Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA KELOMPOK RENTAN PANGAN DI NAGARI KOTO LAWEH KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Melisa Yenti; Arinil Haq; Anggela Pradiva Putri; Indah Tiansy; Diva Febrisia Alfer; Syahrifah Aima
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 3 No 4 (2020)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v3i4.270

Abstract

Covid-19 is a global health problem. On March 11, 2020, WHO declared Covid-19 a pandemic. On May 7, 2020, Indonesia reported 12,776 confirmed cases of Covid-19 and 252 positive cases from West Sumatra Province. Based on scientific evidence, Covid-19 can be transmitted from human to human through coughing/sneezing droplets (droplets). Standard recommendations to prevent the spread of infection are using masks, maintaining distance, washing hands regularly with soap and clean water, and others. The purpose of this activity is to increase public knowledge through billboards that explain information related to Covid-19 that can be seen and accessed by many people, increase food security for vulnerable groups through the distribution of necessities, and distribute non-medical masks as an effort to prevent the transmission of Covid-19. This activity was carried out in Jurong Balai Gadang, Nagari Koto Laweh, X Koto District, Tanah Datar Regency. The implementation of the activity consists of three activities: the first activity, namely the installation of billboards regarding the prevention of transmission of Covid-19 and the new normal COVID-19. The second activity is distributing 40 food packages (containing rice, eggs, cooking oil, sugar) to economically affected people by the Covid-19 pandemic. The third activity is the distribution of masks. The results of the activities obtained are that all activities can be carried out correctly. The public can use the installation of billboards as a source of information that can be accessed easily. The provision of necessities can help food vulnerable communities to meet their nutritional needs during the pandemic. The community can use the distribution of masks to break the chain of transmission of Covid-19. The public should strictly follow the health protocols in their daily life by the information contained on the billboards.
Pengaplikasian Teori Orem (Self Care) pada Anak Usia Sekolah dengan Penyakit Kronis dalam Meningkatkan Kualitas Perawatan dan Kesehatan Anak: Systematic Literature Review Tiffatul Jannah Firdausya; Jannah Firdausya, Tiffatul; Djahra Warda Sopaliu; Farras Hanin Lubna Widanti; Fitri Annisa; Syahrifah Aima; Shierly Ramadhani; Diyah Putri Latifa
Midwife Care Journal Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.173

Abstract

Penyakit kronis merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan ketidakmampuan pada pengidapnya, sifatnya menetap, serta diperlukan perawatan jangka panjang untuk dapat disembuhkan. Teori praktik keperawatan terkenal Orem menekankan pentingnya interaksi manusia dengan lingkungannya dan self-care, yaitu kemampuan individu untuk merawat dirinya sendiri, dianggap penting. Konstruksi self-care belum sepenuhnya dipahami, namun praktik self-care yang efektif dapat membantu meningkatkan hasil kesehatan pasien dan kontribusi perawat pada perkembangan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaplikasian teori orem pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis dalam meningkatkan kualitas perawatan dan kesehatan anak. Literature review dilakukan untuk menyintesis tentang pengaplikasian teori orem (self-care) pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis dalam meningkatkan kualitas perawatan dan kesehatan anak. Proses pencarian artikel ditargetkan untuk mengumpulkan artikel yang sesuai populasi, intervensi, dan outcome. Pencarian dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, Scopus diterbitkan antara tahun 2018-2023. Proses seleksi dilakukan dengan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Penilaian kualitas artikel menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) checklist. Berdasarkan dari hasil penjaringan didapatkan tiga artikel yang dipilih untuk telaah ini, ditemukan pengaplikasian Orem’s Self-care Theory pada anak usia sekolah dengan penyakit kronis yang paling umum adalah Nursing System Theory. Dari hasil sintesis ketiga artikel ditemukan bahwa dalam penerapan teori ini memberikan perubahan dalam kemampuan perawatan diri anak dengan penyakit kronis. Berbagai macam aplikasi yang disintesis dari artikel mengenai penerapan teori orem (self-care) terbukti dapat meningkatkan kualitas perawatan pada anak dengan penyakit kronis.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA KESELAMATAN DI INDONESIA Tanto Tanto; Syahrifah Aima; Anggira Nayla Putri Kurniawan; Aida Nurzakiah Al Fadillah
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.150

Abstract

Pendekatan suatu organisasi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan karyawannya dikenal sebagai "budaya keselamatan". Nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku terkait keselamatan di tempat kerja semuanya merupakan bagian dari budaya ini. Pekerja dilatih dan diinstruksikan untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta rekan kerjanya sebagai prioritas utama dalam budaya keselamatan kerja. Studi ini menggunakan pendekatan PRISMA sebagai Tinjauan Literatur Sistematis. Kata kunci berikut digunakan untuk menemukan artikel: faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan dan budaya keselamatan. Lima artikel relevan ditemukan dari pencarian literatur yang dilakukan menggunakan basis data jurnal Google dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian yang dilakukan di Indonesia, dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025, tersedia dalam teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa budaya keselamatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan organisasi, serta pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk perilaku keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan individu, organisasi, serta dukungan sistem dan kebijakan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program keselamatan kerja di berbagai sektor di Indonesia. Sebagai kesimpulan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan yaitu perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan, dan teknologi. Rekomendasinya adalah diharapkan pekerja menerapkan perilaku budaya keselamatan di tempat kerjanya masing-masing.