Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Agrosilvopasture Pattern In Paslaten Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province Pontoh, Syalomitha; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.; Ngangi, Charles Reijnaldo
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v5i1.53616

Abstract

Agrosilvopasture is part of agroforestry which is a system that can be offered to overcome problems that arise due to land conversion and at the same time to overcome the problem of food availability. This research aims to identify the agro silvopastry pattern implemented in Paslaten Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The research was carried out in June-July 2023. In this research, the method used was a survey method using a questionnaire as a guide and field observations. The respondents in this study were 6 people taken based on criteria, namely native residents of Paslaten village and people who own agro silvopasture land. The research results show that the patterns applied by the people of Paslaten Village are random planting patterns and regular planting patterns. For annual woody plants, they are planted in a regular planting pattern and used as land dividers between one land and another. Cloves, nutmeg, and coconut are planted in a regular pattern. Some chickens on agro silvopasture land are kept in cages and some are released into the wild. Pigs on agro silvopasture land are confined; Meanwhile, cattle are tied up and not allowed to find their own food because it will damage the existing plants. Keywords: agro silvopasture, agroforestry, Paslaten Village Abstrak Agrosilvopastura adalah bagian dari agroforestri yang merupakan salah satu sistem yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah yang timbul akibat adanya alih fungsi lahan dan sekaligus untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola agrosilvopastura yang diterapkan di Desa Paslaten, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei menggunakan kuesioner sebagai panduan dan observasi lapangan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang diambil berdasarkan kriteria yaitu penduduk asli desa Paslaten dan masyarakat yang memiliki lahan agrosilvopastura. Hasil penelitian menunjukan pola yang diterapkan oleh masyarakat Desa Paslaten yaitu pola tanam acak dan pola tanam teratur. Untuk tanaman tahunan berkayu ditanam dengan pola tanam teratur dan digunakan sebagai pembatas lahan antara lahan yang satu dan lahan lainnya. Untuk cengkeh, pala dan kelapa ditanam dengan pola teratur. Hewan ternak ayam di lahan agrosilvopastura ada yang dipelihara dalam kandang dan ada pula yang dilepasliarkan. Hewan ternak babi di lahan agrosilvopastura dikandangkan, sedangkan ternak sapi diikat dan tidak dibiarkan mencari makan sendiri karena akan merusak tanaman yang ada. Kata kunci: agrosilvopastura, agroforestri, Desa Paslaten  
Analisis Vegetasi di Sekitar Mangrove Trail Desa Bango, Kecamatan Wori, Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken Mariangga, Gebriella; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57644

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang dapat tumbuh dan berkembang di daerah pasang surut pantai berlumpur, subur atau berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis struktur dan komposisi hutan mangrove di Sekitar mangrove Trail Desa Bango. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2023 dengan menggunakan metode transek, arah transek tegak lurus dengan mangrove trail, jarak antara titik 50 meter dengan mangrove trail dalam transek dibuat plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang , 5 m x 5 m untuk tingkat pancang , dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai. Hasil dari penelitian ini di temukan 7 jenis mangrove dari 3 famili yaitu Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Avicenniaceae (Avicenia marina dan Avicenia officinalis) dan Rhizophoraceae (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Bruguiera cylindrica). Pada tingkat pohon terdapat Avicenia marina INP 300,00%, pada tingkat tiang didominasi oleh Avicenia marina INP 247,53 % ,dan pada tingkat pancang didominasi oleh Avicenia marina INP 124,29 %, sedangkan pada tingkat semai didominasi oleh Avicenia marina INP 55,952% dan Acanthus ilicifolius INP 52,976%.
Identifikasi Strata Tajuk Pola Agrosilvopastura di Desa Mopolo, Kecamatan Ranoyapo Putra, Andhy; Pangemanan, Euis F.S.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50371

Abstract

Abstrak Agrosilvopastura adalah pengkombinasian komponen berkayu dengan pertanian dan sekaligus hewan ternak pada suatu menejemen lahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tanaman penyusun per stratum dan kerapatan jenis per stratum pada pola agrosilvopastura di Desa Mopolo. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan melakukan observasi lapangan pada 22 petak lahan yang menggunakan pola agrosilvopastura, dan diamati jenis tanaman, tinggi tajuk, dan luas lahan. Berdasarkan hasil penelitian pada pola agrosilvopastura di Desa Mopolo terdapat 50 jenis tanaman yang terdiri dari 22 jenis tanaman tahunan berkayu, 28 jenis tanaman pertanian dan 3 jenis ternak. Ternak berjumlah 214 yang terdiri dari 144 ayam, 35 babi, dan 35 sapi. Gamal (Gliricidia maculata) dan jagung (Zea mays) merupakan tanaman yang paling banyak ditemukan di lokasi penelitian. Stratifikasi tajuk yang terbentuk terdiri atas lima strata yaitu strata A, B, C, D, dan E. Kerapatan tanaman pada stratum A 4 individu/ha, stratum B 387 individu/ha, stratum C 2949 individu/ha, stratum D 24043 individu/ha dan stratum E 30662 individu/ha. Kata kunci: Agrosilvopastura, Strata Tajuk, Desa Mopolo
Pendugaan Karbon di Hutan Rakyat Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Alelo, Maria Rosa Mystica Dinche; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.57954

Abstract

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menyerap banyak karbondioksida yang ada di atmosfer merupakan hasil dari fotosintesis, dimana karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang diikat dan diubah menjadi sebuah bentuk energi (gugus gula) yang bermanfaat bagi banyak kehidupan. Wilayah Langowan merupakan bagian dari administrasi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Langowan Barat, Kecamatan Langowan Utara, Kecamatan Langowan Selatan dan Kecamatan Langowan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menduga jumlah karbon diatas permukaan tanah pada hutan rakyat di Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Non-Destructive Sampling dengan plot petak pengamatan seluas 20 x 20 m dilokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata jumlah carbon di atas permukaan tanah di hutan rakyat di Kecamatan Langowan Selatan berjumlah 8,59 ton /ha dengan nilai jasa ekosistem dari Carbon Rp. 691.664,43/ha. Jenis pohon yang paling umum ditanam adalah Cempaka (Magnolia alba), mahoni (Switenia macrophylla), jabon putih (Anthocephalus cadamba), jati (Tectona grandis) dan nantu (Palaqium obovatum). Kata kunci: Hutan Rakyat, Biomassa, Karbon, Langowan Selatan.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata) Damayanti, Damayanti; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.11 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43537

Abstract

Keberadaan berbagai jenis tanaman yang ditanam dengan sistem tumpang sari dalam lahan agroforestri dapat menyebabkan persaingan antar tanaman khususnya dalam memperoleh air, hara, cahaya, dan lain-lain. Selain itu, tanaman dapat mengeluarkan senyawa yakni alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata) Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak daun 10%, 20% dan 30% serta air suling sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa, perlakuan konsentrasi ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni) tidak berpengaruh terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata).
Karakteristik Daluga (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) Di Tepi Rawa Danau Kapeta, Pulau Siau Hatibae, Shinta Yati; Pangemanan, Euis F.S.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.098 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43543

Abstract

Daluga adalah tumbuhan yang tumbuh liar di rawa-rawa dan mampu beradaptasi serta tumbuh baik pada kondisi ternaung maupun pada areal terbuka. Daluga di tepi rawa Danau Kapeta tumbuh dengan kisaran suhu udara 25,9 – 28,1oC, pH tanah 4 – 5 dan intensitas cahaya 2428 – 4603 cdl. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik daluga di tepi rawa Danau Kapeta, Pulau Siau dengan melakukan perbandingan dengan karakteristik daluga yang ada di tempat lain. Metode penelitian dilakukan dengan cara metode eksplorasi, pada 5 titik untuk melakukan pengamatan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi daluga di tepi rawa Danau Kapeta yaitu daun berbentuk perisai dengan ujung tumpul, tepi bergelombang dan pangkal berlekuk, warna permukaan atas hijau tua dan warna permukaan bawah hijau muda dengan permukaan mengkilat. Bentuk tangkai daun seperti leher angsa dan daun tumbuh searah jarum jam. Umbi daluga bewarna coklat dengan warna daging kuning. Bunga daluga memiliki tangkai lurus bewarna hijau, majemuk, spadix bewarna putih dengan spatha permukaan luar berwarna ungu dan permukaan dalam kuning keputihan, berbentuk seperti lunas perahu dengan ujung runcing.
Pemanfaatan Hutan Kota Tomohon Oleh Masyarakat Tomohon Tengah Bato, Anugrah Nover; Saroinsong, Fabiola B.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49047

Abstract

Hutan Kota merupakan suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapatdi dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutankota oleh pejabat yang berwenang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatanHutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengah dan menganalisis persepsi masyarakatTomohon Tengah akan fungsi dan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon serta rekomendasipengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengambilansampel dengan metode acak sederhana terhadap 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengahuntuk tujuan rekreasi merupakan nilai paling tinggi yang didapatkan sedangkan nilai paling rendah padapenelitian ini adalah pemanfaatan dengan tujuan usaha atau berdagang. Persepsi masyarakat TomohonTengah akan fungsi Hutan Kota Tomohon merupakan kategori baik sekali sedangkan untuk pemanfaatantermasuk dalam kategori baik. Ketersediaan fasilitas seperti area parkir, tempat duduk, jalan setapak,ruang berinteraksi dan tempat bermain anak di Hutan Kota Tomohon adalah cukup dengan beberaparekomendasi seperti perawatan yang lebih maksimal dan juga perlu adanya perbaikan pada fasilitasyang rusak.
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan nurul falah, lazuardi; Pangemanan, Euis F.S.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.49539

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan mendeskripsikan jenis HHBK yang dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan di Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan triangulasi. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu Kepala Desa, Sekertaris Desa, dan masyarakat/petani yang memanfaatkan HHBK pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan meliputi jenis flora dan fauna. HHBK jenis flora yaitu aren, bambu, dan pala sedangkan jenis fauna adalah tikus hutan dan lebah liar. Aren yang di manfaatkan bagian nira kemudian diolah menjadi gula merah; bambu di manfaatkan sebagai pagar, ajir, tangga, kandang ayam, peralatan-peralatan dapur, penahan atap maupun penahan bangunan; pala dimanfaatkan hanya biji saja sementara daging buah dibuang; tikus hutan dagingnya dikonsumsi atau dijual; dan lebah liar yang dimanfaatkan adalah madunya. Kata kunci : HHBK, masyarakat Tondei II.
Pengaruh Ekstrak Daun Trembesi (Samanea saman) Daun Sengon (Paraserianthes falcataria), dan Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata) Kambu, Febriyani; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50880

Abstract

Alelopati adalah suatu pengaruh yang diberikan baik secara langsung atau tidak langsung, yang dapat bersifat menguntungkan atau bahkan dapat merugikan dari suatu tumbuhan lain yang ditandai dengan adanya pelepasan senyawa-senyawa kimia yang dikeluarkan ke lingkungan tempat tumbuh. Daun trembesi, sengon dan jati adalah jenis tumbuhan yang berpotensi alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun trembesi (Samanea saman), daun sengon (Paraserianthes falcataria), dan daun jati (Tectona grandis) terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan setiap perlakuan diulang 4 kali, perlakuan yang dimaksud terdiri dari (A) Air suling/(kontrol), (B) Konsentrasi ekstrak daun trembesi 10%, (C) Konsentrasi ekstrak daun sengon 10%, dan (D) Konsentrasi ekstrak daun jati 10%. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova Single Factor, untuk mengetahui adanya alelopati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian perlakuan ekstrak daun trembesi, sengon dan jati dengan konsentrasi 10% terhadap perkecambahan benih kacang hijau tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata.
Keanekaragaman Jenis Bambu di Kawasan Hutan Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara Janis, Broery J.; Lasut, Marthen Theogives; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50885

Abstract

Keanekaragaman di Indonesia sangat tinggi, salah satunya yaitu Bambu di Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara terdapat berbagai jenis bambu Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis bambu di kawasan hutan Desa Kuwil, Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif yaitu menjelajahi hutan yang ada di Desa Kuwil, kemudian mengambil sampel bambu, mencatat karakter morfologinya, serta dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 jenis bambu yang tergolong dalam 4 marga yaitu Dendrocalamus (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer), Bambusa (Bambusa blumeana Schult.f. dan Bambusa vulgaris var. vulgaris Schard.), Schizostachyum (Schizostachyum brachycladum Kurz dan Schizostachyum lima (Blanco) Merr), dan Gigantochloa (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz). Satu diantaranya merupakan catatan baru di Sulawesi Utara, yaitu Bambusa blumeana Schult.f..