Marselinus Untung Dwiatmoko
Program Studi Rekayasa Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis pengaruh air asam tambang sekitar Disposal UCW di PT Jorong Barutama Greston M. Advan Kamarullah; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6434

Abstract

Disposal UCW pada PT JBG sejak awal penimbunan belum melakukan pemisahan antara material PAF dan NAF. Persoalan lingkungan yang ditimbulkan karena pengaruh AAT baik selama kegiatan penambangan maupun pasca penambangan adalah menurunnya kualitas air tanah jika dialirkan ke sungai, hal ini akan berdampak kepada masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai. Maka dari itu diperlukan adanya analisis pengaruh AAT, pemetaan sebaran pola aliran AAT dan pengujian kualitas air.Dalam penelitian ini, sampling dilakukan pada 24 titik lindian di Disposal UCW dan sekitarnya yang selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui baku mutu air, dan mengkorelasikan hasil pengujian sesuai dengan Pergub Kalsel No. 036 Tahun 2008.Karakteristik AAT di Disposal UCW ditunjukkan oleh empat parameter, dimana pH rendah (2,5-3,7), konsentrasi logam Fe secara umum cukup rendah dan konsentrasi logam Mn secara umum tinggi serta tingkat kekeruhan atau TSS secara umum rendah. Berdasarkan penelitian dan evaluasi keadaan di Disposal UCW, perlu dilakukan penanganan pengolahan AAT, yakni pembuatan Open Limestone Channel yang dibuat di tiga area. Di sisi utara disposal, dengan panjang 100 m, lebar 4 m, tinggi 1 m, dan kemiringan 27o. Kemudian di sisi barat dan selatan disposal dengan panjang 50 m, lebar 4 m, tinggi 1 m, dan kemiringan 27o.
Analisis kebutuhan bulldozer pada aktivitas slippery Pit 1 Blok 24 PT Senamas Energindo Mineral M. Thoriq Bagoes Saifuddin; Riswan Riswan; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6440

Abstract

Salah satu hambatan kerja pada tambang terbuka adalah hujan. Slippery dilakukan untuk menangani kondisi jalan yang licin dan menghindari kecelakaan. Pengoptimalan alat support dalam meminimalkan waktu slippery dapat meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penanganan slippery jalan angkut dan kendala-kendala yang terjadi, menganalisis durasi dan kemampuan optimal bulldozer sehingga durasi slippery menyesuaikan target. Data yang diperlukan yaitu cycle time bulldozer, luas area jalan angkut, target durasi slippery, spesifikasi alat ,dan breakdown bulldozer. Perhitungan produktivitas bulldozer menggunakan Microsoft office excel dan luas area menggunakan Surpac. Bulldozer melakukan scrub material permukaan jalan yang licin. Kendala yang terjadi adalah bulldozer yang tersedia sering breakdown. Durasi (dalam jam) bulldozer dalam kegiatan slippery untuk menghasilkan jarak dorong (dalam m) 30, 40, dan 50 antara lain tipe D8R yaitu 1,4, 1,32, dan 1,45; tipe D85ESS yaitu 1,46, 1,34 dan 1,35; tipe TD20M yaitu 2,08, 1,81, dan 1,67. Pengoptimalan jumlah bulldozer (dalam unit) dan durasinya (dalam jam) pada jarak dorong 40 m yaitu 1 D8R: 1,34, 1 D85ESS: 1,34, 1 TD20M: 1,79, 2 D85ESS: 0,67, 2 TD20M: 0,89, 1 D8R dan 1 D85 ESS: 0,67, 1 D8R dan 1 TD20M: 0,77, dan 1 D85ESS dan 1 TD20M: 0,77 jam.
Penjadwalan rencana penambangan batubara pada Pit 1 Blok 24 PT Senamas Energindo Mineral Site Jaweten Martinus Putra Pratama Sinaga; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7502

Abstract

Pada perusahaan PT Senamas Energindo Mineral memiliki wilayah izin penambangan seluas 2000 Ha. Setelah dilakukannya pemboran eksplorasi ditemukan adanya endapan batubara yang cukup potensial untuk ditambang. Dengan penemuan cadangan baru ini perlu dilakukan perencanaan untuk membuat pit, pit tersebut diberi nama Pit 1. Sehingga perlu dilanjutkan dengan tahapan penambangannya dan belum ada yang membuat penjadwalan penambangannya. Berdasarkan hal tersebut, melatarbelakangi saya melakukan pengamatan dan penelitian ini. Penjadwalan penambangan dibuat dengan menggunakan software Minescape.  Batas penambangan, cadangan   tertambang, dan volume overburden ditentukan oleh nilai Stripping Ratio (SR) dari perusaahaan yaitu SR  6. Penjadwalan dilakukan dengan cara membagi daerah pit limit penambangan menjadi block-block dengan ukuran 75 x 75 meter. Pembagian block tersebut bertujuan untuk mempermudah sequence atau pushback pengupasan overburden dan sequence produksi batubara. Perhitungan volume menggunakan software Minescape. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi minimum 100.000 ton/bulan. Hasil penelitian dari penjadwalan penambangan pit 1 block 24 didapatkan penjadwalan penambangan yaitu dengan kurun waktu 43 bulan yang mana memiliki SR terendah 1.72 pada bulan September 2017 dan SR tertinggi 36.65 pada bulan April 2021.
Kajian akurasi drone menggunakan ground control point pada Seam C Pit Cendana Selatan PT Hasnur Riung Sinergi Aldina Renata; Marselinus Untung Dwiatmoko; Muhammad Zaini Arief
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9609

Abstract

PT Hasnur Riung Sinergi menggunakan teknologi drone dalam melakukan kegiatan survey dan pemetaan pada area tambang.  Namun, belum diketahui seberapa akurat tingkat akurasi yang didapatkan dari proses foto udara menjadikan latar belakang dilakukan penelitian. Penilitian menggunakan software Pix4dmapper untuk memproses orthophoto yang diambil menggunakan Drone DJI Mavic 2 Pro dan untuk perhitungan volume area yang berubah menggunakan software surpac. Data pembanding yang digunakan untuk meneliti tingkat akurasi orthophoto adalah data total station. Penelitian menggunakan titik GCP (ground control point) yang berbeda-beda dengan ketinggian yang sama. Ketelitian yang dihasilkan pun berbeda-beda, dengan nilai deviasi terkecil yaitu sebesar titik koordinat x=1,5 meter y= 1,7 meter dan z =0,6 meter. Dengan deviasi volume terkecil yaitu 82,75 bcm dan deviasi volume terbesar yaitu 35.029,75 bcm. Faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada titik koordinat adalah ketinggian terbang drone dalam pengambilan foto, hardware Pc yang digunakan, pemrosesan point cloud, ukuran GCP (ground control point) yang cukup kecil dan pemilihan titik GCP (ground control point) pada saat pembuatan orthophoto. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada perhitungan volume adalah adanya deviasi koordinat x,y,z antara hasil orthophoto dan total station serta disrtibusi sebaran GCP (ground control point).
Technical Study of Gold Processing by Amalgamation Method in Dirung Lingkin - Murung Raya Regency Veri Antoni; Romla Noor Hakim; Marselinus Untung Dwiatmoko; Murniansyah Murniansyah; Zamiyatul Dwi Rahman
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.18495

Abstract

Pertambangan emas skala kecil (ASGM) masih banyak menggunakan metode amalgamasi karena sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Salah satu metode yang umum digunakan adalah whole-ore amalgamation, yaitu pencampuran merkuri langsung ke seluruh bijih emas tanpa proses konsentrasi terlebih dahulu. Namun, metode ini memiliki kelemahan berupa recovery emas yang rendah serta kehilangan merkuri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengolahan emas menggunakan metode amalgamasi serta mengetahui pengaruh berat bijih emas, penggunaan air raksa, dan waktu pengolahan terhadap berat amalgam yang dihasilkan.Penelitian dilakukan di Desa Dirung Lingkin, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya. Metode penelitian meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan penyusunan laporan. Pengamatan dilakukan pada proses pengolahan emas menggunakan alat glondong selama Februari–April 2023 dengan total 31 data percobaan. Parameter yang diamati meliputi berat bijih emas, jumlah air raksa, ukuran umpan, waktu pengolahan, dan berat amalgam yang dihasilkan. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan variabel berat bijih, berat air raksa, dan waktu pengolahan untuk mengetahui hubungan antarvariabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air raksa dan waktu pengolahan cenderung meningkatkan berat amalgam yang dihasilkan, terutama pada waktu pengolahan 8–9 jam. Pengaruh penggunaan air raksa terhadap berat amalgam menunjukkan hubungan positif dengan nilai koefisien determinasi tertinggi sebesar R² = 0,3301, sedangkan pengaruh berat bijih dan waktu pengolahan umumnya tergolong lemah. Variasi hasil amalgam menunjukkan bahwa proses amalgamasi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti karakteristik bijih, ukuran partikel, homogenitas umpan, dan efektivitas penggilingan di dalam glondong. Kata-kata kunci: amalgamasi, merkuri, glondong, bijih emasABSTRACTArtisanal and small-scale gold mining (ASGM) continues to develop in many countries, including Indonesia, due to the abundant occurrence of primary and secondary gold deposits. One of the most commonly applied extraction methods in ASGM is amalgamation, which utilizes mercury to bind gold particles and form Au–Hg amalgam. Whole-ore amalgamation is widely used because it is simple, inexpensive, and easy to operate. However, this method is associated with low gold recovery and high mercury losses. This study aimed to analyze the gold processing practice using the amalgamation method and to evaluate the influence of ore weight, mercury consumption, and milling time on the amalgam yield produced during processing. The research was conducted in Dirung Lingkin Village, Murung District, Murung Raya Regency. The study consisted of preparation, data collection, data processing, analysis, and report preparation stages. Field observations were carried out on gold processing activities using a traditional trommel mill (glondong) from February to April 2023, with a total of 31 experimental observations. The observed parameters included ore weight, mercury consumption, feed size, milling time, and amalgam weight. The collected data were grouped based on ore weight, mercury usage, and processing time to determine the relationship between operational variables and amalgam production. The results indicate that mercury consumption and milling time generally showed a positive correlation with amalgam yield, particularly at processing durations of 8–9 hours. The strongest relationship was observed between mercury consumption and amalgam weight, with a coefficient of determination of R² = 0.3301. Meanwhile, the influence of ore weight and milling time was generally categorized as weak. Variations in amalgam production suggest that the amalgamation process is also affected by other factors, including ore characteristics, particle size distribution, feed homogeneity, gold grade distribution, and grinding efficiency within the trommel mill.Key words: Amalgamation, mercury, tromoll mill, gold ore
Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi Jhon Andrean Paul YC Raban; Adip Mustofa; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8724

Abstract

Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit. Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara. Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur. Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test). Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%., Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%). Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3). Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310). Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa. Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.
Kajian pengaruh tinggi stemming terhadap heave’ pada peledakan bijih emas di PT Indo Muro Kencana (IMK) Ziat Kurniawan; Nurhakim Nurhakim; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18064

Abstract

ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.39 m, dan heave vertical request level (RL) 0.35 m. Kesimpulan dari penelitia ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%. Kata-kata kunci: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI  ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.392 m, dan heave vertical request level (RL) 0.351 m. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%.  Keywords: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI
Studi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil fraksinasi pada slurry overflow mill cyclone PT Kasongan Bumi Kencana Nadya Yessica; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8732

Abstract

Dalam pengusahaan pertambangan tahap produksi, pengolahan dan pemurnian merupakan salah satu tahap teknis untuk memperoleh hasil tambangan yang optimal. Tahapan pengolahan dalam proses penambangan berperan penting dalam menentukan kelangsungan usaha pertambangan. Unit pengolahan sangat penting dalam pengolahan emas karena unit pengolahan ini merupakan salah satu penentu dari kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Pengolahan emas yang dilakukan adalah proses pengecilan material dengan peremukan sesuai dengan ukuran yang diinginkan untuk masuk ke tahap selanjutnya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan persentase ukuran untuk mencapai ukuran produk 80% dari hasil pengambilan sampel pada feed SAG mill, mill discharge, underflow dan overflow produk 80% 75 Micron. Ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil fraksinasi overflow mill cyclone diantaranya ukuran umpan, berat padatan slurry dan tekanan pada cyclone. Dari hasil perhitungan P80 didapatkan nilai rata-rata dari feed SAG mill, mill discharge, underflow dan overflow yaitu, 9,85 mm, 358,16 µm, 439,15 µm, dan 87,62 µm.