Claim Missing Document
Check
Articles

Found 67 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Implementasi Sistem Kendali Pid Pada Autonomous Moving Forward Quadcopter Rizkar Febrian; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quadcopter merupakan salah satu jenis Unmanned Aerial Vehiclhe (UAV) rotary wing yang memiliki empat buah lengan. Quadcopter dapat terbang secara vertical dan horizontal, hal tersebut dipengaruhi oleh tiga sumbu yaitu gerakan sumbu x (pitch), sumbu y (roll), dan sumbu z (yaw). Untuk melakukan gerak secara horizontal diperlukan kestabilan keempat motor agar quadcopter tidak terbalik. Kontrol PID digunakan untuk mengatur keempat motor tersebut, dan untuk mendapatkan nilai PID digunakan metode tuning Ziegler n ichols. Nilai kontrol yang didapat setelah melakukan tuning yaitu , pada sumbu x, , pada sumbu y dan , pada sumbu z . Moving forward pada dasarnya sama dengan gerakan hover, perbedaannya hanya terdapat pada sudut salah satu sumbunya, maka dari itu set poin sudut yang diberikan agar quadcopter dapat melakukan gerakan horizontal adalah 2o – 10o. Kata kunci : Quadcopter, PID, pitch, roll, yaw, Ziegler Nichols.
Analisis Produksi Energi Listrik Dari Microbial Fuel Cell Dengan Pengolahan Limbah Air Fajri Amenda Putra; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial fuel cell (MFC) dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. MFC dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik dengan bantuan mikroorganisme. Selain permasalahan energi, Indonesia juga dihadapkan dengan permasalahan pengolahan limbah. Zat organik yang terdapat pada limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan mikroba pada sistem MFC. Limbah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan limbah air inlet dan outlet. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu operasi, diameter elektroda dan volume reaktor terhadap kinerja MFC. Reaktor dirancang berdasarkan pada prinsip kerja reaktor sel elektrokimia dimana terdapat dua kompartemen yaitu kompartemen anoda dan katoda. Kedua kompartemen tersebut dipisahkan oleh jembatan garam dan pada masing-masing kompartemen diberikan elektroda. Kemudian dilakukan preparasi berupa substrat, dan alat elektrolisis. Kompartemen anoda akan diisi dengan substrat air limbah inlet dan outlet dari Instalasi Pengolahan Limbah Air di Cikoneng. Pemilihan air limbah ini sebagai substrat karena banyak terdapat biokatalisator yang merupakan elemen penting dalam sistem ini. Pada hasil penelitian, kuat arus maksimum yang mampu dihasilkan oleh sistem MFC ini sebesar 0,9201 mA dengan substrat air limbah inlet dengan elektroda Zn/Cu pada pengukuran pertama, dan sebesar 0,91824 mA pada pengukuran kedua dengan elektroda Zn/Cu dan substrat air limbah inlet. Tembaga dan seng sebagai elektroda, mampu mengkonversi substrat tersebut menjadi energi listrik dengan nilai antara 1,508733646 mJ sampai 155,3877914 mJ. Nilai daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC untuk dua kali pengukuran mencapai 1,255529949 mW dengan menggunakan pelat elektroda Cu dan Zn. Kata Kunci: Microbial Fuel Cell, limbah air, elektroda, kuat arus, tegangan, energi listrik, daya maksimum. Abstract Microbial fuel cell (MFC) can be used as an alternative energy source that is environmentally friendly and sustainable. MFC can convert chemical energy into electrical energy through catalytic reactions with the help of microorganisms. In addition to energy problems, Indonesia is also faced with waste processing problems. Organic substances present in waste can be used as carbon sources for microbial growth in MFC systems. Waste used in this research is inlet waste water treatment and outlet. This research has purpose to know the influence of operation time, electrode diameter and reactor volume to MFC performance. The reactor is designed based on the working principle of an electrochemical cell reactor in which there are two compartments ie anode and cathode compartments. Both compartments are separated by salt bridges and in each compartment are given electrodes. Then do the preparation of substrate, and electrolysis tool. The anode compartment will be filled with inlet and outlet wastewater substrates from the Wastewater Treatment Plant in Cikoneng. The selection of this waste water as a substrate because there are many biocatalisator which is an important element in this system. In the experiments, the maximum current strength produced by this MFC system is 0.9201 mA with an inlet wastewater substrate with Zn / Cu electrodes at first measurement, and 0.91824 mA in the second measurement with Zn / Cu electrode and water substrate waste inlet. Copper and zinc as electrodes, capable of converting the substrate into electrical energy with a value between 1.508733646 mJ to 155.3877914 mJ. The maximum power value that can be generated from the MFC system for two measurements reaches 1.255529949 mW by using Cu and Zn electrode plates. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5610 Keywords: Microbial Fuel Cell, waste water, electrode, strong current, voltage, electrical energy, maximum power.
Penerapan Kontrol Adaptif Dahlin Proporsional Pada Buck Converter Dengan Gangguan Medan Magnet Eksternal Adwin Welmark Cristri; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian pembangkit mikrohidro menggunakan genereator DC, dengan demikian diperlukan perangkat elektronik buck converter yang merupakan salah satu jenis dari dc-dc converter yang berfungsi mengubah besaran pentransmisian listrik ke tempat penyimapanan energi atau dari baterai ke beban penggunaan listrik [1][4]. Pada rangkian buck converter ini digunakan komponen induktor. Komponen induktor sendiri juga sensitif terhadap gangguan medan magnet di sekelilingnya. Jika perangkat buck converter ini beroperasi di pembangkit mikrohidro maka memungkinkan terjadinya gangguan medan magnet yang berasal dari generator. Oleh karana itu, diperlukan suatu perlakuan khusus untuk mempertahankan keadaan respon sistem walaupun sistem diganggu [3] [6] [7]. Dalam penelitian ini akan di uji buck converter dengan menggunakan metode kontrol adaptif proporsional Dahlin [8]. Dengan meggunakan metode ini diharapkan keadaan sistem dapat diketahui setiap saat, sehingga diketahui perlakuan yang perlu diberikan kepada sistem [7][8]. Selain itu, metode tersebut akan dibandingkan dengan metode kontrol proporsional konvensional. Kata Kunci: Buck Converter, Mikrohidro, Gangguan Medan Magnet, Kontrol Adaptif Dahlin Proporsional
Studi Pengaruh Pelarut Organik Terhadap Produksi Gas Hidrogen Menggunakan Generator Tipe Dry Cell Dengan Koh Sebagai Katalis Novita Fatkhuromah; Reza Fauzi Iskandar; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan bahan bakar fosil semakin berkurang dari waktu ke waktu seiring meningkatnya kebutuhan manusia terhadap bahan bakar. Oleh karena itu, dibutuhkan energi alternatif sebagai solusi pengganti bahan bakar fosil. Hidrogen merupakan salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan. Gas hidrogen dapat dihasilkan oleh generator HHO tipe dry cell dengan menggunakan prinsip elektrolisis. Elektrolit yang gunakan dalam proses elektrolisis berupa pelarut organik yaitu etanol dan metanol. Sebelumnya telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap elektrolisis pada etanol dan metanol, namun generator yang digunakan membutuhkan daya yang besar dan komponen tambahan. Pada penelitian ini, generator yang digunakan terdiri dari dua elektroda silinder dengan tambahan KOH sebagai katalis. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan bubble flow meter dan gas chromatograph. Dalam penelitian ini, konsentrasi katalis yang digunakan, arus kerja generator, serta penambahan pelarut divariasikan untuk mendapatkan hasil yang optimum. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metanol dapat menghasilkan kadar hidrogen tertinggi yaitu 95.03% dengan tegangan sebesar 2.6360 V. Sedangkan kadar hidrogen pada etanol adalah 52.43% dengan tegangan sebesar 2.5883 V. Kata Kunci: energi terbarukan, hidrogen, generator HHO, elektrolisis. Abstract The availability of fossil fuels is dwindling over time as human needs increase over fuel. Therefore, alternative energy is needed as a replacement solution for fossil fuels. Hydrogen is one of environmentally friendly alternative energy. Hydrogen gas can be generated by dry type cell HHO generator by using electrolysis principle. Electrolytes used in the process of electrolysis in the form of organic solvents are ethanol and methanol. Previously there has been a lot of research done on electrolysis on ethanol and methanol, but the generators used require large power and additional components. In this study, the generator used consisted of two cylindrical electrodes with the addition of KOH as a catalyst. Measurements were made using bubble flow meter and gas chromatograph. In this study, the catalyst concentration used, the generator workflow, and the addition of the solvent were varied to obtain optimum results. From this research, it can be concluded that methanol can produce the highest hydrogen content of 95.03% with a voltage of 2.6360 V. While the hydrogen content in ethanol is 52.43% with a voltage of 2.5883 V. Keywords: renewable energy, hydrogen, HHO generator, electrolysis.
Rancang Bangun Kontrol Kestabilan Statis Pada Autonomous Underwater Vehicle Menggunakan Metode Fuzzy Logic Danny Dimas Debriano; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Autonomous Underwater Vehicle (AUV) adalah sebuah robot bawah air yang dapat bergerak secara otomatis tanpa kendali langsung dari manusia. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk merancang suatu Autonomous Underwater Vehicle yang tetap stabil dalam keadaan statis pada setiap kedalaman selam yang berbeda-beda walaupun mengalami gangguan yang arah pergerakannya bersifat yaw dan pitch. Sistem kontrol logika fuzzy dengan masukan berupa sudut dari hasil pembacaan sensor kemudian akan diolah oleh sistem kendali fuzzy logic yang menghasilkan keluaran berupa kecepatan putar motor untuk mengembalikan ke posisi set point yang telah ditentukan. Saat pengujian kedalaman masih terdapat error sebesar ±0.5 cm yang tidak mampu tereduksi karena tidak adanya sensor pengukur kedalaman. Dari hasil pengujian sudut yaw dihasilkan nilai settling time (ts) yang lebih besar dari hasil perhitungan waktu estimasi sebesar 0.3 sampai 1 detik disebabkan adanya lonjakan maksimum sebesar 20o sampai 30o. Pengujian robot sudut yaw dan pitch saat di kedalaman yang lebih besar menghasilkan nilai settling time (ts) 0.2 sampai 1.7 detik lebih lama, hal ini disebabkan karena pengaruh tekanan air yang lebih besar seiring bertambahnya kedalaman. Kata kunci : Autonomous Underwater Vehicle (AUV), logika fuzzy, kestabilan. Abstract Autonomous Underwater Vehicle (AUV) is an underwater robot that can move automatically without direct control of humans. This final project was created with the aim of designing an Autonomous Underwater Vehicle that remains stable in static state at every different depth of dive despite disturbance that the direction of movement is yaw and pitch. Fuzzy logic control system with input in the form of angle from the sensor readings will then be processed by fuzzy logic control system that produces the output of motor rotation speed to return to the position set point that has been determined. During depth testing there is still an error of ± 5 cm which can not be reduced due to the absence of depth measuring sensors. From the results of the test yaw angle generated settling time value (ts) is greater than the calculation of estimation time of 0.3 to 1 second due to a maximum spike of 20o to 30o. Testing robot angles yaw and pitch when in a larger depth results in settling time (ts) 0.2 to 1.7 seconds longer, this is due to the influence of greater water pressure as the depth increases. Keywords: Autonomous Underwater Vehicle (AUV), fuzzy logic, stability.
Rancang Bangun Sistem Pemantau Daya Pada Modul Silikon Polikristal Firdy Bahari Putra; Ismudiati Puri H; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik yang dibangkitkan dengan bahan bakar fosil jumlahnya terbatas. Oleh sebab itu perlu adanya pembangkit listrik yang berkategori terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Komponen penting PLTS yaitu modul surya yang berfungsi mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Setiap modul surya memiliki karakteristik yang berbeda dan mempengaruhi kinerja PLTS. Pada penelitian ini sistem pemantau daya telah dibuat dan diujicobakan untuk mengkarakterisasi daya keluaran dan disipasi daya pada PLTS yang berada di Gedung P. Karakterisasi modul surya dilakukan dengan cara menentukan grafik “I-V” dan mencari nilai hambatan dalam dari modul surya, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan efisiensi dan disipasi daya. Grafik “I-V” ditentukan dengan cara mencatat nilai arus dan tegangan pada beban variabel yang dihubungkan dengan modul PV. Nilai arus dan tegangan dilengkapi dengan data suhu, radiasi matahari, dan kelembaban yang tercatat pada sistem pemantau real time, sehingga mendapatkan data pengaruh lingkungan terhadap kerja PLTS. Dengan mendapatkan grafik “I-V” pada modul PV, efisiensi, nilai hambatan dan disipasi daya suatu PLTS dapat dipantau sesuai dengan waktu sebenarnya. Kata kunci: modul surya, PLTS, grafik “I-V”, efek fotovoltaik, pemantauan daya, disipasi daya.
Perancangan Dan Pembuatan Densitometer Digital Dengan Menggunakan Strain Gauge Dan Ldr Jaya Wikrama; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembuatan densitometer digital terdiri dari proses integrasi LED dan LDR (LDR dikonfigurasikan dengan resistor referensi dalam bentuk rangkaian pembagi tegangan) sebagai sensor level dan proses integrasi strain gauge dengan penguat differential sebagai sensor massa. Melalui proses karakterisasi LDR dan strain gauge, diperoleh dimensi wadah ukur dengan panjang 10cm, lebar 10cm, dan tinggi 13cm. LDR sebagai sensor level mempunyai rata-rata standard error sebesar 0,0234. Sedangkan strain gauge sebagai sensor massa mempunyai standard error sebesar 7,77 dengan nilai korelasi linieritas sebesar 99,85%. Berdasarkan karakterisasi yang telah dilakukan, resistansi LDR ketika jarak optimum tercapai yaitu 23,53 kOhm dan resistansi LDR ketika jarak minimumnya tercapai yaitu 3,05 kOhm. Dengan mempertimbangkan nilai tersebut maka diperoleh nilai resistor referensi sebesar 10 kOhm. Kemudian agar strain gauge dapat digunakan dalam pengukuran massa, strain gauge yang digunakan adalah strain gauge yang telah dikonfigurasikan dalam bentuk load cell dengan sinyal keluaran yang dikondisikan menggunakan elemen penguat sinyal dengan konstanta penguatan sebesar 5000 kali. Pengujian dilakukan pada ruangan dengan dengan 24 oC, tekanan 1 bar, dan ngan intensitas cahaya berkisar antara 120 hingga 160 Lux. Dalam proses pengujian dengan sampel berupa air, alkohol, dan tembaga diperoleh nilai rata-rata error pengukuran massa jenis zat cair sebesar 6,03%. Sedangkan nilai rata-rata error pada pengukuran massa jenis zat padat sebesar 8,87%. Kata Kunci : densitometer digital, strain gauge, LDR, pengukuran.Abstract Creating of a digital densitometer consists of an LED and LDR integration process (LDR is configured with a reference resistor in the form of a voltage divider circuit) as a level sensor and strain gauge integration process with a differential amplifier as a mass sensor. Through the LDR and strain gauge characterization process, the dimensions of the measuring vesel are 10cm x 10cm x 13cm (l x w x h). LDR as a level sensor has a standard error of 0.0234. While the strain gauge as a mass sensor has a standard error of 7.77 with a linear correlation value of 99.85%. Based on the characterization that has been done, the LDR resistance when the optimum distance is reached is 23.53 kOhm and LDR resistance when the minimum distance is reached is 3.05 kOhm. Based on this value, the reference resistor value is 10 kOhm. Then in order for the strain gauge can be used in mass measurement, the strain gauge configured into a load cell form with an output signal conditioned by a signal amplifier element with a gain constant of 5000 times. Tests carried out in a room at temperature of 24 oC, pressure of 1 bar , and with light intensity ranging from 120 to 160 Lux. Throught the testing process with water, alcohol, and copper as the sample, the average error value of the measurement of liquid density was 6.03%. While the average error value for solid density measurement is 8.87%.Keywords: digital densitometer, strain gauge, LDR, measurement.
Studi Pengaruh Penggunaan Filter Kalman Pada Pengukuran Intensitas Cahaya Dalam Sistem Smart Home Muhammad Pandu Aryo Gumilang; Ery Djunaedy; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Smart Home merupakan informasi dan teknologi terintegrasi yang berbasis hardware dan software dengan fokus untuk memaksimalkan keamanan serta kenyamanan pemilik hunian tempat tinggal. Rumah yang nyaman adalah rumah yang memiliki pencahayaan yang baik di setiap ruangannya, pencahayaan dalam rumah dibutuhkan untuk optimalisasi setiap aktivitas, perbedaan aktivitas manusia dalam suatu rumah membutuhkan intensitas cahaya tertentu. Standar Nasional Indonesia memiliki nilai refrensi intensitas cahaya untuk menjadikan ruangan yang nyaman, untuk ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja adalah 120 ~ 250 lux. Untuk membuat smart home yang memiliki pencahayaan yang baik maka dibutuhkan tolak ukur pencahayaan di dalam rumah, salah satu sensor cahaya yang dapat dijadikan alat ukur adalah sensor LDR (Light Dependent Resistor), Sensor LDR memiliki kekurangan yaitu hasil sensor yang berfluktuasi, data yang dihasilkan sensor LDR belum baik untuk sistem pengukuran dan akan menyulitkan sistem smart home itu sendiri. maka dari itu dibutuhkan filter kalman yaitu filter yang dapat memprediksi nilai sehingga didapatkan hasil yang stabil, hasil akhir menunjukan bahwa filter kalman mampu menghilangkan fluktuasi dengan error 7.57% sehingga akurasi relative pengukuran adalah 92.43% lebih baik dibanding tidak menggunakan filter kalman, untuk correlation pearson 0.995 dan nilai standar deviasi 19.88. Kata Kunci: Smart Home, Smart House, eHome, Intensitas Cahaya, Filter Kalman Abstrak The Smart Home system is information and integrated technology based on hardware and software with a focus on maximizing the security and comfort of residential dwellers. A comfortable house is a house that has good lighting in each room, lighting in the house is needed to optimize each activity, the difference in human activity in a house requires a certain intensity of light. The Indonesian National Standard has a light intensity reference value to make the room comfortable, for the living room, dining room, and work space is 120 ~ 250 lux. To make a smart home that has good lighting, a lighting measurement is needed in the house, one of the light sensors that can be used as a measuring instrument is the LDR (Light Dependent Resistor) sensor, the LDR sensor has a fluctuating sensor result, the data generated by the sensor LDR is not good for measurement systems and will complicate the smart home system itself. Therefore it is necessary to use the Kalman filter which is a filter that can predict values so that a stable result is obtained, the final result shows that the Kalman filter is able to eliminate fluctuations with an error of 7.57% so that the relative accuracy of measurement is 92.43% better than not using the Kalman filter, for Pearson correlation 0.995 and the standard deviation value of 19.88. Keywords: Smart Home, Smart House, eHome, Light Intensity, Kalman Filter, Logaritmic
Perancangan Dan Realisasi Sistem Manajemen Termal Baterai Lithium Ion Menggunakan Metode Pendinginan Semi Pasif Achmad Rifdatul Hisan; Ismudiati Puri Handayani; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai adalah salah satu media penyimpan dan penyedia energi melalui reaksi kimia yang fungsi kerja dan umurnya dipengaruhi oleh suhu. Saat suhu meningkat dapat memberikan efek yaitu overcharge, short circuit, atau  bahkan ledakan pada baterai. Pada penelitian ini dirancang sistem manajemen termal baterai untuk dapat memantau pengaruh suhu terhadap kinerja baterai, serta mengurangi efek negatif suhu pada baterai. Sistem yang dibuat berupa purwarupa dengan pemanas yang terbuat dari paraffin sebagai phase change material (PCM) dan melibatkan kipas yang membantu distribusi panas. Selanjutnya purwarupa diuji dengan menggunakan pemanas listrik dengan daya 280 watt dan diimplementasikan pada baterai pack yang terdiri atas tiga dan enam baterai. Penyebaran panas secara konveksi paksa dilakukan dengan menggunakan kipas dengan putaran 4100 RPM dan 4500 RPM. Dari pengujian purwarupa dapat diketahui bahwa paraffin mulai berubah fasa pada suhu 40    . Sedangkan pada pengujian baterai, pada proses pengisian selama 5500 detik suhu terendah diperoleh sebesar 30     ketika penggunaan kipas 4100 rpm. Proses tersebut lebih cepat jika  menggunakan  kipas  4500  rpm  yaitu  pengujian  selama  6500  rpm  disuhu  27    .  Selain  itu,  proses pengosongan baterai tidak terlalu dipengaruhi oleh suhu. Permodelan dengan menggunakan MATLAB® menunjukkan  kecenderungan  yang  sama  dengan  hasil  eksperimen  dengan  selisih  sebesar  0.5  volt. Selanjutnya proses pemodelan distribusi panas dengan COMSOL®  menunjukkan bahwa sistem pendingin mencapai suhu yang lebih cepat dibanding eksperimen. Hasil ini menunjukkan bahwa proses konduksi dan konveksi paksa masih perlu dioptimalkan. Kata kunci: sistem manajemen termal, baterai lithium ion, MATLAB®, COMSOL®
Studi Eksperimental Kelayakan Sistem Induksi Medan Magnet Dengan Metode Induced Current Electrical Impedance Tomography (iceit) Pada Bahan Non-feromagnetik Diah Ayu Sitoresmi; Dudi Darmawan; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses identifikasi dilakukan untuk mendeteksi dan mengevaluasi terhadap ketidakhomogenan atau anomali tanpa merusak objek uji secara langsung. Salah satu indikator adanya anomali adalah ketidakhomogenan parameter fisis objek uji. Proses identifikasi dengan metode NDT dilakukan melalui penentuan parameter fisis melalui metode ICEIT. Dengan menggunakan metode ICEIT diharapkan mampu mengatasi persoalan ill-possed pada metode ACEIT. Namun pada metode ICEIT dihadapkan pada persoalan ketidakhomogenan medan magnet penginduksi. Maka diperlukan kesesuaian parameter fisis sistem induksi medan magnet yang digunakan.Perancangan model sistem induksi medan magnet metode ICEIT dilakukan untuk mendapatkan data potensial boundary batas tepi objek uji yang mencerminkan data resistivitas. Berdasarkan hasil eksperimen pengujian menunjukkan bahwa penentuan parameter fisis menghasilkan data pengukuran potensial boundary layak terukur dengan alat ukur standar laboratorium. Validasi data dilakukan dengan perbandingan data hasil pengukuran dengan data hasil simulasi. Parameter fisis sistem induksi medan magnet yang paling efektif ditentukan oleh frekuensi 𝑓 = 10 𝐾𝐻𝑧, sumber arus listrik 𝐼0 = 3,7 𝑚𝐴𝑝𝑝, dan jumlah lilitan koil penginduksi 𝑁 =600 lilitan. Tingkat akurasi (error) data pada objek uji homogen adalah 3,61 % dan anomali adalah 4,41 %. Sehingga data pengukuran potensial boundary hasil eksperimen dapat dilakukan rekonstruksi citra tomografi untuk proses identifikasi.
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse