Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kajian Pemberian Asi Eksklusif, Berat badan lahir rendah, dan Status imunisasi dengan kejadian stunting Putri, Sitti Zakiyyah; Dahniar; Sumantri
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.466 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i2.1087

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, dan status imunisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, dan status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observational dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 25-60 bulan yang ada diwilayah kerja Puskesmas Banggae I yang berjumlah 96 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, yang pertama menggunakan cluster random sampling untuk pemilihan puskesmas kemudian yang kedua menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 balita. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data mengunakan analisis person chi-square dan fisher’s exact test dengan ?=0.05. Balita usia 25-60 bulan sebagian besar mendapatkan ASI eksklusif, lahir dengan berat badan normal, dan mempunyai status imunisasi yang lengkap. Kesimpulan: hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, dan status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita usia 25-60 bulan. Saran: meninngkatkan pelayanan kesehatan bagi Puskesmas melalui kegiatan deteksi dini dengan mengukur tinggi badan anak balita secara rutin tiap bulan.
Non-Pharmacological Interventions for Anemia Treatment: Systematic Review Sitti Zakiyyah Putri; Budu Budu; Gemini Gemini; Rosdiana Natsir
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 1 No. 1 (2021): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.726 KB) | DOI: 10.53947/miphmp.v1i1.56

Abstract

The global prevalence of anemia in non-pregnant women, of childbearing age, is estimated at 29.0% and is more common in low- and middle-income countries, women belonging to low socioeconomic strata. iron deficiency can cause direct or risky disability. To determine the effectiveness of Non-Pharmacological Interventions for the treatment of anemia. The method used is with the help of electronic databases from journals that have been published through PubMed, Proquest, EBSCOhost, and Science Direct as many as 6 articles were reviewed from 1186 articles. The 6 articles reviewed in this study with varied respondents using patients, male rats, nurses, Sprague-Dawley (SD) Rattus norvegicus Domestica, bovine serum, premature neonates. Non-pharmacological interventions developed in the treatment of anemia in both human and animal samples as well as the development of treatment and laboratory examinations in the treatment of anemia are Nursing Delirium Screening scale, Hepcidin expression, pain identification, HM10760A, Divalent metal transporter DMT1/SLC11A2, conservative management.
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : RUPTUR URETRA Harmawati Muslimin; Sitti Zakiyyah Putri; Fitria Hasanuddin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.2758

Abstract

Ruptur uretra adalah suatu cedera yang mengenai uretra sehingga menyebabkan ruptur pada uretra. Ruptur uretra adalah kerusakan kontinuitas dari uretra yang disebabkan oleh ruda paksa yang datangnya dari luar. Memperoleh pengalaman dan penerapan Asuhan Keperawatan Pada Tn.S dengan Gangguan Sistem Perkemihan : Ruptur Uretra. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen format pengkajian kebutuhan nutrisi dengan pemenuhan pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara dan observasi. . Setelah melakukan pengkajian didapatkan data subjektif yaitu klien Nyeri pada saat berkemih dan cemas terhadap penyakitnya.data objektif klien mengatakan cemas berkurang. Diagnosa yang di angkat yaitu Nyeri akut b/d inflamasi saluran kemih, Gangguan eliminasi BAK b/d ruptur pada uretra, Intoleransi aktivitas b/d keterbatasan gerak, Cemas b/d kurang informasi tentang penyakit Ruptur Uretra.Intervensi yang dilakukan peneliti yaitu: kaji tingkat  beratnya nyeri (skala 0 – 10) dan lokasi, Observasi Tanda­–tanda vital, pertahankan istirahat dengan posisi semi fowler, Ajarkan tekhnik relaksasi (napas dalam), Kolaborasi dalam pemberian obat analgetic, kaji pola urine, pantau masukan dan pengeluaran serta karakteristik urine, kaji warna urine, Adapun diagnosa keperawatan yang teratasi  adalah : Cemas berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit ruptur uretra : Klien mengatakan sudah tidak cemas lagi dengan penyakityna, Klien mengatakan sudah tidak cemas dan gelisah.
Analisa Kejadian Stunting Dengan Tingkat Perkembangan Balita Usia 36-48 Bulan Sitti Zakiyyah Putri; Sitti Maryam Bachtiar; Dahniar; Ismul
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.325 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i3.1211

Abstract

Stunting is a nutritional status that is based on the Body Height index by Age (TB / U). The incidence of stunting that has taken place since childhood has a very strong relationship with slow motor and IQ (intelligence) is lower. The level of development of children has a higher quality than normal resources this has increased cognitive levels, poor learning and psychosocial achievement. The purpose of this study is to see whether there is a relationship between stunting events and the level of development of toddlers aged 36-48 months in TK Pertiwi Majene 2019. This type of research is observational analytic research with a cross-sectional study with the method of Exhaustive Sampling and the instruments used are microtome and graphs used. used as a KPSP questionnaire developmental level questionnaire. The sample used was toddlers aged 36-48 months as many as 38 people. The results of the analysis approved by Chi-Square showed rejected with a significant value of 0.37, which means greater than 0.05 (p> 0.05). It is possible to conclude that there is a significant relationship between the incidence of stunting with the level of development of toddlers aged 36-48 months. Suggestions for further researchers to be able to add factors that can influence the occurrence of stunting as well as adding samples to get more significant results.
Effectiveness of pregnant women's class on the success of exclusive breastfeeding Tyarini, Indrawati Aris; Wijayanti, Yoga Tri; Akib, Asridawati; Rombeallo, Nofita Tudang; Putri, Sitti Zakiyyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v14i1.1250

Abstract

Introduction: Exclusive breastfeeding (EBF) during the first six months of life plays a crucial role in infant survival, growth, and development. However, the global rates of EBF remain below the recommended targets. Pregnant women's classes are designed to provide education, support, and skills necessary for successful breastfeeding practices. This study aimed to analyze the effectiveness of pregnant women's classes on the success rate of exclusive breastfeeding. Methods: A quasi-experimental design with a posttest-only control group was employed. The study involved 120 pregnant women in their third trimester, selected through purposive sampling from two community health centers. The intervention group (n=60) participated in a structured pregnant women's class, while the control group (n=60) received standard antenatal care without additional courses. Data on breastfeeding practices were collected three months postpartum using structured interviews and analyzed using the Chi-square test and logistic regression. Results: The study found a significantly higher rate of exclusive breastfeeding in the intervention group (78.3%) compared to the control group (53.3%) (p<0.01). Attendance in the pregnant women's class was associated with a 2.9 times higher likelihood of practicing exclusive breastfeeding (OR=2.9; 95% CI: 1.5–5.6). Key factors contributing to success included increased maternal knowledge, self-efficacy, and support from health educators during antenatal. Conclusions: Participation in pregnant women's classes effectively increases the success rate of exclusive breastfeeding. Integrating structured breastfeeding education into routine antenatal care is recommended to improve maternal practices and promote better infant health outcomes.
A Descriptive Case Series on Combined Education, Breast Care, and Oxytocin Massage for Lactation Support in Indonesia Zakiyyah Putri, Sitti; Sitti Maryam Bachtiar; Suprapto
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 02 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001030

Abstract

Exclusive breastfeeding during the first six months of life is essential for optimal infant growth, development, and immune protection. Despite various efforts, the prevalence of exclusive breastfeeding in Indonesia remains suboptimal, often influenced by challenges related to maternal confidence, infant latch, and effective breastfeeding techniques. This exploratory case series aimed to describe short-term changes in breastfeeding outcomes following combined interventions of education, breast care, and oxytocin massage among postpartum mothers. Using a descriptive observational case series design, four postpartum mothers experiencing early breastfeeding difficulties received structured education, breast care, and oxytocin massage interventions, administered according to standardized clinical procedures. Breastfeeding outcomes, including infant latch quality, maternal positioning skills, signs of milk ejection, and maternal confidence, were assessed before and after the interventions. Preliminary observations indicated improvements across several of these parameters. However, the study’s findings are limited by its small sample size and reliance on subjective observations. As an exploratory study, these results offer initial insights but should be interpreted with caution. Further research with larger samples, control groups, and objective evaluation tools is needed to determine the efficacy and generalizability of these interventions.
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan Sitti Zakiyyah Putri; Sitti Maryam Bachtiar
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.312

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status penyakit infeksi dan pendidikan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi protein, status penyakit infeksi, dan pendidikan orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observational dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 25-60 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Totoli yang berjumlah 98 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, yang pertama menggunakan cluster random sampling untuk pemilihan puskesmas kemudian yang kedua menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis person chi-square dan fisher’s exact test dengan α=0.05. Balita usia 25-60 bulan sebagian besar mengalami asupan energi dan protein yang rendah, status penyakit infeksi yang jarang terjadi, dan rata-rata pendidikan Ibu Rendah. Kesimpulan Hasil Analisis ada hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan kejadian stunting nilai p = 0.010 (p ˃ 0.05), ada hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan kejadian stunting nilai p = 0.003 (p ˃ 0.05), tidak ada hubungan yang bermakna antara status penyakit infeksi dengan kejadian stunting nilai p = 1.000 (p ˃ 0.05), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan orang tua dengan kejadian stunting pada nilai p = 0.013 (p ˃ 0.05) dengan kejadian stunting pada balita usia 25 – 60 bulan. Saran bagi responden sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan terkait status gizi pada anak, utamanya dalam pemenuhan asupan energi, Protein dan faktor yang mempengaruhi status gizi anak dan dampak yang dapat terjadi karena kekurangan gizi. Sehingga responden mampu melakukan tindakan pencegahan terhadap status gizi buruk anak khususnya kejadian stunting. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan ilmu Asupan energi, Asupan Protein, Status penyakit infeksi, dan pendidikan orang tua terhadap kejadian stunting pada balita.
Penerapan Massage Punggung pada Ibu Inpartu Kala I dalam Pemenuhan Kebutuhan Rasa Nyaman (Nyeri) Nur Wahidah; Nasriani; Sitti Zakiyyah Putri
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.314

Abstract

Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal yang tentunya dalam menimbulkan rasa nyeri pada persalinan kala I karena aktivitas di dalam tubuh untuk mengeluarkan bayi. Untuk mengurangi nyeri tersebut maka dilakukan tindakan non farmakologi berupa massage punggung. Tujuan penelitian adalah Untuk memberikan gambaran penerapan massage punggung pada ibu inpartu kala I dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman (nyeri). Penelitian ini merupakan rancangan studi kasus deskriptif yang disajikan dalam bentuk narasi dengan menggunakan instrumen berupa format pengkajian kebutuhan rasa aman nyaman (nyeri) dengan melakukan teknik wawancara dan observasi. Setelah diberikan tindakan keperawatan berupa massage punggung pada ibu inpartu kala i, nyeri yang dirasakan mengalami penurunan dari skala nyeri berat (8) menjadi skala nyeri sedang (5). Hasil tersebut membuktikan bahwa dengan memberikan massage punggung sangat efektif dalam mengurangi nyeri yang dirasakan ibu pada kalaI persalinan. Kesimpulan dari penelitian adalah nyeri berkurang setelah diberikan tindakan massage punggung. Disarankan agar salah satu teknik non farmakologi yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan adalah massase punggung, sehingga tindakan ini bisa dilakukan oleh suami atau keluarga secara mandiri.
EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA GURU DAN SISWI Samiun, Zulfia; Aslinda, Aslinda; Hasanuddin, Fitria; Bachtiar, Sitti Maryam; Wulandari, Ratna; Putri, Sitti Zakiyyah; Mustary, Musliha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23415

Abstract

Abstrak: Kanker payudara menjadi perhatian global karena tingginya insiden di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran akan kanker payudara sangat penting untuk membantu perempuan berisiko mencari perawatan medis untuk penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terutama guru dan siswi mengenai cara deteksi dini kanker payudara. Sebelum kegiatan dilakukan, sosialisasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru dan siswi di lokasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari, pada hari pertama dilakukan silaturrahmi antara tim pengabdian dengan mitra serta sosialisasi kegiatan, sedangkan hari kedua dilakukan edukasi bahaya kanker payudara dan simulasi/praktik SADARI pada guru dan siswi di MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 guru dan 15 siswi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat distribusi frekuensi pengetahuan peserta. Hasil akhir kegiatan memperlihatkan adanya perubahan skor pengetahuan peserta dimana sebelum edukasi didapatkan skor pretest pengetahuan dengan nilai rata-rata 55, setelah edukasi didapatkan skor pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata 73. Ini memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara mandiri setelah dilakukan edukasi.Abstract: Breast cancer is a global concern due to its high incidence worldwide. Increased awareness of breast cancer is essential to help at-risk women seek medical treatment for the disease. This community service activity was carried out to increase knowledge, especially teachers and female students, about how to detect breast cancer early. Before the activity was carried out, socialization was carried out at the school to find out the description of the knowledge of teachers and students at the location of the activity. This service activity was carried out for 2 days, on the first day a friendship was held between the service team and partners and socialisation of activities, while the second day was carried out education on the dangers of breast cancer and simulation / practice of SADARI for teachers and students at MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar as many as 25 people consisting of 10 teachers and 15 students. Before and after education, a questionnaire was filled in to see the frequency distribution of participants' knowledge. The final results of the activity showed a change in the participants' knowledge score where before education the pretest knowledge score was obtained with an average value of 55, after education the participants' knowledge score was obtained with an average value of 73. This shows that there is an increase in knowledge about breast cancer and breast self-examination after education.