3.5340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media Wordwall dalam pembelajaran teks deskripsi serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Ur-gensi kajian terletak pada pentingnya pengembangan model pem-belajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi digital dan berorientasi pada partisipasi aktif siswa. Pembelajaran teks deskripsi secara konvensional kerap bersifat monologis, kurang in-teraktif, dan minim ruang eksplorasi. Wordwall hadir sebagai media digital berbasis permainan edukatif yang memungkinkan aktivitas belajar berlangsung secara lebih menarik dan kolaboratif, melalui fitur-fitur seperti kuis pilihan ganda, teka-teki silang, dan penco-cokan konsep. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif kon-septual melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur dan hasil penelitian relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta pemahaman terhadap struktur dan unsur kebahasaan teks deskripsi. Selain mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, media ini juga memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Oleh karena itu, Wordwall layak dipertimbangkan sebagai media pembelajaran inovatif dalam transformasi pembelaja-ran Bahasa Indonesia khususnya pada teks deskripsi.
Fantasy Formula in the Story  of the Nusantara Webtoon Droid War by Vega Mandalika Moh. Daffa Nugraha; Dina Nurmalisa; Rana Sharjeel Akhtar; Emmanuel Ofori Gyadu
Jurnal Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v14i2.26897

Abstract

Webtoon NDW is a literary work that presents vertical image panels, making it unique from other scholarly works. As a popular fantasy genre work, researchers suspect that there is a formula in the Webtoon NDW story. This study aims to reveal the fantasy formula in the Webtoon Nusantara Droid War (NDW) story by Vega Mandalika. The type of research is qualitative and uses the theoretical basis of the fantasy formula from Deborah Chester (2016), which consists of three elements: story roles, magic, and a special world. Data were obtained from episodes 1 to 50 of Webtoon NDW through data collection with documentation techniques and literature studies. Then, it was analyzed through data condensation, presentation, and conclusion to find patterns in the research object. The study results show that the Webtoon NDW story has three categories of characters, each with its role. The closer a character is to the minor category, the more limited their appearance will be. The story's characters use spells with different functions, such as turning on droids or summoning magical powers. Webtoon NDW presents a special world with wonders not found in other worlds. These three elements are present repeatedly and consistently in the Webtoon NDW story. Thus, some patterns in the NDW story follow the fantasy formula proposed by Deborah Chester. The study results help develop popular literary theory, especially the fantasy formula in Webtoon, and serve as a reference for similar research in the future. This study requires further research to determine the influence and effectiveness of Webtoon NDW in learning literature in the digital era.
Symbol of Democratic Leardership in the Film "Tepatilah Janji Director Garin Nugroho" Nurul Fadhillah; Dina Nurmalisa
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 2 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i2.8209

Abstract

This study aims to describe the symbols of democratic leadership based on Roland Barthes' semiotic theory contained in the film Tepatilah Janji directed by Garin Nugroho. This film contains symbols of leadership during the period of political democracy or the regional head election period. The method used in this study is qualitative research. Research that is able to describe the meaning of denotation, connotation, and myth based on Roland Barthes' semiotic theory. The data source for this study is through direct observation by watching the film Tepatilah Janji on the Youtube application on the KPU RI account. While the data for this study is through image clips in the dialogue and scenes of the film. The data collection technique is with the stages of observation, documentation, and literature study. While the data analysis technique is by carrying out three stages of meaning, namely denotation, connotation, and myth. The analysis of this study is able to analyze the meaning, signs and symbols contained in the scenes and dialogues of the film. Researchers have found 3 symbols of democratic leadership, including symbols of abuse of office or authority, symbols of agreements with parties, and symbols of open debate. These symbols show scenes in the events of prospective leaders who are trying to maintain power and compete in the period of promised leadership or the campaign period. In addition, there are candidates for leaders who are ambitious in campaigning. He takes political actions that are not appropriate according to political regulations. These actions indicate the existence of symbols of political democratic leadership. Therefore, researchers will reveal the symbols of democratic leadership using Roland Barthes' semiotic theory.
PENGGUNAAN KOLOKIAL PADA TUTURAN CONTENT CREATOR KULINER (FOOD VLOGGER) DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN TEKS IKLAN DI SMP KELAS VIII farah hasnah imtinan; Dina Nurmalisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa kolokial dalam tuturan content creator kuliner (food vlogger) dan implikasinya terhadap pembelajaran teks iklan di SMP kelas VIII. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik, yang berfokus pada empat channel YouTube, yaitu Shanty Denny, Mgdalenaf, Dyodoran, dan Separuh Aku Lemak. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, dengan mengamati tuturan yang mengandung kolokial dalam konten kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima bentuk kolokial yang dominan, yaitu kata tunggal, penggalan kata, polisemi, kontraksi, dan komposisi. Penggunaan bahasa kolokial dalam konten food vlogger menciptakan suasana akrab dan menarik, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran teks iklan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa kolokial yang komunikatif dan persuasif dapat meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, serta relevansi materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam kajian sosiolinguistik dan pengembangan materi pembelajaran yang kontekstual di SMP.
PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN Nurmalisa, Dina; Setyarum, Ariesma; Puspita Dewi, Desyarini; Pramitasari, Afrinar; Arifianti, Ika; Azizah, Dewi; Aditya, Agung
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5458

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar
MITOS PEREMPUAN DAN PENERIMAAN DIRI DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH (FEMALE MYTHS AND SELF-ACCEPTANCE IN THE ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA BY NADIN AMIZAH) Pualilin, Leony Indaryani; Nurmalisa, Dina
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.22934

Abstract

AbstractFemale Myths and Self-Acceptance in the Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya by Nadin Amizah. This research examines the mythical representation of women and self-acceptance in the lyrics of the album "Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya" by Nadin Amizah. The lyrics of this album not only convey women's experiences but also illustrate the social construction that often places women in a passive position and limits them to the domestic sphere. This is important to study because although written by women, the lyrics reveal the struggle between the limiting myths and women's efforts to accept themselves. Through Roland Barthes' semiotic approach, this research looks at meaning not only denotatively, but also connotatively and mythically. This research is qualitative-descriptive with a text analysis technique of the song lyrics in the album. The results show that the lyrics in this album contain women's myths that position women in socio-cultural construction, as passive beings, bound to the domestic sphere and dependent. The lyrics in this album also experience a shift in meaning towards a new meaning that presents women as active and equal subjects. Self-acceptance is presented as a form of awareness of women's wounds, experiences, and identities. This research shows women as active, empowered subjects, appreciating and celebrating their identity.Keywords: myth of women, self-acceptance, song lyirics, Barthes semiotics, Nadin AmizahAbstrakMitos Perempuan dan Penerimaan Diri dalam Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya Karya Nadin Amizah. Penelitian ini mengungkap representasi mitos perempuan dan penerimaan diri dalam lirik lagu album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Lirik dari album ini tidak hanya menyampaikan pengalaman perempuan tetapi juga menggambarkan konstruksi sosial yang sering menempatkan perempuan dalam posisi pasif dan terbatas pada ranah domestik. Hal ini menjadi penting untuk diteliti karena meskipun ditulis oleh perempuan, lirik-lirik tersebut justru menunjukkan pergulatan antara mitos yang membatasi dan upaya penerimaan diri perempuan. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini melihat makna tidak hanya secara denotatif, tetapi juga konotatif dan mitos. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap lirik lagu dalam album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam album ini mengandung mitos-mitos perempuan yang memosisikan perempuan dalam konstruksi sosial-budaya, sebagai makhluk pasif, terikat pada ranah domestik dan bergantung. Lirik dalam album ini juga mengalami pergeseran makna menuju pemaknaan baru yang menampilkan perempuan sebagai subjek aktif dan setara. Penerimaan diri ditampilkan sebagai bentuk kesadaran atas luka, pengalaman, dan identitas perempuan. Penelitian ini menunjukkan perempuan sebagai subjek yang aktif, berdaya, menghargai dan merayakan identitasnya.Kata-kata kunci: mitos perempuan, penerimaan diri, lirik lagu, semiotika Barthes, Nadin Amizah
MAKNA SIMBOLIK MIE AYAM DALAM NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI Fazida Rizqona; Dina Nurmalisa
Lateralisasi Vol. 14 No. 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v14i1.10960

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik mie ayam dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna serta relevansinya dengan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dalam novel yang mengandung simbol mie ayam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasikan, dan mendeskripsikan makna simbolik berdasarkan tiga tahap pemaknaan Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mie ayam tidak hanya dimaknai sebagai makanan, tetapi juga merepresentasikan empat makna simbolik, yaitu sebagai simbol harapan kehidupan, kematian, kesederhanaan, dan luka batin. Keempat makna tersebut dibangun melalui pengalaman hidup tokoh utama serta konteks peristiwa yang menyertainya sehingga menghasilkan makna yang lebih luas daripada fungsi literalnya. Selain itu, hasil penelitian memiliki relevansi dengan pembelajaran sastra di SMA, khususnya dalam pembelajaran apresiasi sastra dan menulis karya sastra, karena dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasikan makna simbolik dalam karya sastra. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian semiotika sastra sekaligus mendukung pembelajaran sastra yang lebih kritis, interpretatif, dan bermakna.