Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PENGEMBANGAN JARINGAN SPAM DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DI DESA BERGAS LOR KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Son Haji; Sri Wanto; Fitria Maya Lestari; Faizal Mahmud; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10451

Abstract

Air bersih yang digunakan sehari-hari harus memiliki kualitas yang baik untuk konsumsi sesuai dengan standar air minum di Indonesia yaitu PP No.82 Tahun 2001 dan KepMen No.907 Tahun 2002. Secara umum kebijakan pemerintah dalam bidang pembangunan prasarana penyediaan air bersih direalisasikan dengan membangun sistem perpipaan.  Beberapa sumber air baku yang dapat digunakan untuk penyediaan air minum antara lain air hujan, air permukaan, mata air, air tanah. Penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam tergantung dari jenis pemakaiannya. EPA NET adalah program komputer yang secara luas melakukan periode simulasi dari hidrolika dan kualitas air dalam jaringan pipa bertekanan. Jaringan tersebut dapat terdiri dari sumber air, tangki penyimpanan atau reservoir, pipa, titik percabangan pipa, pompa, dan katup. EPA NET juga dapat mensimulasikan konsentrasi zat kimia yang ditambahkan pada suatu jaringan, umur air dan pola outflow dari sumber air. Dari hasil simulasi pemodelan program epanet 2.2 dengan periode waktu 72 jam diperoleh debit air yang dibutuhkan untuk menuhi 1570 jiwa jumlah penduduk sebesar 2,56 lt/detik,  sisa tekan minimum 1,64 meter kolom air di Patok 30 pada jam puncak pada (di seting padan jam 08.00 ). sisa tekan masimum 22,86 meter kolom air di Patok 8 pada jam puncak (di seting padan jam 08.00 ). kecepatan air dalam pipa minimum sebesar 0,03 m/detik dan maksimum 1,31 m/detik. Untuk memenuhi kebutuhan air dengan jumlah jiwa 1750 dengan kebutuhan air rata sebesar 2,03 liter/detik diperlukan kapasitas Bak penampung sebesar 20 m3.
Pendampingan Teknis Perencanaan Renovasi Pembangunan Masjid As-Syuhada Rumpun Diponegoro Kota Semarang Sri Wanto; Hendra Masvika; Lila Anggraini; Trias Widorini; Annisa Zahrotun Na'imah
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v1i1.5969

Abstract

Mosques are one the public facilities that have a role as houses of worship for muslims. In addition, the mosque also functions as a center for community activities such as a place for celebrating big days, discussions, studies, seminars, lectures, and training as a center for religious learning for the community. To increase the role and function of the mosque as well as an effort to increase the capacity or capacity of worshippers, the mosque prosperity council (DKM) plans to renovate the construction of mosque. The existing condition of the mosque currently has supporting facilities, but it is considered inadequate with a limited capacity of worshippers. In addition, physically the existing mosque building is quite simple, so carrying out renovations requires careful planning. The purpose of this community service (PkM) of Faculty of Engineering of Universitas Semarang is to assist DKM in making a renovation plan design for the construction of the As-Syuhada Mosque. The output of this mentoring activity is in the form of submitting design drawings of the 2 floors mosque building including detailed structural drawings, as well as 3D drawings and calculation of the cost budget plan (RAB). The drawings and RAB of the renovation work for the construction of the As-Shahada Mosque that had been approved were then used as guidelines for carrying out work in the field.
Pemodelan Kondisi Geologi Teknik Daerah Amblesan Tanah Jalan Semarang Outer Ring Road (SORR) Hendra Masvika; Dhamang Budi Cahyono; Sri Wanto
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021): November (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v17i2.3970

Abstract

The Semarang Outer Ring Road (SORR) project which is located on soft soil has the potential to experience land subsidence due to consolidation. The consolidation settlement is predicted to continue along with the length of time the consolidation is completed. It is necessary to study subsurface engineering geology to obtain an overview of the structure of the soil layers and the thickness of the soft soil layer that has the potential to undergo consolidation. Based on the data of 4 borehole points and the results of laboratory tests, evaluation and correlation were carried out to obtain the stratigraphy of the soil layer. The stratigraphic results showed that the total depth of the soil investigation was 50 m, with the surface soil layers generally consisting of embankment soil, sandy clay, sandy silt, and clayey silt. The distribution of clay and silt with very soft to medium consistency dominates the soil layer structure with a thickness varying between 15.50-28.00 m. This condition has the potential to cause an increase in the magnitude and rate of consolidation due to the surface loading of the embankment soil.
PERINGKAT INDIKATOR KEBERLANJUTAN UNTUK PENILAIAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN Lila Anggraini; Vera Mahardika; Sri Wanto
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10318

Abstract

Salah satu sektor utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan adalah konstruksi perumahan. Namun banyak permasalahan yang ada di perumahan diantaranya dari faktor lingkungan, sosial, ekonomi dan tahap pembangunan. Hal ini dapat menyulitkan pengembang dalam mengimplementasikan proyek perumahan berkelanjutan yang memenuhi standar yang ditetapkan. Perlu adanya suatu standar bagi pengembang dalam membangun perumahan baru, dan standar tersebut diterapkan ketika pengembang akan mulai melaksanakan pembangunan perumahan. Banyak indikator dan kerangka kerja penilaian keberlanjutan telah dirumuskan untuk menyediakan proses pengambilan keputusan terkait keberlanjutan, namun hanya terbatas pada lingkungan, sosial dan ekonomi saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator-indikator dari pembangunan perumahan berkelanjutan yang kemudian akan diberi urutan ranking sebagai standar pada tahap pembangunan perumahan. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode AHP (Analysis Hierarchy Process). Hasil dari penelitian ada 12 indikator yang berpengaruh terhadap pembangunan perumahan berkelanjutan dengan peringkat paling tinggi adalah ketersediaan sumber daya air, lokasi, pengelolaan sampah, jarak, aksesbilitas, sistem energi terbarukan, keamanan, material, RTH, harga rumah dan status kepemilikan.
Evaluasi Faktor yang Mendorong Dominasi Keterlibatan Manajemen Konstruksi pada Tahap Pelaksanaan Proyek Gedung Lila Anggraini; Sri Wanto; Hendra Masvika; Son Haji
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13878

Abstract

Manajemen Konstruksi (MK) secara konseptual memiliki peran strategis sejak tahap perencanaan proyek konstruksi sebagai wakil pemilik (owner’s representative). Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa keterlibatan MK masih didominasi pada tahap pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mendorong dominasi keterlibatan MK pada tahap pelaksanaan serta mengkaji implikasinya terhadap efektivitas manajemen proyek konstruksi gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap 23 responden yang terdiri atas owner, konsultan perencana, konsultan manajemen konstruksi, dan kontraktor di Kota Semarang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan MK pada tahap pelaksanaan memiliki nilai mean tertinggi sebesar ±4,45 dengan RII ±0,89, yang dikategorikan sangat penting. Faktor utama yang mendorong dominasi tersebut adalah kebiasaan pemilik proyek, persepsi bahwa MK hanya dibutuhkan saat pelaksanaan, serta keterbatasan pemahaman terhadap peran strategis MK sejak tahap perencanaan. Meskipun keterlibatan MK pada tahap pelaksanaan berdampak positif terhadap pengendalian mutu, waktu, dan koordinasi, keterlambatan pelibatan MK menimbulkan kendala berupa lemahnya koordinasi awal dan ketidaksinkronan dokumen perencanaan dengan kondisi lapangan. Penelitian ini merekomendasikan reposisi peran MK agar dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek konstruksi gedung.
Pendampingan Perencanaan Desain Intake Air Bersih Desa Kalikayen Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Sri Wanto; Bambang Tutuko; Son Haji; Trias Widorini; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i2.15070

Abstract

Clean water availability is a fundamental necessity that requires reliable Water Supply System (SPAM) infrastructure. Kalikayen Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, possesses considerable water resources that have not been optimally utilized due to the absence of an adequate technical design for a water intake structure. This community service program aimed to enhance the community's capacity in planning a clean water intake structure while developing a preliminary design concept to support the village water supply system. The program employed advocacy, training, and technical assistance through a participatory approach, including field surveys, existing condition assessments, technical training, discussions, field observations, and evaluation using pre-tests and post-tests involving 20 participants. The evaluation results indicated a significant improvement in participants' knowledge, with the average score increasing from 52.6% in the pre-test to 86.0% in the post-test, representing an improvement of 33.4 percentage points. In addition to strengthening community capacity, the program produced technical outputs, including a preliminary intake design, recommendations for a safer intake location, field survey data, and supporting documents that can serve as the basis for preparing a Detail Engineering Design (DED) and cost estimation. Overall, the program successfully improved community capacity while providing technical planning documents to support the development of a safe, reliable, and sustainable village water supply system.