Marselinus Untung Dwiatmoko
Program Studi Rekayasa Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis pengaruh air asam tambang sekitar Disposal UCW di PT Jorong Barutama Greston M. Advan Kamarullah; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6434

Abstract

Disposal UCW pada PT JBG sejak awal penimbunan belum melakukan pemisahan antara material PAF dan NAF. Persoalan lingkungan yang ditimbulkan karena pengaruh AAT baik selama kegiatan penambangan maupun pasca penambangan adalah menurunnya kualitas air tanah jika dialirkan ke sungai, hal ini akan berdampak kepada masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai. Maka dari itu diperlukan adanya analisis pengaruh AAT, pemetaan sebaran pola aliran AAT dan pengujian kualitas air.Dalam penelitian ini, sampling dilakukan pada 24 titik lindian di Disposal UCW dan sekitarnya yang selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui baku mutu air, dan mengkorelasikan hasil pengujian sesuai dengan Pergub Kalsel No. 036 Tahun 2008.Karakteristik AAT di Disposal UCW ditunjukkan oleh empat parameter, dimana pH rendah (2,5-3,7), konsentrasi logam Fe secara umum cukup rendah dan konsentrasi logam Mn secara umum tinggi serta tingkat kekeruhan atau TSS secara umum rendah. Berdasarkan penelitian dan evaluasi keadaan di Disposal UCW, perlu dilakukan penanganan pengolahan AAT, yakni pembuatan Open Limestone Channel yang dibuat di tiga area. Di sisi utara disposal, dengan panjang 100 m, lebar 4 m, tinggi 1 m, dan kemiringan 27o. Kemudian di sisi barat dan selatan disposal dengan panjang 50 m, lebar 4 m, tinggi 1 m, dan kemiringan 27o.
Analisis kebutuhan bulldozer pada aktivitas slippery Pit 1 Blok 24 PT Senamas Energindo Mineral M. Thoriq Bagoes Saifuddin; Riswan Riswan; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i2.6440

Abstract

Salah satu hambatan kerja pada tambang terbuka adalah hujan. Slippery dilakukan untuk menangani kondisi jalan yang licin dan menghindari kecelakaan. Pengoptimalan alat support dalam meminimalkan waktu slippery dapat meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penanganan slippery jalan angkut dan kendala-kendala yang terjadi, menganalisis durasi dan kemampuan optimal bulldozer sehingga durasi slippery menyesuaikan target. Data yang diperlukan yaitu cycle time bulldozer, luas area jalan angkut, target durasi slippery, spesifikasi alat ,dan breakdown bulldozer. Perhitungan produktivitas bulldozer menggunakan Microsoft office excel dan luas area menggunakan Surpac. Bulldozer melakukan scrub material permukaan jalan yang licin. Kendala yang terjadi adalah bulldozer yang tersedia sering breakdown. Durasi (dalam jam) bulldozer dalam kegiatan slippery untuk menghasilkan jarak dorong (dalam m) 30, 40, dan 50 antara lain tipe D8R yaitu 1,4, 1,32, dan 1,45; tipe D85ESS yaitu 1,46, 1,34 dan 1,35; tipe TD20M yaitu 2,08, 1,81, dan 1,67. Pengoptimalan jumlah bulldozer (dalam unit) dan durasinya (dalam jam) pada jarak dorong 40 m yaitu 1 D8R: 1,34, 1 D85ESS: 1,34, 1 TD20M: 1,79, 2 D85ESS: 0,67, 2 TD20M: 0,89, 1 D8R dan 1 D85 ESS: 0,67, 1 D8R dan 1 TD20M: 0,77, dan 1 D85ESS dan 1 TD20M: 0,77 jam.
Penjadwalan rencana penambangan batubara pada Pit 1 Blok 24 PT Senamas Energindo Mineral Site Jaweten Martinus Putra Pratama Sinaga; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i3.7502

Abstract

Pada perusahaan PT Senamas Energindo Mineral memiliki wilayah izin penambangan seluas 2000 Ha. Setelah dilakukannya pemboran eksplorasi ditemukan adanya endapan batubara yang cukup potensial untuk ditambang. Dengan penemuan cadangan baru ini perlu dilakukan perencanaan untuk membuat pit, pit tersebut diberi nama Pit 1. Sehingga perlu dilanjutkan dengan tahapan penambangannya dan belum ada yang membuat penjadwalan penambangannya. Berdasarkan hal tersebut, melatarbelakangi saya melakukan pengamatan dan penelitian ini. Penjadwalan penambangan dibuat dengan menggunakan software Minescape.  Batas penambangan, cadangan   tertambang, dan volume overburden ditentukan oleh nilai Stripping Ratio (SR) dari perusaahaan yaitu SR  6. Penjadwalan dilakukan dengan cara membagi daerah pit limit penambangan menjadi block-block dengan ukuran 75 x 75 meter. Pembagian block tersebut bertujuan untuk mempermudah sequence atau pushback pengupasan overburden dan sequence produksi batubara. Perhitungan volume menggunakan software Minescape. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi minimum 100.000 ton/bulan. Hasil penelitian dari penjadwalan penambangan pit 1 block 24 didapatkan penjadwalan penambangan yaitu dengan kurun waktu 43 bulan yang mana memiliki SR terendah 1.72 pada bulan September 2017 dan SR tertinggi 36.65 pada bulan April 2021.
Studi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil fraksinasi pada slurry overflow mill cyclone PT Kasongan Bumi Kencana Nadya Yessica; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8732

Abstract

Dalam pengusahaan pertambangan tahap produksi, pengolahan dan pemurnian merupakan salah satu tahap teknis untuk memperoleh hasil tambangan yang optimal. Tahapan pengolahan dalam proses penambangan berperan penting dalam menentukan kelangsungan usaha pertambangan. Unit pengolahan sangat penting dalam pengolahan emas karena unit pengolahan ini merupakan salah satu penentu dari kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Pengolahan emas yang dilakukan adalah proses pengecilan material dengan peremukan sesuai dengan ukuran yang diinginkan untuk masuk ke tahap selanjutnya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan persentase ukuran untuk mencapai ukuran produk 80% dari hasil pengambilan sampel pada feed SAG mill, mill discharge, underflow dan overflow produk 80% 75 Micron. Ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil fraksinasi overflow mill cyclone diantaranya ukuran umpan, berat padatan slurry dan tekanan pada cyclone. Dari hasil perhitungan P80 didapatkan nilai rata-rata dari feed SAG mill, mill discharge, underflow dan overflow yaitu, 9,85 mm, 358,16 µm, 439,15 µm, dan 87,62 µm.
Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi Jhon Andrean Paul YC Raban; Adip Mustofa; Marselinus Untung Dwiatmoko
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8724

Abstract

Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit. Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara. Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur. Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test). Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%., Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%). Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3). Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310). Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa. Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.
Kajian akurasi drone menggunakan ground control point pada Seam C Pit Cendana Selatan PT Hasnur Riung Sinergi Aldina Renata; Marselinus Untung Dwiatmoko; Muhammad Zaini Arief
Jurnal Himasapta Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i2.9609

Abstract

PT Hasnur Riung Sinergi menggunakan teknologi drone dalam melakukan kegiatan survey dan pemetaan pada area tambang.  Namun, belum diketahui seberapa akurat tingkat akurasi yang didapatkan dari proses foto udara menjadikan latar belakang dilakukan penelitian. Penilitian menggunakan software Pix4dmapper untuk memproses orthophoto yang diambil menggunakan Drone DJI Mavic 2 Pro dan untuk perhitungan volume area yang berubah menggunakan software surpac. Data pembanding yang digunakan untuk meneliti tingkat akurasi orthophoto adalah data total station. Penelitian menggunakan titik GCP (ground control point) yang berbeda-beda dengan ketinggian yang sama. Ketelitian yang dihasilkan pun berbeda-beda, dengan nilai deviasi terkecil yaitu sebesar titik koordinat x=1,5 meter y= 1,7 meter dan z =0,6 meter. Dengan deviasi volume terkecil yaitu 82,75 bcm dan deviasi volume terbesar yaitu 35.029,75 bcm. Faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada titik koordinat adalah ketinggian terbang drone dalam pengambilan foto, hardware Pc yang digunakan, pemrosesan point cloud, ukuran GCP (ground control point) yang cukup kecil dan pemilihan titik GCP (ground control point) pada saat pembuatan orthophoto. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi pada perhitungan volume adalah adanya deviasi koordinat x,y,z antara hasil orthophoto dan total station serta disrtibusi sebaran GCP (ground control point).