Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Beton Porous Menggunakan Agregat Kasar Bergradasi 20 mm Berdasarkan Nilai Kuat Tekan dan Porositas Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M.Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Al Zakina, Bella Luthfiani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11637

Abstract

Salah satu inovasi yang sedang dilakukan dalam dunia konstruksi adalah beton porous. Beton non pasir merupakan jenis beton ringan yang dibuat tanpa menggunakan agregat halus (pasir). Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasilkan beton yang berpori sehingga beratnya menjadi berkurang. Mix design yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ACI-522R-10 dengan mengunakan ukuran agregat kasar 20 mm. menggunakan total 15 buah benda uji dengan perawatan dalam bak perendam. Dilakukan pengujian kuat tekan, porositas dan permeabilitas beton pada umur 7, 14 dan 28 hari. Benda uji mempunyai dimensi silinder 15 cm x 30 cm dan 10 cm x 20 cm untuk pengujian porositas. Hasil penelitian ini menunjukkan kuat tekan beton porous dengan mengunakan agregat kasar ukuran 20 mm untuk umur 7 hari rata-rata sebesar 4,501 Mpa dan umur 14 hari kuat tekan rata-rata sebesar 5,206 Mpa sedangkan umur 28 hari mengalami penurunan kuat tekan nilai kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 4,092 Mpa Sehingga beton porous yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan kuat tekan beton porous menurut ACI 522R – 10. Sedangkan untuk porositas beton porous pada umur 7 hari sebesar 12.95 % dan umur 14 hari sebesar 11.95 % pada umur 28 hari nilai porositas sebesar 13.22 %. Sedangkan untuk permeabilitas beton porous pada umur 28 hari sebesar 1.17 mm/s. Kata Kunci: Beton Porous, Porositas, Permeabilitas.
Stabilitas Tanah Ekspansif Campuran NaCI Untuk Meningkatkan Nilai California Bearing Ratio (CBR) Zainul Ikhwan, Mohammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11967

Abstract

Konstruksi struktural suatu jalan dan jembatan mempunyai dasar yang berupa tanah. Tanah memiliki berbagai sifat baik dan buruk. Kondisi tanah yang baik dapat mendukung kelancaran suatu pengerjaan konstruksi. Sifat tanah yang buruk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dan perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum pengerjaan konstruksi. Plastisisas tinggi, kuat geser rendah serta kembang susut suatu tanah adalah masalah yang sering dijumpai. Perbaikan yang bisa dilakukan dengan stabilitas secara kimiawi. NaCl adalah senyawa kimiawi yang diambil untuk perbaikan tanah sebagai stabilitatornya. Jalan poros desa Sumberarum Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah pengambilan sampel karena kondisi tanah berupa lempung ekspansif. Benda uji dibuat dengan NaCl 5%, 10% dan 15% dengan pengujian kadar air, batas susut, plastis, berat jenis dan CBR skala laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan sifat fisik dan sifat mekanik tanah lempung ekspansif dapat diperbaiki. NaCl 5% merupakan komposisi paling optimum untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik dan meningkatkan nilai CBR mencapai 10,03%.
ANALISIS KADAR ASPAL OPTIMUM MELALUI MARSHALL TEST MENURUT ASPHALT INSTITUTE MS-2 EDISI III D Santoso, Toni Budi; Ikhwan, M Zainul; Zainuddin, Zainuddin; Sujiat, Sujiat; Al Zakina, Bella Lutfiani; Rendra, Mrabawani Insan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4620

Abstract

ABSTRAK: Konstruksi perkerasan jalan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran antara agregat dan aspal yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum menggunakan metode marshall, yang bertujuan menghasilkan campuran beraspal dengan stabilitas tinggi, flow sesuai spesifikasi, dan daya tahan yang baik terhadap beban lalu lintas berat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan karakteristik agregat dan aspal, uji CBR dan DCPT untuk menentukan daya dukung tanah dasar, serta pengujian campuran dengan marshall test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat memiliki gradasi baik dan memenuhi persyaratan teknis, sementara aspal jenis 60/70 menunjukkan penetrasi rata-rata 62,7, daktilitas 144,5 cm, dan titik lembek 57,5 derajad C. Kadar aspal optimum diperoleh pada titik keseimbangan antara nilai stabilitas maksimum, flow, dan kadar rongga yang sesuai spesifikasi. Kesimpulannya, metode marshall efektif digunakan dalam menentukan komposisi campuran beraspal yang optimal untuk perkerasan jalan yang kuat dan tahan lama. KATA KUNCI : Aspal, Jalan, Agregat, Campuran, Marshall.
Pengembangan WEBGIS dari pemetaan partisipatif di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Mrabawani Insan Rendra; Hadi Fitriansyah; Mohammad Zainul Ikhwan; Toni Budi Santoso; Ichwan Hadi Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32597

Abstract

Abstrak Ketersediaan data geospasial yang akurat di tingkat desa merupakan elemen krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, keterbatasan teknis serta rendahnya literasi digital aparatur desa seringkali menjadi penghambat utama. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemetaan desa melalui pendekatan partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengembangan WebGIS. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, diskusi kelompok, digitalisasi data menggunakan QGIS, serta pengembangan platform WebGIS interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan Desa Kedungsari mempunyai sisteminformasi berbasis WEB  dengan data penggunaan lahan, infrastruktur, batas wilayah, dan persebaran penduduk. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat mampu mendorong transformasi digital desa secara inklusif dan berkelanjutan serta mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat lokal. Kata kunci: pemetaan partisipatif; WebGIS; data spasial; pembangunan desa; QGIS Abstract Accurate geospatial data at the village level is essential for effective development planning and sustainable resource management. However, limited technical capacity and low digital literacy among village officials often hinder its implementation. This community engagement initiative aims to strengthen spatial data infrastructure through a participatory mapping approach based on Geographic Information Systems (GIS) and the development of an interactive WebGIS platform. The program was conducted in Kedungsari Village, Temayang Subdistrict, Bojonegoro Regency, involving local officials and community members. The methodology included field surveys, focus group discussions, spatial data digitization using QGIS, and the design of a web-based GIS system. The results demonstrated a significant improvement in local awareness regarding the importance of spatial information, along with the creation of detailed digital maps covering land use, infrastructure, administrative boundaries, and household distribution. The WebGIS platform enables broader access to spatial information, enhances public transparency, and supports data-driven decision-making processes at the village level. This program illustrates how the integration of technology and community participation can foster inclusive and sustainable digital transformation in rural areas. Keywords: participatory mapping; WebGIS; spatial data; village development; QGIS.