Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KAJIAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K-3 ) BIDANG KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek bidang konstruksi adalah merupakan kegiatan yang kompleks dan begitu banyak melibatkan unsur ataupun pihak lain, terutama tenaga kerja, alat dan bahan material berkapasitas besar atau  dalam jumlah  yang besar baik secara pribadi maupun secara kolektif bersama-sama dapat menjadi sumber potensial terjadinya kecelakaan. Tenaga kerja  yang kurang akan mempengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan semua pihak, dalam hal ini owner, konsultan, kontraktor maupun tenaga kerja beserta keluarganya. Usaha-usaha kontraktor dalam menerapkan progam Keselamatan  dan Kesehatan  Kerja ( K-3 ) pada pelaksanaan  proyek  konstruksi perlu dianalisis dan dikaji. Latihan praktek tenaga kerja baru menjadi  faktor penting dalam menunjang pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Sedangkan  memiliki tenaga ahli  K-3 benar-benar mempengaruhi pelaksanaan progam keselamatan dan kesehatan kerja. Pelatihan  K-3 untuk pekerja/staff dan kegiatan cheking secara rutin merupakan faktor penting dalam pelaksanaan progam keselamatan dan kesehatan kerja.
TINJAUAN MANAJEMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor kunci dalam pengembangan jasa pekerjaan konstruksi nasional adalah peningkatan kemampuan usaha, terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, serta peningkatan peran masyarakat secara aktif dan mandiri dalam melaksanakan kedua upaya tersebut. Sedangkan peningkatan kemampuan usaha ditopang oleh peningkatan profesionalisme dan peningkatan efisiensi usaha. Sehingga terwujudnya tertib penyelenggaraan  pekerjaan konstruksi dapat dicapai antara lain melalui pemenuhan hak dan kewajiban, sekaligus adanya kesetaraan kedudukan para pihak terkait. Azas kemitraan yang saling menguntungkanpun dapat diwujudkan secara erat dalam satu kesatuan yang efisien dan efektif antar  penyedia jasa pekerjaan konstruksi.
EVALUASI HARGA PENAWARAN KONTRAKTOR (Studi Kasus: Pekerjaan proyek Bendung Tromo, Wonogiri) GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada umumnya berjangka waktu pendek. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatas tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan bnyaknya pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi maka potensi beda pendapat sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung persaingan atau perbedaan pendapat. Meskipun proyek  bukanlah sesuatu yang baru, namun mengelola kegiatan dengan menggunakan sistem evaluasi merupakan langkah yang relatif baik. Langkah ini ditandai dengan menerapkan suatu pendekatan, metode dan teknik tertentu pada pemikiran-pemikiran evalusi yang sebelumnya telah dikenal, dengan tujuan meneliti daya guna dan hasil guna sumber daya dalam rangka menghadapi kegiatan yang dinamis dan nonrutin, yaitu kegiatan kegiatan pekerjaan konstruksi/proyek. Untuk mengetahui teknik penawaran pekerjaan konstruksi/proyek maka akan diterapkan sistem evaluasi pada pekerjaan bendung Tromo Semagar di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan konstruksi. Pada taraf pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek konstruksi, selanjutnya memiliki fungsi yang amat luas yaitu: mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pelaksanaan pekerjaan, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan pekerjaan. Analisa biaya adalah suatu cara dasar perhitungan harga satuan pekerjaan, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan dan upah kerja dengan harga bahan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan. Evalusi penawaran biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan bendung Tromo Semagar Sebesar Rp. 273,210,000.00
EVALUASI HARGA PENAWARAN KONTRAKTOR (Studi Kasus: Pekerjaan proyek Bendung Tromo, Wonogiri) GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan pekerjaan konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada umumnya berjangka waktu pendek. Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatas tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek dibedakan atas hubungan fungsional dan hubungan kerja. Dengan bnyaknya pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi maka potensi beda pendapat sangat besar sehingga dapat dikatakan bahwa proyek konstruksi mengandung persaingan atau perbedaan pendapat. Meskipun proyek  bukanlah sesuatu yang baru, namun mengelola kegiatan dengan menggunakan sistem evaluasi merupakan langkah yang relatif baik. Langkah ini ditandai dengan menerapkan suatu pendekatan, metode dan teknik tertentu pada pemikiran-pemikiran evalusi yang sebelumnya telah dikenal, dengan tujuan meneliti daya guna dan hasil guna sumber daya dalam rangka menghadapi kegiatan yang dinamis dan nonrutin, yaitu kegiatan kegiatan pekerjaan konstruksi/proyek. Untuk mengetahui teknik penawaran pekerjaan konstruksi/proyek maka akan diterapkan sistem evaluasi pada pekerjaan bendung Tromo Semagar di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan konstruksi. Pada taraf pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek konstruksi, selanjutnya memiliki fungsi yang amat luas yaitu: mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pelaksanaan pekerjaan, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan pekerjaan. Analisa biaya adalah suatu cara dasar perhitungan harga satuan pekerjaan, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan dan upah kerja dengan harga bahan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan. Evalusi penawaran biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan bendung Tromo Semagar Sebesar Rp. 273,210,000.00
ANALISIS PENGADAAN BARANG DAN JASA KONSULTANSI ( Studi Kasus : Proyek Pemerintah ) GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikasi adanya “ sandiwara” dalam lelang proyek pemerintah ahkir-ahkir ini banyak diberitakan. Salah satunya terkait proses lelang online atau electronic procurement (e-proc). Ada kontraktor yang telah mengunggah semua persyaratan di website e-proc, tetapi semua syarat kemudian terhapus dan mengakibatkan kontraktor itu gugur dalam lelang. Beberapa prinsip sudah ada, yang diharapkan dapat membuat pengadaan barang/jasa  dapat berjalan seperti yang diharapkan ; serta memberi manfaat secara maksimal bagi semua pihak. Aspek efisiensi merupakan upaya yang mencakup dana dan daya yang dikeluarkan guna memperoleh barang/jasa. Semakin kecil upaya yang diperlukan , maka dapat dikatakan bahwa proses pengadaan semakin efisien. Sedangkan efektifitas pengadaan diukur terhadap seberapa jauh barang/jasa yang diperoleh dari proses pengadaan, dapat mencapai spesifikasi yang sudah ditetapkan. Proses yang meliputi : dasar hukum, tata cara, mekanisme, aturan main, spesifikasi barang/jasa dan semua hal yang terkait dengan bagaimana proses pengadaan barang/jasa yang dapat diketahui secara luas, mudah diperoleh, dan mudah diakses oleh masyarakat umum ; terutama Penyedia Barang/Jasa yang berminat. Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat/kriteria yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku, maka  dapat mengikuti proses  pengadaan barang / jasa. Proses pengadaan barang/jasa dapat menciptakan iklim atau suasana persaingan yang sehat di antara para Penyedia Barang/Jasa ( kompetitif ); dan tidak ada intervensi yang dapat mengganggu mekanisme pasar. Hal tersebut bisa menarik minat Penyedia Barang/Jasa untuk mengikuti lelang/seleksi, yang pada gilirannya dapat diharapkan memperoleh barang/jasa dengan kualitas maksimal. Sehingga secara adil/tidak diskriminatif proses pengadaan akan memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia Barang/Jasa, dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu ; kecuali diatur dalam peraturan tersebut. Pengadaan barang/jasa akan berjalan secara baik, jika diterapkan prinsip : efisiensi, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
KAJIAN HUKUM KONSTRUKSI BANGUNAN UNTUK PELAYANAN PUBLIK GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor jasa konstruksi nasional, menjadi salah satu industri yang akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut , karena diperkirakan tetap akan terus mencatat pertumbuhan. Yang perlu diwaspadai oleh para pelaku bisnis di bidang ini, adalah perekononian Indonesia akan dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan fundamental ekonomi domestik, serta suasana pesta politik nasional.Dalam rangka menjamin kepstian dan ketertiban hukum penyelenggaraan bangunan gedung, maka setia bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif yang meliputi: kejelasan status hak atas tanah, kejelasan status kepemilikan banguan dan izin mendirikan bangunan , yang secara normatif  telah dirumuskan didalam ketentuan fundamentalnya yaitu UndangUndang No.28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, Peraturan Pemenrintah No. 36 Tahun 2005 tentang bangunan gedung, dan Permen PU nO 24 TAHUN 2006 Tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan.
KAJIAN ULANG MANAJEMEN PENGADAAN JASA PEKERJAAN KONSTRUKSI GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan barang dan jasa (procurement) dalam proyek konstruksi dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain : pelelangan umum, pelelangan terbatas, pemilihan langsung dan penunjukkan langsung. Proses pengadaan barang/jasa dalam proyek konstruksi yang menggunakan sistem pelelangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : pelelangan pasca kualifikasi dan pelelangan prakualifikasi. Dalam pelelangan pasca kualifikasi, semua penyedia jasa yang memenuhi syarat dapat ikut dalam pelelangan; sedangkan dalam pelelangan Prakualifikasi yang diijinkan ikut adalah penyedia barang / jasa yang lulus kualifikasi diundang oleh pengguna jasa (klien konstruksi). Pengguna jasa / klien konstruksi seharusnya mempunyai kriteria penilaian yang lebih baik dalam memilih kontraktor, di samping pertimbangan wajarnya harga penawaran yang diajukan kontraktor peserta tender. Jika kriteria-kriteria tersebut dapat diidentifikasi dan tingkat kepentingan masing-masing kriteria tersebut diketahui, maka pengembangan model ( framework) pemilihan kontraktor yang objektif dapat dijembatani. Pengguna jasa selanjutnya dapat menerapkan metode pemilihan kontraktor yang obyektif untuk mendapatkan penyedia jasa / kontraktor yang sesuai dengan proyek yang ditawarkan. Pemilihan kontraktor merupakan salah satu tahapan penting yang menentukan keberhasilan proyek konstruksi. Karena itu dalam tahap prakualifikasi untuk memilih kontraktor, seharusnya terdapat faktor kriteria seleksi yang lebih baik; di samping faktor harga penawaran yang diajukan kontraktor. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang dianggap penting bagi pengguna jasa /  klien proyek konstruksi dalam proses pemilihan kontraktor yang meliputi : faktor kemampuan peralatan, kemampuan personil, keuangan, pengalaman kerja, catatan kegagalan, penerapan asuransi dan keselamatan kerja.
KAJIAN PERMAINAN DALAM ATURAN LELANG PROYEK GATOT NURSETYO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah tahap desain diselesaikan oleh perencana, maka selanjutnya adalah tahap pengadaan pelaksana konstruksi. Proses pengadaan perusahaan jasa konstruksi ini konstruksi ini diatur oleh Keputusan Presiden terutama digunakan di lingkungan proyek pemerintah . pengadaan barang / jasa dalam proyek konstruksi dapat dilakukan dengan berbagai cara / metode. Pelelangan pelaksanaan suatu bangunan atau sering disebut tender dalam bidang pemborongan jasa konstruksi adalah salah satu sistem pengadaan barang dan jasa. Tender pelaksanaan dilakukan oleh pemberi tugas / pemilik proyek dengan mengundang beberapa perusahaan kontraktor untuk mendapatkan satu pemenang yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai persyaratan yang ditentukan dengan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan baik darisegi mutu maupun waktu pelaksanaannya. Dengan mengetahui setiap informasi yang terdapat dalam dokumen penawaran peserta lainnnya, maka secara tidak langsung para peserta lelang dapat mengawasi panitia pengadaan barang / jasa dalam melakukan proses evaluasi dokumen penawaran tersebut. Dengan demikian proses penentuan pemenang lelang menjadi terbuka dan bebas dari kecurangan. Karena itulah, meskipun tidak ada kewajiban untuk hadir dalam acara pembukaan penawaran, setiap  peserta lelang selalu berusaha hadir dalam acara tersebut. Tata cara pembukaan dokumen, siapa saja yang diperkenankan hadir, serta dokumen apa saja yang harus dibuka pada acara tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan barang / Jasa pemerintah.
PERCEPATAN WAKTU DAN OPTIMASI BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD): (Studi Kasus : Pembangunan Perumahan Griya Sejahtera Colomadu 2, Kabupaten Karanganyar) Lutfi Fahrul Arifin, Muhammad; Nursetyo, Gatot; Yuono, Teguh
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2024): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v3i1.3544

Abstract

Proyek bangunan perumahan dan bangunan pemukiman (residential construction), adalah suatu proyek pembangunan perumahan atau pemukiman berdasarkan pada tahapan pembangunan yang serempak dengan penyediaan prasarana penunjang. Proyek konstruksi memiliki kendala, antara lain adalah keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan dan pembengkakan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis durasi waktu yang optimal dan efisien pada proyek pembangunan perumahan menggunakan metode CPM (Critical Path Method). Penelitian ini menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Yang dimana data dalam penelitian ini berasal dari jadwal pekerjaan (time schedule) dan rencana anggaran biaya yang dibuat manajemen Pembangunan Perumahan Griya Sejahtera Colomadu 2. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode CPM lalu dicari dengan jalur / lintasan pekerjaan kritisnya menggunakan jaringan kerja (network planning), setelah diperoleh batas waktu maksimum pekerjaan selanjutnya akan dipercepat menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Kemudian untuk analisis optimasi biaya pada penelitian ini, menggunakan metode percepatan dengan alternatif penambahan tenaga kerja. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa proyek Pembangunan Perumahan Griya Sejahtera Colomadu 2 mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan dan pembengkakan biaya, yaitu dengan total durasi 242 hari kerja, dan durasi normal pekerjaan kritisnya adalah 190 hari kerja. Hasil perhitungan percepatan dengan alternatif penambahan tenaga kerja memiliki total durasi 152 hari dan memiliki total biaya upah tenaga kerja sebesar Rp 46.993.580,88.
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL MOXY SURAKARTA Astungkoro, Wisnu Wregas; Nursetyo, Gatot; Arbianto, Reki; Sungkono, Kukuh Kurniawan Dwi
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 2 (2024): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v3i2.4262

Abstract

In construction projects, implementation requires heavy equipment to expedite all stages in process. The use of heavy equipment serves to shorten project implementation time and optimize a job. Therefore, the use of heavy equipment in construction projects is expected to accelerate expected work. The use of heavy equipment in construction projects is expected to facilitate existing work and heavy equipment to be used must be selected in an efficient and economical manner. A heavy equipment combination used in earthworks on the Moxy Hotel development project on Jl. Slamet Riyadi, Keprabon, Banjarsari District, Surakarta City is a Kobelco CAT 320D excavator, a Canter 120 Ps dump truck and a Jove JVR 180 D bore machine. The methods used in this research are survey methods and analytical methods. The survey method is used to determine number of heavy equipment in field, heavy equipment type while analytical method is used to determine time heavy equipment is used in the Moxy Hotel Development Project in Surakarta. After an analysis of variations in the duration of heavy equipment that is appropriate and can be used optimally is an alternative because it is more effective and efficient than the calculation of composition analysis and in the field, the time required is also more optimum. With an alternative composition of heavy equipment, namely 1 unit of excavator and 4 units of dump trucks for earthworks, and for foundation drilling work, 2 units of bore machines are needed.