Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Inventarisasi Bambu di Sepanjang Sungai Tumbohon Hutan Lindung Gunung Saoan II, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Tuong, Niksen; Lasut, Marthen T.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53216

Abstract

Bambu di Indonesia dapat ditemukan mulai dari dataran rendah hingga sampai ke dataran tinggi atau pegunungan. Umumnya bambu dapat ditemukan di tempat-tempat terbuka namun terdapatjuga yang ditemukan dalam keadaan cukup tertutup. Bambu hidup tumbuh umumnya dalam kondisi merumpun, mempunyai ruas-ruas dan buku-buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis- jenis bambu yang ada disepanjang sungai Tumbohon Hutan Lindung Gunung Saoan II, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Dalam penelitian ini data dianalisis dan disajikan secara deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memvalidasi data terkait bambu kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang dilengkapi dengan gambar dari setiap jenis dengan mengacu kepada herbarium dan kunci identifikasi yang telah dibuat. Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi yang dilakukan disepanjang tepi Sungai Tumbohon, Hutan Lindung Gunung Saoan II ditemukan sebanyak 3 jenis bambu dari 2 marga. Jenis bambu yang ditemukan adalah Buluh nasi jaha (Schizostachyum brachycladum Kurz), Buluh pagar (Gigantochloa atter (Hassk) Kurz), dan Bambu gombong (Gigantochloa verticillata (Willd.) Munro). Bambu gombong merupakan catatan baru di Sulawesi.
Keanekaragaman Tumbuhan Obat di Kelurahan Manado Tua II, Kecamatan Bunaken Kepulauan Alexsandro, Brayen J.; Lasut, Marthen T.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53218

Abstract

Kelurahan Manado Tua II terlertak di kepulauan Manado Tua Kecamatan Bunaken Kepulauan. Masyarakat di kelurhan Manado Tua II yang bermukim di sekitaran hutan umumnya memanfaatkan sumber daya hutan untuk keperluan sehari-hari salah satunya yaitu tumbuhan obat. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan secara tradisional untuk pengobatan atau perawatan kesehatan sehari-hari pengetahuan itu didapatkan secara turun-temurun. Di Kelurahan Manado Tua II masih banyak yang menggunakan tumbuhan obat tapi sayangnya sejauh ini belum pernah ada penelitian tentang penggunaan atau pemanfaatan tumbuhan obat sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa lama kelamaan hal ini akan menghilang atau resepnya tidak lengkap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman serta pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di Kelurahan Manado Tua II Kecamatan Bunaken Kepulauan pada bulan Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi lapangan. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam observasi ini yaitu teknik Snowball sampling responden ditentukan berdasarkan informasi dari pihak kelurahan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 26 jenis tumbuhan dari 20 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat yaitu daun, kulit pohon, buah, semua bagian tumbuhan, akar, getah, bunga, dan rimpang. Berdasarkan habitus, dari 26 jenis tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan yaitu herba 14 jenis (54%), pohon 7 jenis (27%) dan perdu 5 jenis (19%). Khasiat dari tumbuhan yang diperoleh salah satunya melancarkan persalinan, dan mengobati penyakit sarampa/morbili, dibalurkan pada benjolan merah di kepala bayi, mengobat ginjal, mengobati panas, mengobati sakit perut, mengobati kencing batu, mengobati sakit pinggang, mengobati diare anak-anak, menurunkan kolestrol, mengobati keracunan, mengobati maag, mengobati patah tulang dan mengobati stroke.
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan kayu oleh Masyarakat sekitar Hutan Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Korwa, Veby Yola; Lasut, Marthen T.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53223

Abstract

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) merupakan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia salah satunya di Kampung Manunggal Jaya Distrik Makimi Kabupaten Nabire Papua dengan status hutan APL dan luas kawasan hutan kurang lebih 525 ha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis hasil hutan bukan kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan manfaat hasil hutan bukan kayu di Kampung Manungga Jaya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan survei langsung untuk mendapatkan informasi data menggunakan kuisioner kepada 30 responden yang sudah ditentukan sebelumnya. Jenis hasil hutan bukan kayu di Kampung Manunggal Jaya yaitu buah merah (Pandanus conoideus) untuk pangan, pewarna makanan, pakan ternak, dan obat herbal, daun gatal (Laportea decumana) untuk obat herbal, matoa (Pometia pinnata)buahnya sebagai pangan, melinjo (Gnetum gnemon) kulit batangnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan noken dan daun untuk pangan, rotan (Calamus sp) dimanfaatkan sebagai tali busur , ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan gabus (Channa striata), dan babi hutan (Sus scrofa) dijadikan pangan. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pemanfaatan HHBK oleh masyarakat Kampung Manunggal Jaya masih berkembang.
Pelatihan Optimalisasi Area Kelapa dengan Pengembangan Kebun TOGA MandiriĀ  di Desa Ongkaw Satu, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan Pangemanan, Euis F. S.; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.; Wawan Nurmawan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/tge4fd50

Abstract

Pemanfaatan lahan di bawah tegakan kelapa seringkali belum optimal. Area di bawah pohon kelapa biasanya dibiarkan kosong atau hanya ditanami tanaman yang kurang produktif, sehingga potensi lahan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.Salah satu solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di bawah kelapa adalah dengan mengembangkan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Ongkaw Satu dalam mengelola lahan di bawah tegakan kelapa secara optimal. Tahapan kegiatan mencakup : persiapan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi dan praktek. Kegiatan dilakukan di Desa Ongkaw Satu pada bulan Juli-Agustus 2025. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil mengidentifikasi potensi pemanfaatan lahan yang belum optimal di Desa Ongkaw, yaitu area bawah tegakan kelapa. Mengembangkan kebun TOGA di bawah areal kelapa memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan unik. Karena itu, meski berjalan sukses, kegiatan pelatihan ini tidak luput dari tantangan dan memerlukan strategi penanganan untuk perbaikan ke depan.