Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Character education as a mediator in the formation of morality in schools Purnama Syae Purrohman; Ahmad Ruslan; Herdin Muhtarom; Rafli Pasila Nasmu
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1186200

Abstract

This study analyzes the role of digitalization in preserving and accessing local and national history in the era of globalization. The issues examined include national challenges related to national identity and cultural diversity. The objective of this research is to evaluate character  ducation as a mediator in the formation of morality in schools. The methods is qualitative that related used include literature analysis, case studies, as well as surveys and interviews with relevant stakeholders. Data were collected from digital archives, official websites, and social media platforms. The findings indicate that This approach allows students not only to conceptually understand character values ​​but also to practice them in real life. Teachers act as primary role models who reinforce the internalization of values ​​such as honesty, discipline, responsibility, empathy, and cooperation, while a conducive school environment supports the growth of students' sense of security, self-confidence, and motivation to learn. This research shows that character education implemented holistically, consistently, and collaboratively involving schools, families, and the social environment has a significant influence on the formation of students' morality. With this approach, students are expected to grow into a generation that is not only intellectually intelligent, but also has strong character, good morals, and is ready to contribute positively to social life, both in the real world and in the increasingly complex digital era.
Inovasi Media Pembelajaran Digital Dalam Pendidikan Ips Di Era 4.0 Devina Rahma Alya; Hani Lidiaputri; Purnama Syaepurrohman; Ahmad Ruslan
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.280

Abstract

Dalam era Revolusi Industri 4.0, pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi media pembelajaran digital yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan Library Research, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan teknologi, seperti metaverse dan kecerdasan buatan, menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan interaktif. Selain itu, peningkatan keterampilan digital guru berkontribusi pada efektivitas pembelajaran. Kesimpulannya, inovasi media pembelajaran digital sangat penting untuk menjadikan pendidikan IPS lebih relevan dan membantu siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan di masyarakat modern. Melalui penggunaan sumber belajar digital seperti, permainan edukatif digital, video, YouTube, PowerPoint, AR, VR, situs web pendidikan, televisi edukasi, serta aplikasi pembelajaran banyak bermunculan. Hal ini diharapkan pendidikan IPS akan lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan saat ini sekaligus mengembangkan kepribadian siswa yang adaptif dan kreatif.
Pendidikan Ips Dalam Mempersiapkan Siswa Menghadapi Tantangan Sosial Dan Ekonomi Di Masa Depan Ghania Azzahra; Nanda Vinolia Pratama; Zahra Nur Azizah; Ahmad Ruslan; Purnama Syae Purrohman
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.283

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang studi yang memadukan ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk membentuk warga negara yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1970an, IPS meliputi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam masyarakat multikultural dan global. Namun pendidikan IPS seringkali dianggap kurang penting dibandingkan sains sehingga menimbulkan tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa. Di era globalisasi, pendidikan IPS harus beradaptasi dengan strategi pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif, kolaborasi dan berpikir kritis. Pembelajaran yang efektif memperkuat modal sosial, keterampilan interpersonal, dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan sosial. Artikel ini menyoroti pentingnya peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik untuk mengubah pandangan negatif tentang IPS, sekaligus membekali siswa dengan kompetensi sosial yang relevan untuk kemajuan bangsa.