Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

WANARA IN RAMAYANA SHADOW PLAY: REPRESENTATION OF HUMANISM, VISUAL COMMUNICATION, AND CONTEMPORARY CULTURE Febrianto Saptodewo; Sandra Olifia; Iwan Gunawan; Vickrie Ardy
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2739

Abstract

This study explores the representation of Wanara characters in Javanese Wayang kulit Ramayana from the perspectives of Visual Communication Design (DKV), communication science, and humanistic values. Wanara, meaning "forest man" in Sanskrit, symbolizes loyalty, bravery, physical strength, and self-sacrifice for truth, bridging animal instincts and human virtues. The research aims to analyze how visual elements like wanda, sunggingan, and tatahan convey these traits, and their contemporary relevance in Indonesian culture. Employing qualitative methods, including visual semiotics from Peirce, Saussure, and Barthes, the study examines literature, visual documentation, and media adaptations. Findings reveal that Hanoman embodies purity and devotion, Sugriwa leadership and alliance, and Anggada transformation and courage, with these characters persisting in comics, games, and branding. The study highlights Wayang kulit's role in moral education and cultural continuity, offering practical insights for heritage preservation and theoretical contributions to semiotics in traditional arts.
Perancangan Materi Kampanye Disabilitas untuk Kelompok Difabel di Klaten, Jawa Tengah Yulianto Hadiprawiro; Febrianto Saptodewo; Deni Setiawan
Jurnal Desain Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.847 KB) | DOI: 10.30998/jd.v7i3.5620

Abstract

Ketidak sempurnaan bentuk tubuh manusia bukan menjadi suatu penghalang untuk membantu membentuk brand kelompok difabel Klaten. Namun mereka memutuhkan kesetaraan dan kebutuhan pelayanan publik dengan non-difabel. Konsep dasar perancangan berangkat dari tema "difabel unggul klaten inklusi" diplikasikan pada desain kaos dan x bannner, dan medsos, instagram.. Proses perancangan yang dilakukan oleh Universitas Indraprasta PGRI adalah menawarkan desain yang digunakan untuk membantu kelompok Difabel Klaten dalam membentuk image dirinya terhadap masyarakat Klaten.
Kajian Karakter Wayang Jabang Tetuka melalui Metode Penelitian Artistik Febrianto Saptodewo
Jurnal Desain Vol 4, No 03 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.936 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i03.1133

Abstract

Mengkaji Karya perancangan tokoh karakter Jabang Tetuka dengan Metode Penelitian Artistik. Dikarenakan dalam perancangan sebuah karya dibutuhkan penelitian yang mendalam.