Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Campuran Expanded Polystyrene System (Styrofoam) Untuk Beton Ringan dhamang budi cahyono; pratikso pratikso; henny Pratiwi Adi; Imam  Wahyudi
Teknika Vol. 18 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7839

Abstract

Styrofoam digunakan sebagai bahan utama pengganti agreagat kasar guna mendapatkan beton ringan dengan berat volume menjadi kurang dari 1900 kg/m3 dan juga memiliki kuat tekan beton minimum 100 kg/cm2 dengan cara membuat benda uji berbentuk silinder Ø15-30 cm dengan perbandingan volume komposisi 1 yaitu 1Pc : 2Pasir : 3Styrofoam,  perbandingan  volume  komposisi 2 yaitu 1Pc : 1.5Pasir : 2, 5Styrofoam dan perbandingan komposisi 3 yaitu 1Pc : 1,25Pasir : 2,75Styrofoam.  Dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik styrofoam tersebut yang digunakan sebagai pengganti agregat kasar tidak memenuhi syarat untuk beton mutu tinggi karena berat volume styrofoam hanya diangka 0,095 kg/ltr, Berat volume yang diperoleh untuk komposisi 1Pc : 2Pasir : 3Styrofoam adalah 1278,89 kg/m3, komposisi 1Pc: 1,5 Pasir: 2,5 Styrofoam adalah 1242,56 kg/m3, dan komposisi 1Pc : 1,25Pasir : 2,75Styrofoam adalah 1097,88 kg/m3, jika dibandingkan dengan beton konvensional dengan komposisi 1Pc : 2Pasir : 3Kerikil adalah 2387,73 kg/m3 yang mempunyai selisih berat kurang lebih 46,43%, karakteristik kuat tekan beton untuk komposisi 1Pc : 1,5Pasir : 2,5Styrofoam 84,73 kg/cm2 dan komposisi 1Pc : 1,25Pasir : 2,75Styrofoam 71,93 kg/cm2 termasuk dalam klasifikasi beton mutu B0 (<100 kg/cm2), sedangkan kuat tekan karakteristik untuk komposisi 1 Pc: 2 Pasir: 3 Styrofoam adalah 107,13 kg/cm2 (>100 kg/cm2)
Inovasi Teknologi SCGC (Self Compacting Geopolymer Concrete) Sebagai Material Berkelanjutan Anik Kustirini; Dhamang Budi Cahyono; Bambang Purnijanto; Diah Setyati Budiningrum
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1334

Abstract

Abstrak   Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen sebagai bahan pengikat, dipandang sebagai solusi mengatasi pemanasan global akibat produksi semen portland dan alternatif pengganti beton konvensional. Beton geopolimer segar memiliki kekentalan kaku yang tidak workable, padahal workability sangat dibutuhkan dalam proses pengecoran di lapangan. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan inovasi Self Compacting Concrete (SCC) yang dapat memadat sendiri tanpa alat pemadat. Beberapa metode untuk mendapatkan sifat self compacting meliputi pengaturan kadar agregat, rasio air, dan penggunaan superplasticizer. Penambahan superplasticizer membuat geopolimer lebih workable dengan setting time lebih lama. Pengujian menggunakan slump flow, v funnel, dan box test. Penelitian ini menganalisis kinerja Self Compacting Geopolymer Concrete (SCGC) menggunakan fly ash PLTU Tanjungjati B sebagai pengganti semen. Hasil pengujian menunjukkan campuran berhasil diformulasikan sebagai SCGC berperforma tinggi dengan keseimbangan sangat baik antara fluiditas, stabilitas, dan kemampuan melewati celah sempit. Beton ini efektif untuk aplikasi pada elemen struktur dengan geometri rumit dan penulangan padat, berpotensi meningkatkan efisiensi konstruksi, mengurangi pemadatan mekanis, dan menjamin kepadatan optimal di seluruh struktur.   Kata kunci: SCGC, Fly ash, Slump Flow, V Funnel, Box test   Abstract   Geopolymer concrete is concrete without cement as a binding material, seen as a solution to global warming caused by Portland cement production and an alternative to conventional concrete. Fresh geopolymer concrete has a stiff consistency that is not workable, even though workability is very much needed in the casting process in the field. To overcome this problem, Self Compacting Concrete (SCC) innovation has been developed, which can compact itself without compaction tools. Several methods to obtain self-compacting properties include adjusting the aggregate content, water ratio, and the use of superplasticizers. The addition of superplasticizers makes geopolymers more workable with a longer setting time. Testing was carried out using slump flow, V-funnel, and box tests. This study analyzes the performance of Self-Compacting Geopolymer Concrete (SCGC) using fly ash from the Tanjungjati B power plant as a cement substitute. The test results show that the mixture was successfully formulated as high-performance SCGC with an excellent balance between fluidity, stability, and the ability to pass through narrow gaps. This concrete is effective for applications in structural elements with complex geometries and dense reinforcement, potentially increasing construction efficiency, reducing mechanical compaction, and ensuring optimal density throughout the structure.   Keywords: SCGC, Slump Flow, V-Funnel, Box Test
Inovasi Teknologi SCGC (Self Compacting Geopolymer Concrete) Sebagai Material Berkelanjutan Anik Kustirini; Dhamang Budi Cahyono; Bambang Purnijanto; Diah Setyati Budiningrum
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1334

Abstract

Abstrak   Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen sebagai bahan pengikat, dipandang sebagai solusi mengatasi pemanasan global akibat produksi semen portland dan alternatif pengganti beton konvensional. Beton geopolimer segar memiliki kekentalan kaku yang tidak workable, padahal workability sangat dibutuhkan dalam proses pengecoran di lapangan. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan inovasi Self Compacting Concrete (SCC) yang dapat memadat sendiri tanpa alat pemadat. Beberapa metode untuk mendapatkan sifat self compacting meliputi pengaturan kadar agregat, rasio air, dan penggunaan superplasticizer. Penambahan superplasticizer membuat geopolimer lebih workable dengan setting time lebih lama. Pengujian menggunakan slump flow, v funnel, dan box test. Penelitian ini menganalisis kinerja Self Compacting Geopolymer Concrete (SCGC) menggunakan fly ash PLTU Tanjungjati B sebagai pengganti semen. Hasil pengujian menunjukkan campuran berhasil diformulasikan sebagai SCGC berperforma tinggi dengan keseimbangan sangat baik antara fluiditas, stabilitas, dan kemampuan melewati celah sempit. Beton ini efektif untuk aplikasi pada elemen struktur dengan geometri rumit dan penulangan padat, berpotensi meningkatkan efisiensi konstruksi, mengurangi pemadatan mekanis, dan menjamin kepadatan optimal di seluruh struktur.   Kata kunci: SCGC, Fly ash, Slump Flow, V Funnel, Box test   Abstract   Geopolymer concrete is concrete without cement as a binding material, seen as a solution to global warming caused by Portland cement production and an alternative to conventional concrete. Fresh geopolymer concrete has a stiff consistency that is not workable, even though workability is very much needed in the casting process in the field. To overcome this problem, Self Compacting Concrete (SCC) innovation has been developed, which can compact itself without compaction tools. Several methods to obtain self-compacting properties include adjusting the aggregate content, water ratio, and the use of superplasticizers. The addition of superplasticizers makes geopolymers more workable with a longer setting time. Testing was carried out using slump flow, V-funnel, and box tests. This study analyzes the performance of Self-Compacting Geopolymer Concrete (SCGC) using fly ash from the Tanjungjati B power plant as a cement substitute. The test results show that the mixture was successfully formulated as high-performance SCGC with an excellent balance between fluidity, stability, and the ability to pass through narrow gaps. This concrete is effective for applications in structural elements with complex geometries and dense reinforcement, potentially increasing construction efficiency, reducing mechanical compaction, and ensuring optimal density throughout the structure.   Keywords: SCGC, Slump Flow, V-Funnel, Box Test
Pemodelan Kondisi Geologi Teknik Daerah Amblesan Tanah Jalan Semarang Outer Ring Road (SORR) Hendra Masvika; Dhamang Budi Cahyono; Sri Wanto
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021): November (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v17i2.3970

Abstract

The Semarang Outer Ring Road (SORR) project which is located on soft soil has the potential to experience land subsidence due to consolidation. The consolidation settlement is predicted to continue along with the length of time the consolidation is completed. It is necessary to study subsurface engineering geology to obtain an overview of the structure of the soil layers and the thickness of the soft soil layer that has the potential to undergo consolidation. Based on the data of 4 borehole points and the results of laboratory tests, evaluation and correlation were carried out to obtain the stratigraphy of the soil layer. The stratigraphic results showed that the total depth of the soil investigation was 50 m, with the surface soil layers generally consisting of embankment soil, sandy clay, sandy silt, and clayey silt. The distribution of clay and silt with very soft to medium consistency dominates the soil layer structure with a thickness varying between 15.50-28.00 m. This condition has the potential to cause an increase in the magnitude and rate of consolidation due to the surface loading of the embankment soil.
Pendampingan Pembuatan Sumur Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Di Dusun Kenongo, Desa Lemahireng, Kabupaten Semarang Yesina Intan Pratiwi; Son Haji; Dhamang Budi Cahyono; Ali Mahrus
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.6391

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok manusia yang paling penting. Air memegang peranan penting bagi kehidupan manusia karena dapat digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, cuci, dan kakus. Menurut Permenkes No.32 Tahun 2017 mempersyaratkan bahwa air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari hendaknya memenuhi syarat kesehatan. Bambang , mengungkapkan syarat air minum harus aman, artinya bebas dari mikroba patogen dan zat yang berbahaya, terutama oleh kontaminasi mikroba yang berbahaya seperti bakteri koliform. Air bersih seharusnya tidak mengandung mikroorganisme patogen apapun, akan tetapi masih banyak air bersih yang tercemar mikroorganisme berbahaya, sehingga air bersih sampai saat ini masih menjadi kendala terbesar dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan seringkali menjadi sumber atau perantara berbagai penyakit. Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bawah Besi tidak memenuhi syarat dengan hasil yang sangat tinggi. Sumur artesis yang memiliki kandungan zat mineral berlebihan sebaiknya perlu penanganan lebih lanjut.
Pendampingan Teknis Pemasangan Jaringan Distribusi Air Bersih Di Desa Kandangan Kabupaten Semarang Son Haji; Yesina Intan Pratiwi; Dhamang Budi Cahyono
TEMATIK Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i1.7320

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling penting. Air memegang peranan penting bagi kehidupan manusia karena dapat digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, cuci, dan kakus. Sistem distribusi air bersih merupakan suatu jaringan perpipaan yang tersusun atas sistem pipa, pompa, reservoir dan perlengkapan lainnya. Sistem penyediaan air bersih sering mengalami masalah dalam hal debit maupun tekanan yang berkaitan dengan kriteria hidrolis yang harus dipenuhi dalam sistem pengaliran air bersih. Salah satu bagian terpenting dari sistem penyediaan air bersih adalah jaringan distribusi. Permasalahan yang terjadi di wilayah Desa Kandangan yaitu minimnya debit pada waktu-waktu tertentu pada beberapa titik rumah. Untuk pendistribusiannya diperlukan pipa saluran primer yang menghubungkan sumber air dengan pipa saluran sekunder. Pipa saluran sekunder ini yang digunakan untuk menyalurkan air dari pipa saluran primer ke rumah setiap warga. Sangat disayangkan hingga saat ini air tersebut belum terdistribusi secara maksimal ke rumah-rumah warga dikarenakan keterbatasan biaya yang dimiliki warga. Oleh karena itu diperlukan adanya pemasangan pipa saluran primer maupun sekunder untuk menyalurkan air bersih tersebut. Untuk pipa saluran yang menghubungkan langsung ke rumah warga merupakan tanggung jawab masing-masing kepala keluarga sesuai dengan hasil musyawarah warga Desa Kandangan. Pendistribusian air bersih ke wilayah warga menggunakan sistem gravitasi.
Pendampingan Teknis Pemasangan Batu Belah Untuk Perbaikan Longsoran Dinding Penahan Semarang-Godong Son Haji; Dhamang Budi Cahyono
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.12755

Abstract

Kegiatan Pendampingan Teknis Pemasangan Batu Belah untuk Perbaikan Dinding Penahan Longsor di Jalan Semarang–Godong bertujuan memberikan solusi atas kerusakan infrastruktur akibat longsor. Jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman, pusat ekonomi, dan layanan publik. Curah hujan tinggi pada awal 2025 menyebabkan kerusakan dinding penahan, mengancam keselamatan pengguna dan aksesibilitas masyarakat. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan teknis pemasangan batu belah, dipilih karena ketersediaannya secara lokal, efisiensi biaya, dan kekuatan strukturalnya dalam menahan tekanan tanah. Masyarakat juga akan diberikan pemahaman tentang sistem drainase untuk mengurangi risiko longsor. Metode kegiatan meliputi pelatihan teori, praktik, dan pendampingan langsung. Peserta diajarkan prinsip geoteknik, teknik konstruksi, serta pengawasan kualitas pekerjaan. Hasil yang diharapkan meliputi perbaikan dinding sepanjang 30 meter, peningkatan keterampilan masyarakat, serta panduan teknis sebagai referensi berkelanjutan.
Pendampingan Teknis Cara Pemasangan Bronjong di Dusun Sukuh Kabupaten Karanganyar Dhamang Budi Cahyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud; Ngudi Hari Crista
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 3 No. 2 (2025): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v3i2.11760

Abstract

Landslides are a frequent natural disaster in the Karanganyar area, especially in hilly areas with high rainfall and fragile geological conditions. This community service activity aims to provide technical assistance on gabion installation as a landslide mitigation effort in Dusun Sukuh, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency. The method includes lectures, demonstrations, and direct practice, covering preparation stages, material selection, and correct installation techniques. The results showed a significant increase in participants' understanding, from an average pre-test score of 32% to 70% in the post-test. This indicates that the program effectively improved the knowledge and skills of the community regarding gabion installation techniques. The community showed active participation and high enthusiasm, reflecting their awareness of the importance of disaster mitigation efforts. This activity is expected to support the sustainability of community-based disaster risk reduction efforts in the region.
Pendampingan Pemasangan U-Dicth untuk Saluran Drainase Ruas Jalan Semarang-Godong Provinsi Jawa Tengah Dhamang Budi Cahyono; AR Hanung Triyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Bagus Acung Billahi; Faizal Mahmud
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i1.13143

Abstract

The Community Service Program (PkM) conducted by the Faculty of Engineering, Universitas Semarang, in collaboration with PT. Valentara Sarana Raya and the community of Godong Village aimed to improve the drainage function along the Semarang–Godong road and enhance the technical skills of construction workers through training and mentoring in the installation of precast u-ditch drains. The program was carried out from September to December 2025, with the main field activity on October 24, 2025. A total of 15 workers participated in the training, showing an increase in average scores from 56.7 to 88.5, or a 56.1% improvement, particularly in technical installation and occupational safety practices. Technically, a 120-meter u-ditch channel was successfully installed in compliance with the Ministry of Public Works Regulation No.14/PRT/M/2018, reducing flooding by up to 90%. The activity also established the “Godong Drainage Task Force (POKJA Drainase Godong)” to ensure continuous maintenance. The program outputs include a publication in the journal, online media coverage, a documentation video on the LPPM USM YouTube channel, and a registered intellectual property poster titled “Technical Assistance for U-ditch Installation.” Overall, this PkM successfully improved drainage infrastructure, enhanced the competencies of local workers, and strengthened community participation, serving as a replicable model of sustainable, community-based implementation of the tri dharma of higher education.
Pendampingan Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Beton Sumuran dengan Metode Pengeboran Semi-Mekanik Di Kelurahan Katonsari Kecamatan Demak Kabupaten Demak Dhamang Budi Cahyono; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud; Bagus Acung Billahi
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i2.14306

Abstract

This community service activity aims to improve the technical and managerial competencies of construction workers in implementing drilled shaft (bored pile) foundations using a semi-mechanical drilling method. The activity was conducted at the BULOG warehouse construction project in Demak Regency, involving 30 workers from PT. Mitra Wardhana. The methods employed included training, demonstrations, direct on-site assistance, and evaluation through pre-test and post-test. The materials delivered covered the stages of drilled shaft construction, semi-mechanical drilling techniques, quality control, and the implementation of occupational health and safety (OHS). The results indicated an average increase of 29.7% in participants’ understanding, demonstrating the effectiveness of practice-based mentoring in enhancing workforce competence. In addition, the activity produced outputs in the form of Standard Operating Procedures (SOP) and technical documentation as sustainable work guidelines. Increased awareness of OHS was also observed through improved work behavior that is more disciplined and safety-oriented. Overall, this activity successfully addressed the partner’s problems and contributed to improving the quality of drilled shaft construction in a more effective, safe, and standardized manner.