Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS LERENG YANG DIPERKUAT DENGAN CERUCUK KAYU DI DESA SENDANGMULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI Albert Yuan Zoki Sihotang; Noegroho Djarwanti; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37071

Abstract

Pemerintah Kabupaten Wonogiri mencatat bahwa pernah terjadi longsor dan banjir pada penghujung tahun 2007 tepatnya pada tanggal 25 dan 26 Desember 2007 di daerah Kecamatan Tirtomoyo akibat musim hujan di penghujung tahun. Melihat banyaknya jumlah penduduk yang tinggal disekitar lereng tersebut, maka penelitian ini sangatlah penting dilakukan untuk perkuatan tanah pada lereng tersebut. Perkuatan lereng yang digunakan adalah dengan menggunakan perkuatan cerucuk kayu pada daerah lereng. Stabilitas lereng dianalisis dengan menggunakan metode Bishop. Program yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slope W. Data-data yang dibutuhkan dalam menganalisisnya adalah parameter tanah, jenis material yang digunakan, dan lain-lain. Stabilitas lereng akan dianalisis dalam 2 kondisi yang berbeda yaitu pada kondisi sebelum dan setelah hujan. Tiap kondisi yang dianalisis menggunakan 8 variasi jarak antar cerucuk yang berbeda. Hasil dari analisis dengan Program Slope W ini adalah semakin dekat jarak antar cerucuk maka nilai Safety Factor yang didapat akan semakin besar. Dengan adanya variasi jarak antar cerucuk mempengaruhi besar kecilnya bidang gelincir. Pada kondisi setelah hujan, tekanan air pori meningkat sehingga nilai Safety Factor menurun. Semakin besar gaya geser kayu yang digunakan akan menghasilkan nilai Safety Factor dan bidang gelincir yang lebih besar.
ANALISIS STABILITAS LERENG DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI DENGAN METODE SIMPLIFIED BISHOP AKIBAT HUJAN PERIODE ULANG Febrian Rizal Trisatya; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37208

Abstract

Tanah longsor adalah bencana alam yang disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor penting yang menyebabkan terjadinya tanah longsor adalah infiltrasi air hujan. Air hujan dapat mengubah ?b menjadi ?sat sehingga menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya potensi longsor di Dusun Simpangan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri akibat hujan periode ulang. Penelitian ini menggunakan data hujan dari tahun 2011 sampai 2012 dan berasal dari 3 stasiun hujan, yaitu Balong, Ngancar dan Watugede, hujan periode ulang menggunakan analisis frekuensi Log Pearson III. Hujan periode ulang yang didapat kemudian dikonversi menjadi tebal lapisa tanah jenuh menggunakan metode SCS-CN sesuai dengan tutupan lahan yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah di dusun Simpangan dengan metode bor dangkal, kemudian diuji di laboratorium untuk mendapatkan data parameter tanah yang dibutuhkan. Metode analisa stabilitas lereng yang digunakan adalah Bishop yang Disederhanakan (Simplified Bishop Method). Lereng dimodelkan ke dalam 3 sudut yaitu 30?, 45? dan 60?. Hasil analisa stabilitas lereng tanpa pengaruh infiltrasi hujan pada sudut 30?, 45? dan 60? menghasilkan angka keamanan (SF) berturut-turut adalah 3,46, 2,05 dan 1,59. Hasil analisa menunjukan bahwa lereng di lokasi penelitian cukup aman karena tingginya angka keamanan. Hasil analisa stabilitas lereng akibat beban hujan, yaitu dengan pengaruh hujan periode ulang menggunakan metode Bishop yang Disederhanakan menghasilkan angka keamanan (SF) yang kurang lebih sama pada masing-masing sudut kemiringan yaitu pada sudut 30? adalah 3,19 ,pada sudut 45? adalah 1,89, dan pada sudut 60? adalah 1,47. Hasil tersebut menunjukan bahwa beban hujan periode ulang menyebabkan penurunan angka keamanan lereng meskipun tidak menyebabkan terjadinya longsor di lokasi penelitian.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 MENGGUNAKAN SEMEN Mahmood M Kalworai; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.456 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37053

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki karakteristik dari lempung plastisitas tinggi. Penelitian ini terfokus pada stabilisasi tanah menggunakan semen dengan faktor air semen (FAS) (20%, 25%, 30% dan 35%) dengan mengontrol kadar air pada indeks likuiditas (LI) 0 dan 0.25 dan variasi semen:tanah (5%, 10%, dan 15%). Pada hasil stabilisasi dilakukan perawatan selama 0, 3, 7 dan 14 hari pada keadaan tak-terendam dan terendam, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan silinder (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah dan meningkatnya masa perawatan, kemudian menurun dengan meningkatnya kadar air tanah. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi semen:tanah dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi.
PENGARUH ABU AMPAS TEBU PADA PERUBAHAN PERSENTASE PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG TANON Nafisah Umri Ukroi; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.952 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37486

Abstract

Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan stabilisasi tanah. Pemanfaatan abu ampas tebu diharapkan dapat mengurangi sifat kembang susut tanah, mengurangi limbah pabrik gula dan meningkatkan nilai ekonomis abu ampas tebu. Pengujian persentase pengembangan mengggunakan oedometer pada tekanan penyeimbang sebesar 1-2 kPa dengan variasi campuran 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat kering tanah. Hasil pengujian persentase pengembangan didapatkan bahwa penambahan abu ampas tebu optimum sebesar 15%. Dilihat dari grafik hubungan persentase penambahan abu ampas tebu dengan persentase pengembangan, pola grafik mendekati model Muntohar serta Nayak dan Christensen.
Stabilisasi Tanah Gambut Menggunakan Campuran Gypsum Sintetis (CaSO4. 2H2O) dan Garam Dapur (NaCl) Ditinjau dari Pengujian Triaksial UU. Zefania Iqnes Freddy; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.988 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37096

Abstract

Tanah gambut dikategorikan tanah lunak yang berarti tanah dalam keadaan kurang baik dan bermasalah apabila akan dibangun suatu konstruksi perkerasan jalan raya diatasnya. Perlu adanya upaya peningkatan daya dukung tanah gambut salah satunya yaitu stabilisasi tanah secara kimiawi, dengan cara menambahkan zat aditif (bahan tambah) yang dapat bereaksi dengan tanah. Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah gypsum sintetis (CaSO4. 2H2O) dan garam dapur (NaCl). Reaksi yang terjadi disini diamati dan dianalisis pada perubahan nilai parameter Triaksial UU Pengujian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta. Besar persentase gypsum sintetis yaitu 10%, 15%, 20% dan garam dapur sebesar 2%, 4%, 6%. Variasi campuran dibuat empat varian yaitu tanah gambut asli, tanah gambut ditambah gypsum sintetis, tanah gambut ditambah garam dapur dan tanah gambut ditambah gypsum sintetis dan garam dapur. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kapasitas ultimit yang terbesar berada pada campuran, tanah gambut + 15% gypsum + 4% NaCl sebesar 8.42 gr/cm2
PENGARUH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG DI DAS KEDUANG WONOGIRI (Studi Kasus : Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri) Muhammad Bithriq Yusyfa; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.167 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37000

Abstract

Wonogiri adalah sebuah kabupaten yang berada di sebelah selatan Jawa Tengah dengan karakteristik daerah yang berbukit-bukit. Daerah perbukitan di Wonogiri tersebut memiliki lereng-lereng yang labil sehingga mudah mengalami longsor. Kemungkinan terjadinya longsor akan semakin meningkat saat musim hujan dengan adanya beban air hujan. Melihat dari besarnya pengaruh curah hujan terhadap kelongsoran, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bulan-bulan basah yang dapat menyebabkan peningkatan potensi longsor akibat beban hujan harian maksimum pada satu titik lereng eksisting dan pemodelan lereng lain dengan kemiringan tertentu. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng dengan pengaruh hujan maksimum pada satu kondisi profil lereng eksisting dan beberapa variasi kemiringan lereng dengan menggunakan metode Fellenius. Data hujan yang digunakan adalah data hujan pada bulan basah, yaitu Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Parameter tanah yang digunakan adalah hasil uji undisturbed sample tanah yang diambil langsung dari Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto,DAS Keduang, Wonogiri dan diuji di Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan eksisting lereng dengan pengamatan visual 48°. Perhitungan infiltrasi air hujan pada lereng menggunakan metode Green-Ampt. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius. Analisis stabilitas lereng yang dilakukan pada kondisi sebelum hujan menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1823, 1.6638, 1.5934, 1.3649. Sedangkan pada kondisi setelah hujan dengan beban hujan terbesar analisis stabilitas lereng menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1628, 1.6480, 1.5749, 1,3534. Kedua kondisi tersebut menghasilkan nilai safety factor (SF) yang lebih besar dari batas minimum SF lereng stabil 1.25, sehingga diketahui bahwa lereng tersebut aman terhadap longsor. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa sudut kemiringan lereng dan beban hujan harian maksimum bulanan sangat mempengaruhi nilai safety factor (SF).
Korelasi Daya Dukung Pondasi Tiang Bor dengan Metode Reese and O'neill terhadap Metode Terzaghi and Peck Berdasarkan Hasil Uji SPT Noegroho Djarwanti; R.Harya Dananjaya H.I.; Okky Fransila Arganata
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37278

Abstract

Tingginya jumlah penduduk diberbagai kota besar seperti Kota Malang dan ditambah dengan kunjungan wisatawan dan perkembangan pendidikan di Kota Malang, membuat berkembangnya bisnis perhotelan dan gedung perkuliahan di kota ini semakin pesat. Hal ini mempengaruhi kebutuhan pile pada suatu pondasi yang bangunan karena perkembangan bangunan yang memiliki konsep vertikal maka diperlukan pondasi yang kuat untuk menerima beban dari struktur atas (upper structure). Pondasi yang digunakan di Kota Malang rata-rata menggunakan pondasi bore pile, karena pondasi yang tergolong pondasi dalam ini memiliki dampak getaran yang kecil dalam pengerjaannya dan cocok digunakan di area padat penduduk. Hal ini sangatlah menentukan desain pondasi bore pile yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Strategi penelitian yang digunakan untuk menjawab perumusan masalah penelitian ini adalah mengumpulkan data dari lapangan (proyek) yang berupa data sekunder (data tanah). Kemudian dianalaisis dengan metode Reese and O'neill yang digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari hasil uji SPT. Tujuannya untuk mengetahui nilai daya dukung metode dari Reese and O'neill yang dikomparasi dengan metode dari Terzaghi and Peck. Hasil dari pengumpulan data yang dianalisis dengan Metode Reese and O'neill dari hasil uji SPT, menghasilkan grafik yang berhimpit sebaran daya dukung di Kota Malang. Hasil grafik perbandingan pertama dikomporasi dengan Metode Terzaghi and Peck didapatkan hasil grafik akhir yang terdiri dari daya dukung hasil uji SPT dan daya dukung hasil Terzaghi and Peck. Grafik akhir dapat menjadi acuan dalam menentukan dimensi pondasi di Kota Malang
ANALISIS STRUKTUR BENDUNGAN (STUDI KASUS KONSTRUKSI EMBUNG GAMANG) Raka Setiyanto; Noegroho Djarwanti; Agus Prawito Rahmadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37362

Abstract

Embung adalah waduk kecil yang memiliki tinggi puncak kurang dari 15 meter, dan berkapasitas tampungan kurang dari 1 juta m3. Embung sendiri berfungsi sama dengan waduk pada umumnya sebagai penampung air dan keperluan irigasi. Meskipun memiliki spesifikasi fisik bangunan yang lebih kecil dari waduk biasa, tetap harus direncanakan, diperhitungkan dan dibangun sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat teoritis, analisis dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan program komputer yaitu GeoStudio 2007.Metode yang digunakan berdasarkan acuan dari KP 02-Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama dan KP 06-Kriteria Perencanaan Bagian Parameter Bangunan, serta Pd T-14-2004-A Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat Gempa. Analisis yang dilakukan adalah analisis rembesan di bawah pondasi embung dan stabilitas bangunan embung itu sendiri. Diasumsikan pada kondisi normal, banjir, dan kosong. Disertakan pula asumsi dengan gempa dan tanpa gempa. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada kondisi terburuk yaitu pada saat banjir dan gempa untuk badan embung Gamang dan pelimpah dinyatakan aman dari kegagalan struktur baik dengan hitungan manual maupun dengan hitungan GeoStudio, dengan masing-masing nilai FK (Faktor Keamanan) 4.2071 dan 4.31 untuk hitungan manual, serta 3.26 dan 2.73 untuk hitungan GeoStudio. Untuk analisis rembesan pada badan embung dan pelimpah pada saat kondisi banjir dan gempa baik hitungan manual dan hitungan Geostudio menyatakan tidak aman dari bahaya piping, dengan masing-masing nilai angka keamanan sebesar 0.6485 dan 1.31 dengan syarat angka Lane > 1.8 untuk hitungan manual, serta 2.29 dan 0.94 dengan syarat angka keamanan > 4 untuk hitungan Geostudio.
PENGARUH KOLOM KARBIT TERHADAP POTENSI MENGEMBANG DAN KONSISTENSI TANAH EKSPANSIF DENGAN PENGALIRAN DARI KOLOM KE TANAH Muamar Rifai; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36600

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah yang memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air. Tanah jenis ini akan mengalami pengembangan jika kadar airnya tinggi dan mengalami penyusutan jika kadar airnya rendah. Perilaku tersebut dapat membahayakan apabila di atas tanah akan didirikan bangunan. Penggunaan kolom yang diisi dengan zat aditif seperti karbit dilakukan guna mengurangi dampak negatif akibat perilaku tanah ekspansif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolom karbit terhadap tanah ekspansif. Pengamatan dilakukan terhadap pengembangan dan penyebaran karbit dalam tanah. Karbit atau Kalsium Karbida merupakan senyawa kimia dengan rumus CaC2. Senyawa tersebut akan menghasilkan gas asetilen dan panas ketika bereaksi dengan air. Penelitian ini menggunakan kolom karbit yang berjumlah 7 buah. Kolom karbit dengan diameter 5 cm dan tinggi 20 cm dipasang ke dalam tanah dengan jarak antar kolom 8,75 cm. Pembasahan dilakukan melalui pipa pada pusat kolom karbit selama 20 hari. Pengamatan dilakukan terhadap tanah ekspansif tanpa kolom karbit dan tanah ekspansif dengan kolom karbit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom karbit dapat mengurangi persentase mengembang sebesar 4,42 %. Pembasahan melalui pusat kolom karbit dapat membantu menyebarkan karbit ke dalam tanah. Hasil uji kandungan tanah menunjukkan bahwa dalam sampel tanah ekspansif terdapat 54,78 % senyawa penyusun karbit yaitu Kalsium Oksida (CaO). Penggunaan kolom karbit juga dapat menurunkan tingkat ekspansifitas tanah ditinjau dari nilai indeks plastisitas dan indeks susut.
PEMBEBANAN TUNGGAL MODEL CAKAR AYAM MODIFIKASI (CAM) POLA SEGIEMPAT PADA VARIASI JARAK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andani Rias Sandi S; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36543

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah dan mudah mengalami penurunan. Kadar air yang tinggi akan menyebabkan sulitnya melakukan pembangunan di atas tanah lunak. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya yaitu dengan menggunakan pondasi cakar ayam modifikasi (CAM). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak antar cakar dengan pola segiempat terhadap defleksi, momen maksimum dan gaya lintang yang ditimbulkan akibat beban tunggal dengan menggunakan metode elemen hingga (MEH). Variasi jarak antar cakar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2,25 m , 2,50 m, dan 2,75 m. Pelat dengan cakar juga akan dibandingkan dengan pelat tanpa cakar. Hasil nilai defleksi dengan cakar dan tanpa cakar memiliki selisih 7,41% hingga 18,23%, dengan nilai defleksi maksimum pada sistem dengan cakar terjadi pada beban di tepi ujung perkerasan sebesar -0,537 mm. Nilai defleksi terbesar terjadi pada variasi jarak 2,50 m. Variasi jarak yang paling efektif pada pemodelan cakar ayam modifikasi yaitu pada jarak antar cakar 2,25 m.