Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PASIR PANTAI SIPELOT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT 0/5 CAMPURAN HOT ROLLED SHEET – WEARING COURSE (HRS-WC) Galang Setiyo; aditama, vega; Bambang Wedyantadji
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3143

Abstract

Pemerataan pembangunan infrastruktur terus mengalami pertumbuhan tidak hanya di Pulau Jawa saja tetapi diseluruh wilayah Indonesia, khususnya pada pembangunan jalan raya. membutuhkan bahan alternatif sumber alam lainnya agar selalu memenuhi kebutuhan dalam pembangunan jalan raya. Pasir Pantai dapat mempengaruhi nilai parameter karakteristik Marshall Test. oleh karena itu penelitian ini diharapkan menghasilkan campuran perkerasan HRS-WC yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang pada Februari hingga Mei 2020. Pada penelitian ini menggunakan variasi kadar Pasir Pantai Sipelot 25%, 50%, 75%, 100%, untuk mencari persentase yang optimum, ditinjau dari nilai karakteristik Marshall. Berdasarkan hasil pengujian pasir pantai Sipelot sebagai pengganti agregat 0/5 pada campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan variasi pasir pantai 25%, 50%, 75% dan 100% mempengaruhi nilai karakteristik Marshall. Pengujian hipotesis untuk Stabilitas, VIM, VMA, MQ dan VFA didapatkan Fhitung>Ftabel dan dapat dinyatakan adanya pengaruh yang signifikan dengan penambahan variasi pasir pantai, sedangkan untuk flow tidak ada pengaruh yang signifikan. Persentase optimum penggunaan pasir pantai diperoleh pada variasi 37,63% dengan nilai stabilitas 1178,93 Kg, flow 3,53 mm, VIM 4,88%, VMA 19,78%, VFA 75,34%, dan Marshall Quetient 335,20 Kg/mm.
Kajian Konstruksi Bangunan dalam Upaya Pengembangan Desa Wisata Kepung Budaya Desa Watulimo Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek aditama, vega; Bambang Wedyantadji; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3170

Abstract

Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo , Kabupaten Trenggalek telah menjadi tempat untuk perencanaan desa wisata Kepung Budaya. Dengan adanya masterplen arsitektural yang telah disusun, diharapkan adanya kajian tentang struktur bangunan sehingga selain indah tapi juga memiliki kekuatan agar tahan terhadap gempa. Analisa kekuatan struktur bangunan memakai analisa secara numerik dengan menggunakan Staad Pro Connect Edition dengan memakai bahan kayu sebagai elemen utama struktur. Dari hasil perbandingan tegangan akibat tekan den geser diatas maka di dapatkan struktur kayu yang dipakai dengan memakai ukuran dan jenis yang direncanakan kuat menahan beban – beban yang direncanakan. Sosialisasi tentang pemakaian struktur kayu pada bangunan desa wisata kepung budaya telah dilaksanakan dengan melibatkan pemerintahan desa.
Deteksi Jarak Jauh Keruntuhan Beton Bertulang Berbasis Arduino aditama, vega; Wedyantadji, Bambang
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3171

Abstract

Kegagalan pada struktur bangunan beton bertulang baik kolom, balok maupun pelat lantai merupakan kejadian yang harus dihindari. Keruntuhan suatu bangunan beton bertulang bisa dideteksi lebih awal dengan mengetahui dengan adanya retakan pada struktur beton. Desain keruntuhan beton bertulang ada 3 , antara lain : keruntuhan tekan (overreinforce), keruntuhan tarik (underreinforce) dan balance. Pentingnya mengukur ragangan untuk tulangan tarik dan regangan tekan pada beton adalah untuk mengindikasikan kegagalan struktur yang terjadi. Regangan beton maksimum untuk beton normal adalah 0,003 – 0,0035. Sensor Arduino yang dipakai untuk mendeteksi regangan suatu material adalah Strain Gauge GBF350-3AA. Dengan menggunakan alat Strain Meter untuk mendeteksi kegagalan struktur akibat regangan tulangan longitudinal maka akan dipastikan beton mengalami retakan secara struktural saat regangan berada pada saat tegangan leleh berakhir pada nilai 0,04%. Dengan demikian strainmeter dengan rangkaian modul arduino bisa mendeteksi kegagalan pada beton bertulang.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PENGERAS BETON SUPERFLUID NAPTHALENE TERHADAP KEKUATAN BETON Beda Wutun, Stephanus; aditama, vega; Wedyantadji, Bambang
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4195

Abstract

Beton merupakan campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, semen, air maupun dengan atau tanpa bahan tambahan yang dicampurkan menjadi satu bagian. Beton sering dipakai secara luas sebagai bahan utama bangunan. Dengan kebutuhan yang sangat pesat dan beraneka ragan maka dibutuhkan bahan tambahan (Admixture). Bahan tambahan yang digunakan bisu juga berasal dari produk sisa dari bahan – bahan yang ada digunakan untuk keperluan tertentu contohnya adalah Superfluid Naphthalene -fc yang berasal dari tar batu bara yang dapat digunakan sebagai bahan mempercepat pengerasan beton.Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Superfluid Naphthalene -fc pada beton dengan kondisi normal dan beton yang ditambahkan Superfluid Naphthalene –fc pada beton dengan mutu rencana 20 Mpa, maka ditentukan kadar Superfluid Naphthalene -fc yang digunakan sebesar 0%, 0.1%, 0.4%, 0.7% dan 1% dari berat semen yang direncanakan. Adanya pengaruh signifikan dari penambahan Superfluid Naphthalene –fc pada pengujian kuat tekan beton yang dihasilkan dapat dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dan analisa regresi, dimana thitung > ttabel atau 31.958 > 3,182 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 94.79% perubahan nilai kuat tekan beton dipengaruhi prosentase Superfluid Naphthalene –fc, kemudian nilai koefesien korelasi (R) atau tingkat hubungan yang sangat kuat sebesar 0,9739.
The Influence Of The Location Of Concrete Joints And Longitudinal Reinforcement On T-Beams At A Distance Of A Quarter Of The Span Aditama, Vega
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/q10rdf81

Abstract

The purpose of this study is to compare continuous beams (CB) with beams with concrete and reinforcement joints spaced at 1/4 span to analyze the flexural and shear behavior of reinforced concrete T-beams.  The bending moment, shear strength, and strain on each beam are measured experimentally as part of the procedures.  The test findings demonstrate that the T-beam with no joints has a larger flexural capacity, with a maximum bending moment of 28905926.28 Nmm and beginning cracking at a weight of 1543.08 kg. 
Vibration Modeling and Simulation of Braced and Unbraced Steel Structure Ratri Andinisari; Ester Priskasari; Vega Aditama; Bambang Wedyantaji; Rendy Adam Anggriawan
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.2.1.2023.1-6

Abstract

Repeated dynamic loads on multiple stories structure may cause damage in the midst of natural disaster, such as earthquakes and landslides, hence it is necessary to observe how the response occurs. Therefore, this paper studies the performance of two-story steel frame without braces and with inverted V concentric braces. Both frames were given a static and a dynamic load in the form of a sinusoidal load for 2 seconds in the form of forced harmonic vibration. After the dynamic load is turned off, harmonic free vibration applies. Vibration is given to the weakest orthogonal axis on the frame with a frequency of 0,5 Hz; 1,03 Hz; 1.7 Hz. To reduce the deviation between stories that occur due to dynamic loads, bracing is provided as a stiffening element. The test variations are called models 1, 2 and 3 with model 1 unbraced frame and model 2 braced frame with the same load between floors, while model 3 unbraced frame model with weight 2nd floor is 3 times larger than 1st floor. It found that the braced frame has a minimum drift and its drift is enhanced with the increase of load capacity.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SHEAR WALL TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG AKIBAT PENGARUH SEISMIC Basyr Corebima, Zatil Hulwana; Erfan, Mohammad; Aditama, Vega
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 2 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i2.65791

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku struktur untuk mengetahui pengaruh penerapan shear wall pada bangunan gedung Asrama Tsurayya Islamic School. Gedung Asrama Tsurayya Islamic School yang awalnya direncanakan 7 lantai dengan tinggi 25 m dan kemudian direncanakan ulang menjadi 11 lantai dengan tinggi 39 m. Gedung ini berada pada wilayah dengan kategori Seismic D, sehingga memerlukan sistem penahan gaya lateral yang memadai. Oleh karena itu, diterapkan sistem shear wall sebagai elemen struktural untuk meningkatkan kekakuan dan mengendalikan simpangan lateral. Struktur gedung dirancang sebagai sistem beton bertulang dan dianalisis menggunakan pemodelan 3D dengan perangkat lunak ETABS v22 menggunakan metode respons spektrum, dengan membandingkan kondisi tanpa dan dengan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah shear wall diterapkan base shear meningkat signifikan menjadi 10422,7 kN (X) dan 10262,1 kN (Y) akibat peningkatan kekakuan struktur. Selain itu, periode getar alami menurun menjadi 1,11 detik dan simpangan lateral berkurang secara signifikan. Hasil evaluasi sistem ganda, rangka memikul 27,4% gaya geser (X) dan 33,3% (Y), sedangkan shear wall menahan 72,6% (X) dan 66,7% (Y) gaya geser. Hal ini menunjukkan meskipun didominasi oleh shear wall, kontribusi rangka telah memenuhi ≥ 25% sesuai SNI, sehingga sistem ganda dinyatakan memenuhi kriteria dan stabil terhadap beban gempa.
Kajian Karakteristik Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Raya Ngujang Kabupaten Tulungagung Danang Wijanarko; Vega Aditama; Reyneldis Laurensia Fernandez
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.56-68

Abstract

Kemacetan lalu lintas terjadi di jalan arteri utama akibat peningkatan volume lalu lintas di segmen jalan Ngujang di Kabupaten Tulungagung. Titik kemacetan tersebut menyebabkan kemacetan lebih lanjut, memaksa beberapa kendaraan untuk memperlambat laju. Kemacetan terjadi karena kurangnya modifikasi atau peningkatan infrastruktur transportasi, seperti jalan dengan lebar konstan, meskipun volume kendaraan terus meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan strategi yang mengatasi masalah ini melalui alternatif yang sesuai dengan konteks yang sedang diteliti. Studi ini memerlukan pengumpulan data volume dan kecepatan lalu lintas melalui penilaian lapangan kondisi saat ini yang dilakukan selama tiga hari: Senin, 16 Juni 2025; Rabu, 18 Juni 2025; dan Sabtu, 21 Juni 2025. Pendekatan penilaian ini menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2015. Hasil survei menunjukkan volume lalu lintas rata-rata sebesar 2.339,19 skr/jam pada Senin, 16 Juni 2025; 2.267,18 skr/jam pada Rabu, 18 Juni 2025; dan 1.905,79 skr/jam pada Sabtu, 21 Juni 2025.  Kecepatan rata-rata adalah 39,9 km/jam, dan dengan tingkat saturasi (DJ) sebesar 0,8739, tingkat layanan diklasifikasikan sebagai E. Kata kunci: Karakteristik Lalu Lintas, Volume Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan (DJ), Tingkat Pelayanan Jalan (LOS).
EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM BRACING KONSENTRIK DALAM MENGONTROL KETIDAKBERATURAN TORSI STRUKTUR GEDUNG Roland Martin Simatupang; vega aditama
SONDIR Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v10i1.16746

Abstract

Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, memiliki potensi tinggi terhadap gempa bumi yang dapat menimbulkan ketidakstabilan pada struktur bangunan, terutama yang mengalami ketidakberaturan torsi akibat ketidaksejajaran antara pusat massa dan pusat kekakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkuatan struktur gedung menggunakan rangka bracing konsentrik tipe X terhadap pengurangan eksentrisitas, simpangan antar lantai (story drift), serta gaya-gaya dalam pada elemen struktur. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak ETABS dengan analisis respons spektrum sesuai SNI 1726:2019. Struktur yang dimodelkan terdiri dari tujuh lantai dengan lima bentang arah X dan Y, menggunakan variasi lima model, yaitu satu model eksisting dan empat model dengan konfigurasi bracing berbeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan rangka bracing konsentrik X mampu mengurangi nilai eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan secara signifikan, menurunkan nilai story drift, serta memperkecil gaya-gaya dalam berupa momen lentur, gaya geser, dan gaya aksial pada elemen struktur. Model keempat menunjukkan kinerja paling optimal dengan distribusi simpangan yang lebih linear dan gaya dalam yang lebih kecil dibandingkan model lainnya. Kesimpulannya, penggunaan bracing konsentrik X secara tepat dapat meningkatkan kekakuan lateral, mengurangi ketidakberaturan torsi, serta menghasilkan desain struktur gedung yang lebih stabil dan efisien terhadap beban gempa.
STUDI KELAYAKAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) KABUPATEN SUMBA TENGAH Sriliani Surbakti; vega aditama; Nusa sebayang; Krisna Febrian Anugerahputra
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 15 No 1 (2026): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v15i1.19296

Abstract

Timbulan sampah merupakan indikator penting dalam perencanaan sistem pengelolaan persampahan, karena menentukan besarnya beban yang harus ditangani oleh suatu wilayah. Kabupaten Sumba Tengah saat ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah, dimana sistem yang ada belum berjalan optimal. Pengelolaan persampahan baru dilakukan secara terbatas di Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, dan di Waibaku, Kecamatan Katikutana seluas 5 Ha, sementara di desa lainnya masih menggunakan metode sederhana seperti penimbunan dan pembakaran sampah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pekarangan yang luas, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup. Oleh sebab itu diperlukan kajian aspek lingkungan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Pondok. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta sistem pengelolaan yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan TPA yang memenuhi standar pengelolaan lingkungan melalui pendekatan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Hasil kegiatan Studi kelayakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yaitu proses analisis untuk menilai lokasi dan rencana pembangunan TPA di Desa Pondok Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat Kabupaten Sumba Tengah layak dilaksanakan, dimana dinilai dari berbagai aspek, yaitu aspek teknis, aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Hasil dari aspek teknis sudah sesuai dengan lokasi dan desain TPA termasuk didalamnya kondisi tanah, topografi, ketersediaan akses jalan, jarak dari permukiman sudah sesuai sehingga lingkungan masyarakat tidak terganggu, dapat meminimalisasikan polusi pencemaran udara, dan metode pengolahan sampah dilakukan dengn sanitary landfill, dari aspek lingkungan menilai dampak TPA terhadap lingkungan antara lain diminimalisasikan pencemaran air tanah dan air permukaan, tidak terjadi pencemaran udara (bau, gas metana), meminimalkan dampak terhadap flora dan fauna, dari aspek ekonomi dan finansial, yaitu efesiensi pengelolaan sampah jangka Panjang, dari aspek sosial masyarakat bisa menerima, tidak terjadi konflik sosial, dan Aspek kelembagaan dan manajemen yaitu struktur organisasi pengelola TPA sudah ada, ketersediaan sumber daya manusia dan sistem operasional dan pemeliharaanTPA. Dengan adanya studi kelayakan TPA justru dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang aman, efektif, dan ramah lingkungan di Kabupaten Sumba Tengah.