Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analysis of risk factors for stunting among under-five children: A case-control study in Baiturrahman Primary Health Center, Banda Aceh City Neni Ekowati Januariana; Dian Maya Sari Siregar; Winda Agustina; Endang Maryanti; Ecia Meilonna Koka; Rosdiana Rosdiana; Marlina Marlina; Asriwati Asriwati; Suzan Fitriana Pakpahan; Siti Aisyah; Jalilah Jalilah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2671

Abstract

Stunting is a form of chronic malnutrition that adversely affects the growth and development of children under five years of age. This study aimed to analyze the factors associated with stunting among children in Banda Aceh, Indonesia. A cross-sectional study was conducted in Banda Aceh in 2023 involving 128 respondents, comprising 64 stunted children (cases) and 64 non-stunted children (controls). Data were analyzed using chi-square tests and logistic regression at the 95% confidence level. Results: Maternal knowledge (p=0,002), socioeconomic status (p=0,005), breastfeeding practices (p=0,012), birth weight (p=0,009), and maternal educational level (p=0,014) were significantly associated with stunting. The dominant factor influencing stunting was low birth weight (odds ratio [OR] =2,4; p=0,012). In conclusion, low birth weight was identified as the primary determinant of stunting. Other factors, such as maternal knowledge, education, socioeconomic status, and breastfeeding also played a role, although they were not significant in the multivariate analysis. Stunting prevention should begin during pregnancy through multi-sectoral interventions, nutrition education, strengthened antenatal care services, and family economic empowerment.
Pengaruh Baby Swimming terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6-12 Bulan Hasanah Pratiwi Harahap; Yuka Oktafirnanda; Winda Agustina; Rindy Santika
Jurnal Bidan Komunitas Vol 9, No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v9i1.6739

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan motorik bayi merupakan indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Salah satu stimulasi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik adalah baby swimming. Aktivitas ini tidak hanya melatih koordinasi dan kekuatan otot bayi, tetapi juga meningkatkan sesnsorik dan refleks motorik kasar serta halus. Tujuan:  Untuk menguji efektivitas baby swimming dalam meningkatkan perkembangan motorik pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Bidan Wanti Medan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian sejumlah 20 bayi yang melakukan kunjungan baby swimming pada april-juli 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purvosive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 10 responden. Penilaian perkembangan motorik kasar menggunakan kuesioner KPSP dan analisis data dengan uji wilxocon. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh baby swimming pada perkembangan motorik bayi dengan nilai p-value 0,003 0,005. Sebelum diberikan intervensi baby swimming didapatkan nilai sig 0,000 dan sesudah diberikan intervensi baby swimming didapatkan nilai sig 0,000 dan terdapat 2 bayi yang mengalami keterlambatan motorik  seperti bayinya belum bisa tengkurap sendiri, dan duduk harus dibantu. Kesimpulan: Aktivitas baby swimming terbukti mampu merangsang gerak motorik kasar seperti tengkurap, duduk, berdiri, serta motorik halus seperti menggenggam dan meraih benda pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Bidan Wanti Medan.