Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI ALTERNATIF STRUKTUR ATAS JEMBATAN DENGAN BALOK GIRDER PRATEGANG TIPE I: (Studi Kasus : Jembatan Langgaliru Kecamatan Umbu Ratunggay Kabupaten Sumba Tengah) Yustika Hubertha Haning; Ester Priskasari; Mohammad Erfan
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3634

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dan mengingat semakin meningkatnya volume lalu lintas kendaraan yang akan melewati Jembatan Langgaliru, maka perlu direncanakan alternatif struktur atas Jembatan Langgaliru dengan menggunakan balok girder prategang.Bentuk penampang balok girder yang digunakan pada perencanaan adalh balok girder tipe I. Pemberian tegangan dilakukan dengan metode Pasca Tarik (Post-Tensioning) dimana compressive force diinduksi ke dalam struktur beton dengan menggunakan high strength steel tendon yang dipasang dalam ducts embedded dalam beton. Tendon distressing setelah beton dicor dan dicuring sampai kuat tekan beton yang disyaratkan. Jumlah tendon yang digunakan 3 buah yang masing-masing tendon terdiri dari 15 untaian(strand).Tulangan Geser yang digunakan adalah D 19 – 250,penghubung geser yang digunakan adalah D 19 – 700,pulangan pecah ledak arah vertikal yang digunakan adalah D 10 – 550,tulangan pecah ledak arah horizontal yang digunakan adalah D 10 – 550, Tulangan Pecah Gumpal arah vertikal yang digunakan adalah D 36 – 60,tulangan pecah gumpal arah horizontal yang digunakan adalah D 36 – 240.
KAMPUNG KONSERVASI SUNGAI Gaguk Sukowiyono; Arief Setiyawan; Mohammad Erfan
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 2 No 02 (2018): PAWON : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.798 KB) | DOI: 10.36040/pawon.v2i02.252

Abstract

Pelestarian sungai merupakan awal dari pemikiran dan ide dalam Kampung Konservasi Sungai yang terletak di desa Tunjungsekar kecamatan Lowokwaru kota Malang. Fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar hendaknya dapat dipertahankan keberadaanya. Kualitas airnya belum banyak tercemar, diupayakan untuk dilestarikan dengan cara dikonservasi. Kawasan kampung tepian sungai masih longgar dengan bangunan, masyarakatnya masih mengandalkan banyak terhadap keberadaan sungai, dan didukung lingkungan hijaunya sawah. Kondisi ini banyak menarik investor untuk membangun perumahan di sekitarnya. Akibatnya sungai bukan lagi sebagai tempat kehidupan namun sudah berfungsi sebagai tempat buangan limbah sehingga kualitas lingkungan dan air sungai yang ada menurun. Dengan melihat kondisi seperti itu, maka perlu untuk dipertahankan kondisi lingkungannya dengan konsep-konsep pelestarian sungai. Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan secara terus menerus dan selanjutnya dianalisa secara diskriptif untuk dibuatkan konsep-konsep yang mengacu pada konservasi sungai yang nantinya dituangkan dalam sketsa desain rancangan. Diskusi mematangkan konsep dilakukan secara berkala dengan melibatkan unsur terkait.
PENGARUH SERAT BAMBU TERHADAP KAPASITAS LENTUR PELAT BETON CAMPURAN STYROFOAM DEGAN PERKUATAN TULANGAN WIREMESH vega aditama; Ester Priskasari; Mohammad Erfan
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 1 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i1.10369

Abstract

Lightweight concrete is a concrete technology innovation that is currently developing. The advantage of lightweight concrete is that it uses less time and costs compared to concrete in general but has the disadvantage of lower strength. This research aims to determine the effect of adding bamboo fiber on the flexural capacity of lightweight concrete slabs mixed with Styrofoam. The lightweight concrete mixture used is Styrofoam at 50% of the weight of the mixed aggregate. Variations in adding bamboo fiber with a diameter of 1 mm and a length of 40 mm are 0% and 0.5% of the cement weight. The test object consists of a lightweight concrete plate measuring 50 cm x 150 cm x 8 cm with wire mesh reinforcement with a diameter of 8 mm. Tests were carried out when the concrete was 28 days old by applying an even load gradually until the slab collapsed. From the test results, at a loading of 300 kg, the average deflection value for lightweight concrete slabs with reinforcement reinforcement with 0% bamboo fiber was 1.18 mm and for lightweight concrete slabs with 0.5% bamboo fiber was 1.57 mm. Lightweight concrete slabs mixed with bamboo fiber have a greater deflection than lightweight concrete slabs without a mix of bamboo fiber. This shows that the addition of bamboo fiber to lightweight concrete slabs does not increase the flexural capacity of the slab. The difference between theoretical calculations and testing is due to the theoretical calculation formula used in this research not taking into account the content and properties of Styrofoam in the plates. The two variations of concrete slabs used in the test did not experience any cracks and met the maximum allowable deflection requirements at loads reaching 300 kg.
ALTERNATIVE DESIGN OF THE BUILDING STRUCTURE OF STEEL FRAME BRIDGE TYPE STEEL ARCH WITH WARREN FRAME IN TUKAD BANGKUNG BRIDGE IN BADUNG - BALI Indra, Sudirman; Erfan, Mohammad; Dedi Wijaya, I Komang
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, May 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v1i1.2610

Abstract

In planning and designing a bridge it should consider the function of transportation needs, technical and architectural-aesthetic requirements which include: Traffic aspects, Technical aspects, Aesthetic aspects. the alternative bridge design structure of the steel arch bridge-type steel frame with warren frame on the Tukad Bridge in Bangkung district. Badung - Bali is a steel frame bridge that has an overall span of 360 m and 9.6 m wide. alternative upper structure at the Tukad Bangkung bridge Badung Regency - Bali with the merging of the steel arch construction of 2 roller joints and the warren frame structure. Where between the curve/arc with a steel profile plate connected by a cable that serves to provide strong support to the frame structure because of the long stretch. In the planning of the bridge this time using the L.R.F.D method and for the structural analysis modeling the writer uses the STAADPRO V8i assistive program. From the analysis of the results of the calculation of the structure above obtained planning dimensions of the Steel Arch bridge that is planned to use a steel profile, WF 350 x 175 x 7 x 11 for gel. elongated, WF 918 x 303 x 19 x 37 for gel. transversely, WF 350 x 350 x 12 x 9 for gel. transversely above, WF 498 x 432 x 45 x 70 for gel. parent, LD 250,250.25 for wind bonds.
EFFECTS OF ALUMINUM FIBERS ADDITIVE ON THE COMPRESSIVE STRENGTH OF A CONCRETE Sudirman Indra; Nadya Rachma; Mohammad Erfan; Endro Yuwono; Ratri Andinisari
Journal of Infrastructure Planning and Engineering (JIPE) Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.3.1.2024.1-4

Abstract

Utilizing recycled waste as an additional construction material is an innovation that can reduce the negative environmental impacts caused by waste. One of the wastes that can be utilized in this case is aluminum cans. The use of aluminum fiber in concrete mixtures is appropriate since aluminum is resistant to corrosion or rust. This research aims to determine the effect of adding aluminum fiber on the compressive strength of concrete. The aluminum cans were shaved into fibers with dimensions of 2 x 35 mm. The resulting aluminum fiber is then added into the concrete mixture with a percentage of 0%, 0.05%, 0.075%, 0.1%, and 0.125% of the total volume of the test objects. Tests for compressive strength was then carried out after test specimens were aged for 28 days. The test results showed a peak compressive strength of (20.72 ± 0.35) MPa is observed at the addition of 0.05% aluminum fiber relative to the volume of concrete used for testing. A regression analysis was performed based on the relationship between the amount of aluminum fiber additive and the resulting compressive strength. Based on this analysis, the optimum value for aluminum fiber to be added to the concrete is 0.040% of its volume.
PENDAMPINGAN TEKNIS PERENCANAAN STRUKTUR DAN DRAINASE BESERTA RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA GEDUNG MASJID Kartika, Deviany; Sunarwadi, Hadi Surya Wibawanto; Erfan, Mohammad
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3320

Abstract

Kemampuan mitra didalam ketidakmampuan dalam melaksanakan kegiatan desain secara teknis pada bangunan gedung yang sesuai dengan peraturan konstruksi terbaru, mengharuskan adanya kolaborasi dengan pengabdi dari perguruan tinggi untuk bersama memecahkan masalah tersebut. Kegiatan ini memiliki dampak yang bagus kepada dua pihak, antara keilmuan perguruan tinggi dan juga mitra. Dalam kasus ini, pengabdi melakukan pendampingan dalam mendesain bangunan gedung ibadah Masjid pada SMK N 1 Gedangan. Perencanaan meliputi analisis/ desain struktur, perencanaan sistem drainase dilingkungan sekitar, dan perhitungan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Pendampingan dilaksanakan selama 8 bulan dimulai dari tahap survey, tahap diskusi, tahap anaisis, dan tahap pemaparan hasil. Struktur yang diguanakan adalah beton bertulang pada bagian portal gedung dan menggunakan atap baja sebagai struktur penutup atap. Adapun kebutuhan biaya total sesuai dengan AHSP dan SHBJ terbaru adalah sebesar Rp. 2.847.670.754,14.
PENGEMBANGAN REST AREA DESA KEMANTREN BERBASIS TEKNOLOGI BIM UNTUK MENDUKUNG PEMBERDAYAAN EKONOMI UMKM LOKAL Sunarwadi, Hadi Surya Wibawanto; Kartika, Deviany; Ratnawinanda, Lila Ayu; Erfan, Mohammad
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4584

Abstract

Building Information Modeling (BIM) telah menjadi pendekatan penting dalam industri konstruksi modern karena kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai disiplin dalam satu model digital kaya informasi. Teknologi ini memungkinkan visualisasi yang realistis, koordinasi lintas disiplin yang lebih baik dan efektif, estimasi biaya yang akurat, dan pengelolaan proyek yang efisien. Selain itu, BIM mendukung keberlanjutan dengan meminimalkan dampak lingkungan dan mengoptimalkan efisiensi energi, menjadikannya relevan di era digitalisasi konstruksi. Jurnal ini membahas implementasi BIM dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menghasilkan dokumen perancangan berbasis BIM sesuai dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) konstruksi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pembangunan gedung Masjid di salah satu institusi pendidikan vokasional di Kabupaten Malang. Melalui pendampingan intensif kepada mitra, program ini mencakup pengembangan sistem database konstruksi berbasis digital, serta simulasi penerapan dokumen perancangan struktur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi BIM membantu mitra memahami penerapan standar konstruksi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas perencanaan proyek. Digitalisasi konstruksi berbasis BIM ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan regulasi dan tantangan industri modern.
ALTERNATIF DESAIN STRUKTUR BANGUNAN ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TYPE STEEL ARCH DENGAN RANGKA WARREN : PADA JEMBATAN TUKAD BANGKUNG DI KAB. BADUNG – BALI I Komang Dedi Wijaya; Sudirman Indra; Mohammad Erfan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.224 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2543

Abstract

Dalam perencanaan dan perancangan jembatan sebaiknya mempertimbangkan fungsi kebutuhan transportasi, persyaratan teknis dan estetika-arsitektural yang meliputi : Aspek lalu lintas, Aspek teknis, Aspek estetika. jembatan alternatif desain struktur bangunan atas jembatan rangka baja type steel arch dengan rangka warren pada jembatan tukad bangkung di kab. badung – bali merupakan jembatanrangka baja yang memiliki bentang keseluruhan 360 m dan lebar 9,6 m. alternatifstruktur atas pada jembatan Tukad Bangkung Kabupaten Badung - Bali dengan penggabungan antara konstruksi baja pelengkung / busur ( Steel Arch ) 2 sendi rol dan struktur rangka warren. Dimana antara pelengkung / busur dengan pelat profil baja dihubungkan dengan kabel yang berfungsi memberikan dukungan kekuatan pada struktur rangka tersebut oleh karena bentangan yang panjang. Pada perencanaan jembatan kali ini menggunakan metode L.R.F.D dan untuk pemodelan analisa struktur penulis menggunakan program bantu STAADPRO V8i. Dari analisa hasil perhitungan struktur atas didapat dimensi perencanaan jembatan Steel Arch yang di rencanakan menggunakan profil baja, WF 350 x 175 x 7 x 11 untuk gel. memanjang, WF 918 x 303 x 19 x 37 untuk gel. melintang, WF 350 x 350 x 12 x 9 untuk gel. melintang atas, WF 498 x 432 x 45 x 70 untuk gel. induk, LD 250.250.25 untuk ikatan angin.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK POLYVINYL CHLORIDE PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE ATB TERHADAP NILAI PARAMETER MARSHALL TEST Arif Rizky Andika Pratama; Mohammad Erfan; Ester Priskasari; Agus Prajitno
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.81 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2566

Abstract

Dalam penelitian ini, dicoba pemanfatan limbah plastik PVC pada campuran ATB -ditinjau dari karakteristik Marshall Test- dengan menggunakan 6% kadar aspal. Variasi penambahan PVC yang digunakan yakni 2%, 4%, 6% dan 8% dari berat keseluruhan benda uji. Agregat batu pecah diambil dari queri Desa Toyomerto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan limbah Polyvinyl chloride bekas baliho. Dari pengujian tersebut didapatkan nilai optimum PVC sebesar 4,98% pada parameter Marshall Test sebagai berikut: Stabilitas (1004,59 kg), Flow (3,48mm), VIM (3,34%), VMA (17,39%), MQ (288,53 kg/mm), VFA (80,98%) dan IP (88,34%). Nilai ini masuk dalam batas Spesifikasi Umum Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur 2018. Untuk pengujian hipotesis parameter Marhall Test seperti stabilitas, flow dan MQ terdapat pengaruh akibat penambahan PVC dan untuk parameter Marshall Test seperti VIM, VMA, VFA tidak terdapat pengaruh akibat penambahan PVC.
ANALISA PENGARUH PEMAKAIAN FLY ASH SEBAGAI SEMENTISIUS PADA BETON MUTU SEDANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON Frederius Herman Daton Rau; Ir. Sudirman Indra, MSc; Mohammad Erfan, ST, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.789 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i1.2575

Abstract

Fly ash atau abu terbang merupakan sisa-sisa pembakaran batu bara yang dapat digunakan dalam campuran beton didasari pada sifat material ini yang memiliki kemiripan dengan sifat semen. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukan penelitian yang bersifat eksperimental untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pemakaian fly ash sebagai sementisius/ bahan pengganti semen pada beton mutu sedang (25 MPa).Dalam penelitian ini akan dibuat benda uji A, B, C, D, E, dan F. Benda uji A merupakan beton normal sedangkan benda uji B, C, D, E, dan F memiliki variasi presentase pemakian fly ash untuk setiap sampel 20 %, 25%, 30%, 35%, 40%. Jumlah benda uji masin-masing 4 buah setiap variasi. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan 5 variasi kadar fly ash yang berbeda diperoleh hasil kuat tekan rata-rata beton tertinggi yaitu pada beton dengan kadar fly ash 20 % sebesar 31,10 MPa. Peningkatan kuat tekan sebesar 6,17 MPa (24,75%) dari beton normal 24,93 MPa, sedangkan kuat tekan rata-rata terendah yaitu pada beton dengan kadar fly ash 30 % sebesar 22,32 MPa. Penurunan kuat tekan sebesar 2,61 MPa (10,47 %) dari beton normal 24,93 MPa. Berdasarkan uji data menggunakan pengujian statistik Menggunakan beberapa metode diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,0447. Hal ini berarti bahwa 4,47% perubahan nilai kuat tekan dipengaruhi oleh kadar fly ash sebagai sementisius pada campuran beton sedangkan sisanya dipengaruhi oleh hal yang lain. Berdasarkan analisa koefisien korelasi diperoleh nilai (r) = 0,2115 (Tingkat hubungan pemakaian fly ash sebagai sementisius terhadap kuat tekan beton tergolong lemah), sedangkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan metode Distribusi Student (nilai t) diperoleh t hitung < t tabel atau 0,433 < 2,776 maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga tidak ada pengaruh antara presentase fly ash sebagai sementisius terhadap kuat tekan beton dengan tingkat keyakinan 95 %.