Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U"JARAK TAKIKAN 10 CM TERHADAP TULANGAN BAJA Yudha Krakata; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36926

Abstract

Penelitian kuat lekat tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" dengan jarak takikan 10 cm terhadap tulangan baja bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulangan bambu sebagai bahan alternatif pengganti tulangan baja pada beton normal. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja dan bambu Ori. Tulangan bambu yang digunakan ada 4 variasi, yaitu bambu Ori bertakikan sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm dan bambu Ori bertakikan tidak sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm . Kemudian dibandingkan hasilnya dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos adalah 0,548 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan 1 cm dan 2 cm sejajar dengan jarak 10 cm berturut-turut adalah 0,055 MPa dan 0,083 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan 1 cm dan 2 cm tidak sejajar dengan jarak 10 cm berturut-turut adalah 0,166 MPa dan 0,050 MPa.Perbandingan nilai kuat lekat rata-rata terbesar tulangan bambu Ori bertakikan sebesar 0,303 kali lebih kecil terhadap tulangan baja polos diameter 8 mm.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Taufik Eko Susanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37055

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 54 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat dari 0,89% - 0,98% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas, masing-masing sebesar: 25.29 MPa; 2.41 MPa; 27968.73 MPa. Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat Dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Balok Beton Bertulang Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Mohamad Fahrurrozi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.553 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36937

Abstract

Beton sangat populer digunakan dalam struktur bangunan, karena merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan, diantaranya mudah dikerjakan dan ketersediaan material. Sebagai upaya meningkatkan kualitas beton, maka dilakukan penelitian untuk menemukan, menggabungkan, dan merekayasa suatu material. Penelitian ini menggunakan beton serat dengan bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi, sehingga beton akan lebih mampu membatasi dan mencegah berkembangnya retak yang lebih besar, serta menjadikan beton serat lebih daktail daripada beton biasa. Parameter yang ditinjau dari kuat tekan dan kuat geser. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujiankuat tekan,8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat bendrat. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan Loading Frame untuk kuat geser. Hitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari analisis hasil penelitian diperoleh peningkatan nilai kuat tekan beton, menurut grafik polynomial dapat disimpulkan bahwa, ada kenaikan nilai kuat tekan beton dengan penambahan serat bendrat, hingga mencapai optimum yaitu pada kadar bendrat 0,99%.sebesar 24,77 MPa. Dengan defleksi optimum, menurut grafik polynomial pada balok beton dengan kadar serat bendrat 0,85% (SB-1%) sebesar 2,17 mm, untuk pembebanan saat retak pertama dan kadar serat bendrat 1,19% (SB-1%) sebesar 4,88 mm untuk beban maksimum. Nilai kuat geser kadar optimum penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah pada kadar 0,98% (SB-1%) sebesar 23,16 kN.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat Terhadap Kuat Lentur Nominal Balok Beton Bertulang Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Dimas Faisal Prabowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.572 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37066

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan dan kuat lentur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 36 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, balok dimensi 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat 0,89% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan 24,604% Mpa. Kadar optimum penambahan serat bendrat pada semen adalah pada kadar 1,014% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 5,131 kN.m. Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN LEBIH DARI SYARAT SNI-2847-2013 TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG TULANGAN BAJA ULIR Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Hening Agustya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.141 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37098

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang ditanam di dalam beton. Beton bertulang memiliki tulangan memanjang sebagai penulangan lentur yang berfungsi menahan gaya tarik yang bekerja. Elemen struktur yang panjang dan menerus membuat tulangan yang dipasang memerlukan penyambungan sesuai panjang yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan terhadap kuat lentur pada balok beton bertulang tulangan baja ulir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi panjang sambungan lewatan yang digunakan adalah 300 mm, 325 mm dan 350 mm. Benda uji yang digunakan merupakan balok beton bertulang dengan lebar 80 mm, tinggi 120 mm dan panjang 1100 mm. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat lentur adalah Bending Testing Machine yang ada di laboratorium bahan Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah momen lentur yang terjadi lebih besar dari momen lentur yang disyaratkan, sehingga momen lentur hasil pengujian telah memenuhi syarat dengan menggunakan sambungan lewatan. Semakin panjang sambungan lewatan pada balok beton bertulang, maka semakin besar momen lentur yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang tersebut. Pola retak yang terjadi merupakan retak lentur. Peningkatan beban aksial yang terjadi saat pembebanan menyebabkan peningkatan nilai lendutan dan pertambahan panjang retakan.
Kajian Kuat Desak Dan Modulus Elastisitas Beton Normal Dengan Bahan Tambah Abu Vulkanik Dan Serat Aluminium Antonius Mediyanto; Slamet Prayitno; Birawan Sulistiyono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.822 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37026

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan abu vulkanik dan serat aluminium terhadap kapasitas kuat desak dan modulus elastisitas beton yang dihasilkan dengan variasi campuran yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan penelitian eksperimental laboratorium. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berupa silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk uji kuat desak dan modulus elastisitas dengan masing-masing kadar penambahan abu vulkanik sebesar 0 % dan 20 % dan serat aluminium sebesar 0 %, 0,5 %, 1 % dan 1,5 %. Proses pengujian meliputi uji bahan, uji kuat desak, dan uji modulus elastisitas. Hasil pengujian beton yaitu sebagai berikut dimana nilai kuat desak beton normal dengan bahan tambah serat almunium dan abu vulkanik pada penelitian ini mencapai nilai tertinggi pada kadar serat almunium 1% dan abu vulkanik 20% dengan dengan kuat desak sebesar 23,44 MPa atau bertambah sebesar 12,90 % dibanding kuat desak beton normal. Kemudian untuk pengujian modulus elastisitas mencapai nilai nilai tertinggi pada kadar serat aluminium 1% dan abu vulkanik 20% dengan modulus elastisitas sebesar 22869,26 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 7,08 % terhadap beton normal.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT TERHADAP KUAT TEKAN, PERMEABILITAS DAN PENETRASI PADA BETON RINGAN STYROFOAM Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Ayu Setiyaningrum
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.386 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36956

Abstract

Struktur beton ringan merupakan salah satu struktur yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan banyak dimanfaatkan pada pembangunan saat ini. Selain harganya lebih terjangkau beton ringan dapat digunakan sebagai bahan bangunan aman terhadap gempa. Beton ringan biasanya memiliki berat jenis antara 1400-1800 kg/m³ dan kuat tekannya > 17,24 MPa. Dari penelitian sebelumnya diperoleh hasil bahwa dengan penambahan Styrofoam pada beton membuat campuran adukan beton memiliki kemudahan pengerjaan (workability) yang tinggi, lebih kedap air serta berat jenis beton lebih ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 7,5 cm x 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi.Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine). Hitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian nilai kuat tekan beton ringan mencapai nilai optimum pada penambahan serat bendrat 1,12% mengalami kenaikan sebesar 25,19%, permeabilitas pada penambahan serat bendrat 1,0% mengalami kenaikan sebesar 20,24%, penetrasi pada penambahan serat bendrat 4,22% mengalami kenaikan sebesar 15,35% dibandingkan dengan penambahan serat bendrat 0%.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN TULANGAN BAJA POLOS TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK KANTILEVER BETON BERTULANG Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Kartika Ambarsari Pudyastuti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37101

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan antara beton dengan tulangan baja. Tulangan yang diperlukan sering kali lebih panjang dari tulangan yang tersedia. Hal ini diakibatkan oleh panjang tulangan yang diproduksi pabrik dibatasi ukurannya. Untuk mengatasi hal ini maka harus dilakukan penyambungan tulangan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan tulangan baja polos pada balok kantilever terhadap pengujian kuat lentur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan pengujian kuat lentur menggunakan alat Bending Testing Machine. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 4 buah untuk pengujian kuat tekan dan berupa balok kantilever dengan dimensi penyangga bawah 8 x 20 x 60 cm, kolom 8 x 12 x 60 cm, dan balok 8 x 12 x 50 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji balok kantilever menggunakan variasi panjang sambungan lewatan 250 cm, 275 cm, 300 cm, 325 cm, 350 cm, dan tulangan utuh dengan jumlah 2 benda uji untuk tiap variasi. Perhitungan yang digunakan adalah analisis berdasarkan SNI dan analisis statistik ditunjukkan dengan regresi linear menggunakan program Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan (f'c) 24,545 MPa dan kuat tarik baja (fy) 238,735 MPa. Dari pengujian balok kantilever mendapatkan hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi retak pertama dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,528 x + 1,5026. Hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi runtuh dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,384x + 3,3746. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin panjang sambungan lewatan yang digunakan maka akan meningkatkan nilai momen nominal kuat lentur.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 15 CM Benny Tri Prasetyo; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.12 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37117

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder beton diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 15 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 15 cm adalah 0,134 MPa. Sedangkan nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat rata-rata bambu wulung bertakikan type "u" jarak 15 cm lebih rendah 4 kali dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT, ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT KEJUT PADA BETON Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; RA Dinasty Purnomosari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37037

Abstract

Perkembangan dalam bidang kontruksi semakin berkembang, sehingga banyak tuntutan kebutuhan fasilitas infrastruktur yang maju. Struktur demikian membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan lebih besar dari 6000 psi atau 41,4 MPa yang digunakan menopang komponen struktur dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, abu sekam padi dan bestmittel terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus of rupture dan kuat kejut (impact). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, Benda uji berbentuk balok dengan dimensi 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian kuat kejut (impact). Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat kawat bendrat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk pengujian kuat tekan, Bending Testing Machine untuk modulus of rupture dan Impact Drop Weight untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa penambahan serat kawat bendrat sebesar 1% dari berat beton, abu sekam padi dan bestmittel memberikan nilai optimum pada kuat tekan sebesar 42,14 MPa, modulus of rupture sebesar 2,65 MPa dan kuat kejut (impact) sebesar 3749,382 J (retak pertama); 4167,288 J (runtuh total).