Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : tekno

Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Hotel Sepuluh Lantai Di Kota Manado Rory, Reiven W. G.; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.; Sumajouw, Marthin D. J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65966

Abstract

Kota Manado memiliki tingkat kegempaan yang tinggi sehingga perencanaan struktur bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting. Pada umumnya perencana menerapkan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), namun pada bangunan bertingkat menengah hingga tinggi, penerapan SRPMK dinilai kurang ekonomis dan efisien karena menghasilkan dimensi elemen struktur yang relatif besar. Oleh karena itu, penerapan Sistem Ganda (Dual System) yaitu kombinasi antara SRPMK dan Dinding Geser menjadi solusi yang lebih efektif. Studi ini merencanakan struktur beton bertulang gedung hotel sepuluh lantai dengan panjang bangunan 45,0 m, lebar 17,0 m, tinggi 40 m, dan terletak di Kota Manado dengan kelas situs SD (tanah sedang) dengan nilai SDS dan SD1 sebesar 0,7484 dan 0,5635. Struktur termasuk dalam Kategori Desain Seismik (KDS) “D” dan menggunakan Sistem Ganda. Elemen struktur yang direncanakan yaitu balok, kolom, pelat, dan dinding geser dengan mutu beton ( ) sebesar 30 MPa, mutu tulangan longitudinal ( ) sebesar 420 MPa, dan mutu tulangan transversal ( ) sebesar 280 MPa. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dan dianalisis melalui program analisa struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain struktur telah memenuhi seluruh persyaratan, dengan kapasitas elemen struktur dan detail penulangannya yang memadai terhadap gaya dalam yang bekerja. Selain itu, prinsip “Strong Column Weak Beam” serta ketentuan pada Sistem Ganda telah terpenuhi sesuai kriteria perencanaan struktur tahan gempa. Kata kunci: sistem ganda, beton bertulang, Strong Column Weak Beam, gempa
Analisis Perilaku Struktur Beton Bertulang Dengan Denah Bentuk X Akibat Gempa David, Aurellia M.; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu D.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66673

Abstract

Perkembangan arsitektur mendorong penggunaan denah tidak beraturan, seperti bentuk X, yang memiliki risiko ketidakberaturan horizontal terhadap beban gempa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku struktur beton bertulang pada gedung bertingkat dengan variasi panjang lengan denah X. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak struktur untuk meninjau parameter periode getar, gaya geser dasar (base shear), displacement, simpangan antar lantai, pengaruh P-Delta, dan gaya dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang lengan memengaruhi kekakuan dan respons dinamik struktur secara signifikan. Gaya geser dasar terbesar ditemukan pada model dengan lengan terpanjang searah beban gempa. Meskipun displacement maksimum terjadi pada lantai atap dan simpangan antar lantai terbesar pada lantai dua, seluruh nilai tetap memenuhi batas aman regulasi. Pengaruh P-Delta ditemukan tidak signifikan. Variasi panjang lengan yang sejajar arah gempa mengurangi efek torsi pada struktur. Hasil ini menegaskan bahwa konfigurasi panjang lengan pada denah X krusial dalam menentukan keamanan struktur bangunan di wilayah seismik aktif. Kata kunci: denah bentuk X, ketidakberaturan, gempa, beton bertulang
Analisis Pengaruh Bentuk Sambungan Base Plate Terhadap Panjang Tekuk Lentur Kolom Baja Zat, Ahmad; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67038

Abstract

Praktik desain struktur baja umumnya menetapkan asumsi tumpuan jepit sempurna dengan nilai faktor panjang tekuk teoritis (K) sebesar 0,5. Kondisi aktual di lapangan menunjukkan bahwa tumpuan pasti memiliki tingkat fleksibilitas rotasi yang menjadikannya berperilaku semi-kaku. Tingkat kekakuan rotasi aktual pada sambungan tersebut secara langsung memengaruhi dan mengubah kapasitas faktor panjang tekuk elemen kolom. Studi ini mengevaluasi fenomena tersebut dengan menganalisis pengaruh modifikasi bentuk pada tiga variasi tumpuan base plate, yaitu model tanpa pengaku angkur eksterior (S1), tanpa pengaku angkur interior (S2), dan berpengaku angkur interior (S3). Studi ini menganalisis nilai kekakuan rotasi awal menggunakan metode Component-Based Finite Element Method (CBFEM) pada perangkat lunak IDEA StatiCa untuk kemudian mengintegrasikannya ke dalam analisis stabilitas Eigen-buckling menggunakan perangkat lunak MASTAN2. Hasil analisis membuktikan bahwa model S1 paling optimal mereduksi nilai K menjadi 0,537, sedangkan penambahan pengaku pada S3 justru memicu gaya pengungkit yang menurunkan kekakuan sehingga nilai K meningkat menjadi 0,546, meskipun seluruh nilai aktual tersebut masih memenuhi batas aman rekomendasi desain AISC (K=0,65). Kata Kunci: kolom baja, base plate, tekuk lentur, IDEA StatiCa, MASTAN2
Studi Analisis Perilaku Kekakuan Sambungan Balok Kolom Baja Sumbu Minor Lalujan, Edgard P. S.; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67040

Abstract

Perancangan sambungan merupakan aspek kritikal dalam struktur baja. Untuk struktur baja dengan profil I/HWF, sambungan terbagi menjadi sambungan sumbu kuat dan sumbu lemah. Kurangnya studi literatur ataupun standar yang meneliti sambungan balok-kolom penahan momen di sumbu minor kolom menjadi alasan pembuatan penelitian ini. Perilaku sambungan balok-kolom sumbu minor diamati dari tiga tipe variasi sambungan penahan gaya momen, yaitu Sambungan A (Box Strengthened + Haunch), Sambungan B (Stub + Haunch), dan Sambungan C (Endplate + Haunch). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IDEA Statica dengan didasarkan metode Component-Based Finite Element Method (CBFEM). Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif berdasarkan tiga parameter pembanding utama, yaitu kekakuan, kekuatan, distribusi tegangan dan regangan. Hasilnya menunjukkan bahwa Sambungan A (Box Strengthened + Haunch) merepresentasikan kinerja sambungan terbaik dan merupakan satu-satunya sambungan yang terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Penuh (Fully Restrained), sedangkan sambungan B dan C terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Sebagian (Partially Restrained). Sambungan A berhasil mendistribusikan tegangan dengan baik pada komponen skin plate, pelat diafragma dan flange kolom, juga sangat meminimalisir tegangan dan regangan pada badan kolom (Web). Sebaliknya, pada sambungan B dan C, distribusi tegangan yang besar terjadi pada badan kolom, sehingga kegagalan terjadi pada badan kolom, sebelum sambungan dan elemen baloknya mencapai kekakuan dan kapasitas maksimumnya. Kata kunci: sambungan balok-kolom baja, sumbu lemah, box-strengthened, haunch, kekakuan sambungan, CBFEM, IDEA StatiCa