Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Komparasi Nilai Daya Dukung Tiang Tunggal Pondasi Bor Menggunakan Data SPT, dan Hasil Loading Test pada Tanah Granuler Noegroho Djarwanti; R.Harya Dananjaya H.I.; Githa Maharani
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.427 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37271

Abstract

Pada suatu bangunan bertingkat diperlukan pondasi dengan kemampuan memikul beban yang besar misalnya pondasi tiang bor. Pondasi tiang bor adalah jenis pondasi yang digunakan untuk meneruskan/mentransfer beban dari bagian struktur atas ke lapisan tanah dibawahnya hingga mencapai nilai daya dukung (Q-u) yang diinginkan. Dalam penelitian ini akan membandingkan antara nilai Q-u yang diperoleh dari enam persamaan yang telah ada yaitu Persamaan Meyerhof (1976), Reese & Wright (1977), Poulous & Davis (1980), U.S Army Corps (1980), Coyle & Castello (1981) dan Briaud et al. (1985) dengan hasil loading test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persamaan daya dukung Poulous & Davis (1980) merupakan persamaan yang tepat digunakan dalam menghitung nilai Qu pondasi tiang bor menjadi lebih aman dan ekonomis.
PENGARUH DRAINASE VERTIKAL SATU ARAH MENGGUNAKAN KOLOM PASIR TERHADAP KECEPATAN PENURUNAN TANAH LUNAK Muhammad Rizqi Ardiansyah; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.652 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36596

Abstract

Lapisan tanah lunak sering menimbulkan berbagai permasalahan, misalnya pada proses pelaksanaan konstruksi timbunan yang berada diatas lapisan tanah lunak. Waktu penurunan yang relatife lama menjadi salah satu masalah dalam pekerjaan timbunan. Metode yang sering digunakan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai yaitu dengan penggunaan drainase vertikal dengan tujuan untuk mempercepat proses konsolidasi. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan terbentuknya saluran drainase kearah vertikal (terjadi proses konsolidasi satu dimensi) sehingga diperoleh lintasan pengaliran di dalam tanah. Penelitian ditujukan untuk melihat perilaku penambahan kolom pasir sebagai drainase vertikal pada tanah lunak yang dilihat dari besar penurunan per hari dan penurunan secara akumulatif selama 3 minggu atau 21 hari dengan kolom tunggal, kolom kelompok, dan tanpa drainase vertikal. Pengujian diantaranya penurunan, kadar air, hambatan, dan konsolidasi. Penurunan drainase vertikal satu arah kolom kelompok memiliki besar penurunan 335,244 % lebih tinggi dari pada penurunan akumulatifnya. Kolom Tunggal memiliki besar penurunan 465,097 % lebih tinggi dari pada penurunan akumulatifnya. Uji konsolidasi dilaksanakan sebelum dan sesudah pengujian. Sebelum pengujian didapatkan hasil Cc dan Cv sebesar 0,4 dan 0,78 cm2/detik. Hasil terbesar terjadi pada drainase vertikal kolom kelompok dengan nilai Cc dan Cv sebesar 0,427 dan 0,138 cm2/detik. Penambahan drainase vertikal pada tanah lunak dapat mempercepat proses penurunan tanah lunak, dan menggunakan variasi drainase vertikal kolom kelompok meningkatkan kecepatan penurunan.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI MINIPILE DAN SUMURAN MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF, LCPC, DAN AOKI dan DE ALENCER Titin Ferryana Sugesti; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.217 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36911

Abstract

Penyelidikan di lapangan untuk menentukan kapasitas dukung tiang sangat beragam dan masing-masing metode penyelidikan memiliki beberapa formula dalam menentukan kapasitas tiang. Hal ini tergantung parameter yang didapatkan oleh pengujian tersebut, jika pengujian tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkannya adalah karakteristik tanah maka pengujian ini disebut rumus statis, sedangkan pengujian yang dilakukan pada saat pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkan oleh pengujian tersebut berupa parameter pemancangan maka pengujian ini digolongkan pengujian beban skala penuh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode LCPC apabila digunakan pada jenis pondasi minipile, (2) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode Aoki dan De Alencar apabila digunakan pada jenis pondasi sumuran, (3) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof apabila digunakan pada jenis pondasi minipile dan sumuran. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder berupa data CPT sebanyak 15 titik data diperoleh dari beberapa proyek di daerah Surakarta. Jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi minipile dan sumuran dan jenis tanah di lapangan diasumsikan lempung. Spesifikasi tiang yang digunakan diameter pondasi minipile & sumuran yaitu : Ø25 cm, Ø30 cm dan Ø35 cm. Berdasarkan hasil analisis kapasitas daya dukung Tanah dengan menggunakan beberapa metode yaitu Meyerhof, LCPC, dan Aoki dan De Alencar pada pondasi minipile dan sumuran didapat: (1) Perbandingan antara Metode Meyerhof dan Metode LCPC, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku anatara metode Meyerhof dan metode LCPC, yaitu metode LCPC Ø25 cm menunjukkan hasil 125,07 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton. (2) Perbandingan munjukkan bahwa hasil Qu (daya dukung) dari metode Meyerhof dan metode Aoki dan De Alencar menujukkan perbedaan yang signifikan, yaitu metode Aoki dan De Alencar Ø25 cm pada kedalaman 5 meter menunjukkan hasil 638,60 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 256,73 ton. Hal ini terjadi karena banyak menggunakan faktor empirik yaitu Fb, Fs, qc(base), qc(side). (3) Perbandingan antar pondasi minipile dan sumuran menggunakan Metode Meyerhof, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku antara pondasi minipile dan sumuran, yaitu pondasi sumuran Ø25 cm menunjukkan hasil 161,01 ton menunjukkan kenaikan, sedangkan minipile Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton.
PENAMBAHAN KOLOM SEMEN TANAH SEBAGAI PERKUATAN TANAH DASAR EKSPANSIF SAAT KONDISI JENUH Yudha Selviawan; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36615

Abstract

Banyak dijumpai struktur bangunan atau jalan yang belum waktunya diperbaiki sudah harus diperbaiki. Kerusakan-kerusakan pada jalan dan gedung, misalnya terangkat atau turunnya suatu pondasi, retak-retak dinding bangunan, dan bergelombangnya permukaan jalan, disebabkan oleh permasalahan pada tanah yang ada di bawah struktur suatu bangunan yang tidak hanya terbatas pada penurunannya (settlement) saja. Hal ini disebabkan, karena kurang memperhatikan kondisi tanah dasar (subgrade) yang kadang memiliki sifat ekspansif yaitu tanah yang mempunyai potensi pengembangan (swelling) yang tinggi. Menanggulangi hal tersebut serta mencegah terjadinya kerusakan yang berkelanjutan maka perlu dipilih metode penanggulangan yang paling tepat, yaitu salah satunya dengan metode kolom semen tanah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui berapa besar perpindahan vertikal yang terjadi. Pengujian dilakukan dengan melakukan pembasahan pada tanah tanpa perkuatan, dan tanah dengan kolom semen tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom semen tanah mampu mereduksi perpindahan vertikal subgrade sebesar 37,23 % hingga 74,68 % dan gaya pengembangan tereduksi sebesar 25,00 % hingga 50,00 %.
PERUBAHAN PARAMETER KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG TANON YANG DICAMPUR ABU AMPAS TEBU Adib Syarifudin; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.293 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37487

Abstract

Tanah tidak hanya sebagai bahan bangunan, tetapi juga berfungsi sebagai pendukung kekuatan konstruksi dasar bangunan. Saat menerima beban akan terjadi penurunan pada tanah, untuk tanah lempung penurunan dapat berlangsung dalam waktu lama. Permasalahan yang diakibatkan penurunan tanah seperti terlihat didaerah Tanon, Sragen, antara lain pada musim hujan tanah bersifat lembek dan daya dukung menjadi rendah, retak-retak pada dinding rumah, jalan bergelombang serta penurunan badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv), penurunan konsolidasi (Sc) dan waktu penurunan (t)akibat dicampur abu ampas tebu. Abu ampas tebu digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Uji konsolidasi satu dimensi dilakukan untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc), koefisien konsolidasi (Cv). Teori penurunan konsolidasi satu dimensi Terzaghi digunakan untuk menghitung penurunan konsolidasi (Sc) dan waktu penurunan (t). Sampel uji konsolidasi menggunakan kadar air optimum dari hasil pengujian pemadatan standard Proctor. Analisis data yang diperoleh untuk mengetahui pengaruh abu ampas tebu terhadap tanah lempung Tanon. Hasil pengujian konsolidasi tanah asli menunjukkan bahwa indeks pemampatan (Cc) laboratoriumdan lapangan masing-masing sebesar 0,322 dan 0,365 serta koefisien konsolidasi (Cv)sebesar 0,0224 cm2/det. Penurunan rata-rata nilai Cclaboratoriumsebesar 16,07% dan Cclapangansebesar 19,87% serta kenaikan rata-rata Cv sebesar 9,79% pada penambahan abu ampas tebu variasi 20%. Penurunan konsolidasi (Sc) semakin berkurang dan waktu penurunan (t) akan semakin cepat seiring penambahan abu ampas tebu. Perubahan parameter konsolidasi terbesar dicapai pada campuran 20% abu ampas tebu.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP UJI KUAT GESER TANAH LEMPUNG TANON Mochamad Syarifudin; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37375

Abstract

Tanah Tanon di desa Jono kecamatan Tanon merupakan tanah yang bermasalah.Hal ini dapat dilihat pada tanah, antara lain retak-retak dan keras pada musim kemarau sedangkan pada musim hujan tanah bersifat lembek, lengket, sehingga daya dukungnya menjadi rendah.Daya dukung tanah dipengaruhi oleh parameter kohesi (c) dan sudut gesek dalam (?).Stabilisasi tanah bertujuan untuk meningkatkan sifat teknis tanah.Pemanfaatan abu ampas tebu (AAT) sebagai bahan stabilisasi diharapkan dapat mengurangi limbah pabrik gula, meningkatkan nilai ekonomis AAT dan memperbaiki sifat teknis tanah.Penelitian ini menggunakan AAT sebagai bahan stabilisasi dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Selanjutnya dilakukan pengujian Triaxialunconsolidated undrained (UU) untuk mencari nilai c dan ? dan persamaan empiris Terzaghi untuk mencari nilai daya dukung ultimate pada tanah lempung.Hasil penelitian Triaxial UU menunjukan bahwa nilai kohesi (c) akan semakin menurun seiring bertambahnya AAT dari 123,303 kN/m2 pada tanah asli menjadi 42,565 kN/m2 pada penambahan AAT 20%. Nilai sudut gesek dalam mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 28,3580 pada tanah asli menjadi 35,5870 pada penambahan AAT 5%. Nilai daya dukung ultimate (qu) mengalami peningkatan pada penambahan AAT 5% yaitu dari 4515,744 kN/m2 pada tanah asli menjadi 4951,622 kN/m2 pada penambahan AAT 5%.Nilai qu maksimum diperoleh pada penambahan AAT 5%.
PENGARUH PERKUATAN SHEAR KEY TERHADAP ANGKA KEAMANAN DAN PENURUNAN MAKSIMUM PADA TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK M. Indra Aji Kurniawan; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.989 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41523

Abstract

Timbunan yang terletak di atas tanah lunak dapat menimbulkan permasalahan yaitu nilai penurunan yang terjadi sangat besar sehingga berdampak pada rendahnya nilai angka keamanan timbunan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan perkuatan shear key. Penelitian ini membagi kedalam 2 tipe pemasangan, yaitu arah luar dan dalam timbunan dengan kemiringan lereng timbunan 1:2.  Variasi model yang digunakan dengan dimensi kedalaman (H) 2m, 3m, 4m, 5m dan lebar bawah (L) 1m, 2m dan 3m. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan shear key yang ditinjau dari angka keamanan dan penurunan maksimum dengan bantuan metode elemen hinga (MEH). Hasil pemograman didapatkan bahwa nilai angka keamanan maksimum yang terjadi pada arah luar sebesar 1,419  dimana mengalami kenaikkan 11,88% sedangkan penurunan maksimum yang terjadi mencapai 0,353 m. Angka keamanan maksimum pada pemasangan arah dalam sebesar 1,313 dengan prosentase kenaikkan 3,54%, dimana penurunan maksimum yang terjadi sebesar 0,409 m. Pemasangan arah luar timbunan menjadi pemasangan perkuatan paling efektif dengan dimensi optimum terdapat pada variasi (H) 4m dan (L) 3m. Perkuatan shear key dapat menjadi salah satu alternatif cara untuk meningkatkan stabilitas timbunan di atas tanah lunak.
PENGARUH VARIASI KOLOM PASIR SEBAGAI DRAINASE VERTIKAL DUA ARAH PADA TANAH LUNAK Herizki Trisatria; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36594

Abstract

Sektor pemukiman merupakan hal yang penting bagi sebuah negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Indonesia di beberapa wilayahnya memiliki struktur tanah lunak yang cenderung tidak stabil menopang beban. Penggunaan prefabricated vertical drain (PVD) menjadi sebuah solusi untuk mempercepat terjadinya konsolidasi namun membutuhkan biaya yang tinggi. Drainase vertikal menggunakan kolom pasir menjadi salah satu alternatif dengan biaya yang cukup murah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kolom pasir sebagai drainase vertikal pada tanah lunak terhadap kecepatan penurunan per hari. Penelitian dilakukan dalam durasi 21 hari dengan arah drainase dua arah dengan penambahan pasir pada permukaan dan dasar pemodelan. Pola kolom pasir yang digunakan adalah tunggal dan kelompok sedalam 25 cm. Data pengamatan penurunan setiap hari didukung oleh pengujian kadar air pada pasir dan tanah. Uji penurunan pada pola kolom kelompok menunjukkan penurunan 31,54% lebih tinggi dibandingkan pada model kolom tunggal. Uji konsolidasi dilakukan sebelum dan sesudah pengamatan penurunan. Nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) sebelum pengujian sebesar 0,40 dan 0,19 cm2/detik. Setelah pengujian, indikasi penurunan tercepat adalah dengan pola kolom kelompok dengan nilai Cc dan Cv sebesar 0,63 dan 0,034 cm2/detik. Penambahan drainase vertikal kolom pasir dapat mempengaruhi kecepatan penurunan tanah lunak.
PENGGUNAAN METODE ELEKTROOSMOSIS PADA TANAH LEMPUNG YANG DITAMBAH ABU AMPAS TEBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER TANAH (UJI MODEL FISIK SKALA KECIL DI LABORATORIUM) Andi Tri Utomo; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.274 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37497

Abstract

Suatu bangunan yang didirikan diatas tanah lempung akan banyak menemui masalah. Stabilisasi tanah adalah perbaikan tanah agar menjadi lebih baik. Elektroosmosis merupakan metode untuk mengurangi kadar air pada tanah lempung dengan menggunakan arus listrik searah (DC). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan parameter kuat geser tanah lempung yang ditambah abu ampas tebu setelah penggunaan metode elektroosmosis tanpa beban awal dan dengan beban awal secara variasi beda potensial. Penelitian ini menggunakan metode elektroosmosis pada tanah lempung yang ditambah abu ampas tebu dengan persentase 10% dari berat sampel. Model elektroosmosis berbentuk box ukuran 40 x 30 x 15 cm, beda potensial 0, 3, 6, 9 dan 12 volt dan diberi perlakuan tanpa beban awal dan dengan beban awal. Pengamatan yang dilakukan adalah parameter kuat geser tanah yaitu nilai kohesi (c) dan nilai sudut geser dalam (?) dengan uji direct shear test. Hasil parameter kuat geser tanah menunjukkan bahwa semakin tinggi beda potensial yang diberikan pada uji elektroosmosis dengan beban awal dan tanpa beban awal pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang ditambah abu ampas tebu, semakin besar nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (?). Pada uji elektroosmosis dengan beban awal pada tanah lempung asli dan tanah lempung yang ditambah abu ampas tebu 10% menghasilkan nilai c dan ? lebih besar dari pada saat tanpa beban awal.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN PENGARUH HUJAN BULANAN MAKSIMUM DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI MENGGUNAKAN METODE BISHOP DISEDERHANAKAN (Studi Kasus di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri) Muh. Fachrudin Arrozi; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.098 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37211

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di bagian Selatan Jawa Tengah dengan kondisi topografi cenderung curam, dimana sebagian wilayahnya merupakan wilayah dengan morfologi yang bergelombang, perbukitan hingga pegunungan. Kondisi ini yang menyebabkan Wonogiri termasuk daerah dengan potensi longsor cukup tinggi ketika memasuki musim penghujan. Hal ini diperkuat dengan adanya peristiwa longsor yang terjadi pada Desember 2007 silam pada beberapa daerah di Wonogiri salah satunya di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo 14 jiwa melayang akibat peristiwa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan bulanan maksimum terhadap stabilitas lereng di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri dengan beberapa variasi kemiringan (30o, 45o, dan 60o) dengan tutupan lahan eksisting berupa hutan, ladang, dan lahan kosong. Sampel tanah dari lokasi penelitian diuji untuk mengetahui parameter tanah yang dibutuhkan dalam analisis stabilitas lereng (?, c, dan ?). Analisis stabilitas lereng menggunakan metode Bishop disederhanakan. Analisis infiltrasi air hujan menggunakan metode SCS-CN. Data hujan digunakan merupakan hujan yang terjadi pada bulan musim hujan (November-April) pada kurun waktu 2007-2011. Infiltrasi air hujan akan menyebabkan berat volume tanah menjadi bertambah sehingga beban lereng menjadi bertambah. Hasil analisis menunjukkan bahwa infiltrasi berpengaruh terhadap penurunan nilai SF. Kemiringan 30o dari 2,7233 menjadi 2,1885, kemiringan 45o dari 1,5485 menjadi 1,2329, dan kemiringan 60o dari 1,2877 menjadi 0,8655.