Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

Desain dan Analisis Flat Slab dengan Software Matlab Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Dwi Kurniati; Mega Puspita Sari
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.939 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.2357

Abstract

Flat slab adalah pelat beton bertulang yang didukung oleh kolom ditambah drop panel atau mungkin kolom ditambah kepala kolom atau tanpa kepala kolom dan drop panel. Metode desain dan analisis flat slab yang akan digunakan adalah metode desain langsung dimana metode tersebut adalah menentukan tebal minimum pelat yang tinjau berdasarkan mutu baja yang akan digunakan pada analisis ini. Distribusi momen pada analisis dengan metode desain langsung menghasilkan momen total yang kemudian akan didistribusi ke masing-masing panel untuk lajur kolom dan lajur tengah. Kegagalan geser (punching shear) terjadi pada area penampang kritis di sekitar kepala kolom dan drop panel sehingga kekuatan geser akan dihitung berdasarkan nilai kekuatan geser yang terjadi dan akan di kontrol dengan kekuatan geser dari mutu beton yang digunakan. Dalam tulisan ini desain dan analisis akan dilakukan secara numerik berdasarkan SNI 2847:2019 dengan menggunakan software Matlab. Selanjutnya hasil analisis yang telah diperoleh dari software Matlab menunjukan bahwa panel internal yang didesain aman dari kegagalan punching shear.
STUDI TENTANG DIAFRAGMA KAKU DAN SEMI - KAKU PADA STRUKTUR GEDUNG DENGAN KETIDAKBERATURAN VERTIKAL Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Yuan Anisa
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5252

Abstract

Umumnya para insinyur cenderung menganggap bahwa diafragma struktur bangunan adalah kaku, tetapi arsitek sering merencanakan bangunan yang ramping menyebabkan analisis diafragma kaku tidak tepat digunakan. Diafragma kaku dan semi-kaku berperilaku berbeda. Fleksibilitas diafragma mempengaruhi distribusi gaya lateral ke komponen vertikal elemen penahan gaya lateral dalam suatu struktur, diafragma semi-kaku mendistribusikan gaya lateral berdasarkan kekakuan pelat. Bangunan beraturan tidak memiliki diskontinuitas massa, kekakuan atau kekuatan, secara horizontal atau vertikal yang signifikan. Sebaliknya, bangunan tidak beraturan memiliki diskontinuitas yang menyebabkan konsentrasi gaya dan deformasi di mana diskontinuitas terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk mengamati pengaruh penggunaan diafragma kaku dan semi-kaku pada model struktur dengan ketidakberaturan vertikal. Model yang diusulkan dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak ETABS Nonlinear melalui analisis beban dorong statik nonlinier. Selanjutnya, dalam tulisan ini diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya nilai geser dasar maksimum untuk diafragma kaku struktur meningkat sebesar 115 kN untuk analisis beban dorong statik nonlinier disebabkan oleh peningkatan massa struktur dan diafragma kaku lebih efisien dalam mengurangi perpindahan dibandingkan diafragma semi-kaku, dimana perpindahan berkurang sebesar 8%. Bentuk deformasi struktur terlihat memiliki perbedaan dalam hal ini nilai periode 1 dan 2, namun tidak terlalu signifikan