Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Pembagian Benih Sayuran Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Umi Nur Solikah; Mohamad Ihsan; Arifah Husna; Rehino Yanu Seto; Chanda Firdaus; Mufida Diah Lestari
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v1i4.524

Abstract

Vegetables play an important role in human life. Because vegetables are a source of vitamins and minerals that are good for health. The large number of cases of stunting in children today is caused by, among other things, a lack of nutritious food, including vegetables. In general, the people of Colomadu District, Karanganyar Regency do not fully utilize their home gardens. By distributing vegetable seeds to women farmer groups (KWT) in Colomadu District, the Women Farmer Groups can optimize their yard land so as to support the Framework for Supporting Family Food Security. Steps taken in the community service activity "Empowerment of Women Farming Groups (KWT) through the distribution of vegetable seeds in order to support family food security. including: First step, Coordination with the head of the Neighborhood Association (RT), this activity is the first step in community service activities, the purpose of this activity is to ask for permission to carry out community service activities and ask about what the Women's Farmers Group (KWT) needs. in order to support family food security. The second step, namely implementation, this activity is a series of the first step, after a meeting point has been reached for coordination activities, the day for carrying out community service activities is determined.
Peningkatan pemahaman masyarakat tani tentang Good Agricultural Practices (GAP), biochar, dan pangan sehat sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan Srie Juli Rachmawatie; Ariy Khaerudin; Umi Nur Solikah; Ida Aryati Dyah Purnomo Wulan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39754

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tani mengenai Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan biochar, serta hubungan antara praktik budidaya sehat dan kualitas pangan. Program disusun berdasarkan kebutuhan penguatan kapasitas petani dalam menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi, bermutu, berdaya saing, dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Materi pengabdian disusun mengacu pada prinsip GAP yang mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pratanam hingga pascapanen, dengan penekanan pada keamanan pangan, jaminan mutu, ketertelusuran produk, pengelolaan tanah, pengelolaan air, pengendalian hama terpadu, serta panen dan penyimpanan yang benar. Metode yang digunakan berupa penyuluhan partisipatif, diskusi terarah, dan penjelasan praktis mengenai pengelolaan tanah berbasis bahan organik dan biochar. Hasil kegiatan penilaian pemahaman peserta tidak dilakukan secara formal karena kegiatan ini tidak menggunakan instrumen evaluasi, seperti pre-test dan post-test. Peserta menyatakan lebih memahami pentingnya pengurangan input bahan kimia sintetis dan biochar dapat membantu meningkatkan retensi air, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung aktivitas mikroba tanah dalam praktik dan tanya jawab secara langsung dengan narasumber. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan literasi GAP di kalangan masyarakat tani merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas hasil pertanian, keamanan pangan, dan daya saing produk lokal. Kata kunci: biochar; GAP; pangan sehat; pengabdian masyarakat; pertanian berkelanjutan AbstractThis community service program aimed to improve farmers’ understanding of Good Agricultural Practices (GAP), biochar utilization, and the relationship between healthy cultivation practices and food quality. The program was designed to strengthen farmers’ capacity to produce safe, high-quality, competitive agricultural products while preserving natural resources. The materials were prepared based on GAP principles covering all cultivation stages from pre-planting to post-harvest, with emphasis on food safety, quality assurance, product traceability, soil management, water quality, integrated pest control, and proper harvesting and storage. The method used was participatory extension, guided discussion, and practical explanation regarding soil management based on organic amendments and biochar. The results of assessment of participant understanding is not carried out formally because this activity does not use evaluation instruments, such as pre-tests and post-tests. Through hands-on practice and question and answer session directly with resources persons, participants expressed a better understanding of the importance of reducing synthetic chemical inputs and also recognized that biochar can improve water retention, enhance soil structure, and support soil microbial activity. This activity confirms that strengthening GAP literacy among farming communities is a strategic step toward improving agricultural product quality, food safety, and the competitiveness of local products. Keywords: biochar; community service; food safety; GAP; sustainable agriculture
Urgensi Penyusunan Strategi Responsif Menghadapi Era Industri Berbasis Artificial Intelligence Muhamad Aziz Zaelani; Suwardi Suwardi; Putri Awaliya Dughita; Umi Nur Solikah; Asiah Jamil
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2204

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari sektor ekonomi, budaya, pendidikan, serta politik. Transformasi menandai lahirnya era industri berbasis kecerdasan buatan yang ditandai oleh meningkatnya otomatisasi, efisiensi produksi, dan integrasi sistem digital dalam berbagai aktivitas manusia. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi individu maupun organisasi. Pengabdian ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat khususnya siswa-siswi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Surakarta mengenai pentingnya penyusunan strategi yang responsif dalam menghadapi perubahan industri berbasis Artificial Intelligence. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai perkembangan revolusi industri, dampak implementasi Artificial Intelligence, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai transformasi industri meningkat, khususnya terkait pentingnya pengembangan keterampilan, pemetaan sumber daya, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Penyusunan strategi responsif menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan AI sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh disrupsi teknologi.
Urgensi Penyusunan Strategi Responsif Menghadapi Era Industri Berbasis Artificial Intelligence Muhamad Aziz Zaelani; Suwardi Suwardi; Putri Awaliya Dughita; Umi Nur Solikah; Asiah Jamil
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2204

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari sektor ekonomi, budaya, pendidikan, serta politik. Transformasi menandai lahirnya era industri berbasis kecerdasan buatan yang ditandai oleh meningkatnya otomatisasi, efisiensi produksi, dan integrasi sistem digital dalam berbagai aktivitas manusia. Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi individu maupun organisasi. Pengabdian ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat khususnya siswa-siswi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Surakarta mengenai pentingnya penyusunan strategi yang responsif dalam menghadapi perubahan industri berbasis Artificial Intelligence. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai perkembangan revolusi industri, dampak implementasi Artificial Intelligence, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai transformasi industri meningkat, khususnya terkait pentingnya pengembangan keterampilan, pemetaan sumber daya, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Penyusunan strategi responsif menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang yang ditawarkan AI sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh disrupsi teknologi.