Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh pemberian mata kuliah Psikologi pengembangan diri terhadap Self Confidence pada mahasiswa semester pertama Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Untung Subroto; Linda Wati; Febrianto Febrianto
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol 15, No 1 (2022): Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v15i1.18380

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of first semester students who have problems adapting to educational conditions due to changes in the learning system and environment during the pandemic which makes students feel stressed and not confident in taking education. Therefore, a method is needed that can make students more confident, one of which is by increasing the knowledge of students themselves through the Psychology of Self-Development course. This study aims to examine the effect of giving psychology courses on self-development to first-semester students. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest technique. The subjects of this study consisted of 17 men and 108 women. Measurements in this study used the Paired Sample T-Test, where the results of the test showed a significance value of less than 0.05 (0.00) which indicated a significant difference between the pretest score and the post-test score. So it can be said that presenting the Psychology of Self-Development course is a method used to assist students in increasing Self-confidence. Thus, there is an influence between presenting the self-development course on the self-confidence of the first semester students of the Faculty of Psychology, Tarumanegara University. 
MUSIC THERAPY PRACTICE TO REDUCE ANGER FOR ELDERLY IN A GOVERNMENT NURSING HOME Monica Unsri; Monty P. Satiadarma; Untung Subroto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.943

Abstract

This research is aimed to the practice of music group therapy to reduce anger for elderly in a government nursing home. Anger can be defined as a psychobiological emotional state or condition that consists of feelings that vary in intensity from mild irritation or annoyance to intense fury and rage, accompanied by activation and of neuroendocrine processes and arousal of the autonomic nervous system. While music therapy is the clinical and evidence-based use of music interventions to accomplish individualized goals within a therapeutic relationship. The research use pre-test post-test one group design. Beside using the interview method, pre-test and post-test also been involved to measure the anger intensity of the participants against anger before and after the intervention. There are three participants. The result showed that music group therapy could reduce the anger of the elderly living in government nursing home.
Pengaruh pemberian mata kuliah Psikologi pengembangan diri terhadap Self Confidence pada mahasiswa semester pertama Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Untung Subroto; Linda Wati; Febrianto Febrianto
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2022): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v15i1.18380

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of first semester students who have problems adapting to educational conditions due to changes in the learning system and environment during the pandemic which makes students feel stressed and not confident in taking education. Therefore, a method is needed that can make students more confident, one of which is by increasing the knowledge of students themselves through the Psychology of Self-Development course. This study aims to examine the effect of giving psychology courses on self-development to first-semester students. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest technique. The subjects of this study consisted of 17 men and 108 women. Measurements in this study used the Paired Sample T-Test, where the results of the test showed a significance value of less than 0.05 (0.00) which indicated a significant difference between the pretest score and the post-test score. So it can be said that presenting the Psychology of Self-Development course is a method used to assist students in increasing Self-confidence. Thus, there is an influence between presenting the self-development course on the self-confidence of the first semester students of the Faculty of Psychology, Tarumanegara University. 
GAMBARAN TINGKAT PERILAKU AGRESIF BERKENDARA SAAT MACET PADA DEWASA AWAL Maria Monica; Visaka Rani, Phung Mulan; Supardi, Evelyne Joenett; Tria Amelia; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.109

Abstract

Dalam keadaan lelah lalu terjebak pada kemacetan yang bisa menjadi salah satu penyebab stres, seseorang bisa saja menimbulkan sikap agresif pada tatkala stres. Sebuah studi mendapatkan fakta bahwa pengemudi yang berperilaku agresif pada saat berkendara menunjukan bahwa tingkat stres berkendara yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengemudi yang tidak berperilaku agresif berkendara pada studi Shamoa-nir dan Koslowsky (2010). Agolla and Ongori (2009) menyatakan bahwa stres pada perempuan lebih tinggi ketimbang laki-laki, hal ini disebabkan laki-laki menggunakan defense mechanism berbasis ego agar mereka lebih santai tatkala menghadapi stres. Namun, pada penelitian Pardamean dan Lazuardi (2019) menyatakan tingkatan stres pada laki-laki lebih tinggi (57,2%) ketimbang perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, partisipan dalam penelitian ini adalah perempuan dan laki-laki berumur 20-40 tahun. Hasil dari penelitian mengungkapkan tingkat agresif mengemudi pada dewasa awal yang berusia 20-40 tahun berada di taraf sedang. Selain itu, korelasi antara usia dengan tingkat agresif berkorelasi positif yang berarti semakin tua usia individu maka semakin tinggi pula tingkat agresif mengemudi individu.
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Fanny Febrianti; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.183

Abstract

Keluarga merupakan bagian yang terpenting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Tentu adanya perbedaan antara masing-masing orang tua dalam berkomunikasi kepada anak. Bentuk komunikasi ini dapat berdampak pada perilaku anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pola asuh dengan komunikasi interpersonal pada remaja SMA X di Bekasi. Penelitian ini dilakukan pada 303 siswa-siswi dengan rentang usia 14-18 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Alat ukur rasa syukur yang digunakan adalah The Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) dan alat ukur komunikasi interpersonal. Berdasarkan uji beda Kruskal-Wallis Test diketahui bahwa hasil yang diperoleh sebesar 0.000 < 0.05 dengan artian ada hubungan positif signifikan antara pola asuh otoriter, otoritatif dan permisif dengan komunikasi interpersonal pada remaja SMA. Artinya jika pola asuh yang didapatkan baik maka tingkat komunikasi interpersonalnya juga akan tinggi. Sebaliknya apabila pola asuh remaja buruk maka, semakin rendah tingkat komunikasi interpersonalnya. Melalui penelitian ini juga disimpulkan bahwa yang memiliki tingkat komunikasi interpersonal tinggi adalah remaja yang memiliki pola asuh otoratif.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN GAYA KELEKATAN ROMANTIS PADA DEWASA MUDA DENGAN KELUARGA BERCERAI Devina Adelia; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara konsep diri dan gaya kelekatan romantis (romantic attachment style) pada dewasa muda dengan keluarga bercerai (broken home). Konsep diri merupakan persepsi seseorang tentang dirinya yang diperoleh melalui hubungannya dengan orang lain. Gaya kelekatan romantis merupakan sikap kelekatan seseorang dengan pasangannya ketika menjalani hubungan romantis. Broken home sendiri merupakan individu yang mengalami keretakan dalam keluarga karena ketidakharmonisan satu sama lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 308 orang yang sudah pernah atau sedang berpacaran dan merupakah korban dari perceraian orang tua (broken home). Sampel diambil dengan teknik probability sampling, yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yakni Personal Self-Concept Questionnaire yang dikembangkan oleh Goni et al. (2011) dan Experience in Close Relationship Revised yang dikembangkan oleh Fraley et al. (2000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dengan gaya kelekatan romantis (r = -0.756, p < 0.01) yang berarti semakin rendah konsep diri seseorang, maka semakin tinggi gaya kelekatan romantisnya serta hal ini berlaku sebaliknya.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN INSTAGRAM TERHADAP BODY DISSATISFACTION PADA WANITA DEWASA AWAL Aufi Azzahra Putri; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan sosial media Instagram terhadap body dissatisfaction pada Wanita dewasa awal. Penggunaan instagram dapat mempengaruhi keyakinan dan kekhawatiran terkait penampilan wanita dikarenakan konten dalam Instagram dapat menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis dan mendorong perasaan tidak puas terhadap tubuh sendiri. Individu yang merasa kondisi fisiknya tidak sesuai dengan gambaran tubuh yang diinginkan akan mengalami perasaan kurang secara fisik sehingga dapat menimbulkan rasa tidak puas pada tubuhnya yang disebut sebagai body dissatisfaction. Partisipan pada penelitian ini melibatkan 307 wanita dewasa awal yang memiliki profil Instagram, berusia dari 18 hingga 25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan Sampling purposive digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Alat ukur yang digunakan yaitu alat ukur intensitas penggunaan Instagram yang dikembangkan oleh Sukmaraga (2018) dan Body Shape Quetionnaire-34 (BSQ-34) oleh Cooper, Taylor, Cooper, dan Fairburn (1987). Temuan dari penelitian ini menghasilkan adanya pengaruh Intensitas Penggunaan Instagram terhadap Body Dissatisfaction pada Wanita Dewasa Awal dengan nilai sebesar 0,137 atau 13,7%. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan instagram pada wanita dewasa awal maka akan menimbulkan body dissatisfaction.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA DI JAKARTA Wati, Linda; Untung Subroto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.23390.2023

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tingginya tingkat kecemasan pada mahasiswa perguruan tinggi. Banyaknya faktor yang dapat membuat mahasiswa mengalami cemas dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental mahasiswa serta performa akademik mereka. Selain karena faktor eksternal, kecemasan pada mahasiswa juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti tipe kepribadian. Beberapa penelitian sebelumnya berhasil melihat adanya korelasi antara tipe kepribadian seseorang dengan kecemasan yang dimilikinya. Oleh karena itu melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat apakah tipe kepribadian mahasiswa berhubungan dengan kecemasan atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Subjek penelitian ini terdiri dari 21 laki-laki dan 89 Perempuan. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson, ditemukan bahwa State-anxiety berkorelasi negatif dan signifikan dengan tipe kepribadian Openness to experience (r = -0.253, p = 0.008) dan Agreeableness (r = -0.294, p = 0.002). Sedangkan, Trait-anxiety berkorelasi negatif dan signifikan dengan tipe kepribadian Extraversion (r = -0.260, p = 0.001) dan Agreeableness (r = -0.325, p = 0.001). Di sisi lain, tipe kepribadian Neuroticism berkorelasi kuat, positif, dan signifikan dengan State-anxiety (r = 0.630, p = 0.000) maupun Trait-anxiety (r = 0.773, p = 0.000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki kepribadian Agreeableness yang tinggi cenderung tidak merasa cemas ketika dalam situasi yang dirasakan mengancam maupun dalam kesehariannya. Sedangkan tipe kepribadian Neuroticism cenderung merasakan cemas dalam kesehariannya, maupun dalam situasi yang mengancam. Dengan demikian terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan kecemasan pada mahasiswa di Jakarta.
HUBUNGAN LONELINESS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PERANTAU Puspitasari Ambarwati; Monty P. Satiadarma; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.669

Abstract

Mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang sering kali berbeda dengan lingkungan asalnya. Kesulitan menyesuaikan diri ini dapat memicu perasaan kesepian (loneliness), yang selanjutnya berdampak pada perilaku menunda tugas akademik atau prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa perantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 393 mahasiswa perantau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Loneliness Scale oleh de Jong- Gierveld dan Kamphuls dan modifikasi Skala Penundaan Akademik (APS) oleh McCloskey dan Scielzo. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,601, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara loneliness dan prokrastinasi akademik. Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat loneliness pada mahasiswa perantau, semakin tinggi pula kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik.
PENGARUH TOXIC RELATIONSHIP DALAM BERPACARAN DENGAN KUALITAS HIDUP DEWASA AWAL Carissa Ratu Nolanda; Monty P. Satiadarma; Untung Subroto
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.671

Abstract

Toxic relationship merupakan fenomena yang kerap terjadi pada individu dewasa awal, ditandai dengan kontrol berlebihan, kekerasan verbal atau fisik, dan manipulasi emosional yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan penilaian seseorang terhadap tingkat fungsi yang dicapai saat ini dibandingkan dengan standar atau harapan ideal mereka. Penilaian ini mencakup kepuasan terhadap aspek fisik, kemampuan berfungsi, kondisi emosional, serta hubungan sosial, dan bersifat subjektif sehingga hanya dapat diukur melalui sudut pandang pribadi individu tersebut (Cella, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic relationship terhadap kualitas hidup individu dewasa awal menggunakan metode kuantitatif dan teknik purposive sampling. Alat Ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala toxic relationship dan kualitas hidup indonesia. Partisipan berjumlah 383 orang, berusia 18-25 tahun dari Jabodetabek dengan pengalaman pacaran minimal enam bulan serta pernah atau sedang mengalami toxic relationship. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 27. Hasil menunjukkan toxic relationship memberikan pengaruh sebesar 18,4% terhadap kualitas hidup dewasa awal.