Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Stabilitas Tanah Ekspansif Campuran NaCI Untuk Meningkatkan Nilai California Bearing Ratio (CBR) Zainul Ikhwan, Mohammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11967

Abstract

Konstruksi struktural suatu jalan dan jembatan mempunyai dasar yang berupa tanah. Tanah memiliki berbagai sifat baik dan buruk. Kondisi tanah yang baik dapat mendukung kelancaran suatu pengerjaan konstruksi. Sifat tanah yang buruk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dan perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum pengerjaan konstruksi. Plastisisas tinggi, kuat geser rendah serta kembang susut suatu tanah adalah masalah yang sering dijumpai. Perbaikan yang bisa dilakukan dengan stabilitas secara kimiawi. NaCl adalah senyawa kimiawi yang diambil untuk perbaikan tanah sebagai stabilitatornya. Jalan poros desa Sumberarum Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah pengambilan sampel karena kondisi tanah berupa lempung ekspansif. Benda uji dibuat dengan NaCl 5%, 10% dan 15% dengan pengujian kadar air, batas susut, plastis, berat jenis dan CBR skala laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan sifat fisik dan sifat mekanik tanah lempung ekspansif dapat diperbaiki. NaCl 5% merupakan komposisi paling optimum untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik dan meningkatkan nilai CBR mencapai 10,03%.
ANALISIS KADAR ASPAL OPTIMUM MELALUI MARSHALL TEST MENURUT ASPHALT INSTITUTE MS-2 EDISI III D Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Sujiat, Sujiat; Al Zakina, Bella Lutfiani; Rendra, Mrabawani Insan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4620

Abstract

ABSTRAK: Konstruksi perkerasan jalan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran antara agregat dan aspal yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum menggunakan metode marshall, yang bertujuan menghasilkan campuran beraspal dengan stabilitas tinggi, flow sesuai spesifikasi, dan daya tahan yang baik terhadap beban lalu lintas berat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan karakteristik agregat dan aspal, uji CBR dan DCPT untuk menentukan daya dukung tanah dasar, serta pengujian campuran dengan marshall test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat memiliki gradasi baik dan memenuhi persyaratan teknis, sementara aspal jenis 60/70 menunjukkan penetrasi rata-rata 62,7, daktilitas 144,5 cm, dan titik lembek 57,5 derajad C. Kadar aspal optimum diperoleh pada titik keseimbangan antara nilai stabilitas maksimum, flow, dan kadar rongga yang sesuai spesifikasi. Kesimpulannya, metode marshall efektif digunakan dalam menentukan komposisi campuran beraspal yang optimal untuk perkerasan jalan yang kuat dan tahan lama. KATA KUNCI : Aspal, Jalan, Agregat, Campuran, Marshall.
Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Mrabawani Insan Rendra; Hadi Fitriansyah; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.
Landslide Susceptibility Mapping of the Kendeng Zone in Bojonegoro Regency using Geographic Information Systems Arya Kusuma Hadi; Mrabawani Insan Rendra; Zainuddin Zainuddin; Mohammad Zainul Ikhwan; Herta Novianto
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 10 No. 1 (2026): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2026
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v10i1.27033

Abstract

The Kendeng Zone in Bojonegoro Regency has a high potential for landslides due to its geological conditions and extreme tropical climate. This study aims to map landslide susceptibility levels using Geographic Information Systems (GIS). The research employs the Weighted Overlay method, which integrates multiple parameters. The study utilizes secondary data collected between 2021 and 2024, including rainfall records from BBWS, soil and rock maps from RTRW, and land cover data derived from RTRW. The analysis is conducted by assigning weights to each parameter to produce a landslide susceptibility zoning map. The results indicate that the Kendeng region is classified into four susceptibility levels: low, moderate, high, and very high. The area classified as having very high susceptibility covers 5,852.43 hectares, distributed across the Sekar, Gondang, and Temayang sub-districts. While this method provides a comprehensive spatial overview, the study is limited by the resolution of the available datasets and the expert-based subjectivity in weighting factors. The implications of this study highlight the need for increased attention in areas with high and very high susceptibility levels. The local government and communities should enhance preparedness, implement mitigation measures, and develop an early warning system to reduce landslide risks and impacts. Furthermore, the mapping results can serve as a basis for prioritizing areas requiring further intervention, such as reforestation, drainage improvements, and more sustainable land use.