Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN KULIT BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) VARIETAS CIBINONG, JINGGO DAN SEMANGKA Nurviani, Nurviani; Bahri, Syaiful; Sumarni, Ni Ketut
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.094 KB)

Abstract

Ekstraksi dan karakterisasi pektin kulit buah pepaya varietas Cibinong, Jinggo dan Semangka bertujuan untuk mengetahui potensi pektin dari beberapa varietas kulit buah pepaya yang mutunya terbaik. Ekstraksi pektin dilakukan dengan  variasi waktu  60, 90, dan 120 menit dengan pelarut asam sitrat 5%. Rendemen pektin tertinggi diperoleh pada waktu ekstraksi selama 120 menit dengan hasil 12,70% pada kulit pepaya Semangka, dan yang terendah pada waktu ekstraksi selama 60 menit dengan hasil 6,01% pada kulit buah pepaya Jinggo. Hasil yang diperoleh dari ketiga varietas kulit buah pepaya memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air pektin, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan kadar abu.
Pengembangan Keterampilan Ekonomi Kreatif Bagi Masyarakat Terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tingkat Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor Priatna, Asep; Ibrahim, Ajid; Darliah, Darliah; Fauzi, Sudar; Inayatullah, Muhammad Iqbal; Rahmatulloh, Aang; Wandira, Neng Yayu; Nurviani, Nurviani; Hajar, Siti; Hanapia, Cepi; Susanto, Diki
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3149

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi akibat dinamika ekonomi dan perubahan struktur dunia kerja berdampak signifikan terhadap meningkatnya pengangguran dan menurunnya kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan. Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya terdampak PHK dan memerlukan upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan ekonomi kreatif sebagai alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat terdampak PHK melalui pemanfaatan potensi lokal dan peningkatan kreativitas masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat, penyuluhan mengenai konsep ekonomi kreatif, pelatihan praktik keterampilan, serta pendampingan dalam pengemasan produk dan pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif, serta meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha mandiri. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Mekar Wangi Kota Bogor dan menjadi model pemberdayaan ekonomi kreatif yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Junior High School Students’ Numeracy Ability in Terms of Students’ Mathematical Resilience Hajar, Siti; Nurviani, Nurviani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36627

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berhitung siswa SMP kelas IX dalam hal ketahanan matematika siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP di Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk menentukan kemampuan berhitung yang terdiri dari empat pertanyaan deskriptif yang diadopsi dari pertanyaan PISA dan instrumen non-tes berupa kuesioner ketahanan matematika. Instrumen penelitian didistribusikan secara daring karena pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat ketahanan matematika tinggi dapat menyelesaikan soal berdasarkan tiga indikator kemampuan berhitung, yaitu (1) mampu menggunakan berbagai jenis angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar dalam berbagai konteks sehari-hari, (2) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, dan (3) menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan yang baik, namun untuk indikator ketiga, masih terdapat kesalahan. Selain itu, siswa yang memiliki ketahanan matematika sedang sudah dapat mengerjakan soal hanya dengan dua indikator. Sementara itu, siswa dengan ketahanan matematika rendah belum menguasai indikator tersebut dan belum dapat menyelesaikan soal dengan benar dan tepat.