Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : tematik

Pemberdayaan Siswa SMKN 4 Kendal dalam Urgensi Pengelolaan Limbah Cangkang Telur Berkelanjutan : Dari Inovasi Pangan Hingga Produk Non Pangan Devy Angga Gunantar; Iswoyo; Cornelius Hari Wibowo; Maria Sudjatinah; Antonia Nani Cahyanti
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.14697

Abstract

Limbah cangkang telur ayam adalah sumber daya yang belum dimanfaatkan yang mengandung sekitar 94% kalsium karbonat, serta senyawa bioaktif seperti asam hialuronat, kondroitin dan glukosamin, serta mineral-mineral penting lainnya. Produksi dan konsumsi telur yang tinggi di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Kendal, menghasilkan banyak limbah cangkang telur yang belum dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk membantu siswa SMKN 4 Kendal agar mereka bisa memahami pentingnya mengelola limbah cangkang telur dengan cara yang berkelanjutan. Ini mencakup inovasi dalam membuat produk makanan yang berguna serta produk non-makanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Program ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu oleh tim dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang dan melibatkan 47 siswa dari kelas XI. Pelaksanaan terdiri dari lima sesi yang mencakup penguatan kosakata bahasa Inggris tentang limbah organik, pengelolaan dan komposisi kimia dari cangkang telur, pembuatan pupuk organik melalui demonstrasi dan praktik langsung erta penjelajahan peluang kewirausahaan yang berbasis pada limbah cangkang telur. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang memiliki 20 indikator. Indikator ini digunakan untuk mengukur pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan minat peserta. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pemhaman rata-rata yang besar, yaitu 50,99% dari 37,72% menjadi 66,71%, Peningkatan paling besar terlihat pada pengetahuan tentang senyawa bioaktif, yaitu kandungan kondroitin dan glukosamin yang meningkat sebesar 71,5% serta asam hialuronat yang meningkat sebesar 71,4%. Semua peserta (100%) menyatakan minat untuk menggunakan cangkang telur sebagai pupuk organik dan ingin belajar lebih lanjut tentang cara pengolahannya. Program ini telah terbukti berhasil dalam meningkatkan pemahaman tentang lingkungan, ketrampilan teknis dan kesadaran akan keberlanjutan berdasarkan prinsip zero=waste, yang penting bagi siswa di program Tata Boga sebabai kemampuan tambahan di dunia kuliner profesional.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KELOMPOK TANI TERNAK (KTT) SIDOMULYO, KELURAHAN NONGKOSAWIT, KECAMATAN GUNUNGPATI MELALUI PEMBUATAN TAHU SUSU maria Sudjatinah; cornelius hari wibowo; Devy Angga Gunantar
TEMATIK Vol. 1 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i1.2513

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan introduksi teknologi baru tentang pengolahan susu menjadi tahu susu dengan mengkombinasikan susu sapid an susu kedelai serta menggunakan asam cuka sebagai bahan penggumpalnya. Diharapkan teknologi yang diintroduksikan dapat meningkatkan keterampilan Kelompok Tani Ternak (KTT) Sidomulyo, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan, monitoring penanganan produk olahan susu, dan evaluasi hasil pembuatan tahu susu. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah: Diharapkan teknologi yang   diintroduksikan dapat  meningkatkan  keterampilan  Kelompok Tani Ternak (KTT) Sidomulyo Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati.Kata Kunci: Tahu Susu, keterampilan
Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Siswa SMKN 4 Kendal Terhadap Bahaya Styrofoam Sebagai Wadah Makanan Erwin Nofiyanto; Maria Sudjatinah; Sri Budi Wahjuningsih
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7145

Abstract

Salah satu permasalahan kebutuhan manusia adalah makanan. Makanan tidak hanya sekedar cukup akan tetapi harus aman, bermutu dan bergizi. Kalangan kaum remaja dan anak sekolah yang gemar “jajanan“ yang siap saji sering tidak menyadari resiko atau bahaya dari penggunaan bahan pembukus makanan yang terlihat rapi dan bersih. Tujuan Pengabdian untuk peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang pemanfaatan bahan pembungkus makanan khususnya Styrofoam. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu sosialisasi secara langsung tentang penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan yang berbahaya dan menekan resiko penggunaan bahan Styrofoam pada kalangan remaja khususnya siswa SMKN 4 Kendal. Hasil Pengabdian sebelum diadakan sosialisasi semua siswa SMKN 4 Kendal tidak mengetahui bahaya dan solusi penggunaan styrofoam secara tepat sebagai wadah makanan dan setelah pelatihan semua memahami bahaya dan solusi penggunaan styrofoam, sebelum sosialisasi 75% siswa tidak memahami dampak buruk styrofoam terhadap lingkungan hidup dan setelah sosialisasi 100% memahami dampak buruk styrofoam terhadap lingkungan hidup, semua siswa tidak memperhatikan foodgrade dalam kemasan styrofoam sebelum menggunakannya, 44% siswa menjawab menggunakan stryrofoam untuk makanan pada menu berminyak, panas atau asam, sedangkan 56% siswa menjawab tidak menggunakan stryrofoam untuk makanan pada menu berminyak, panas atau asam
Pelatihan Marinasi Daging Itik untuk Peningkatan Keamanan Pangan di SMKN 4 Kendal Erwin Nofiyanto; Sudjatinah Sudjatinah; Sri Budi Wahjuningsih
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.8552

Abstract

Pengawetan bahan pangan tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan garam sebagai bahan pengawetnya, tetapi juga dapat dilakukan dengan menambahkan asam organik pada pengolahan yang dilakukan. Salah satu pengolahan atau pengawetan adalah marinasi. marinade bermacam-macam, yaitu gula, garam dapur (NaCl), garam sorbat, garam fosfat dan garam benzoat, yang bermanfaat untuk meningkatkan keamanan pangan dan masa simpan daging. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan keamanan pangan dengan pelatihan marinasi. Metode pelaksanaan pelatihan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil Pengabdian sebelum diadakan pelatihan marinasi daging itik di SMKN 4 Kendal 100% siswa tahu pengertian marinasi, 85% siswa tidak tahu cara pembuatan marinasi, 60% siswa belum tahu bahan marinasi, dan 75% belum tahu manfaat marinasi selain dibuat untuk bumbu masakan, setelah kegiatan pelatihan 100% siswa cukup memahami dan tahu pengertian marinasi, cara pembuatan, bahan dan manfaat dari marinasi. Dalam pelaksanaan pengabdian pelatihan marinasi daging itik diharapkan para siswa-siswi SMKN 4 Kendal memahami tentang proses marinasi dan kegiatan dapat bermanfaat selain meningkatkan pengetahuan juga dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa.
Pelatihan Pembuatan Susu Jagung di SMKN 4 Kendal Sudjatinah Sudjatinah; Erwin Nofiyanto; Sri Budi Wahjuningsih
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.11067

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan yang sudah sangat dikenal di masyarakat kita,potensi jagung dalam memenuhi kebutuhan pangan juga tidak diragukan lagi .Pemanfaatan jagung selama ini sudah sangat beragam baik berupa olahan pangan siap konsumsi maupun bahan mentah.dalam upaya  penganekaragaman pangan olahan jagung, salah satunya adalah susu jagung. Berbagai bentuk olahan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah  jagung. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pelatihan pembuatan susu jagungi. Metode pelaksanaan pelatihan dengan ceramah, praktek,dan diskusi. Hasil pengolahan data kuesioner menunjukan bahwa sebelum diadakan pelatihan pembuatan susu jagung di SMKN 4 Kendal 100% siswa mengenal tentang  susu jagung, 65% siswa tidak tahu cara pembuatan susu jagung, 40% siswa belum tahu bahan pembuatan susu jagung, dan 75% belum tahu manfaat susu jagung, dan hasil pengolahan data kuesioner setelah kegiatan pelatihan menunjukan bahwa 100% siswa cukup memahami dan mengetahu cara pembuatan, bahan dan manfaat dari susu jagung. Dalam pelaksanaan pengabdian pelatihan pembuatan susu jagung para siswa-siswi SMKN 4 Kendal memahami tentang proses pembuatan susu jagung dan kegiatan dapat bermanfaat selain meningkatkan pengetahuan juga dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa. Hasil luaran dalam PKM ini publikasi artikel ilmiah ( draf,) HKI granted dan luaran media massa sudah terbit, Produk berupa susu Jagung, Video, dan Flyer
Edukasi Bahaya Penggunaan Styrofoam, Resiko Kesehatan   dan Mitigasinya untuk Siswa SMK N 4 Kendal Cornelius Hari Wibowo; Maria Sudjatinah; Iswoyo; Antonia Nani Cahyanti
TEMATIK Vol. 6 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i1.13153

Abstract

Penggunaan styrofoam (polistirena busa) sebagai wadah makanan sangat umum karena keunggulan praktis dan ekonomisnya. Namun material ini berpotensi melepaskan monomer berbahaya seperti stirena dan benzena yang berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Studi awal di SMKN 4 Kendal menunjukkan bahwa 67,7% siswa belum memahami bahaya umum styrofoam, 97,1% tidak mengetahui kandungan bahaya penyusunnya dan 76,5% tidak menyadari resiko kesehatannya. Tingkat pengetahuan yang rendah ini mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lingkungan siswa melalui intervensi edukasi oleh tim multidisiplin dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang. Metode pelaksanaan melibatkan observasi awal, persiapan materi dan penyampaian materi (sosialisasi) kepada 34 siswa kelas XII, diikuti evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-sosialisasi. Pemahaman siswa tentang bahaya umum meningkat dari 32,4% menjadi 100%, pengetahuan tentang kandungan bahan penyususn meningkat dari 2,9% menjadi 100% dan kesadaran akan resiko kesehatan jangka pendek/panjang meningkat dari 23,5% menjadi 100%. Data ini mengindikasikan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan sangat efektif dalam transferinformasi, menegaskan keberhasilakn program dalam meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap bahaya styrofoam dan cara penggunaan yang aman. Kata kunci : styrofoam, wadah makanan, bahaya kesehatan, sosialisasi, pengabdian masyarakat