Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SARINGAN SISTEM KERING DAN SISTEM BASAH Arif Budiarto; Djoko Sarwono; R. Ardi Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.506 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44176

Abstract

Filler merupakan material yang sangat penting pada proses perancangan campuran aspal. Hal ini dikarenakan jumlah filler di dalam campuran dibatasi oleh spesifikasi yakni antara 4-9%.Terlalu sedikit filler di dalam campuran menyebabkan aspal mudah retak, sementara terlalu banyak filler menyebabkan aspal beresiko mengalami bleeding. Di Indonesia selama ini pendeteksian filler dalam merancang campuran aspal kurang mendapatkan perhatian, dikarenakan untuk mendeteksi sebaran ukuran material pada saat merancang campuran aspal masih menggunakan analisis saringan sistem kering. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan nilai Marshall Properties campuran AC-WC  antara menggunakan analisis saringan sistem kering dan basah . Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70. Kadar aspal yang digunakan adalah 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Marshall dan penguujian volumetrik. Hasil penelitian menunjukan perubahan nilai karakteristik Marshall, bahwa benda uji sistem basah memiliki nilai stabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan sistem kering yakni sebesar 1282,876 dan 1313,63 terdapat perbedaan sebesar 2,3%. Nilai VIM untuk sistem basah cenderung mengecil dibandingkan sistem kering yakni sebesar 4,245 dan 3,553, terdapat perbedaan sebesar 1,3%. Sementara untuk nilai flow benda uji sistem basah memiliki nilai flow yang lebih besar dibandingkan dengan sistem kering yakni 3,47 dan3,78, terdapat perbedaan 0,31%
STUDI DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN GUDANG DAN KANTOR PT. WISMILAK GROUP DI JALAN RAYA SOLO SRAGEN Bustami Reza Ardhana; Amirotul M.H. Mahmudah; DJoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37225

Abstract

PT.Wismilak merupakan salah satu usaha di bidang rokok. Pembangunan gudang dan kantor di Surakarta ini memiliki letak yang strategis karena yang terletak di Jalan Solo-Sragen km 7 sebagai jalan utama penghubung antara Kota Surabaya - Surakarta dan memiliki luas lahan ±2700 m2. Pembangunan PT. Wismilak di Surakarta digunakan sebagai tempat distribusi untuk wilayah Surakarta dan sekitarnya. Adanya aktivitas kegiatan pemasaran yang keluar dan masuk kantor akan berpengaruh terhadap kelancaran dan jaringan jalan di sekitar kawasan PT.Wismilak, sehingga perlu dilakukan studi dampak lalu lintas akibat pembangunan Gudang dan Kantor PT.Wismilak. Data primer meliputi data area pemasaran, data tempat tinggal, data parkir dan data tarikan pergerakan lalu lintas, sedangkan data sekunder meliputi data geometrik jalan, data karateristik gudang dan data lalu lintas simpang tak bersinyal Ngringgo pada Sta.7 ±050 dan ruas Jalan Solo Sragen pada Sta.6±000 s/d Sta 6 ±850. Penelitian yang dilakukan berdasarkan pada analisis data bangkitan dan tarikan yang diasumsikan sama dengan gudang dan kantor lama, analisis kinerja ruas jalan dan persimpangan, analisis penanganan dampak lalu lintas, analisis kebutuhan parkir dan analisis penataan secara internal maupun eksternal PT.Wismilak. Analisis perhitungan ruas jalan dan persimpangan berdasarkan analisis kinerja simpang dan ruas jalan serta Degree of Saturation (DS) sebagai parameter dalam analisis kinerja. Berdasarkan analisis perhitungan kinerja simpang dan ruas jalan pada kondisi eksisting tahun 2014 dan kondisi setelah pembangunan gudang dan Kantor PT.Wismilak tahun 2015 masih dalam kondisi stabil (DS<0,8). Namun diperhitungkan untuk 5 tahun mendatang tahun 2020, derajat kejenuhan simpang tak bersinyal menjadi sebesar 0,93 sehingga pada studi ini diperlukan salah satu solusi penanganan yaitu dengan merubah simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal dengan 3 fase sinyal dan menghasilkan DS sebesar 0,711 sehingga kondisi lalu lintas dapat dikatakan stabil dan diperlukan penataan eksternal pada simpang yaitu penambahan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan pada simpang.
Analisis Indeks Workabilitas pada Campuran Asphalt Concrete dengan Asbuton B 50/30 Indradewa Andrianto Putra; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v2i2.2075

Abstract

The majority of road construction in Indonesia uses flexible pavement, namely Asphalt Concrete (AC). Therefore, to meet the need for asphalt, Asbuton was carried out. This research aims to determine the effect of Asbuton content, mixing temperature, and compaction temperature on the workability index value. Therefore, research was carried out regarding the workability of the AC-WC mixture with Asbuton B 50/30 The preparation of test objects was carried out using the dry mixing method. The Asbuton content used was 10% and 15% and the mixing temperature was varied, namely 160⁰ C, 170⁰ C, 180⁰ C 190⁰ C, and 200⁰ C and the compaction temperature was 110⁰ C, 120⁰ C, 130⁰ C, 140⁰ C, and 150⁰ C at the level optimum asphalt. Then, the data obtained is processed using a statistical approach. The research results showed that the AC-WC mixture with 10% Asbuton content and varying mixing and compaction temperatures had a workability index value from 2.9890 to 5.7737. Meanwhile, the AC-WC mixture with 15% Asbuton content and varying mixing and compaction temperatures has a workability index value ranging from 3.3252 to 6.9845. This shows that variations in Asbuton content, mixing temperature and compaction temperature influence the workability index value of the AC-WC mixture.