Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI Rizky Drupadi
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 11, No 1 (2020): May 2020
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.838 KB) | DOI: 10.17509/cd.v11i1.20326

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengambilan perspektif dan regulasi emosi terhadap perilaku prososial pada anak usia dini. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis studi expo facto dengan pengambilan data secara survey. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditunjukkan kepada guru kelas untuk memperoleh data regulasi emosi pada anak, dan perilaku prososial menggunakan wawancara yang ditunjukkan kepada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial anak usia dini dengan p=0,000 (p0,05), artinya regulasi emosi dapat memprediksikan perilaku prososial pada  anak usia dini; regulasi emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 8,5% terhadap perilaku prososialKata Kunci : regulasi emosi, prososial, anak usia dini
Analisis kecerdasan interpersonal anak usia dini di tk istiqlal bandar lampung Rani Nibras Idham; Ulwan Syafrudin; Rizky Drupadi
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v12i1.59786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan interpersonal anak usia dini di TK Istiqlal Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan sampel penelitian berjumlah 31 anak. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan oleh peneliti menggunakan 3 dimensi kecerdasan interpersonal anak dan 20 item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensitivitas sosial anak kelompok A kategori Sangat Baik (40%) dan anak kelompok B kategori Cukup Baik (40%). Wawasan sosial anak kelompok A kategori Kurang (40%) dan anak kelompok B kategori Sangat Baik (40%). Komunikasi sosial anak kelompok A kategori Cukup Baik (40%) dan anak kelompok B kategori Baik (60%). Tindak lanjut perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anak yang masih berada pada kategori Cukup Baik dan Kurang.Guru perlu mengupayakan berbagai kegiatan untuk lebih menstimulasi agar perkembangan kecerdasan interpersonal anak semakin optimal. Untuk mewujudkan harapan tersebut, guru perlu bersinergi dengan orang tua agar pembiasaan juga dilakukan selama anak berada di rumah.
PLAYING ORIGAMI DAN ITS IMPACT ON FINE MOTOR SKILLS DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 4-5 Aghnia Nur Anisa; Ulwan Syafrudin; Rizky Drupadi
Journal of Early Childhood Education (JECE) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v3i1.19059

Abstract

This study aims to determine the effect of origami activities on the fine motor skills of children aged 4-5 years. This research is using an experimental design. This research was conducted in the CABI Tanggamus learning group, which was conducted on fifteen children using a one-group pre-test post-test design. Data collection techniques used in this study are observation and documentation. In this study, the pre-test results of children's motor skills were included in the Starting to Develop (MB) category, meaning the child obtained an average score of 26 from a maximum score of 72. After the treatment, fine motor skills were included in Developing as Expected (BSH). The results obtained after treatment showed a score of 58 from a maximum score of 72. The results of this study can be concluded that origami play activities can affect the fine motor skills of early childhood, which means that origami games provide changes in children's fine motor development. Based on the results of the study, the researcher recommends origami games to improve fine motor skills.
PENGARUH DIGITAL LITERASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI Rizky Drupadi; Devi Nawangsasi; Nia Fatmawati; Sugiana Sugiana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 6 No 2 (2022): (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v6i2.1084

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan mengetahui pengaruh literacy digital terhadap perilaku sosial anak usia dini. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif dan berbeda bagi pembelajaran di pendidikan anak usia dini khususnya pembelajaran sosial untuk anak usia dini. Sebuah model pengembangan pembelajaran kempauan sosial yang mampu memberikan warna berbeda dalam proses pembelajaran sosial secara menyeluruh, menyenangkan dan sesuai dengan tahap usia perkembangan anak usia dini yang mengaitkan dengan berbagai aspek perkembangan lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian regresi sederhana. Subyek penelitian ini adalah 23 guru yang memiliki anak usia 4-6 tahun untuk mendapatkan gambaran pengaruh literacy digital terhadap perilaku sosial anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku sosial anak usia dini. Artinya, literasi digital dapat memprediksikan perilaku sosial pada  anak usia dini. Literasi digital memberikan sumbangan efektif sebesar 12,7% terhadap perilaku sosial anak usia dini.
Pengaruh Belajar Dari Rumah Terhadap Minat Belajar Anak Usia Dini Suci Ramadhanti; Rizky Drupadi; Ulwan Syafrudin
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v7i2.7083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh belajar dari rumah terhadap minat belajar anak usia dini. Peneliti menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian minat belajar ini adalah seluruh anak usia 4-6 tahun di Blok III Taman Sari, Kec. Sungkai Utara dan juga Jln. Dahlia Kotabumi Kota. Sampel yang akan penulis ambil berjumlah keseluruhan 30 anak. 8 anak dari Blok III dan 22 anak dari Jln. Dahlia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan minat belajar anak usia dini saat belajar dari rumah.
Implementation of Deep Learning in Project Based Learning on Early Childhood Independence Made Vina Arie Paramita; Rendy Setyowahyudi; Ni Putu Vivin Indrawati; Rizky Drupadi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i2.9740

Abstract

Independence in early childhood is an important aspect of character development and life skills that need to be developed from an early age. However, in practice, children's independence has not yet been optimally developed. This study aims to analyze the level of implementation of deep learning in project-based learning in early childhood education and its relation to children’s independence. This study employed a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with early childhood education teachers in Buleleng Regency, as well as observation questionnaires to assess children’s independence. There were six teachers interviewed and 20 children observed to strengthen the data. The results showed that children were able to demonstrate independent behavior across various indicators, namely learning initiative, responsibility, decision-making, discipline and time management, as well as perseverance during project activities. Several challenges in implementing Deep Learning in Project-Based Learning (PjBL) were identified, including differences in teachers’ understanding of the Deep Learning concept, limited instructional time, lack of contextual learning media and resources, uneven parental involvement, and the characteristics of early childhood learners who still require intensive guidance. Several contextual strategies were implemented, such as the use of projects based on daily activities, the provision of open-ended questions and simple reflections, the utilization of the surrounding environment as a learning resource, collaboration with parents, and the gradual application of scaffolding according to children’s developmental needs.