Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Simulasi Sistem Jaringan Distribusi Air Minum di Kampus Unand Menggunakan EPAnet Puti Sri Komala; Ansiha Nur; Ridwan Ridwan; Septia Emida
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.703-711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemakaian air dan menganalisis jaringan distribusi utama pada sistem penyediaan air minum Universitas Andalas (SPAM Unand) melalui simulasi EPAnet. Hasil simulasi yang diperoleh dibandingkan dengan peraturan yang berlaku. Pengamatan fluktuasi air dilakukan di outlet reservoir selama 8 jam mulai jam 08.00 sampai 16.00. Data jaringan distribusi SPAM Unand berasal dari Master Plan Unand, pengukuran lapangan dan google earth. Hasil pengamatan fluktuasi air di reservoir selama 8 jam diperoleh debit pemakaian air sebesar 13,13 L/detik, debit puncak 105 L/jam dengan faktor puncak 2,52. Pemakaian air per orang per hari diperoleh sebesar 32 L/orang/hari, hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan SNI 7065- 2005 standar pemakaian air untuk perguruan tinggi yaitu 80 L/hari.  Tekanan di jaringan distribusi air bersih di SPAM Unand hasil simulasi EPAnet berkisar antara 31,93 – 124,43, sedangkan kecepatan aliran berkisar antara 0,03-0,42 m/detik. Tekanan di jaringan distribusi masoh melebihi kriteria dan kecepatan rata-rata belum memenuhi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Kecilnya kecepatan aliran dan tingginya tekanan yang terjadi pada aliran pipa disebabkan oleh diameter pipa yang kecil dan kawasan memiliki beda elevasi yang cukup besar.
Efisiensi Penyisihan Kekeruhan pada Paket IPA dengan Sedimentasi Continuous Discharges Flow (CDF) pada Debit Desain dan Uprating Ridwan Ridwan; Reri Afrianita; Reski Anggika; Fajri Dwi Arya; Viorin Fergessi; Latifa Tri Kartika; Aisyah Maulida R
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.191-200

Abstract

Sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan membutuhkan pembaruan teknologi uprating pada bangunan pengolahan air minum (BPAM) sebagai alternatif yang efisien untuk meningkatkan debit produksi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket BPAM yang mengintegrasikan bak sedimentasi metode Continuous Discharge Flow (CDF) dengan bak filtrasi untuk mengukur kinerja penyisihan kekeruhan air baku pada debit desain 240 L/jam serta debit uprating 360 L/jam) dan 480 L/jam. Paket BPAM yang diteliti terdiri dari unit koagulasi sistem terjunan, unit flokulasi dengan sistem sekat, unit sedimentasi metode CDF, dan unit filtrasi media tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun debit operasional ditingkatkan secara signifikan, mutu air hasil olahan relatif tetap stabil dan konsisten memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada bak sedimentasi berada pada rentang 93,53% hingga 95,71%, sedangkan pada bak filtrasi mencapai efisiensi yang lebih tinggi, yaitu 96,46% hingga 98,72%. Selain performa kualitas, sistem ini mampu beroperasi pada waktu detensi yang jauh lebih singkat, yaitu berkisar antara 33,8 hingga 44,8 menit, dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan konvensional. Kebaruan pada penelitian ini terletak pada integrasi unit sedimentasi metode CDF dengan unit filtrasi yang terbukti mampu dalam mempertahankan baku mutu kualitas air minum pada kondisi uprating hingga kapasitas ganda. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif solusi teknis yang aplikatif dalam pengembangan infrastruktur air minum perkotaan yang lebih efisien.
Pemberdayaan Petani melalui Pemanfaatan Solar Pump di Nagari Tanjung Barulak Kabupaten Tanah Datar: Empowering Farmers through the Adoption of Solar-Powered Pump Technology in Nagari Tanjung Barulak, Tanah Datar Regency Insannul Kamil; Is Prima Nanda; Ilhamdi Rusydi; Devi Chandra; Nurhamidah Nurhamidah; Ridwan Ridwan; Dendi Adi Saputra; Prima Fithri; Febi Putri Yastari
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v9i2.928

Abstract

This community engagement program aims to improve irrigation efficiency and reduce farmers' dependence on rain-fed water through the implementation of solar-powered pumping technology in Nagari Tanjung Barulak, Tanah Datar Regency, West Sumatra, Indonesia. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach, actively engaging farmers in the planning, installation, training, and evaluation of the irrigation system. The intervention included the installation of a 25 kWp solar-powered pumping system equipped with photovoltaic (PV) panels and a DC submersible pump, followed by operational and maintenance training for approximately 30 farmers. The results demonstrated that the system was capable of irrigating approximately 100 hectares of agricultural land on a rotational basis, increasing irrigation water availability by up to 60% compared with previous conditions. In addition, irrigation operating costs were reduced by approximately 40% due to decreased reliance on fossil fuels. Farmers' knowledge and technical skills also improved substantially, with 85% of participants able to operate the system independently after completing the training. The program produced a fully functional solar-powered pumping system, practical training modules, and a community-based irrigation management group to ensure long-term sustainability. Overall, the findings indicate that implementing solar-powered irrigation through a participatory approach is an effective strategy for enhancing irrigation efficiency, lowering production costs, and strengthening farmers' capacity to manage water resources independently. The program offers a scalable and sustainable model that can be replicated in other regions with similar environmental and socio-economic characteristics.
TRANSFORMASI GENERASI MUDA SAWAH LADANG MELALUI INOVASI TEKNOLOGI AIR BERSIH DAN PEMBIBITAN IKAN DI NAGARI MAGEK, SUMATERA BARAT Dendi Adi Saputro; Sabri Haris; Ridwan Ridwan; Eka Satria; Adly Havendry; Adjar Pratoto; Hendery Dahlan; Trisfa Augia
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nagari Magek, located in Kamang Magek District, Agam Regency, West Sumatra, faces serious problems related to clean water quality due to the high iron, manganese, and sulfur content. Although a solar-powered borehole system has been built to meet the water needs of 300 households, the water produced is still unfit for consumption. It impacts the decline of fish breeding businesses, one of the essential local traditions in Nagari Magek. To overcome this problem, community service activities aim to design effective clean water treatment technology and assist in fish nurseries and farming. The design process of the multi-level water filter has been carried out as a solution to improve water quality by introducing aeration-sedimentation-filtration technology and the Recirculating Aquaculture System (RAS) system. In addition, the fish nursery business in Nagari Magek is supported by modern pond management training and the empowerment of the younger generation for sustainable management.