Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

LIMBAH JAGUNG HIBRIDA DAN FESES SAPI SEBAGAI SUMBER PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI TANAMAN JAGUNG Murnita Murnita; Afrijon Afrijon; Gusriati Gusriati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3309-3316

Abstract

Potensi  limbah jagung  hibrida dan feses  sapi di  Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan belum termanfaatkan  secara optimal. Teknologi pengomposan sederhana  dapat dimanfaatkan  sebagai  bahan  pembuatan pupuk organik dari bahan baku limbah jagung dan feses sapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) mensosialisasikan upaya petani memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik. (3)  meningkatkan produktivitas lahan tanaman  jagung dengan menggunakan pupuk organik yang mereka produksi. Metode yang digunakan adalah: Pembekalan, Koordinasi, Mengantarkan mahasiswa ke lokasi, Sosialisasi dan  Penyuluhan, Praktik, Pemantauan, Penilaian dan Tindak lanjut.  Dampak pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik, mitra aktif mengikuti pelatihan dan berkomitmen untuk terus mempertahankan produksi pupuk organik dari limbah jagung hibrida dan feses sapi  ≥ 81%, (2) mitra memiliki pemahaman yang baik tentang aspek-aspek berikut: pengertian, kelebihan, kekurangan, fungsi pupuk organik, dan memiliki keterampilan dalam  memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses  sapi  untuk membuat dan menggunakan pupuk organik ≥ 71% dan (3) hasil tanaman jagung akan meningkat dan berkelanjutan karena mitra ≥ 78% menggunakan kombinasi pupuk anorganik dan organik dari limbah jagung dan feses sapi.
Respon Tanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir.) Terhadap Pemberian Konsentrasi Pupuk Organik Cair Infarm Yenni, Firda; Murnita, Murnita; Taher, Yonny Arita
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.5922

Abstract

Salah satu upaya yang bisa dikerjakan untuk menaikkan produksi tanaman sayuran kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) adalah dengan menambahkan unsur hara dalam bentuk pupuk organik cair (POC) infarm. Tujuan penelitian adalah: (1) untuk memperoleh respon tanaman kangkung darat melalui pemberian konsentrasi POC infarm, dan  (2) untuk mendapatkan konsentrasi POC infarm terbaik untuk pertumbuhan dan produksi kangkung darat. Penelitian dilaksanakan di lahan praktek Kejuruan Teknologi Pengolahan Agroindustri Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Waktu penelitian dimulai dari bulan Juni 2024 sampai bulan Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah berbagai konsentrasi POCr infarm sebagai berikut : A ( POC infarm 0 ml/l air), B ( POC infarm 2 ml/l air), C ( POC infarm 4 ml/l air), D ( POC infarm 6 ml/l air). Data dan hasil pengamatan terhadap tanaman kangkung darat telah dirata-ratakan dan dianalisis secara statistika menggunakan uji F tabel pada taraf nyata 5%, dan uji lanjut DNMRT. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian POC infarm berbagai konsentrasi memberikan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang daun terpanjang, berat basah per rumpun tanaman, dan berat basah per plot tanaman kangkung darat. Konsentrasi terbaik pada perlakuan D (6 ml POC infarm/l air) untuk pertumbuhan dan hasil kangkung darat. Konsentrasi terbaik pada perlakuan D (6 ml POC infarm/l air) untuk pertumbuhan dan hasil kangkong darat. Konsentrasi terbaik pada perlakuan D (6 ml POC infarm/l air) untuk pertumbuhan dan hasil kangkung darat.
LIMBAH JAGUNG HIBRIDA DAN FESES SAPI SEBAGAI SUMBER PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI TANAMAN JAGUNG Murnita Murnita; Afrijon Afrijon; Gusriati Gusriati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3309-3316

Abstract

Potensi  limbah jagung  hibrida dan feses  sapi di  Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan belum termanfaatkan  secara optimal. Teknologi pengomposan sederhana  dapat dimanfaatkan  sebagai  bahan  pembuatan pupuk organik dari bahan baku limbah jagung dan feses sapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) mensosialisasikan upaya petani memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik. (3)  meningkatkan produktivitas lahan tanaman  jagung dengan menggunakan pupuk organik yang mereka produksi. Metode yang digunakan adalah: Pembekalan, Koordinasi, Mengantarkan mahasiswa ke lokasi, Sosialisasi dan  Penyuluhan, Praktik, Pemantauan, Penilaian dan Tindak lanjut.  Dampak pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik, mitra aktif mengikuti pelatihan dan berkomitmen untuk terus mempertahankan produksi pupuk organik dari limbah jagung hibrida dan feses sapi  ≥ 81%, (2) mitra memiliki pemahaman yang baik tentang aspek-aspek berikut: pengertian, kelebihan, kekurangan, fungsi pupuk organik, dan memiliki keterampilan dalam  memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses  sapi  untuk membuat dan menggunakan pupuk organik ≥ 71% dan (3) hasil tanaman jagung akan meningkat dan berkelanjutan karena mitra ≥ 78% menggunakan kombinasi pupuk anorganik dan organik dari limbah jagung dan feses sapi.
Changes in Soil Chemical Properties and Growth of Palm Oil (Elaeis guineensis Jacq) with Comparative Composition of Plant Media Murnita Murnita; Yulfi Desi; Meriati Meriati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7161

Abstract

One of the benefits of Oil Palm Empty Fruit Bunches (OPEFB) waste can be processed into bokashi as a planting medium for oil palm nurseries. The research aims to: Determine changes in soil chemical properties due to the comparison of planting media, and obtain the best ratio of planting media to the best seedling growth in Main-Nursery. The research was conducted in Koto Panjang Ikur Koto Village, Koto Tangah District, Padang City. The study was conducted in January-April 2022. RAL design (completely randomized design) with 4 treatments and 6 replications. One experimental unit consist of 3 polybags of plants so there are 72 polybags of plants. Treatment: A = Control (Without Bokashi OPEFB), B = Topsoil: Bokashi OPEFB (1:3), C = Topsoil: Bokashi OPEFB (1:1), and D = Topsoil : Bokashi OPEFB (3:1). The results showed: Treatment B or Topsoil : Bokashi OPEFB (1:3) is the best, cause increase in soil chemical properties: pH 1.17 units; C-organic 1.98%; N-total 0.11%; P-available 4.01 ppm; K-dd 0.48 me/100g; Mg-dd 1.42 me/100g; and Ca-dd 2.67 me/100g. OPEFB bokashi application was significantly different to increase the plant height, not significant to wet weight and dry weight of the plant.
REHABILITASI LAHAN PASCA BANJIR BERBASIS PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR SEBAGAI SUMBER HARA ALTERNATIF DI NAGARI IV KOTO MUDIEK Gusriati Gusriati; Murnita Murnita; Wawan Sumarno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Kondisi tanah yang menjadi sakit dan keras pasca banjir membuat tanaman sulit tumbuh. Jika terus dibiarkan tanpa upaya pemulihan, hasil panen akan merosot dan kesejahteraan petani menjadi taruhannya. Di sisi lain, harga pupuk kimia yang kian melambung seringkali menjadi beban tambahan bagi petani di tengah situasi yang sulit setelah bencana. Salah satu solusi untuk mengembalikan kekuatan tanah, bahannya ada di sekitar petani bahkan seringkali terbuang begitu saja di dapur setiap hari yaitu air cucian beras dan kulit bawang merah yang dapat dijadikan pupuk organik cair (POC). Tujuan kegiatan ini: Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kualitas tanah setelah terjadinya banjir dan cara mudah untuk meningkatkan kesuburannya, Memperkenalkan kepada masyarakat bahwa air bekas mencuci beras dan kulit bawang merah bisa digunakan sebagai sumber nutrien alternatif bagi tanaman, Mengerjakan kepada masyarakat bagaimana cara mengolah dan menggunakan air cucian beras serta kulit bawang merah dengan cara yang sederhana untuk membantu memulihkan lahan setelah banjir, dan Mengajak untuk memanfaatkan bahan- bahan yang mudah ditemukan di rumah sebagai solusi yang murah dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pelatihan, praktek, monitoring dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: Peserta kegiatan telah memahami kondisi tanah pasca banjir dan cara sederhana untuk memperbaiki kesuburannya, Peserta kegiatan telah memahami bahwa air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alternatif untuk tanaman, Pesarta kegiatan mampumengolah dan menggunakan air cucian beras untuk pemulihan lahan pasca banjir, dan Peserta mampu memanfaatkan limbah dapur sebagai solusi murah dan ramah lingkungan untuk memperbaiki kesuburan tanah
PENERAPAN SISTEM INTEGRASI TERNAK SAPI DAN TANAMAN PADI Murnita Murnita; Nitta Yessirita; Yonny Arita Taher
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 3.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.b.373

Abstract

Penerapan Sistem integrasi tanaman padi sawah dengan ternak sapi pada Kelompok Tani Bina Karya, Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung Kabupaten Solok belum terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilakukan dengan tujuan untuk: (1) meningkatkan motivasi petani membuat pupuk organik dan pakan ternak dari amoniasi jerami padi, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan pupuk organik dan pakan ternak serta (3) meningkatkan penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik pada tanaman padi. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa PKM berlangsung dengan baik. Mitra memiliki motivasi yang tinggi untuk melanjutkan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak. Terlihat dari kegiatan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak yang dilakukan kembali oleh kelompok tani. Kegiatan PKM telah dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan jerami padi serta pakan ternak dari amoniasi jerami padi meningkat. Penggunaan pupuk organik saja menghasilkan produksi padi yang rendah (6,08-6,20 ton/ha) tetapi dengan pemberian pupuk organik dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Sedangkan pemberian pupuk anorganik 50% + organik 50% dapat meningkatkan hasil tanaman padi sebesar 25% (8,34 ton/ha) dan dengan penambahan pupuk organik cair lebih meningkatkan produksi padi yaitu sebanyak 27% (8,6 ton/ha) dibandingkan tanpa menambahkan pupuk organik.
TEKNOLOGI SILASE JERAMI JAGUNG HIBRIDA SEBAGAI PAKAN TERNAK DI NAGARI TUIK IV KOTO MUDIEK KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN Afrijon Afrijon; Murnita Murnita; Gusriati Gusriati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i4.723

Abstract

The feed is a very important aspect to support the success of a livestock business. Ruminant livestock relies heavily on forage. The availability of forage fluctuates greatly, being abundant in the rainy season and scarce in the dry season. Corn stover (straw) is one of the agricultural by-products that has the potential to be used as a substitute for ruminant animal feed. The purpose of this activity is: (1) Socializing farmers' efforts to use hybrid corn straw as animal feed (silage), and (2) Increasing farmers' knowledge and skills in using hybrid corn straw as animal feed (silage). This activity took place in Nagari Tuik IV Koto Mudiek, Batang Kapas District, Pesisir Selatan Regency. The methods used are: Provision, Coordination, Taking students to the location, Socialization and Counseling, Practice, Monitoring, Assessment and Follow-up. The results of hybrid corn straw silage technology as animal feed are an increase in the knowledge and skills of cattle breeders regarding the aspect of animal feed in the form of silage, which is sourced from agricultural waste, namely hybrid corn straw with the addition of brown sugar and fine bran. As proof of success, it can be seen from partners actively participating in training and committing to making animal feed (silage) again, namely 100%, and partners gain a good understanding of animal feed, silage, benefits, advantages, deficiencies and functions of additives as well as skills in processing and re-making silage from corn straw increased on average by 88.75%.