Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna Desa Sukogidri Luh Putu Indah Budyawati; Khutobah Khutobah; Indah Rohmatuz Zahro; Vanessa Jovanka Geraldhyne
Warta Pengabdian Vol 15 No 1 (2021): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v15i1.18629

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini secara umum untuk (1) Meningkatkan pemahaman guru-guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna terkait penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013, (2) Dihasilkannya beberapa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 dengan beberapa tema yang digunakan di lembaga PAUD, (3) Terpublikasinya hasil program pengabdian masyarakat di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna. Guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna masih belum memahami bagaimana menentukan tujuan pembelajaran dan intikator pencapaian anak ke dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013. Dalam mengalami masalah yang dialami oleh guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna, solusi yang ditawarkan adalah dengan melaksanakan sebuah workshop untuk peningkatan pemahaman guru terkait penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013. Langkah yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah dengan cara kepala sekolah mendata guru di sekitar wilayah Sukogidri yang berminat mengikuti workshop. Setelah mendata guru, kegiatan yang dilakukan adalah menyusun materi yang akan disampaikan saat workshop. Kemudian peneliti merancang jadwal pelaksanaan workshop. Ketika jadwal pelaksanaan workshop telah ditetapkan peneliti bisa memulai kegiatan pendampingan tersebut yang dihadiri oleh guru di wilayah desa Sukogidri. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah pendampingan dan pelatihan pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 yang sesuai dengan konsep kurikulum 2013.
Eksplorasi Konsep dan Karakteristik Kecerdasan Anak Usia Dini pada Konteks Sosial-Budaya Masyarakat Jember Senny Weyara Dienda Saputri; Laily Nur Aisiyah; Nanik Yuliati; Luh Putu Indah Budyawati; Indah Rohmatuz Zahro; Muhammad Haidlor
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.24 KB) | DOI: 10.29062/seling.v7i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep kecerdasan jamak anak usia dini berbasis sosio-kultural masyarakat Jember, sebagai dasar untuk pengembangan kemampuan-kemampuan yang dihargai oleh lingkungan masyarakat tersebut melalui pendidikan. Metode fenomenologi dengan teknik wawancara semi-terstruktur digunakan untuk menggali dari 12 orang informan yang tersebar di wilayah Selatan (komunitas Jawa), Utara (komunitas Madura) dan tengah (komunitas Pandhalungan) Kabupaten Jember. Hal-hal kunci yang diperoleh adalah bahwa (1) kecerdasan dimaknai dalam konteks kemampuan-kemampuan terapan yang terdiri dari tiga ranah yakni kognitif, psikomotor dan afektif; (2) bentuk-bentuk kemampuan yang dihargai terutama adalah sikap dan perilaku yang sopan santun serta menurut pada orangtua dan guru, kemampuan mengaji, kemampuan kerja dan kemampuan berpretasi di sekolah; (3) terdapat perbedaan penekanan tentang kemampuan-kemampuan yang dianggap penting sesuai tahap usia anak. Pada anak bayi dan batita , kemampuan yang diharapkan cenderung pada ranah kemampuan fisik seperti duduk, berjalan dan bicara, sedangkan untuk anak prasekolah cenderung pada ranah kemampuan sosial-emosi terutama kemandirian dan kedisiplinan, serta mulai belajar agama (mengaji). Pada masa sekolah dasar, penekanan diarahkan pada karakter yang baik dan sesuai nilai moral-agama, sedangkan masa remaja dan dewasa mengarah pada keterampilan bekerja agar menjadi orang sukses yang berpenghasilan layak dan memiliki kemampuan melebihi orangtuanya. Temuan-temuan ini mencerminkan karakteristik kecerdasan yang sejalan dengan karakteristik sosio-historis masyarakat pendatang yang cenderung pragmatis serta kuatnya pengaruh agama (Islam).
Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Terhadap Kompetensi Profesional Guru dalam Melaksanakan Supervisi Akademik di TK Plus Al-Hujjah Tahun Ajaran 2022/2023 Deniesya Fiyanda Wardhanie; Luh Putu Indah Budyawati; Indah Rohmatuz Zahro
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1433

Abstract

Sebagai seorang supervisor, kepala sekolah berperan pada upaya membantu mengembangkan profesionalitas pengajar serta tenaga kependidikan lainnya. Kompetensi profesional ialah kemampuan seorang pengajar pada menguasai materi ajar yang luas serta mendalam, yang memungkinkan untuk membimbing siswa. Supervisi akademik merupakan aktivitas bantuan atau upaya meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru untuk proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin dicapai untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai supervisor terhadap kompetensi professional guru dalam melaksanakan supervisi akademik di TK Plus Al Hujjah Tahun Ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi ini mengobservasi kepala sekolah dan guru di TK Plus Al Hujjah, Wawancara yakni dilakukan secara langsung bersama kepala sekolah dan guru di TK Plus Al Hujjah, Dokumentasi yaitu profil sekolah di TK Plus Al Hujjah, profil sekolah, profil guru, silabus, rpph, rppm, dan data-data yang berhubungan. Hasil penelitian bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor sebagai berikut yaitu sebagai koordinator, konsultan, pemimpin kelompok, dan evaluator peran kepala sekolah sebagai supervisor menunjukkan bahwa berjalan sesuai dengan tugasnya. Namun terdapat kekurangan dalam kegiatan supervisi akademik salah satunya kendala yang dialami yaitu seperti belum menyiapkan silabus, rppm dan rpph.
Perspektif Islam (Pendapat Ali Bin Abi Thalib) Tentang Pendidikan Anak Citra Faridatul Nur Ilmiah; Maulidyah Zahra Galuh Pramesti; Indah Rohmatuz Zahro
JECER (journal Of Early Childhood Education And Research) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jecer.v4i2.44663

Abstract

Ali Bin Abi Thalib memiliki perspektif mengenai pendidikan anak menurut Islam yang mana pada usia 0-7 tahun hendaknya diberlakukan sebagaimana seorang raja. Karena hal tersebut, penelitian ini bertujuan melihat kesesuaian perspektif Ali Bin Abi Thalib dengan tahap dan kebutuhan anak sesuai dengan perspektif yang lain. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau kajian literatur. Literatur yang digunakan mulai dari buku, jurnal, artikel, dan porseding. Literatur yang telah ditelaah kemudian disusun sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dilihat. Hasil dari kajian literatur yang dilakukan menunjukkan bahwsanya Perspektif Ali Bin Abi Thalib mengenai pendidikan anak dalam Islam sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh ahli, salah satunya Jean Piaget. Masa pertumbuhan anak menjadikan awal yang menentukan bagaimana seorang individu anak nantinya akan tumbuh dewasa, mulai dari fisik, psikis, dan karakter. Pemahaman menurut Ali Bin Abi Thalib yang mengarahkan mendidikan anak pada usia 0-7 tahun sebagaimana seorang raja menjadikan benar adanya dengan didukung literatur-literatur yang ada. Bahwasanya, pada usia tersebut adalah masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang begitu cepat sehingga membutuhkan pemberian pendidikan yang mengayomi, melayani, dan sesuai kebutuhan sebagaimana seorang raja diperlakukan.
PENGENALAN KONSEP THAHARAH DAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA DINI UNTUK MENDUKUNG GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Indah Rohmatuz Zahro; Yuli Tri Andini
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11858

Abstract

Preschool or early childhood is a crucial time for instilling a clean and independent lifestyle in children. Early childhood requires stimulation in every aspect of their development, not only in literacy and numeracy, but also in the formation of independent character and habits of maintaining personal hygiene. In Islamic teachings, thaharah (purification) and toilet training are important parts in developing clean living behavior and responsibility for personal hygiene. Both concepts are also relevant to the implementation of the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement, particularly in the habit of clean and healthy living. This study aims to describe the introduction of the concepts of thaharah and toilet training in early childhood in support of the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement. The study used a descriptive qualitative method conducted at Roudlatul Ulum Kindergarten. Data were obtained through observation and interviews with the principal and teachers. The results showed that the introduction of the concepts of thaharah and toilet training was carried out through daily habits, the use of interesting learning media, and collaboration between teachers and parents. Children aged 5–6 years begin to be able to recognize their body condition, communicate the need to go to the toilet, and take responsibility for personal hygiene according to Islamic teachings. This activity supports the formation of independent character, discipline, and clean living behavior that is in line with the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement. ABSTRAK Pada masa prasekolah atau usia dini merupakan masa yang sangat krusial untuk menanamkan hidup bersih dan kemandirian pada anak. Anak usia dini memerlukan stimulasi dalam setiap aspek perkembangannya, tidak hanya pada aspek literasi dan numerasi, tetapi juga pembentukan karakter kemandirian dan kebiasaan menjaga kebersihan diri. Dalam ajaran Islam, thaharah (bersuci) dan toilet training merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan tanggung jawab terhadap kebersihan diri. Kedua konsep tersebut juga relevan dengan pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam pembiasaan hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengenalan konsep thaharah dan toilet training pada anak usia dini dalam mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Roudlatul Ulum. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan konsep thaharah dan toilet training dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Anak usia 5–6 tahun mulai mampu mengenali kondisi tubuhnya, menyampaikan kebutuhan ke toilet, serta bertanggung jawab terhadap kebersihan diri sesuai ajaran Islam. Kegiatan ini mendukung pembentukan karakter mandiri, disiplin, dan perilaku hidup bersih yang sejalan dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.