Claim Missing Document
Check
Articles

Media Rakyat sebagai Media Komunikasi Pembangunan Masyarakat Suku Boti Andung, Petrus Ana; Nope, Hotlif Arkilaus
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.662 KB) | DOI: 10.24002/jik.v14i2.870

Abstract

The Boti tribe in NTT Province prefers to use bonet as a traditional media to deliver development messages. This paper aims to describe the communication pattern as well as meaning construction of bonet as a traditional media of Boti community. This study is a qualitative research using in-depth interviews and participant observation techniques. The results show that bonet is a traditional media, where there is dialogical communication among participants. The Boti people consider bonet as sacred ceremony. Decisions in bonet are considered as a representation of people’s decision. Bonet for the Boti tribe has religious, kinship/friendship, and reconciliation meanings.
The Effect of Exposure to Positive Indonesian National Army News on Covid-19 in Online Media on the Attitudes of the People of Bajawa City Silvinus Wou; Petrus Ana Andung; Fitri Titi Meilawati
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 2 No. 2 (2021): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Institut Bisnis dan Komunikasi LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103002220211

Abstract

One of the news that has caught the attention of the Indonesian people since 2019 until now is the news about Covid-19. The purpose of this study was to analyze the effect of exposure to 41 TNI reports that were positive for Covid-19 in online media on people's attitudes in Bajawa City. The approach in this research is quantitative with a survey method. The sampling technique used is the purposive sampling technique and the sample obtained is 100 people. The theory used in this research is the Agenda setting theory. The study results found that there was an influence between news exposure of 41 soldiers with positive Covid-19 in online media towards people's attitudes in Bajawa City. This is evidenced by the presence of some respondents who are more afraid of news of death due to Covid-19 and do not understand how to prevent Covid-19.
Akomodasi Komunikasi pada Mahasiswa Beda Budaya di Kota Kupang Petrus Ana Andung; Ferly Tanggu Hana; Antonia Bara Benge Tani
Manajemen Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.244 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v4i1.23519

Abstract

Wawasan dan pemahaman multikultur belum mendapat perhatian serius dalam pendidikan tinggi. Bahkan, ketika mahasiswa baru memasuki pendidikan tinggi mereka tidak mendapat pelatihan khusus mengenai pengetahuan multikultur. Karena itu berbagai hasil penelitian baik di Indonesia maupun luar negeri memberikan data bahwa mahasiswa-mahasiswa luar daerah maupun asing cenderung mengalami berbagai kendala dalam hal adaptasi budaya. Karena itu, pilihan melakukan akomodasi komunikasi menjadi salah satu jawaban guna mengatasi kesenjangan komunikasi antar budaya. Salah satu kelompok mahasiswa di Universitas Nusa Cendana yang secara konsisten melakukan tindakan akomodasi komunikasi adalah mahasiswa etnis Manggarai. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengalaman akomodasi komunikasi mahasiswa etnis Manggarai dengan mahasiswa tuan rumah di Universitas Nusa Cendana, dan memetakan pemaknaan mahasiswa Manggarai sebagai mahasiswa perantau di Kota Kupang. Guna membantu menjelaskan hasil penelitian, teori komunikasi yang dipakai adalah interaksi simbolik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengamatan. Data selanjutnya dianalisis menggunakan teknik enam langkah menurut Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa etnis Manggarai melakukan tindakan akomodasi komunikasi sebagai solusi mengatasi penolakan sosial mahasiswa tuan rumah. Bentuk akomodasi komunikasi yang dilakukan meliputi konvergensi komunikasi dimana mahasiswa etnis Manggarai menirukan perilaku komunikasi mahasiswa tuan rumah Kota Kupang guna memuluskan terjadinya integrasi sosial di antara mereka. Konvergensi komunikasi juga dilakukan dalam bentuk “menanggalkan” sementara jati diri dan identitas asli saat berinteraksi dengan mahasiswa tuan rumah. Hasil penelitian lainnya, mahasiswa etnis Manggarai mengonstruksi pemaknaan atas status mahasiswa perantau sebagai pejuang ilmu dan pembawa perubahan dalam masyarakat dan keluarga di kampung halaman.
Komunikasi Ritual Natoni Masyarakat Adat Boti Dalam di Nusa Tenggara Timur Petrus Ana Andung
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i1.67

Abstract

Suku Boti Dalam adalah suku tradisional yang tidak pernah berubah. Suku ini mewarisi cara nenek moyang mereka dalam berkomunikasi. Misalnya, suku menggunakan “natoni” sebagai media tradisional hampir di setiap upacara sakral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana cara suku itu melakukan ritual komunikasi melalui “natoni”. Tujuan lain adalah untuk mengidentifikasi fungsi menggunakan “natoni” dalam perspektif ritual komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Etnometodologi yaitu metode penelitian yang telah digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kerangka teoritis yang digunakan peneliti untuk memfokuskan masalah adalah menggunakan teori komunikasi ritual. Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa suku tersebut masihmenggunakan“natoni”sebagaimediakomunikasitradisionalmereka.Mediainidigunakan secara lisan dalam puisi tradisional hampir di setiap acara formal, meskipun memasukkan beberapa pesan, aktifitas melakukan natoni adalah refleksi dari komunikasi ritual. Dampaknya, seni tradisional tidak sekedar untuk mentransfer pesan melainkan untuk budaya berbagi, membuat asosiasi, dan hubungan dalam rangka untuk memiliki sebuah komunitas utuh.
Media Rakyat sebagai Media Komunikasi Pembangunan Masyarakat Suku Boti Petrus Ana Andung; Hotlif Arkilaus Nope
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.662 KB) | DOI: 10.24002/jik.v14i2.870

Abstract

The Boti tribe in NTT Province prefers to use bonet as a traditional media to deliver development messages. This paper aims to describe the communication pattern as well as meaning construction of bonet as a traditional media of Boti community. This study is a qualitative research using in-depth interviews and participant observation techniques. The results show that bonet is a traditional media, where there is dialogical communication among participants. The Boti people consider bonet as sacred ceremony. Decisions in bonet are considered as a representation of people’s decision. Bonet for the Boti tribe has religious, kinship/friendship, and reconciliation meanings.
KOMUNIKASI KORPORASI DALAM KAMPANYE DIGITAL PROGRAM QRIS LEMBAGA BANK INDONESIA NTT Hermina Surya; Petrus Ana Andung; Veki Edizon Tuhana
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas ARS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan Indonesia sebagai Largest Digital Economy dengan besarnya potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari Bank Sentral ikut mendorong perkembangan ekonomi digital ini dengan mengeluarkan suatu kebijakan mengenai sistem pembayaran menggunakan Quick Response (QR) Code yang selanjutnya disebut Quick Respon Indonesian Standard (QRIS).Dalam rangka menunjang pengoptimalisasian komunikasi lembaga, Bank Indonesia KPW NTT berupaya memanfaatkan ragam teknologi digital untuk memperkenalkan sistem pembayaran yang baru ini kepada masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan komunikasi korporasi lembaga Bank Indonesia KPW NTT melalui pemanfaatan media digital, serta bentuk-bentuk kampanye digital yang dilakukan oleh lembaga Bank Indonesia KPW NTTdalam memperkenalkan QRIS kepada masyarakat. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori new media. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan komunikasi korporasi yang dilakukan oleh lembaga Bank Indonesia KPW NTT mencakupi beberapa tahap, yaitu analisis data yang berbasis future oriented, melakukan pemetaan stakeholders, perencanaan pesan kampanye dan perencanaan metode kampanyeevaluasi. Bentuk-bentuk kampanye digital yang dilakukan adalah melalui berbagai media, seperti website resmi Bank Indonesia, channel Youtube BI KPW NTT, media sosial BI KPW NTT dan GenBI NTT, kampanye melalui webinar QRIS, pembuatan video iklan QRIS, dan kampanye melalui ajang perlombaan pembuatan video QRIS secara digital.
Pengalaman Masyarakat Adat Boti Dalam Memanfaatkan Media Rakyat Untuk Pembangunan Petrus Ana Andung; Hotlief Arkilaus Nope
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 20 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.795 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v20i1.41

Abstract

Bonet is one of local wisdoms of Boti tribe that is also used as a traditional communication media to deliver messages of development. This study was conducted to find out the experiences of Boti Tribe in using Bonet as a traditional medium of communication in order to stimulate and increase community participation in rural development. This study used a qualitative approach using the phenomenological method. The Boti government in collaboration with the King of Boti has consistently used Bonet as an alternative medium of communication to convey various messages about development. In addition, according to the real experience of Boti local government, Bonet is considered as a powerful media to increase community participation in rural development. Keywords: Local Wisdom, Bonet, Phenomenological, Participation in Development ABSTRAK Bonet merupakan salahsatu kearifan lokal masyarakat adat Boti yang dimanfaatkan sebagai saluran komunikasi tradisional guna menyampaikan pesan-pesan pembangunan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman masyarakat adat Boti dalam menggunakan bonet sebagai saluran komunikasi tradisional guna memacu serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Pemerintah Boti bekerjasama dengan Raja Boti, secara konsisten telah memanfaatkan Bonet sebagai media alternatif guna menyampaikan berbagai pesan pembangunan. Tidak hanya itu saja. Berdasarkan pengalaman nyata dari Pemerintah Desa Boti, penggunaan Bonet dianggap cukup ampuh memacu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kata kunci: Kearifan Lokal, Bonet, Fenomenologi, Partisipasi dalam Pembangunan
The Dynamics of Public Sphere in Social Media: Cybermedia Analysis Petrus Ana Andung; Maria Via Dolora Pabha Swan
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v6i1.825

Abstract

Social media use in Indonesian society has increased rapidly. One of the Facebook groups formed by the netizens of Nusa Tenggara Timur (NTT), who actively build virtual discussions, is the NTT Baru Facebook Group with 86,783 followers. This article aims to analyze the public sphere dynamics that occur in this Facebook group. This qualitative approach used cybermedia analysis methods. The results showed that the Facebook group was a forum for NTT netizens to virtually gather and freely discussing public service issues in NTT Province. The Group was a virtual public space for NTT netizens to demonstrate democratic practices to reflect civil society’s increasing control function. The Group’s existence was used as a political communication instrument in building social mobilization and as moral and political support for the governor and deputy governor of NTT, Viktor Laiskodat and Josef Nae Soi.
Posisi Media Televisi dalam Membangun Nilai-Nilai pada Masyarakat Perbatasan Petrus Ana Andung; Dian Wardiana Sjuchro; Aloysius Liliweri; Purwanti Hadisiwi
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 5 (2018): Juli 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5278.784 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i5.289

Abstract

The presence of television within the border communities of Indonesia-Timor Leste in Napan Village (Timor Tengah Utara District, East Nusa Tenggara Province) has many influences on their daily life. The high penetration of television in their daily life makes them to rely on television both regarding content (TV program) as well as technological (physical) aspects. This research aims to analyze the position of television in building the values in the daily life of the people of Napan Village. Using media ethnography method, this research found that television has a central position in this society. Widespread of Indonesia’s television broadcasting program in the border areas of Indonesia becomes one of the factors that can foster to the national pride of the Napan people. Besides, possessing a television becomes one of important determinants of comfort in household audience. Television for the people of Napan Village also has economic value as a tool to help running their business in the border area in Timor Leste. The high penetration of television has also made television programs as one of the topics in daily conversation. The television schedule has become a community schedule.
PELATIHAN PEMBUATAN WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEMBELAJARAN ONLINE BAGI GURU-GURU SEKOLAH TUNAS BANGSA KUPANG Petrus Ana Andung; Yermia Djefri Manafe; Yohanes K.N. Liliwery; Mariana A.N. Letuna; Silvania S.E. Mandaru; Maria Yulita Nara; Muhammad Aslam; Emanuael S. Leuape
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v5i2.1103

Abstract

The results of need assessment and situation analysis found that the teachers of the Tunas Bangsa Christian Community School Kupang had limited knowledge and skills in using Weblogs as an alternative media for online-based learning. Therefore, the purpose of community service activities was to increase the knowledge and skills of the teachers on how to create and use weblogs for online learning. The PKM method used training and also mentoring. The results of this activity indicated an increased understanding of the teachers of the school regarding the importance of using the WordPress media platform as an alternative learning media to support online learning. This was indicated by an increase in teacher knowledge based on the results of the comparison of participants' reflection scores before and after the training. In addition, teachers also experienced an increase in knowledge and skills in creating or designing WordPress as a teacher's personal website in order to publish various articles, assignments, materials, and others related to learning at school
Co-Authors Abner P. R. Sanga Ali, Mohd Nor Shahizan Anisyah Melani Sabrina Antonia Bara Benge Tani Antonia Bara Benge Tani Aslam, Muhammad Azizah, Lulu Ayu Beka, Yunias Lopes Brian Sino, Leonardo Carolin Mboeik Christian J. Balalembang Clarisha Windrati Suseno Dian Wardiana Sjuchro Dinda Lisna Amilia Doko, Meryana Micselen Dupe, Frengky Emanuael S. Leuape Emanuel S. Leuape Emanuel Sowe Leuape Epifanius Putra Oro Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Fitri Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fransisca Monica Riberu Hany Petronela Adriana La’azar Harry Harry Henny L.L Lada Herman E. Seran Herman Elfridus Seran Hermina Surya I Gusti A R Pietriani Islamiyah, Diah Juan A. Nafie Juan Ardiles Nafie Juan Ardiles Nafie Juvanty Godelva Tunliu Kabnani, George Paulus Kalvein Rantelobo Killa, William Gilbert Konradus, Blajan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati La’azar, Hany Petronela Adriana Leonard Lobo Letuna, Mariana A. N. Leuape, Emanuel Sowe Levis, Leta Rafael Liliweri, Aloysius Liufeto, Yaveth Y. Mandolang, Wesley Maria Eka Bonita Putri Maria V. D. P. Swan Maria V.D.P Swan Maria Y. Nara Maria Yulita Nara Mariana A. Noya Letuna Mariana A.N. Letuna Meilawati, Fitria Titi Mesah, Aditya I.P. Messakh, Jokobis Johanis Monas, Paru Paulus Monika Wutun Mufid Salim Muhammad Aslam Nafie, Juan A. Nafie, Juan Ardiles Nara, Maria Yulita Ngaddi, Wulan Triyeni Nof Andjela Hawali Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Pietriani, I Gusti Ayu Rina Purwanti Hadisiwi Quidora Ledo Soera Ratih Melisa Kapitan Rihi Tugu, Putri Azalia Rihi Tugu, Putri Azalia Riwu Tadu, Simson Roky Konstantin Ara Rustono Farady Marta Sebastianus V. Fouk Runa Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania Mandaru Silvania S.E. Mandaru Silvinus Wou Soepeni R A H Dikky Sowe Leuape, Emanuel Suki, Melfri Swan, Maria Via Dolorosa Pabha Taga Doko, Hanna Taka, Elvira Leonita Tuhana, Veki Edizon Uding, Ermenilda Putri Yermia Djefri Manafe Yoan E. Nahak Yohanes K.N. Liliweri Yohanes K.N. Liliwery Yunias Lopes Beka