Claim Missing Document
Check
Articles

Found 67 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Pengaruh Material Logam Sebagai Elektroda Microbial Fuel Cell Terhadap Produksi Energi Listrik T. Nuzul Akbar; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem MFC merupakan perangkat yang menggunakan bakteri sebagai katalis untuk mengoksidasi zat organik dan anorganik sehingga menghasilkan arus listrik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menyelidiki kaitan pemilihan material logam berupa seng, aluminium, dan tembaga yang berbentuk pelat dengan luas permukaan 10 cm2 , sebagai elektroda terhadap kinerja dari sistem MFC. Reaktor yang digunakan adalah MFC dual-chambers dengan setiap kompartemen memiliki dimensi 5 cm × 10 cm × 10 cm. Pada sistem MFC dual-chambers, elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anoda ditransfer menuju elektroda anoda dan mengalir menuju elektroda katoda, sedangkan proton ditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Lumpur sawah digunakan sebagai substrat pada kompartemen anoda, akuades pada kompartemen katoda, serta jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menujukkan bahwa kerapatan daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC mencapai 30,54 mW/m2 (menit ke-65) dengan elektroda Cu/Zn untuk pengukuran pertama, dan 32,62 mW/m2 (menit ke-145) dengan elektroda Zn/Cu untuk pengukuran kedua. Perolehan kuat arus dan tegangan pada kedua pengukuran tidak berbeda secara signifikan, secara keseluruhan nilai kuat arus semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi energi listrik tertinggi dihasilkan oleh kombinasi elektroda dengan material seng dan tembaga. Kata kunci: Microbial Fuel Cell, lumpur sawah, elektroda
Studi Karakteristik Propeler Berbasis Sintesa Geometri Kembang Pohon Mahoni Apriliani Putri Prasetyo; Reza Fauzi Iskandar; Liman Hartawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pohon Mahoni merupakan tanaman yang banyak ditemukan di daerah tropis salah satunya Indonesia. Pohon ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, hampir seluruh bagian dari Pohon Mahoni dapat dimanfaatkan, mulai dari kayu hingga bijinya. Selama ini pemanfaatan Pohon Mahoni terbatas hanya kayunya sebagai bahan baku furniture dan bijinya dimanfaatkan dibidang kesehatan sebagai obat alternatif menurunkan kolesterol karena kandungan flavonoid di dalamnya. Pada penilitian tugas akhir ini penulis memanfaatkan kembang Pohon Mahoni dari segi geometri dan topologi untuk disintesa dan dibuat menjadi sebuah propeler. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena kembang Mahoni memiliki geometri yang hampir serupa dengan blade pada propeler. Selain itu, ketika sebuah kembang Mahoni dilemparkan secara vertikal ke atas maka kambang Mahoni ini akan turun kembali dengan gerakan berputar seperti putaran sebuah propeler. Dengan memanfaatkan teknik desain dan cetak 3 dimensi diharapkan dapat membantu terbentuknya produk propeler baru dengan desain yang serupa dengan geometri dan topologi kembang Mahoni. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya jumlah putaran paling besar adalah senilai 1641,5 RPM yang dihasilkan dari propeler dengan 8 blade pada sampel 1 dengan lebar bilah 0,021 m dan diameter propeler sebesar 0,188 m. Sementara itu nilai koefisien daya paling besar dihasilkan oleh propeler pada sampel 5 dengan 8 blade sebesar 0,56066 dengan lebar bilah sebesar 0,026 m dan diameter propeler sebesar 0,183 m. Sedangkan nilai local velocity paling besar dihasilkan oleh propeler pada sampel 4 dengan 2 blade sebesar 0,53741 yang memiliki lebar bilah sebesar 0,022 m dan diameter propeler sebesar 0,187 m. Kata Kunci: Kembang Pohon Mahoni, Propeler, Desain 3D, Cetak 3D, Modeling Abstract Mahogany tree is a plant frequently found in tropical areas, one of which is Indonesia. The tree has high economical value, almost all of Mahogany’s parts can be utilized, from its wood to its seed. Up until now, the use of Mahogany tree is limited to its wood as raw materials and the use of its seed as an alternative medicine to reduce cholesterol level due to its flavonoid content. In the research of this final assignment, the author utilizes the Mahogany Tree flower in terms of geometry and topology to be synthesized and produced into a propeller. The reason behind this research is because Mahogany flower has a geometry that is almost similar to a blade on a propeller. Moreover, when a Mahogany flower is thrown vertically upwards, the Mahogany flower will come back down in a circular motion like a propeller's rotation. By taking advantage from 3-dimensional design and printing techniques, it is expected to help the creation of new propeller products with designs similar to geometry and topology that of Mahogany flowers. The results of this study show the largest number of rotationsare 1641.5 RPM which was produced from a propeller with 8 blades on sample 1 with blade width of 0.021 m and propeller diameter of 0.188 m. Meanwhile the highest power coefficient value is generated by propeller on sample 5 with 8 blades,which is 0.56066 with blade width of 0.026 m and propeller diameter of 0.183 m. While the greatest local velocity value is generated by the propeller on sample 4 with 2 blades, which is 0.53741 with a blade width of 0.022 m and a propeller diameter of 0.187 m. Keywords: Mahogany Flower, Propeller, 3-Dimension Design, 3-Dimension Printing
Klasifikasi Suara Anak-anak Menggunakan Metode Fast Fourier Transform6 Anas Rafii Ramadhan; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu dari banyak bidang yang memiliki peran penting dalam manufaktur adalah sistem kontrol modern dan teknik kendali otomatis, dimana salah satu kegunaannya adalah untuk mempermudah aktivitas manufaktur. Umumnya, terdapat sistem pengaturan posisi satu sumbu yang membutuhkan keakuratan untuk menunjang kegiatan produksi. Maka dari itu, diperlukan teknik kontrol otomatis yang dapat memberikan keakuratan pada perpindahan posisi pada sistem. Metode model referensi merupakan metode yang diteliti pada tugas akhir ini. Garis besar perinsip kerjanya pengukuran posisi aktual yang terukur sensor akan selalu dibandingkan dengan posisi referensi menurut model referensi, sehingga aktuator akan menyesuaikan terhadap umpan balik yang diberikan. Implementasi metode kontrol model referensi ditujukan untuk mencapai keakuratan dalam perpindahan posisi. Dalam hal ini, keakuratan dapat dinilai dari seberapa kecil nilai persentase kesalahan posisi akhir terhadap nilai acuan posisi yang diberikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, implementasi metode kontrol ini dapat bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut dengan rentang persen error 0.2 – 0.78%. . Kata Kunci : Model Referensi, Sistem Pengaturan Posisi Abstract One of many fields that have an important role in manufacturing is modern control system and automatic control techniques, which one of its uses is make manufacturing activities easier. Generally, there is a one-axis position configuration system that requires accuracy to support the production activities. Therefore, an automatic control technique that provide accuracy to position displacement in the system is necessary. Model reference method is the method studied in this final task. The outline of its work principle is that the actual position measured by the sensor will always be compared to reference position according to model reference, so that the actuator will adjust to the given feedback. The implementation of model reference control is intended to achieve accuracy in position displacement. In this case, accuracy can be assessed by how small the final position error percentage value is compared to the given set-point. Based on the study that has been done, the implementation of this control method works well to achieve the objective with an percent error range of 0.2 – 0.78%. . Keywords : Model Reference, Position Configuration System
Perancangan Kontrol Kestabilan Vertikal Pada Robot Beroda Satu Menggunakan Konsep Pendulum Terbalik Andi Aditya Pratama; Reza Fauzi Iskandar; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Robot beroda satu merupakan robot yang dirancang untuk dapat menjaga keseimbangan berat badan robotnya, dalam hal ini terfokuskan dalam satu sumbu (pitch). Sistem robot beroda satu dapat diasumsikan sebagai sistem pendulum terbalik. Pendulum terbalik merupakan sistem yang labil dan untuk mendapatkan keseimbangan bisa didapatkan dengan berusaha mendapatkan posisi titik berat berada di atas titik tumpunya. Dikarenakan sistem pendulum terbalik ini merupakan sistem yang tidak stabil, maka diperlukan suatu pengontrolan untuk mengatur agar sistem tersebut dapat menjaga posisi vertikal terhadap posisi acuan. Pada penelitian ini, metode PID akan digunakan sebagai pengontrolan sistem dengan memanfaatkan perbedaan nilai set point dan nilai present value dari sensor MPU6050 untuk dapat menstabilkan keseimbangan robot. MPU6050 merupakan sebuah sensor yang berfungsi membaca nilai sudut yang ditimbulkan akibat berotasinya badan robot. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa robot dapat seimbang ketika tanpa beban maupun diberikan variasi beban. Pemberian beban ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem dapat menjaga kestabilannya ketika dalam keadaan terbebani. Kondisi tanpa beban merupakan respon yang paling stabil dengan settling time sekitar 0,79 detik, error steady state 1,6% dan rasio osilasi sebesar 0,99375%. Kondisi pada 29 gram adalah beban maksimal yang dapat diberikan pada robot dengan settling time sekitar 1,21 detik, error steady state 2,067% dan rasio osilasi sebesar 1%. Ketika diberikan beban 33 gram, robot memperlihatkan pergerakan dinamis yang sangat besar sehingga melewati wilayah pengujian dengan nilai settling time sekitar 2,42 detik, error steady state 1,76% dan rasio osilasi sebesar 0,998%. Kata Kunci: Robot beroda satu, pendulum terbalik, kendali PID. Abstract A one-wheeled robot is a robot designed to keep the robot’s weight equilibrium which focuses in one direction (back and forth). The implementation of the one-wheeled robot can be assumed as an inverted pendulum. The inverted pendulum is an unstable system and an equilibrium can be obtained by trying to get the center of gravity position above the fulcrum. Due to the unstable system of this inverted pendulum, a control is needed to set so that the system can keep vertical position against the reference position. In this research, the PID control will be used as a system control utilizes the difference of setpoint value and the present value of an MPU6050 sensor to stabilize the robot equilibrium. MPU6050 is a sensor which serves to read the angle values caused by the rotating body robot. In this research obtained that robot can balanced when without load and given load variaton. Giving the load aims to see to what extent the system can maintain stability when burdened. Without load condition is the most stable response with settling time 0,79 second, error steady state 1,6% and oscillation ratio 0,99375%. Condition at 29 grams is maximum load that can be given to robot with settling time 1,21 second, error steady state 2,067 % and oscillation ratio 1%. When given load of 33 grams, the robot shows very large dynamic movement so that it pass through the test area with settling time 2,42 second, error steady state 1,76% and oscillation ratio 0,998%. Keyword : single wheel robot, inverted pendulum, control PID.
Evaluasi Karakteristik Variasi Lilitan Terhadap Respon Dinamik Dan Distribusi Temperatur Pada Tungku Fleksibel Poros Tunggal Yanky Newalse; Reza Fauzi Iskandar; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan adalah evaluasi karakteristik variasi lilitan terhadap respon dinamik dan distribusi temperatur pada tungku fleksibel poros tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode pengambilan data yaitu secara perhitungan dan eksperimen. Pengujian secara eksperimen, difokuskan pada titik tengah pengukuran, hingga diperoleh keadaan tunak secara alami. Pada 200 lilitan filamen pemanas, hasil pengukuran suhu yang didapatkan adalah 179℃, jika pada 250 lilitan filamen pemanas adalah 114℃, lalu pada 300 lilitan filamen pemanas adalah 113.8℃. Pada penelitian ini, juga dilakukan pemodelan dalam bentuk persamaan fungsi transfer dan menentukan nilai parameter-parameter karakteristik seperti rise time (Tr),time constan (𝜏), dan settling time (Ts) pada data eksperimen adalah 1746 detik, 795 detik, 3180 detik untuk 200 lilitan filamen pemanas, lalu 1575.41 detik, 717 detik, 2868 detik untuk 250 lilitan filamen pemanas dan 1792.93 detik, 816 detik, 3264 detik untuk 300 lilitan filamen pemanas. Pada persamaan fungsi transfer, nilai openloop gain (k) dan time constan (𝜏) untuk masing-masing variasi lilitan adalah 7.98, 4.25, 3.88 dan 1036 detik, 1235 detik, 1260 detik, dimana nilai k dan 𝜏 diperoleh secara manual. Kata Kunci : Karakteristik Tungku Pemanas, Filamen Pemanas,Fungsi Transfer Abstract The purpose of the research to evaluation characteristics of coil variations on dynamic response and temperature distribution on flexible single core pot. This research uses two methods, they are calculation and experiment. Experimental testing, focused on the midpoint of measurement, until natural steady state is obtained. On 200 heating coil , the result is 179℃, if using 250 heating coil the result is 114℃, and then if using 300 heating coil the result is 113.8℃. In this study, modeling was also carried out in the form of transfer function equations and determining the value of characteristic parameters such as rise time (Tr), constan time (τ), and setting time (Ts) in experimental data including 1746 seconds, 795 seconds, 3180 seconds for 200 heating filament coil, then 1575.41 seconds, 717 seconds, 2868 seconds for 250 heating filament coil and 1792.93 seconds, 816 seconds, 3264 seconds for 300 heating filament coil. In the equation of the transfer function, the value of openloop gain (k) and time constan (𝜏) for each coil variation is 7.98, 4.25, 3.88 and 1036 seconds, 1235 seconds, 1260 seconds, where the k and 𝜏 value is obtained manually. Keynote : Furnace Characteristic, Heating filament,Transfer Function
Pengaruh Jumlah Lubang Udara Pada Tungku Pembakaran Serta Variasi Kecepatan Aliran Udara Terhadap Kinerja Kompor Gasifikasi Dengan Bahan Bakar Pelet Kayu Jati Rizky Anggara; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetergantungan penggunaan bahan bakar LPG sangatlah tinggi. Pemanfaatan biomassa berupapelet kayu jati dapat digunakan sebagai energi terbarukan dengan teknik konversi energi berupagasifikasi biomassa. Pelet kayu dipilih karena ketersediannya yang melimpah serta kandungannyaberupa materi volatil yang tinggi dan merupakan bahan bakar ramah lingkungan karena bukantermasuk bahan bakar fosil. Salah satu teknologi alternatif dari teknik konversi yang dapatditerapkan khususnya di wilayah pedesaan berupa kompor gasifikasi dengan pemanfaatan biomassasebagai bahan bakar. Kompor gasifikasi biomassa yang digunakan dalam penelitian ini berjenis TopLitUpDraft(T-LUD)Gasifierdengandiameterkompor30cmdantinggi60cm.Memilikitigabuahgasifierdenganvariasijumlahlubangudara20,lubangudara30danlubangudara40sertavariasikecepatanaliranudaraprimer(0,5m/s,1m/s,1,5m/s,2m/s,2,5m/s,3m/s,3,5m/s,4m/s).PengujiankomporTLUDdenganduavariabeltersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja kompor.Selain kedua variabel tersebut, pengujian kompor TLUD dilakukan dengan prosedur SNI tungkubiomassa 7926:2013. Dari pengujian kompor biomassa yang telah dilakukan, waktu operasi palinglama sebesar 23,02 menit pada variasi jumlah lubang udara 40 lubang dengan kecepatan 0,5 m/s.Nilai efisiensi termal tertinggi sebesar 13, 55 % pada variasi jumlah lubang udara 40 lubang dengankecepatan 3,5 m/s. Kata kunci : pelet kayu jati, gasifikasi, Top-Lit Up Draf (T-LUD) Gasifier, efisiensi termal.AbstractNowadays, the dependence on the use of LPG fuel is still very high. The utilization of biomass as a teak wood pellet can be used as renewable energy with energy conversion techniques in the form of biomassgasification. Wood pellets were chosen because of their abundant availability and their contents includinghigh volatile ingredients and are environmentally friendly fuels because they are not included in fossilfuels. One of alternative technology from techniques that can be used in various fields such as biomass gasas fuel. The biomass gasification stove in this industry is a Top-Lit Up Draft (T-LUD) Gasifier with a stovediameter 30 cm and height 60 cm. It has three types of gasifiers with the variations in the number of holes,which are 20, 30 and 40 air holes, also the variations in the velocity of air flow (0.5 m / s, 1 m / s, 1.5 m /s, 2 m / s, 2.5 m / s, 3 m / s, 3.5 m / s, 4 m / s). Testing TLUD stoves with two variables with varying amountsin the width of the primary air flow. Besides the variables, TLUD stove testing was carried out with abiomass furnace SNI 7926: 2013. From the characterization of biomass stove that has been done, thelongest operation time is 23,02 minutes on the number of 40 air holes variation at a speed of 0,5 m/s. thehighest thermal efficiency is 13,55 % on the number of 40 air holes variation at a speed of 2,5 m/s. Keywords : teak wood pellet, gasification, Top-Lit Up Draft (T-LUD) Gasifier, thermal efficiency.
Analisis Pemanfaatan Energi Panas Pada Panel Surya Menjadi Energi Listrik Menggunakan Generator Termoelektrik Erik Deardo Purba; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat dibutuhkan hingga saat ini untuk keperluan hidupsehari – hari. Salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi matahari. Panel suryadapat mengubah radiasi matahari menjadi energi listrik secara langsung, panel surya yang terkena radiasimatahari akan menghasilkan panas pada panel surya. Pada penelitian ini panas yang terjadi pada panelsurya akan dimanfaatkan dengan menggunakan 10 buah generator termoelektrik (TEG) tipe SP1848 27145SA yang disusun secara seri – parallel dan dilekatkan pada bagian bawah dari panel surya untukmenghasilkan energi listrik. Percobaan yang telah dilakukan, daya rata – rata yang dihasilkan panel suryatanpa TEG sebesar 9.319 W dengan efisiensi rata – rata 12.10 % sedangkan panel surya dengan TEGmenghasilkan daya rata – rata sebesar 9.219 W dan besar efisiensi rata – rata 11.97 %. TEG dapatmenghasilkan daya rata – rata sebesar 23.40 mW dengan efisiensi rata – rata 0.00876 %. Efisiensi yangdihasilkan sangat kecil, hal terjadi karena perbedaan suhu yang terjadi pada sisi panas dan sisi dingin TEGcukup kecil yaitu rata – rata 4.34 oC. hal tersebut terjadi karena pada sisi dingin TEG hanya menggunakanheatsink sebagai pembuang kalor dan aliran udara sebagai pendingin alami, sehingga pembuangan kaloroleh heatsink pada sisi dingin TEG tidak cukup baik. Pada sisi panas TEG, suhu yang terjadi disebabkanoleh radiasi matahari sehingga panas yang dihasilkan hanya bergantung pada radiasi matahari sehinggasuhu pada sisi panas TEG tidak terlalu tinggi.Kata kunci : Radiasi Matahari, Generator Termoelektrik, Panel Surya, Efisiensi, Daya, Temperatur.Abstract Electrical energy is one of the energy that is needed today for the purposes of daily life. One of the renewableenergy that can be utilized is solar energy. Solar panels can convert solar radiation into electrical energydirectly, solar panels that emited by solar radiation will produce heat in solar panels. In this study the heatthat occurs on solar panels will be utilized using 10 thermoelectric generators (TEG) type SP1848 27145 SAarranged in parallel - series and affixed to the bottom of the solar panel to produce electrical energy.Experiments that have been done, the average power produced by solar panel without TEG is 9,319 W withan average efficiency of 12.10% while solar panel with TEG produce an average power of 9,219 W and anaverage efficiency of 11.97%. TEG can produce average power of 23.40 mW with an average efficiency of0.00876%. The efficiency produced is very small, that happen because the temperature difference thatoccurs on the hot side and the cold side of the TEG is quite small, which is an average of 4.34 C. this happensbecause on the cold side the TEG only uses the heatsink as a heat dissipator and the air flow as a naturalcoolant, so the heat dissipation by the heatsink on the cold side of the TEG is not good enough. On the hotside of TEG, the temperature that occurs is caused by solar radiation so that the heat generated dependsonly on solar radiation so that the temperature on the hot side of the TEG is not too high.Keywords : Solar Radiation, Thermoelectric Generators, Solar Panel, Efficiency, Power, Temperature.
Pemodelan Sambaran Petir Dengan Menggunakan Adaptive Neuro-fuzzy Inference System (anfis) (studi Kasus : Kota Bandung) Ary Pranajaya; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi; Rasmid Rasmid
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pembentukan dan pengujian suatu PEMODELAN (forecasting) jumlah sambaranpetir di Kota Bandung dengan menggunakan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) berdasarkan data timeseries jumlah sambaran petir dari 1 jauari 2007 sampai 31 desember 2010. Penelitian dilakukan untuk membuatPEMODELAN dan mengetahui hasil peramalan tersebut. Pembuatan model dilakukan menggunakan software MATLABdengan metode ANFIS yang merupakan salah satu metode kecerdasan buatan. Dalam pemodelan tersebut, dilkakukandua hal yaitu pelatihan dan pengujian data. Pelatihan data bertujuan untuk mengtahui PEMODELAN sedangkan pengujiandata dilakukan untuk menguji PEMODELAN. Berdasarkan pelatihan yang dilkukan, diperoleh bahwa model mengikutibentuk pesamaan ∑ 𝑤𝑖̅̅̅ (𝑝𝑖𝑖𝑥1+ 𝑞𝑖) , dimana pada pengujian data didapatkan jumlah galat harian, MBE, dan RMSE yangkecil, yaitu masing-masing secara berurutan 3.63x10-6, -3.94x10-9, 2.84x10-8. Selain itu koefisien person korelasi yangdidapat adalah +1 artinya data ramal dan data aktual memiliki hubungan yang kuat serta arah yang positif yaitu peningkataatau penuruan pada data ramal mengikuti peningkatan atau penurunan data aktual. . Kata Kunci: Peramalan, Sambaran Petir, ANFISAbstract In this study, forming and testing of a forecasting model for the number of lightning strikes in the city of Bandungby using Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) based on time series data the number of lightning strikes from1 January 2007 to 31 December 2010. The research purpose to make forecasting models and knowing the results of theforecasting. Model making is done using MATLAB software with ANFIS method which is one of the methods of artificialintelligence. In the modeling, two things are done namely training and testing data. Data training purpose to knowforecasting models while data testing is done to test forecasting models.. Based on the training data, the model obtainedis the equation form ∑ 𝑤𝑖̅̅̅ (𝑝𝑖𝑖𝑥1+ 𝑞𝑖) , where in the test data the number of daily errors, MBE, and RMSE is small, whichare respectively respectively 3.63x10-6, -3.94x10-9, 2.84x10-8. In addition, the correlation coefficient obtained is +1,meaning predictive data and aktual data have a strong and positive direction, namely increasing or decreasing theforecast data following an increase or decrease in aktual data.Keywords: Forecasting, Lightning Strikes, ANFIS
Pengembangan Kontrol Pencahayaan Terpusat Dengan Logika Fuzzy Untuk Menunjang Kebutuhan Efisiensi Energi Rumah Pintar Dewa Buana Muharmadin; Reza Fauzi Iskandar; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era globalisasi menjadi alasan utama pengembangan Rumah Pintar yang sangat pesat. Permintaanakan rumah yang nyaman menjadi prioritas utama, selain nyaman dibutuhkan pula rumah yangefisien dalam penggunaan energi. Terkadang kita lupa mematikan lampu hal ini salah satu penyebabkonsumsi energi yang terbuang percuma. Karena itu Rumah Pintar muncul sebagai solusi untukmasalah efisiensi tersebut. Pada perancangan Rumah Pintar dilakukan pengukuran dua parameterdata yaitu pembacaan tingkat cahaya menggunakan Light Dependent Resistor (LDR) dan pembacaantingkat daya menggunakan watt meter. Tingkat pencahayaan ruangan akan dikontrol menggunakankontrol logika fuzzy di set poin 120 lux dan watt meter sebagai alat penunjang dalam pembacaanefisiensi energi dan tingkat pencahayaan yang dihasilkan. Pada rancangan ini sensor cahayadiletakkan di bidang kerja atau 0.75 meter dari lantai di empat titik ruangan. wattmeter diletakkandi dekat sumber tegangan sebagai pengukur daya lampu. Dan kontrol aktuasi serta pengolahan datadilakukan oleh koordinator atau otak sistem ini. Untuk memudahkan mobilitas komunikasi datadigunakan zigbee nirkabel sebagai perantara. Pada percobaan dilakukan karakterisasi tiap sensorcahaya. Dilakukan pengukuran daya tiap waktu dari sistem saat tidak menggunakan kontrol logikafuzzy dan saat menggunakan kontrol logika fuzzy. Dari percobaan yang dilakukan saatmenggunakan kontrol logika fuzzy dihasilkan efisiensi sebesar 7.75% dibandingkan ketika tidakmenggunakan kontrol logika fuzzy dan dihasilkan efisiensi sebesar 15.56% dibandingkan ketikakondisi lampu menyala penuh. Kata Kunci: Rumah Pintar, kontrol logika fuzzy, pencahayaan, efisiensi. Abstract The era of globalization became the main reason in the development of Smart Home. Demand forcomfortable homes is a top priority, besides being convenient, home is also an efficient use of energy.Sometimes we forget to turn off the light this is one cause of energy consumption is wasted. Smart Hometherefore emerged as a solution to the efficiency problem. In the design of Smart Home, the measurementof two data parameters is the reading of the light level using Light Dependent Resistor (LDR) and also thewattmeter which in turn the room lighting level will be controlled using the fuzzy control at 120 lux andwatt meter set points as supporting tools in reading energy efficiency and the level of illuminationproduced. In this design the light sensor is placed in the work plane or 0.75 meters from the floor at thefour-point room. The wattmeter is placed near a voltage source as a lamp power meter. And actuationcontrol and data processing is done by coordinator or brain of this system. To facilitate datacommunication mobility is used wireless zigbee as an intermediary. In the experiments conductedcharacterization of each light sensor, the measurement of data transfer delay using a wireless zigbeewhich shows that the system does not process data in real-time but has a delay of 868 ms. Performedpower measurements every time from the system when not using fuzzy controls and while using fuzzycontrols. From the experiments performed while using the fuzzy control it generated an efficiency of 7.75% compared to when not using the fuzzy control and generated an efficiency of 15.56% compared towhen room at full lights. Keywords: Smart Home, fuzzy control, illumination, efficiency.
Desain Geometri Optimal Pada Knalpot Dengan Ruang Ekspansi Ganda Menggunakan Algoritma Genetika Lukman Nugraha; Reza Fauzi Iskandar; M Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKnalpot merupakan perangkat yang biasa digunakan untuk mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin bakar. Namun, kinerja dari knalpot memiliki masalah pada ruang kerja yangsangat terbatas. Nilai rugi transmisi yang dihasilkan oleh knalpot sangat bergantung pada ruang kerjayang disediakan. Algoritma genetika merupakan sebuah stochastic global search method yang dapatmemprediksi nilai rugi transmisi terbaik dari sebuah desain knalpot dengan cara mengoptimasi desainknalpot tersebut. Pada penelitian ini, metode transfer matriks digunakan untuk mencari persamaan rugitransmisi yang dihasilkan oleh desain knalpot ruang ekspansi ganda. Perangakat lunak MATLABdigunakan untuk melakukan proses optimasi menggunakan metode algoritma genetika dalam mencaridesain knalpot yang menghasilkan nilai rugi transmisi paling maksimum. Dari hasil simulasi, desain yangdihasilkan setelah melalui proses optimasi mampu memberikan nilai rugi transmisi sebesar 22.24 dB,dimana nilai tersebut adalah nilai paling maksimum yang mampu dihasilkan oleh knalpot dengan ruangekspansi ganda. Kata Kunci: knalpot, transfer matriks, algoritma genetika, rugi transmisi, matlab.Abstract Mufflers are commonly used to reduce the level of noise produced by the combustion engine. However, theperformance of the muffler has a problem in a very limited work space. The transmission loss value producedby the muffler is very dependent on the work space provided. Genetic algorithm is a stochastic global searchmethod that can predict the best transmission loss value from the muffler design by optimizing the mufflerdesign. In this case, the matrix transfer method is used to find the transmission loss equation produced by themuffler design with a double expansion chamber. MATLAB software is used to perform the optimizationprocess using the genetic algorithm method in finding the muffler design that produces the maximumtransmission loss. From the simulation results, the design produced after optimization process is able toprovide a transmission loss value of 22.24 dB, where the value is the maximum value that can be produced bythe double expansion chamber muffer. Keywords: muffler, transfer matrix, genetic algorithm, transmission loss, matlab
Co-Authors Abdillah Muttaqin Achmad Rifdatul Hisan Adityo Sandhy Putra Adwin Welmark Cristri Ahmad Faridh Ahmad Marjan Ahmad Qurthobi Ahmad Ramdono Anas Rafii Ramadhan Andi Aditya Pratama Andica Dian Isnaini Andrianto, Deny Anggita Bayu Krisna Pambudi Aprilia Susanti Apriliani Putri Prasetyo Arief Budi Nugraha Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Auditio Mandhany Aulia Laila Fithri Awaludin, Rahmat Ayu B. Artini Ayu, Christina Putri Bella Pratiwi Binandika Arya Wangsa Chartika Fadilah Prasetiani Christina Christina Danny Dimas Debriano Dewa Buana Muharmadin Dewi Novianti Diah Ayu Sitoresmi Dinda Rizqi Ridha Debiyani Dudi Darmawan Edi Leksono Edi Leksono Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fachri Devanika Fadhli Rahman Fadhly Aziz Putra Pradana Fajri Amenda Putra Falery Widyawan Fani Putri Utami Fathir Endrawan Fathonah, Indra Wahyudin Febriansah Setiawan Firdy Bahari Putra Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Friansa, Koko Guntur Bhatara Sutra Hanafi Rusmantika Handre Kertha Utama, Putu Hertiana Bethaningtyas Dyah K I Putu Arya Suarsana Ibrahim Fahri Fuady Ifta Rifqi Tyesadha Ihsan Adhi Nugroho Imam Maulana Taufan Indah Wardati Indra Wahyudin Fathonah Indrapraja, Rachmadi Irsyad Nashirul Haq Irsyad Nashirul Haq Isman Kurniawan Ismudiati Puri H Ismudiati Puri Handayani Jaya Wikrama Justin Pradipta Justin Pradipta Justin Pradipta Koko Friansa Liman Hartawan Lukman Nugraha M An Naas M S M Saladin Prawirasasra Mahesa Nanda, Rezky Maidasari Br Manurung Mamat Rokhmat Maulana, Baharuddin Nur Melina Melina Miranti Widyastuti Mochammad Iqbal Bayeqi Mohammad Rakha Farizi Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Aslam Muhammad Fatih Hasan Muhammad Pandu Aryo Gumilang Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Zakaria Muhammad Zaky Mubarok, Muhammad Zaky Nanda Aulan Tamami Nashirul Haq, Irsyad Nina Retna Utami Nirwana Prasetia Sipayung Nissa, Nabilah Khoirun Novian Lisdi Wahyoto Novita Fatkhuromah Nurwulan Fitriyanti Octo Emerald Siregar Paramitha Octavia Pristian Firzatama Putri, Vika Ristiana Putu Handre Kertha Utama Putu Handre Kertha Utama Raden Rizki Mulia Putra Rahmat Awaludin Salam Rasmid Rasmid Rayhan Humamuddin Reksa Putra Restianim, Vivien Rezky Mahesa Nanda Rizkar Febrian Rizky Anggara Robi Sobirin Suwandi Suwandi T. Nuzul Akbar Tri Ayodha Ajiwiguna Valentina Adimurti Kusumaningtyas Ventiano Ventiano Yanky Newalse