Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tafsir Tarbawi : Pendidikan Fisika dalam Al-Quran Ibnurawandhy N. Hula; Muhammad Rizki Gunawan; Hastika Boham; Mariaty Podungge
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v3i1.2359

Abstract

Fisika adalah cabang ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena alam baik kecil maupun besar. Fenomena alam juga dibahas di dalam Al-Quran. Al-Quran dan fisika memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak terputus. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami pendidikan fisika dalam Al-Quran, mengetahui integrasi Islam dengan pendidikan fisika dan memahami hukum-hukum Al-Quran dengan pendidikan fisika. Metode penelitian ini adalah kajian literatur dengan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berkonsentrasi pada ilmu fisika bermakna bahwa dia akan menyadari dan memahami kekhasan alam semesta, mengkaji dan memanfaatkannya secara pasti untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Penggabungan Al-Quran ke dalam pembelajaran fisika merupakan metode alternatif untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sekaligus menumbuhkan sikap spiritual dan kognitif siswa terhadap pembelajaran fisika.
TAFSIR TARBAWI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN Ibnurawandhy N. Hula; Yunita ibrahim; Rafli datundugon; Mariaty Podungge
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2023): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/piwulang.v5i2.1514

Abstract

In an Islamic perspective, managerial terms are very popular. However, when approaching the Arabic term here we can mean the individual organization "yudabbiru", directing, managing, executing, governing. Islamic education management is a unique process that focuses on how Islamic education can achieve efficient and effective teaching. The use of the name Al-Tadbir in the Qur'an to describe management. Some of the management principles mentioned in the Qur'an are as follows: faith, sincerity, kindness, exemplary, unity of direction, deliberation, accountability, efficient and effective, open, participative, responsible, competent, and cooperation. and a flexible approach to Al-Qur'an education each described as planning, organizing, actuating, controlling, and referred to as a management system. 
Tafsir Tarbawi : Pendidikan Fisika dalam Al-Quran Ibnurawandhy N. Hula; Muhammad Rizki Gunawan; Hastika Boham; Mariaty Podungge
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 3, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v3i1.2359

Abstract

Fisika adalah cabang ilmu yang mempelajari fenomena-fenomena alam baik kecil maupun besar. Fenomena alam juga dibahas di dalam Al-Quran. Al-Quran dan fisika memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak terputus. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami pendidikan fisika dalam Al-Quran, mengetahui integrasi Islam dengan pendidikan fisika dan memahami hukum-hukum Al-Quran dengan pendidikan fisika. Metode penelitian ini adalah kajian literatur dengan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berkonsentrasi pada ilmu fisika bermakna bahwa dia akan menyadari dan memahami kekhasan alam semesta, mengkaji dan memanfaatkannya secara pasti untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Penggabungan Al-Quran ke dalam pembelajaran fisika merupakan metode alternatif untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sekaligus menumbuhkan sikap spiritual dan kognitif siswa terhadap pembelajaran fisika.
Pembentukan Karakter Santri melalui Pembiasaan Kegiatan Harian di Pondok Pesantren Khairul Hikmah Mariaty Podungge; Kasidi Kasidi; Basri Basri
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i2.7305

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya untuk membentuk karakter peserta didik khususnya untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan mereka di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembentukan Karakter Santri Melalui Kegiatan Harian di Pondok Pesantren Khairul Hikmah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kegiatan harian membentuk karakter santri untuk menjadi santri yang memiliki nilai karakter religius,mandiri dan disiplin. Nilai karakter religus tampak pada keaktifan santri pada rutinitas harian khususnya pada pelaksanaan sholat lima waktu , pembacaan al-Qur’an dan pembelajaran ilmu agama Islam dengan jadwal tertentu baik dalam proses belajar di kelas ataupun di luar kelas; Sedangkan nilai karakter mandiri tampak pada kemampuan santri untuk melaksanakan kegiatan secara mandiri tanpa bantuan orang lain dan disiplin tampak pada ketepatan waktu untuk menjalani aktivitas sehari-hari
Peran Ibu Terhadap Pendidikan Anak dalam Novel Layangan Putus Perspektif Pendidikan Islam Mariaty Podungge
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 4 No. 2 (2021): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v4i2.2923

Abstract

The purpose of the study was to analyze the role of mothers in children’s education in the novel Layangan Putus from an Islamic education perspective.  In the novel, Mother has five children: Amir, Arya, Alman, Abi, and Ahmad.  Ahmad died when he was born to his mother.  So child care focuses on their four children.  In educating children, mothers experience a change in status from wife to widow.  Education for children that were previously carried out with the father, according to the results of the divorce court decision, that custody rests with the mother.  Therefore, researchers want to know the role of the mother in educating children from an Islamic education perspective.  This type of research is library research.  Data collection is done by doing repeated readings and documentation.  Analysis of the data used is content and comparative analysis.  The results showed that (1) the mother continued to practice her nature as an educator even though she worked as a veterinarian, and (2) the mother was responsible for faith education, moral education, physical education, academic education, mental education, and children’s social education.
Strategi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam terhadap Karakteristik Generasi Alpha Kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Kota Gorontalo Saftri Dayat; Kasidi Kasidi; Mariaty Podungge
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) terhadap karakteristik Generasi Alpha kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran SKI meliputi metode storytelling, ceramah interaktif, diskusi, pemberian motivasi, penggunaan media visual sederhana, serta variasi metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik Generasi Alpha. Guru juga menerapkan pendekatan yang komunikatif dan interaktif agar peserta didik lebih aktif, fokus, dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran SKI. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, di antaranya menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, percaya diri, kerja sama, sopan santun, serta meningkatkan rasa hormat kepada guru dan teman. Selain itu, pembelajaran SKI juga memberikan manfaat dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, keteladanan, semangat belajar, serta kesadaran moral peserta didik melalui kisah-kisah sejarah Islam yang disampaikan guru. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan lebih mudah memahami nilai-nilai keteladanan dari tokoh-tokoh Islam. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan strategi pembelajaran SKI. Adapun faktor pendukung dalam penerapan strategi pembelajaran SKI meliputi dukungan pihak madrasah, tersedianya media pembelajaran sederhana, kemampuan guru dalam membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik, serta antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran berbasis teknologi, keterbatasan waktu pembelajaran, tingkat fokus peserta didik yang mudah berubah, serta adanya sebagian siswa yang masih kurang aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan adaptif agar pembelajaran SKI mampu menyesuaikan dengan karakteristik Generasi Alpha serta mendukung pembentukan karakter peserta didik secara optimal.
Makna Penggunaan Konten Microlearning di Media Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo Lara Ismail; Habibie Yusuf; Nur Wahidah Thayib Pido; Mariaty Podungge
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna penggunaan konten microlearning di media sosial dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik yang terlibat dalam pembelajaran berbasis konten microlearning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten microlearning digunakan dalam bentuk video pendek, infografis, gambar edukatif, animasi, dan materi ringkas yang dibagikan melalui YouTube, YouTube Shorts, dan WhatsApp. Peserta didik memaknai konten microlearning sebagai media belajar yang sederhana, menarik, mudah diakses, dan membantu mereka memahami nilai-nilai Akidah Akhlak secara lebih cepat. Konten tersebut juga berperan dalam meningkatkan minat, perhatian, keaktifan, semangat, kemandirian, dan rasa percaya diri peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa microlearning di media sosial bukan sekadar media pelengkap, tetapi strategi pedagogis yang relevan dengan karakter generasi digital dan dapat memperkuat pembelajaran Akidah Akhlak yang lebih kontekstual, fleksibel, dan bermakna.
Peran Guru Akidah Akhlak dalam Implementasi Pendekatan Holistik di MA Al-Falah Kabupaten Gorontalo Nana Adelina Makalalag; Najamuddin Petta Solong; Mariaty Podungge; Imam Buchori
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8800

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru Akidah Akhlak dalam implementasi pendekatan holistik di MA Al-Falah Kabupaten Gorontalo. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran agama yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter murid secara utuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas guru Akidah Akhlak, kepala madrasah, dan murid. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pengintegrasi nilai karakter. Pendekatan holistik diterapkan melalui keterpaduan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Pendekatan ini memperkuat karakter religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial murid.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Integrasi Kegiatan Sosial Keagamaan KKS-T di Desa Datahu Mariaty Podungge; Yusuf Ahaya; Nuraini S. Datulamban; Arvilia Datunsolang; Imelda Kamumu; Pradita Arisetya Purwanto; Zikrillah F. Tangahu; Nur Intan Pakaya; Mohammad Daniel Luawo; Mohamad Akbar Kaida
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/zyhgc216

Abstract

Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) adalah mata kuliah berbasis pengabdian masyarakat yang dirancang agar menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Program KKS-T memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk hadir ditengah masyarakat dalam mengkombinasikan  pengetahuan akademik dengan realitas sosial, keagamaan dan budaya masyarakat. Integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dipilih menjadi upaya peserta KKS-T dalam penguatan pendidikan karakter di Desa Datahu sebagai sarana pembelajaran langsung bersama masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah  Participatory Action Research yang mengutamakan Partispatisi aktif masyarakat pada pelaksanaan setiap tahapan kegiatan, yakni perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan pengajian anak-anak, dan tadarus al-Qur’an, kerja bakti bersama masyarakat,  penanaman bibit pohon,  sosialisasi anti bullying, senam pagi ,kegiatan kepemudaan dan pembuatan tanda batas dusun.  Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan yakni  meningkatnya jumlah anak anak yang mengikuti kegiatan pengajian, dari lima orang menjadi delapan belas orang, mereka menyadari pentingnya nilai-nilai religius dan sikap disiplin; meningkatnya partisipasi pemuda dengan bekerja kerja keras , komunikatif dan tanggungjawab dalam mensukseskan kegiatan  kepemudaan “event desa datahu”,meningkatnya sikap peduli lingkungan, peduli sosial dan, dalam kehidupan bermasyarakat melalui kerja sama dalam membersihkan masjid, penanaman bibit pohon dan pembuatan tanda batas dusun, kebersamaan dalam mengikuti senam serta meningkatnya pemahaman siswa setelah kegiatan sosialisasi anti bulying ditandai dengan tingginya respon positif siswa dalam hasil kuesioner tentang peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk menjaga sikap saling menghargai antar teman.. Perubahan tersebut  tidak hanya berdampak positif pada penguatan pendidikan karakter tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan solidaritas masyarakat