Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Psikoanalisis Henry Murray Pada Tokoh Okkotsu Yuuta Dalam Anime "Jujutsu Kaisen 0" Muhammad Alfi Fajrun; Sri Oemiati
KIRYOKU Vol 10, No 1 (2026): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v10i1.156-170

Abstract

This research is about the psychoanalytic study of Henry Murray on the character Okkotsu Yuuta in the anime Jujutsu Kaisen 0, using Henry Murray's personology theory. According to Henry Murray, needs are closely related to a person's psychological condition. Henry Murray categorized 20 essential needs related to psychological needs in a person. Using a qualitative descriptive method with a literary approach. Data was collected thru scenes and dialog depicting the psychological aspects of the character Okkotsu Yuuta. The anime Jujutsu Kaisen 0 tells the story of a teenager named Okkotsu Yuuta, who has been haunted by a cursed spirit named Rika since childhood. Yuuta cannot control Rika's cursed spirit, which is attached to him, and it always gets out of control whenever Yuuta is in a dangerous situation. One day, Yuuta met Gojo Satoru, the strongest sorcerer, who invited Yuuta to join Jujutsu High School so that Yuuta could control his powers and also Rika's cursed spirit. This study's goal is to use personology theory to ascertain Okkotsu Yuuta's needs in the anime Jujutsu Kaisen 0. The author found that the character Okkotsu Yuuta has 9 needs that reflect his behavior and emotions when facing inner conflict and his struggle to control the cursed spirit Orimoto Rika. It can be concluded that the character Okkotsu Yuuta has needs for abasement, achievement, affiliation, aggression, counteraction, deference, dominance, nurturance, and rejection.
Pembuatan Fuurin sebagai Media Edukasi dalam Pengenalan Bahasa dan Budaya Jepang bagi Siswa SD YSKI 2 Semarang Pendekatan Partisipatif untuk Meningkatkan Pemahaman Interkultural Ketut Purwantoro; Sri Oemiati; Pipiet Furisari
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.4161

Abstract

Globalisasi menuntut pembelajaran bahasa asing yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga pada pengembangan kompetensi interkultural. Dalam pembelajaran bahasa Jepang di sekolah dasar, pengenalan budaya masih cenderung bersifat teoritis sehingga siswa memiliki kesempatan yang terbatas untuk mengalami praktik budaya secara langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman bahasa dan budaya Jepang melalui pembuatan f?rin (??) sebagai media edukasi berbasis pendekatan partisipatif. Program dilaksanakan di SD YSKI 2 Semarang dengan melibatkan 24 siswa. Metode yang digunakan mengacu pada Experiential Learning yang meliputi pengalaman langsung, refleksi, konseptualisasi, dan penerapan. Kegiatan meliputi pengenalan sejarah dan makna budaya f?rin, pembelajaran kosakata dasar bahasa Jepang, demonstrasi pembuatan, praktik menghias f?rin, presentasi hasil karya, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Jepang, memperkaya penguasaan kosakata sederhana, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan sikap menghargai keberagaman budaya. Keterlibatan aktif peserta selama proses pembelajaran menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendorong interaksi yang lebih baik antara aspek bahasa dan budaya. Dengan demikian, pembuatan f?rin terbukti menjadi media edukasi yang efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Jepang sekaligus memperkuat pemahaman interkultural pada siswa sekolah dasar.