Fitria Hasanuddin
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

Latihan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Nyaman Juliet Sindy Opentu; Rahmawati; Fitria Hasanuddin; Rahma Mahmud
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.306

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular yang berpotensi menyebabkan kematian dini secara tiba-tiba. Faktor pemicu yakni umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan factor terkait dengan gaya hidup serta perilaku juga dapat menjadi alasan terbesar, di akibatkan sedikit mengeluarkan energi (kurangnya aktivitas fisik), konsumsi alkohol dan tembakau, kelebihan berat badan atau obesitas, diet yang tidak sehat (konsumsi garam berlebih, diet tinggi lemak jenuh, dan rendahnya konsumsi buah dan sayuran), konsumsi makanan yang instan memiliki kandungan kimia yang tinggi disebabkan semakin maraknya produk makanan kemasan dan cepat saji yang cenderung lebih di sukai oleh masyarakat karena kenikmatan rasa dan kemudahan dalam memperolehnya. Tujuan penelitian untuk mengetahuai penerapan latihan relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman. Penelitian ini menggunakan design quasi experiment, one group pre-test dan post test. Hasil penelitian menujukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada hari pertama sampai hari ke empat, hal ini di karenakan pasien yang sering mengalami nyeri pada tengkuk dan melakukan teknik relaksasi secara mandiri, namun hasil tekanan darah masih dalam kategori hipertensi. Kesimpulan: latihan relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, mampu menurunkan tingkat nyeri pada pasien hipertensi di Puskesmas Panambungan dan terdapat hubungan antara usia, stress serta mengkomsumsi garam berlebih terhadap peningkatan tekanan darah
Respon Masyarakat terhadap Pemeriksaan SWAB Antigen dan Vaksinasi Covid-19 Fitria Hasanuddin; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.322

Abstract

Virus corona atau sering dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Penularan corona virus 19 yang disebabkan oleh SARS–CoV masih melanda dunia khususnya Indonesia. Pada pelaksanaan pemberian vaksin banyak faktor yang mempengaruhi dan penerimaan pemeriksaan antigen sebagai langkah awal untuk menscreening kejadian covid 19 dan vaksinasi sebagai upaya meningkatkan imunitas. Persepsi dan gambaran masyarakat terhadap vaksin menjadi ujung tombak dalam menyukseskan pemberian vaksin di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap swab antigen dan vaksinasi covid–19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk deskriptif analitik, dengan studi korelasi dan desain studi cross-sectional. Instrument yang digunakan berbasis online. Hasil : terdapat 61 (51,7%) responden yang pernah melakukan pemeriksaan Swab antigen yang terdiri pernah melakukan pemeriksaan antigen 1 kali : 24 responden, 2 kali 16 responden, >2 kali 21 responden dan 57 ( 48,3%) responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan swab antigen. Gambaran penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi covid -19 pada masa penelitian ini adalah yakni 13 (11%) sudah melakukan vaksinasi , dan belum vaksinasi 105 ( 89%). Dan ketika diberlakukan dan ditawarkan vaksinasi dimasyarakat terdapat responden yang bersedia sebanyak 72 (61%), menolak 15 (12,7%) dan 31 (26,3%) masih ragu-ragu. Kesimpulan : penerimaan masyarakat terhadap pemeriksaan swab antigen yang pernah melakukan pemeriksaan paling banyak dikarenakan ada kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 26 (22%), menolak karena tidak ada gejala yang berarti untuk urgensi pemeriksaan sebanyak 37 (31,4%). Data penerimaan masyarakat terhadap vaksin, dimana terbanyak yang bersedia karena untuk meningkatkan system kekebalan tubuh 29 (24%), menolak terbanyak dikarenakan adanya berita di tengah masyarakat bahwa sudah ada orang yang pernah di vaksin tapi masih tetap terinfeksi virus covid-19 sebanyak 6 (0,5%) dan ragu-ragu terbanyak dikarenakan vaksin tersebut belum selesai uji coba dan terlalu banyak jenisnya terbanyak 6 (0,5%).
ANALISIS PERAWATAN DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nurlina; Fitria Hasanuddin; Rahmawati; Harmawati; Mita Aryuninda
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.509

Abstract

Latar belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global, terutama di negara berkembang. Hiperglikemia kronik pada pasien DMT2 dapat merusak pembuluh darah, saraf dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko ulkus diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teknik perawatan luka, menganalisis pengaruh kontrol gula darah dan edukasi terhadap tahap pemulihan luka, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan luka. Metode: Studi ini menerapkan desain deskriptif analitik pada dua pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Perawatan luka meliputi pencucian luka NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing, menunjukkan perubahan positif pada eksudat, bau luka, dan tingkat infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor mobilisasi, pengaturan diet, usia dan Pendidikan. Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam merawat luka secara mandiri di rumah. Edukasi dan pengetahuan keluarga berkontribusi pada dukungan sosial yang memperkuat kepatuhan pasien terhadap perawatan. Kesimpulan: Teknik perawatan luka sesuai standar meliputi pencucian luka dengan NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan luka. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka dan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka pasien DMT2. Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka adalah umur, seks, jenjang pendidikan, status nutrisi, dan tingkat mobilits fisik.