Muhammad Aslam
Prodi. Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Nusa Cendana Kupang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konstruksi Makna Literasi Informasi Kesehatan Menurut Penyintas Covid-19 di Kota Kupang Petrus Ana Andung; Muhammad Aslam; Christian J. Balalembang
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v11i2.7021

Abstract

Wabah virus Covid-19 di awal tahun 2020 mengguncang dunia ketika menginfeksi hampir setiap negara di dunia. WHO telah menyatakan per Januari 2020, dunia telah memasuki keadaan darurat global terkait virus corona. Indonesia sendiri mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Dari data yang diperoleh, terlihat jumlah suspect di Kota Kupang pada awal tahun 2021 terus meningkat. Dari data yang dirilis Pemprov NTT, terlihat jumlah suspect per 21 Februari 2021 sebanyak 350 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi pemaknaan informasi kesehatan bagi penyintas Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang sebagai penyintas Covid-19 yang terpapar sejak tahun 2020 hingga 2021. Analisis data dilakukan memakai teknik enam langkah versi Creswell. Hasil penelitian menemukan bahwa informasi kesehatan menurut perspektif penyintas Covid-19 berguna sebagai referensi dalam mengedukasi diri terkait Covid-19, membantu mengubah pola pikir yang salah tentang Covid-19, dan sebagai referensi dalam turut menyebarkan informasi yang positif kepada orang lain.
MEMBANGUN PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK : (Studi Etnografi Virtual pada Akun Tiktok @trimarissadillak) Frincel Caturyandany Taunu; Muhammad Aslam; Abner P.R. Sanga; Danang Novika Ruswantara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.807

Abstract

Penelitian ini bermula dari personal branding yang sangat penting bagi seseorang konten kreator di media sosial terkhususnya pada media sosial TikTok @trimarissadillak. Teori yang digunakan adalah teori authentic personal branding oleh Hubert K. Rampersad. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual dan objek penelitian adalah personal branding Marissa Dillak pada akun TikToknya @trimarissadillak. Teknik pengumpulan data adalah observasi virtual, wawncara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada akun TikTok @trimarissadillak menggunakan pola komunikasi virtual di media sosial TikTok yaitu: pola komunikasi asinkron, berpartisipasi dalam tren, interaksi melalui komentar, komunikasi satu ke banyak, dan penggunaan hashtag. Personal branding Marissa Dillak dengan karakter aslinya, serta proses membangun personal branding dengan beberapa tahapan yaitu: menetapkan dan merumuskan ambisi pribadi, menetapkan dan merumuskan merek pribadi, rumuskan personal balanced scorecard (PBSC), dan menerapkan dan mengembangkan ambisi pribadi, merek pribadi, dan personal balanced scorecard.
Membaca pesan transendental melalui komunikasi ritual wiaha manu Yermia Djefri Manafe; Monika Wutun; Muhammad Aslam
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43585

Abstract

Abstract This study explores and analyzes communication practices within the Wiaha Manu ritual of the indigenous Kodi community in Southwest Sumba Regency. This sacred ritual bridges the interaction between humans and their ancestors (Marapu) through a unique medium: chicken intestines. Using a qualitative approach and the ethnography of communication method, the study examines the ritual's communicative structure through Dell Hymes's SPEAKING model framework. Data were collected through participatory field observation, in-depth interviews with Ratos (traditional leaders), and analysis of documents related to Sumbanese cosmology. Findings reveal the Wiaha Manu ritual to be a complex transcendental communication system in which the Rato plays a central role as a symbolic mediator with sole interpretive authority. Analysis using the SPEAKING model reveals that the effectiveness of this ritual communication depends heavily on the strict sequence of actions, the solemn sacred tone and the use of the chicken's body as a 'biological text', which is translated into social instructions. Conceptually, this ritual transcends the spiritual dimension, serving as a strategic means of constructing collective meaning, strengthening social cohesion through customary consensus and preserving the cultural identity of the Kodi community in the face of changing times. This study concludes that the Wiaha Manu ritual is a form of communication that perpetuates traditional values while legitimising social power structures within indigenous Sumbanese society. Keywords: communication; ethnography; wiaha manu; kodi society; transcendental communication; speaking model. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis praktik-praktik komunikasi dalam ritual Wiaha Manu di kalangan masyarakat adat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Ritual ini merupakan peristiwa komunikasi sakral yang menjembatani interaksi antara manusia dengan leluhur (Marapu) melalui media unik berupa usus ayam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi, penelitian ini membedah struktur komunikatif ritual tersebut secara komprehensif melalui kerangka model SPEAKING karya Dell Hymes. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif di lapangan, wawancara mendalam dengan para Rato (pemimpin tradisional), serta analisis dokumen terkait kosmologi masyarakat Sumba. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ritual Wiaha Manu bermanifestasi sebagai sebuah sistem komunikasi transendental yang kompleks, di mana Rato memegang peran sentral sebagai mediator simbolis yang memiliki otoritas interpretatif tunggal. Analisis melalui model SPEAKING mengungkapkan bahwa efektivitas dan keberhasilan komunikasi ritual ini sangat bergantung pada rigiditas urutan tindakan yang ketat (act sequence), nada suci yang khidmat dan megah (key), serta penggunaan organ fisik ayam sebagai “teks biologis” (instrumentalities) yang kemudian diterjemahkan menjadi instruksi sosial yang mengikat. Secara konseptual, ritual ini berfungsi melampaui dimensi spiritual; ia berperan sebagai sarana strategis untuk mengonstruksi makna kolektif, memperkuat kohesi sosial melalui konsensus adat, dan melestarikan identitas budaya komunitas Kodi di tengah arus perubahan zaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Wiaha Manu adalah institusi komunikasi yang mereproduksi nilai-nilai tradisional sekaligus melegitimasi struktur kekuasaan sosial dalam masyarakat adat Sumba. Kata-kata kunci: Etnografi komunikasi; wiaha manu; masyarakat kodi; komunikasi transendental; model speaking.