Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Pandemik Covid-19 Terhadap Perilaku Hidup Sehat Masyarakat Tanjungpinang Toh Muandy Saputra; Sri Wahyuni; Dedi Anggriawan; Emmy Solina
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 2 (2022): Oktober, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i2.5231

Abstract

Cerita panjang yang mewarnai upaya pemerintah menghentikan penyebaran Covid 19 berdampak pada perubahan gaya hidup (habits) terhadap sektor ekonomi yang telah dibangun, akhirnya masyarakat dituntut untuk dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru akibat pandemi yang berkepanjangan. Pengetahuan masyarakat tentang Covid menjadi salah satu faktor yang menentukan apa dan bagaimana bersikap dan memperlakukan orang lain. Untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat dan pengaruhnya, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan. Dari temuan di lapangan dapat disimpulkan bahwa: 1) Pengetahuan masyarakat tentang Covid mempengaruhi cara masyarakat bertindak. 2) Dampak pengetahuan terhadap Covid mengakibatkan perubahan pola perilaku, pola hidup sehat dan kecemasan berlebih.
Tradisi Ritual Ladang Padi Masyarakat Desa Solok Kabupaten Pelalawan Agustari Adha; Sri Wahyuni; Marisa Elsera
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 7 No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v7i1.5691

Abstract

Desa Sungai Solok merupakan lumbung padi Kabupaten Pelalawan, maka dari itu pemerintah memberikan bantuan seperti alat mekanik seperti mesin perontok, mesin traktor, mesin combin dan teknologi biologi seperti pupuk, pestisida dan bibit unggul, tujuannya untuk terus meningkatkan hasil padi . Namun masyarakat Desa Sungai Solok masih mempercayai ritual dan pantangan ritual sawah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan, mengungkapkan, dan menjelaskan bagaimana masyarakat Desa Sungai Solok memaknai ritual sawah adat di Desa Sungai Solok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Pemilihan informan yang diwawancarai menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sungai Solok melakukan ritual adat sawah untuk melindungi sawahnya dari hama dan penyakit hewan seperti tikus, burung dan babi. Prosesi ritual sawah dimulai dari pembukaan lahan, hingga masa panen. Dalam melaksanakan ritual ini terdapat pantangan yang dilakukan oleh masyarakat dan hal tersebut tidak boleh dilanggar seperti tidak boleh makan pisang, tidak boleh membuang nasi, dan tidak boleh bersiul pada malam hari dan peraturan tersebut harus dipatuhi. oleh masyarakat agar terhindar dari penyakit dan hewan yang dapat merusak tanaman padi. Baik masyarakat desa Sungai Solok maupun masyarakat luar desa yang bekerja di ladang. melanggar tabu, musuh seperti tikus, hama, dan babi tidak akan menggunakan ladang. Pantangan yang dilarang oleh masyarakat Desa Sungai Solok.
Community Awareness and Social Norms in Household Waste Management: A Qualitative Study in Tanjung Unggat Coastal Settlement Marsya Adriana; Rosa Efani; Riska Milia Sari; Sri Wahyuni
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 15 No 2 (2026): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (July-December)- In Press
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/xafzm071

Abstract

Household waste management remains a persistent environmental issue in Indonesia's coastal communities, where inadequate disposal practices threaten environmental sustainability and public health. This qualitative descriptive study examines the cognitive, affective, and behavioral dimensions of community awareness and the role of social norms in household waste management in the Tanjung Unggat coastal settlement, Tanjungpinang City. Data were collected through non-participant observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation. Eight informants were selected purposively, consisting of five coastal residents, one community leader, one village government representative, and one sanitation officer. The findings show that residents generally understand the environmental and health risks of unmanaged waste and express concern about coastal cleanliness, but behavioral commitment remains inconsistent. Direct disposal into coastal waters and open burning persist because they are normalized through long-standing neighborhood practices and reinforced by limited facilities and irregular collection services. Drawing on Émile Durkheim's concept of collective consciousness, the study demonstrates that household behavior is shaped by shared norms and social expectations rather than by individual awareness alone. Sustainable improvement therefore requires coordinated infrastructure, continuous environmental education, community participation, and reinforcement of pro-environmental local norms.
PEMAKNAAN MASYARAKAT TERHADAP PULAU PENYENGAT SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA SEJARAH Miftuhul Jannah; Berliana Dwi Az-zahar; Winda Firna Farlita; Sri Wahyuni
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.3013

Abstract

Pulau Penyengat dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata Sejarah Riau Lingga pada abad ke-18 hingga awal ke-20 yang memiliki nilai budaya, religi, serta peninggalan kesultanan melayu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata Sejarah serta melibatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan pariwisata. Penelitian tersebut menerapkan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpul lewat pengamatan secara langsung, obrolan mendalam dengan narasumber, serta dokumentasi yang melibatkan masyarakat lokal, pedagang, serta generasi muda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memandang Pulau Penyengat tidak hanya sebagai tempat berkunjung wisatawan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, tempat sejarah, dan warisan para kesultanan yang perlu di jaga. Selain itu, adanya pariwisata sejarah ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui aktivitas perdagangan, jasa wisata, Bengat (Becak Penyengat), dan usaha kecil lainnya. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti pengelolaan fasilitas yang belum optimal serta kurangnya partisipasi generasi muda dalam pelestarian nilai sejarah di Pulau Penyengat. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pihak-pihak terkait agar pengembangan pariwisata sejarah di Pulau Penyengat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan juga menarik wisatawan terhadap budaya yang telah dikelola oleh masyarakat di Pulau Penyengat tersebut