Claim Missing Document
Check
Articles

Found 67 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Alat Ukur Kadar Karbon Monoksida (CO) Pada Kendaraan Berbasis Sensor MQ7 Maidasari Br Manurung; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai perancangan alat ukur karbon monoksida menggunakan sensor MQ7. Dimana sensor MQ7 digunakan sebagai alat untuk mendeteksi dan mengukur kadar gas karbon monoksida pada kendaraan yang dibantu dengan arduino sebagai mikrokontroler dan pemroses sinyal, serta liquid crystal display (LCD) dengan karakter 16x2 yang berfungsi untuk menampilkan data. Hasil pengukuran yang dilakukan dengan karakterisasi sensor MQ7 menggunakan alat kalibrator smart sensor karbon monoksida (CO) meter, dengan menggunakan dua metode yaitu metode pertama yaitu metode karakterisasi sensor MQ7 range pengukuran yang diperoleh 38 – 398 ppm dan metode ke dua yaitu metode pendekatan antara persamaan karakterisasi sensor MQ7 dengan karakterisasi sensor MQ7 yang terdapat pada datasheet diperoleh range pengukuran 35-398 ppm. Dari data yang di peroleh bawah dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat dilihat bawah kemampuan dari alat ukur kadar karbon monoksida yang dirancang mendapatkan kemampuan pengukuran dari range 35-398 ppm. Kata kunci : Gas karbon monoksida, sensor MQ7, arduino Abstract This research was about Carbon Monoxide (CO) measurement instrument design with MQ7 sensor. With the help of microcontroller and LCD, The result of measurement with characterization of sensor MQ7 using smart sensor carbon monoxide meter by using two method that is first method that is characterization method of sensor MQ7 measurement range obtained 38- 398 ppm and second method is approach between equation characterization sensor MQ7 with sensor characterization MQ7 contained in the datasheet obtained range of measurement 35-395 ppm from the data obtained below by using both methods can be see under the capability of a carbon monoxide content measuring device designed to gain measurement capability from a range of 35-398 ppm Keyword: Carbon Monoxide, MQ7 Sensor, Microcontroller
Implementasi Kontrol Fuzzy Pada Sistem Kendali Beban Pembangkit Listrik Mikrohidro Raden Rizki Mulia Putra, M. Ramdlan Kirom, Reza Fauzi Iskandar Raden Rizki Mulia Putra; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembangkit listrik mikrohidro merupakan jalan pintas untuk memperoleh kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat, kestabilan sangat dibutuhkan pada proses pembangkit sehingga sistem pengendalian digunakan untuk menjaga variabel proses tersebut tetap stabil. Salah satunya adalah dengan melakukan pengendali frekuensi pada tubin generator suatu pembangkit listik, terutama pada PLMh (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro). Frekuensi dari generator harus dijaga kestabilannya agar keluaran daya listrik di generator berjalan dengan baik. Fluktuasi frekuensi adalah salah satu kendala penyampaian daya listrik ke beban, juga waktu kembali yang tidak segera ke kondisi normal akan mengakibatkan kerusakan pada sistem seperti gangguan pada jaringan listrik, sehingga perlu dilakukan sistem kendali beban pada mikrohidro. Maka dibutuhkan suatu perangkat elektronik untuk kontrol beban yaitu Electronic Load controler. Kontroler yang digunakan untuk menjaga perubahan frekuensi adalah kontrol fuzzy, dengan mengatur beban yang digunakan konsumen yang akan dialihkan menuju ballast load dengan sistem saklar menggunakan metode triac yang bekerja untuk mengatur suplai beban menuju konsumen atau dummy load agar frekuensi generator tetap stabil dengan nilai set point 50 Hz. Kata Kunci : Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, Electronic Load Control, Dummy Load, Triac.
Perancangan Dan Pembuatan Pengukur Laju Dan Arah Angin Berbasis Mikrokontroler Atmega32 I Putu Arya Suarsana; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kebutuhan minyak dan gas sangat tinggi, karena permintaan yang terlalu tinggi dan tidak diimbangi dengan kapasitas produksi. Sehingga menyebabkan stok minyak dan gas di bumi menipis. Oleh sebab itu dibutuhkan sumber energi baru. Energi terbarukan merupakan solusi dari krisis energi saat ini dan energi angin merupakan salah satu dari energi terbarukan. Cup anemometer merupakan salah satu jenis alat ukur laju dan arah angin. Anemometer dapat digunakan untuk memprediksikan cuaca dan mengetahui potensi energi angin pada suatu daerah. Potensi energi angin yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Pada jurnal ini, dibahas pembuatan cup anemometer dengan rotary encoder dan photodiode sebagai sensor laju angin dan reed switch sebagai sensor arah angin untuk mengetahui seberapa besar potensi energi angin di atas gedung P Universitas Telkom. Untuk mendapatkan efisiensi yang maksimal dari turbin angin, maka diperlukan penempatan posisi turbin angin yang tepat. Untuk mendapatkan posisi yang tepat perlu digunakan alat ukur laju dan arah angin, agar turbin angin menghasilkan banyak energi. Hasil pengambilan data di atas gedung P Universitas Telkom tergolong skala kecil karena berkisar antara 2.5-4.0 m/s. Kata Kunci: Optocoupler, reed switch, rotary encoder
Kontrol Frekuensi Menggunakan Metode Kontrol Beban Elektronik Dengan Sistem Kontrol Fuzzy - Pi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Rayhan Humamuddin; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi bahan bakar minyak yang semakin meningkat, mendorong perkembangan energy alternative pengganti energy bahan bakar, seperti penelitian dan pengembangan energy baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH), PLTPH merupakan pembangkit berskala kecil dengan keluaran daya kurang dari 5 KW. Dalam setiap sistem pembangkit dibutuhkan sistem kontrol beban untuk menjaga daya yang dikeluarkan tetap stabil. Hal ini berpengaruh kepada lifetime generator maupun kualitas daya listrik yang dihasilkan. Ketikan beban yang digunakan berubah – ubah akan berpengaruh kepada kestabilan keluaran generator, sehinggan dibutuhkan suatu sistem kontrol beban elektronik. Pada penelitian kali telah dirancang sistem kontrol beban elektronik untuk menjaga fluktuasi frekuensi ketika terjadi perubahan penggunaan daya pada konsumen. Penelitian kali ini dapat menjaga nilai frekuensi yang dihasilkan generator berada pada nilai toleransi frekuensi yang dibolehkan yaitu sebesar 49 – 51 Hz, dengan konfigurasi logika fuzzy sebagai self tuning nilai Kp dan Ki pada PI Controller. Dari hasil sistem kontrol yang telah dibuat, nilai error frekuensi rata – rata yang dihasilkan sebesar 0.1 Hz dengan set point frekuensi 50 Hz.
Analisis Pengaruh Kestabilan Lyapunov Pada Sistem Kontrol Kecepatan Putar Motor Dc Fani Putri Utami; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem kecepatan putar motor dc, salah satu masalah ketidakstabilan sistem yaitu adanya lonjakan respon yang mengakibatkan sistem tidak stabil. Ketidakstabilan tersebut akan mengakibatkan respon sistem menjadi lambat. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengendali yang dapat membuat sistem lebih stabil. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh kestabilan Lyapunov pada sistem kontrol kecepatan putar motor dc. Sistem pengendali yang digunakan pada penelitian ini yaitu sistem pengendali PID dengan metode tuning kontrol Lyapunov. Didalam metode tuning Lyapunov terdapat 4 proses yaitu pemodelan sistem, fungsi transfer, desain PID-Lyapunov, dan analisis kestabilan Lyapunov. Dari hasil design PID-Lyapunov  didapatkan nilai Kp, Ki, dan Kd. Nilai Kp yang didapatkan yaitu 0.87. Rentang nilai Ki yang didapatkan yaitu 0-0.047. Sedangkan nilai Kd yang didapatkan yaitu 0.035. Dengan metode tuning Lyapunov diperoleh ratio osilasi sebesar 22.12%. Dari hasil rasio osilasi tersebut, maka metode tuning Lyapunov menghasilkan respon sistem yang lebih stabil. 
Pengaruh Ph Terhadap Produktivitas Gas Di Reaktor Anaerob Dengan Substrat Limbah Makanan M An Naas M S; Muhamad Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau bakteri anaerob. Biogas dapat dihasilkan dari substrat seperti limbah pertanian, pupuk kandang, sampah kota dan limbah makanan. Biogas dapat diproduksi oleh siklus hidup bakteri secara alami sebagai produk samping dari proses metabolisme. Produksi biogas pada proses ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti nilai pH. Diketahui bahwa produksi biogas pada nilai pH 6.8-7.2 lebih efektif[1].Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa produksi biogas dengan nilai pH dengan kondisi nilai pH yang berbeda yaitu, dikondisikan di nilai pH 6,8-7,2, dan tanpa dikondisikan. Serta mengukur nilai COD (Chemical Oxigen Demand ) dan TSS (Total Susppended Solid ) dengan kondisi nilai pH yang sama.Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah nasi. Dari percobaan diperoleh jumlah volume gas yang dihasilkan, penurunan nilai COD dan nilai TSS dari nilai pH yang dikondisikan dan tidak pada setiap harinya.. Kata kunci : Biogas; Volume Gas; Nilai pH ;nilai COD ; Nilai TSS .
Studi Pengaruh Medan Magnet Terhadap Produksi Gas Oxyhidrogen Pada Generator Tipe Dry Cell Christina Christina; Reza Fauzi Iskandar; Mamat Rokhmat
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi merupakan suatu kebutuhan yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Penggunaan energi tersebut sebagian besar masih berasal dari energi fosil. Pada produksinya energi dari bahan fosil mengalami penurunan. Tetapi, hal ini disertai dengan pertumbuhan energi terbarukan yang terus mengalami peningkatan. Gas oxyhidrogen merupakan salah satu solusi untuk ikut serta dalam meningkatkan pertumbuhan energi terbarukan. Gas oxyhidrogen ini dihasilkan melalui proses elektrolisis pada generator tipe dry cell. Dalam upaya meningkatkan optimasi produksi gas maka dilakukan penelitian dengan menambahkan pengaruh medan magnet eksternal pada generator. Pada penelitian ini dilakukan penambahan medan magnet pada 8 posisi pada generator. Besar medan magnet yang diberikan yaitu 0,0209 – 0,0481 T dengan arus pada generator 5 A dan 3,62 V. Debit rata-rata yang dihasilkan pada arah medan magnet masuk ke generator yaitu pada saat posisi magnet berada di sisi kanan generator sebesar 0,07011 l/m. Serta pada besar arus 1,401 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06671 l/m. Pada arah medan magnet keluar dari generator yaitu pada saat posisi magnet berada pada di sisi kiri generator menghasilkan debit 0,06931 l/m. Serta pada besar arus 1,302 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06920 l/m. Dengan demikian, pada saat gaya lorentz yang diberikan tegak lurus dengan arah elektron memiliki pengaruh dalam memperoleh produksi gas oxyhidrogen yang lebih efektif. Kata kunci : elektrolisis, gas oxyhidrogen, generator tipe dry cell, medan magnet Abstract Energy is a necessity that has an important role for human survival. The use of energy is still largely derived from fossil energy. In production, the energy from the fossil material decreases. However, this is accompanied by renewable energy growth that continues to increase. Oxyhydrogen gas is one of the solution to participate in increasing the growth of renewable energy. This oxyhydrogen gas can be generated by electrolysis process on dry cell type generator. In an effort to increase the optimization of gas production, a study was conducted by adding a magnetic field external on the generator. In this study, the magnetic field is added to 8 positions on the generator. The magnitude of the magnetic field given is 0,0209 – 0,0481 T with a current of the generator 5A and voltage 3,62 V. The average flow rate generated in the direction of the magnetic field toward to the generator when the magnetic position is on the right side of the generator of 0,07011 l/m. And at a current of 1,401 A for all postions yields an average flow rate of 0,06671 l/m. In the direction on the magnetic field out of the generator that is when the position of the magnet is on the left side of the generator produce an average flow rate of 0,06931 l/m. And at a current of 1,302 A for all positions yields an average flow rate of 0,06920 l/m. Thus, when the lorentz force given perpendicular to the direction of the electron has an effect in obtaining a more effective oxyhydrogen gas production. Keywords : electrolysis, oxyhydrogen gas, dry cell type generator, magnetic field
Studi Pengaruh Pentanahan Terhadap Sistem Aktuasi Relay Berbasis Plc Pada Sistem Smart Home Aprilia Susanti; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem TT (Terra-Terra) adalah sistem pentanahan yang akan menjaga output aktuator pada saat pensaklaran. Sistem TT (Terra-Terra) berfungsi sebagai sistem proteksi saluran. Pengaruh dari sistem aktuasi tanpa menggunakan sistem pentanahan dengan menggunakan sistem pentanahan yang menghasilkan sinyal sinus dan grafik FFT noise. Pada grafik FFT noise rata-rata menunjukkan tiga komponen noise dengan peak yang berbeda-beda yaitu 50 Hz, 125 Hz dan 200 Hz. Hasil yang diperoleh dari sistem proteksi peralatan menggunakan sistem pentanahan sesuai dengan fungsinya mencegah kerusakan akibat adanya noise dengan tegangan rata-rata mendekati nol pada sistem TT (Terra-Terra). Nilai tegangan rata-rata noise yang mendekati nol adalah sistem aktuasi menggunakan sistem pentanahan TT (Terra-Terra) dengan nilai tegangan rata-rata noise pada satu lampu hidup -87,3 mV, pada dua lampu hidup -96.7 mV, pada tiga lampu hidup -106 mV dan pada empat lampu hidup 120 mV. Kata Kunci : Sistem proteksi saluran, Sistem pentanahan dan Tegangan rata-rata noise Abstract TT (Terra-Terra system is defense system that will maintain actuator output while switching. TT (Terra-Terra) system has a function as channel protection system. The effect of actuation system without using defense system and using defense system generate sine signal and FFT noise graphic. FFT noise graphic average shows three noise components with different peak which are 0 Hz, 125 Hz and 200 Hz. The result which is obtained from protection system using equipment using defense system is suitable with the function to avoid the damage because of noise with the average voltage which is close to null in TT (TerraTerra) system. The average value of noise which close to null is actuation system using TT (Terra-Terra) defense system with average value voltage in a lamp of -87,3 mV, in second lamp of -96.7 mV, in third lamp of -106 mV and in forth lamp of 120 mV. Key Words: Channel protection system, Defense system and Noise average voltage
Upgrading Vertical Clarifier Tank Dengan Penambahan Buffle Plate Untuk Pengoptimalisasi Kinerja Vertical Clarifier Tank Pada Sistem Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Dinda Rizqi Ridha Debiyani; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Ramdono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan untuk tetap menjaga kualitas tanaman kelapa sawit tanpa mengurangi kuantitas akan menjadi suatu tujuan penting untuk perkembangan industri kelapa sawit. Pengolahan kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit. Minyak kelapa sawit dihasilkan melalui beberapa tahapan-tahapan diantaranya adalah penerimaan bahan baku, perebusan, pembantingan, pengepressan, pengolahan minyak mentah, pengolahan nut dan kernel. Salah satu metode pengendapan merupakan proses pemisahan minyak yang terjadi karena adanya proses pengendapan yang disebabkan berat jenis dari minyak, emulsi, dan sludge. Dikarenakan dalam proses pengolahan untuk menghasilkan minyak kelapa sawit membutuhkan waktu yang lama. Pada tugas akhir ini dilakukan upgrading vertical clarifier tank dengan penambahan buffle plat untuk mengoptimalkan kinerja vertical clarifier tank pada sistem pengolahan minyak kelapa sawit. Hal tersebut dapat mengurangi volume minyak yang terikut di sludge underflow sehingga mampu mengurangi beban kerja dari sludge certrifuge. Hasil pengujian menunjukan bahwa pembaharuan pada vertical clarifier tank menggunakan buffle plat yang lebarnya 200mm dengan panjang buffle plat 445mm dan tebal plat 5mm yang menghasilkan jumlah prosentasi kehilangan minyak yang lebih kecil sebesar 7,578%. Kata kunci : vertical clarifier tank,buffle plat,underflow,centrifuge. Abstract The need to maintain the quality of oil palm crops without reducing the quantity will be an important objective for the development of the palm oil industry. Palm oil processing is one of the factors that determine the success of oil palm plantation business. Palm oil is produced through several stages such as the acceptance of raw materials, boiling, spinning, pressing, crude oil processing, nut processing and kernels. One of the precipitation methods is the oil separation process that occurs due to the precipitation process caused by the specific gravity of oil, emulsion, and sludge. Because in processing to produce oil palm takes a long time. In this final project is done vertical clarifier tank upgrading with the addition of buffle plate to optimize the performance of vertical clarifier tank on palm oil processing system. This can reduce the volume of oil in the sludge underflow in order to reduce the workload of sludge certrifuge. The test results show that the renewal in the vertical clarifier tank uses buffle plate that is 200mm wide with 445mm plate buffer length and 5mm plate thickness which results in a smaller percentage of oil loss of 7.578%. Keynote : vertical clarifier tank,buffle plat,underflow,centrifuge.
Studi Pengaruh Pelapisan Elektroda Dengan Bahan Dasar Karbon-logam Pada Sistem Sel Tunam Mikroba Binandika Arya Wangsa; Reza Fauzi Iskandar; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel tunam mikroba atau yang biasa disebut MFC adalah bioreaktor yang mengubah energi kimia dari senyawa organik menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan bahwa dengan pelapisan logam dengan karbon dapat meningkatkan tegangan dan arus listrik yang dapat dihasilkan oleh sistem MFC ini. Hal ini dikarenakan sifat karbon yang dapat menyerap dengan baik diharapkan dapat menyerap lebih banyak elektron yang dihasilkan oleh mikroba untuk dihubungkan dengan rangkaian listrik. Semakin banyak elektron yang diserap, maka semakin besar pula beda potensial yang dihasilkan. Elektroda yang digunakan berupa logam seng dan tembaga yang kemudian dilapisi dengan karbon menggunakan dua metode. Metode yang pertama adalah elektrolisis dengan memanfaatkan energi listrik menjadi energi kimia. Dan yang kedua adalah pelapisan dengan memanfaatkan pasta karbon. Setelah dilapisi dengan karbon kemudian elektroda digunakan ke sistem STM dan hasilnya terjadi peningkatan teganan maupun kuat arus pada elektroda logam yang dilapisi karbon dengan pasta karbon daripada elektroda yang belum dilapisi ataupun dilapisi dengan elektrolisis. Hal ini dikarenakan pada elektroda dengan pelapisan elektrolisis terdapat zat kimia metilen biru yang membuat mikroba dalam substrat menjadi tidak berfungsi atau pelapisan ini menyebabkan tertutupnya lapisan logam sebagai elektroda sehingga teganan maupun kuat arus yang dihasilkan sangat tidak stabil. Tegangan rata-rata tertinggi dihasilkan pada elektroda dengan pelapisan pasta karbon dengan rata-rata tegangan sebesar 0,92 V dan rata-rata kuat arus 0,75 mA dengan menggunakan substrat air limbah inlet Kata kunci: Sel Tunam Mikroba, Elektroda, Elektrolisis, Pelapisan Abstract Microbial fuel cell or we can call it MFC is a bioreactor that used to transform chemical energy to electrical energy using the compound organic to make catalystic reaction for microorganism. The purpose of this research is to prove that coating the metal electrode with carbon can make the electric energy that produced is increased. This is caused by the nature characteristic of carbon that have the capability to absorb better than any material. So hoping that it will absorb more electron to transfer so it can increase the voltage that produced by the MFC itself. Metal electrode that used to be coated by carbon is zinc and copper. First method is using electrolysis to make the coating by transform the electric energy to chemical energy. The second is coating using carbon paste. And the result is the voltage and current that produced is increased with the electrode that coated with carbon paste. and the other electrode is producing a not stable voltage and the current because the coating itself might be harm the microbe, so it makes the electron not well functioned. The other conclusion is that the coating itself is blocking the electron to transfer so it makes it not stable. The highest average voltage and current that produced is 0,94 V and 0,75 mA with carbon paste electrode and using inlet waste water as the substrate Keywords: Microbial Fuel Cell, Electrolysis, Electrode, Coating
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse