Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Character education as a mediator in the formation of morality in schools Purnama Syae Purrohman; Ahmad Ruslan; Herdin Muhtarom; Rafli Pasila Nasmu
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1186200

Abstract

This study analyzes the role of digitalization in preserving and accessing local and national history in the era of globalization. The issues examined include national challenges related to national identity and cultural diversity. The objective of this research is to evaluate character  ducation as a mediator in the formation of morality in schools. The methods is qualitative that related used include literature analysis, case studies, as well as surveys and interviews with relevant stakeholders. Data were collected from digital archives, official websites, and social media platforms. The findings indicate that This approach allows students not only to conceptually understand character values ​​but also to practice them in real life. Teachers act as primary role models who reinforce the internalization of values ​​such as honesty, discipline, responsibility, empathy, and cooperation, while a conducive school environment supports the growth of students' sense of security, self-confidence, and motivation to learn. This research shows that character education implemented holistically, consistently, and collaboratively involving schools, families, and the social environment has a significant influence on the formation of students' morality. With this approach, students are expected to grow into a generation that is not only intellectually intelligent, but also has strong character, good morals, and is ready to contribute positively to social life, both in the real world and in the increasingly complex digital era.
Inovasi Media Pembelajaran Digital Dalam Pendidikan Ips Di Era 4.0 Devina Rahma Alya; Hani Lidiaputri; Purnama Syaepurrohman; Ahmad Ruslan
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.280

Abstract

Dalam era Revolusi Industri 4.0, pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi media pembelajaran digital yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan Library Research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan teknologi, seperti metaverse dan kecerdasan buatan, menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan interaktif. Selain itu, peningkatan keterampilan digital guru berkontribusi pada efektivitas pembelajaran. Kesimpulannya, inovasi media pembelajaran digital sangat penting untuk menjadikan pendidikan IPS lebih relevan dan membantu siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan di masyarakat modern. Melalui penggunaan sumber belajar digital seperti, permainan edukatif digital, video, YouTube, PowerPoint, AR, VR, situs web pendidikan, televisi edukasi, serta aplikasi pembelajaran banyak bermunculan. Hal ini diharapkan pendidikan IPS akan lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan saat ini sekaligus mengembangkan kepribadian siswa yang adaptif dan kreatif.
Pendidikan Ips Dalam Mempersiapkan Siswa Menghadapi Tantangan Sosial Dan Ekonomi Di Masa Depan Ghania Azzahra; Nanda Vinolia Pratama; Zahra Nur Azizah; Ahmad Ruslan; Purnama Syae Purrohman
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.283

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang studi yang memadukan ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk membentuk warga negara yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1970an, IPS meliputi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam masyarakat multikultural dan global. Namun pendidikan IPS seringkali dianggap kurang penting dibandingkan sains sehingga menimbulkan tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa. Di era globalisasi, pendidikan IPS harus beradaptasi dengan strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif, kolaborasi dan berpikir kritis. Pembelajaran yang efektif memperkuat modal sosial, keterampilan interpersonal, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan sosial. Artikel ini menyoroti pentingnya peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik untuk mengubah pandangan negatif tentang IPS, sekaligus membekali siswa dengan kompetensi sosial yang relevan untuk kemajuan bangsa.
PELATIHAN MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PENDEKATAN HAM BERBASIS DIGITAL Ahmad Ruslan; Hari Naredi; Wardah Samiah
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v9i1.3449

Abstract

Technological advances and 21st century demands on education lead to the digitization process in learning. Digitalization in learning is the process of using digital technology to improve the quality of the learning process, and transforming conventional teaching models into interactive, responsive and accessible teaching models anytime and anywhere. Digitalization in learning is certainly the right solution to improve the quality of learning, especially for some subjects that are "less" in demand by students, one of which is history lessons. History as a "bank of examples" because it contains various past events that are expected to be able to provide learning and noble values and national character is classified as learning that is not in demand because it is considered boring and irrelevant to today's conditions, it is motivated by learning methods that are only is one-way and the process of presenting learning is conventional. In this regard, a team from the University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka conducted training activities regarding the use of digital media in history learning which included a human rights approach with partners from among students of the Faculty of Teacher Training and Education UHAMKA. This training was attended by at least 20 students. The results show that, history learning is rich in material related to human rights issues, and this can be used as a reference in shaping the character of students to better respect and respect individual human rights, therefore to present this, history learning must be transformed into fun learning, one of which is through the digitization process.
ANALISIS KUALITATIF TERHADAP VISUALISASI PERISTIWA DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS X DI SMA ISLAM PB SOEDIRMAN CIJANTUNG” Nida Ghoida Muthmainnah; Ahmad Ruslan
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v22i2.20972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visualisasi peristiwa dalam buku teks sejarah yang digunakan pada jenjang pendidikan menengah, khususnya untuk kelas X. Visualisasi sejarah yang dimaksud meliputi penggunaan gambar, ilustrasi, infografis, peta, dan elemen visual lainnya yang ditampilkan dalam buku teks untuk mendukung pemahaman peserta didik terhadap peristiwa sejarah. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada pentingnya visualisasi sebagai sarana bantu dalam proses pembelajaran sejarah, yang sering kali dianggap membosankan dan sulit dipahami jika hanya disampaikan dalam bentuk narasi teks. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terhadap isi buku teks, wawancara dengan peserta didik dan guru sejarah, serta dokumentasi visual yang terdapat dalam buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi yang terdapat dalam buku teks mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar peserta didik terhadap materi sejarah, terutama jika visual tersebut relevan, informatif, dan menarik. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan seperti kurangnya kesesuaian antara visualisasi dengan konteks materi serta keterbatasan penjelasan yang menyertai gambar. Oleh karena itu, penting bagi penyusun buku teks dan pendidik untuk memperhatikan aspek visual sebagai komponen integral dalam penyampaian materi sejarah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan visualisasi yang lebih kontekstual dan berbasis kurikulum guna meningkatkan efektivitas pembelajaran sejarah di sekolah