Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SISTEM PEMBELAJARAN DALAM PEWARISAN KETERAMPILAN SENI KERAJINAN UPIA KARANJI DI KABUPATEN GORONTALO Arin Safitri Datau; I Wayan Seriyoga Parta; Mursidah Wati
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 2 No. 2 (2022): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sistem pembelajaran dalam pembuatan Upia karanji di Desa Batulayar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian mendapatkan sembelajaran dengan sistem pewarisan dengan berbasis praktik langsung yang dilakukan oleh perajin seni kerajinan yaitu secara informal. Tahap pembelajarannya dimulai dari tahap penguasaan alat dan bahan sebagai tahapan dasar pengenalan seni kerajinan Upia karanji tersebut, sampai selanjutnya membuat desain motif dan proses menganyam, membuat motif sampai finishing. Bentuk sistem pewarisan dilakukan oleh pengerajinUpia karanji di Desa Batulayar berupa pewarisan tegak (Vertical Trasmison), merupakan sistem pewarisan yang berlangsung melalui mekanisme genetik yang diturunkan dari waktu ke waktu secara lintas generasi, yakni melibatkan penurunan budaya kepada anak cucu keturunannya.
SENI INSTALASI NYOMAN ERAWAN EKSPLORASI MELINTAS BATAS MEDIA SENI RUPA I Wayan Seriyoga Parta
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 2 (2023): Konvergensi: Seni dan Teknologi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i2.189

Abstract

Nyoman Erawan adalah seniman Bali berbakat yang tertarik untuk mengembangkan bahasa ekspresif non-representasional yang diramu dengan nilai tradisi dan budaya Bali. Selain media lukisan, ia juga mengeksplorasi media instalasi, video art dan performance art dalam karyanya. Kreativitas Nyoman Erawan bersinggungan dengan kosmologi agama Hindu Bali, sebagaimana proses kreatif masyarakat Bali selalu dikaitkan dengan tradisi keagamaan Bali yang telah menjadi alam bawah sadar kolektif masyarakat Bali. "Ruang untuk Erawan" tidak pernah terbatas pada dimensi medium karya, tetapi merupakan bagian integral dari kosmologi kehidupan pribadi dan sosialnya. Nyoman Erawan adalah seniman Bali yang karyanya merepresentasikan perkembangan seni rupa Bali modern yang tidak meninggalkan tradisi dan budaya Bali. Nilai-nilai tradisional telah berkembang dalam karya-karya modernnya, namun akar tradisionalnya masih terlihat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis diakronis kronologis sejarah seni rupa dan kritik seni rupa dengan tataran deskripsi, interpretasi dan evaluasi dalam perlakuan karya. Tujuannya adalah mengetahui konsep kreatif Nyoman Erawan untuk menggali ide dengan menggunakan bahan dan sarana yang berbeda untuk menyajikan konten yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan fenomena sosial Bali kedalam karya-karyanya menggunakan bahasa ungkap yang diwarisi dari seni modern.
Subconscious Memory Narrative In The Exploration Of Iconic Puppet Of I Ketut Teja Astawa’s Painting I Wayan Seriyoga Parta; I Wayan Suardana
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v3i1.1042

Abstract

The process of creation in creating works of art is stimulated by various factors, one of which is the personal experience of the artist who is so imprinted that makes it an inspiration and motivation in the work. In the context of the creation of experiential works of art, it then undergoes a process of internalization and interpretation in an artist, which is then reconstructed back into the medium of art. The reconstruction is related to the reimagining process, which at the level of implementation can vary by artist. Similarly, the work process of Teja Astawa, a young artists who grew up in the coastal environment of Sanur, Bali. Teja’s works highlight his childhood experiences when playing with frangipani leaves and jackfruit leaves which then made into various forms of puppets. That experience made an impression and room in Teja’s artistic life as an adult, especially in the media of painting. Teja also re-knits the series of experiences by bringing back the puppet figures in his work. To begin the reconstruction process, Teja conducted a field study by observing various forms of puppets with their respective symbolic characters.
A WOLIO SCRIPTURE AS A SOURCE OF INSPIRATION IN THE CREATION OF ISLAMIC CALLIGRAPHY ART Parta, I Wayan Seriyoga; Umar, Adam Almiftah; Hasmah
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v7i2.2780

Abstract

This research is based on developing the Wolio script into the creation of Islamic calligraphy paintings. The method applied uses a creation approach from Husein Hendriyana's theory regarding creating works (practice-led research). Through 4 stages of creation, starting with 1) Pre-design, containing preliminary research. 2) Designing and making designs/drawings using the Wolio script and the Buton Palace fort. 3) Embodiment, applying images into visual calligraphy, and 4) Appreciation exhibition. Data collection techniques were collected through observation, interviews, and documents (document study), then continued with a presentation of the creation process and the results achieved. This research suggests that Wolio script writing can be formulated into Islamic calligraphy. This creation resulted in 10 works using plaque technique painting as media with different themes/backgrounds, interpreting the Wolio script within the scope of the Buton palace as a primary source developed into artistic creations of Arabic script calligraphy. The final stage is that the works are exhibited to gain public appreciation. So that interaction and communication can be established, which inspires an increase in experience and knowledge, especially in artistic practice in Islamic calligraphy writing. Based on the evaluation results, this work is suitable as a reference for creative calligraphy. Seeing this potential, I recommend that the Cultural Heritage Development Agency coordinator in Kamali Baadia collaborate to create creative calligraphy using the Buri Wolio script.
Kontribusi dan dampak Huntu Art Distrik dalam mengembangkan Ekowisata di Desa Huntu Selatan I Ketut Suardana; I Wayan Suardana; Parta, I Wayan Seriyoga
Jurnal Senirupa Warna Vol. 13 No. 2 (2025): Eksplorasi Metodologis dalam Seni Rupa dan Desain: Pendekatan Terkini dalam Pe
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v13i2.644

Abstract

This study examines the contribution and impact of Huntu Art District in developing rural art-based ecotourism in Huntu Selatan Village, Bone Bolango Regency, using descriptive qualitative methods. Data were collected through observation, interviews, and literature studies. The results of the study indicate that Huntu Art District contributes and impacts the development of ecotourism as follows: 1) Contribution to products: Sustainable work programs and production facilities for rural art actors. 2) Contribution to distribution: Establishment of village markets, exhibitions, and marketing networks for community art and agricultural products. 3) Contribution to the environment: Environmental conservation activities and community empowerment in ecotourism. The resulting impacts include: 1) Impact on the arts: Increasing productive art actors and rural art-based artworks that support ecotourism. 2) Impact on the economy: Provision of a place for the community to market their crops. 3) Environmental impact: Support for environmental preservation by using organic materials and prohibiting non-organic materials. It is concluded that Huntu Art District plays an important role in the development of rural art-based ecotourism in South Huntu Village, so that the programs and efforts made need to be supported sustainably. Keywords: (Contibution; Impact; Ecoturism; Rural Art)
PEMBUATAN SOUVENIR DARI CANGKANG KERANG Hasmah, Hasmah; Hariana, Hariana; Parta, I Wayan Seriyoga
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.847 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i2.22

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan keterampilan pada masyarakat di Desa Molotabu dalam memanfaatkan limbah laut berupa kerang untuk dijadikan souvenir. Ketersediaan souvenir dari kerang sebagai salah satu upaya dalam mendukung potensi wisatawan yang berkunjung di Desa Molotabu. Kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan pengabdian ini remaja karang taruna di Desa Molotabu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Gorontalo. Metode dalam kegiatan pengabdian ini dengan melakukan workshop yang mengarahkan peserta pelatihan memperaktekkan langsung pembuatan souvenir dengan mengikuti langkah kerja. Akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi melalui pemanfaatan kerang yang sebelumnya hanya sebagai limbah laut; (2) Produk yang dihasilkan berupa souvenir dari kerang dapat menumbuhkan minat masyarakat dalam berwirausaha guna meningkatkan ekonomi dalam rumahtangga dan dapat meningkatkan perekenomian masyarakat pada umumnya di Desa Molotabu.
Perancangan Media Pembelajaran Video Tutorial Seni Lukis Kelas X di SMK Negeri 2 Gorontalo Aulia, Zakia; Hariana; Parta, I Wayan Seriyoga
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jvst.v4i1.64

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode R&D model 4D. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan video tutorial sebagai media pembelajaran dan mengetahui kelayakan media pembelajaran berupa video tutorial seni lukis pada mata pelajaran Seni Budaya kelas X di SMK Negeri 2 Gorontalo. Metode R&D model 4D terdiri atas 4 tahap, yaitu (1) tahap pendefinisian (Define); (2) tahap perancangan (Design); (3) tahap pengembangan (Development); dan (4) tahap penyebaran (Dissemination). Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran video tutorial seni lukis adalah: (1) persentase skor penilaian dari ahli materi sebesar 97, 91%, ahli media I diperoleh hasil persentase dengan jumlah skor 93,75% dan ahli media II diperoleh hasil persentase dengan jumlah skor 85,41%. Berdasarkan hasil persentase kelayakan dari ketiga ahli tersebut diperoleh dengan jumah skor rata-rata 92, 36% dari klasifikasi persentase kelayakan 80-100% kategori sangat layak. Pada tahap uji coba, ditemukan 21 peserta didik dari 25 orang yang hadir dikelas mengatakan bahwa media pembelajaran video sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan melukis para peserta didik hal ini diperkuat dengan tanggapan guru Seni Budaya yang mengatakan media tersebut membantu peserta didik untuk lebih aktif dalam pelajaran Seni Budaya bidang seni lukis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik, efektif, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Inovasi Pengolahan Limbah Kain sebagai Strategi Pengembangan Kesenian Pedesaan di Desa Huntu Selatan Kabupaten Bone Bolango Hasdiana; Sudana, I Wayan; Dangkua, Suleman; Parta, I Wayan Seriyoga; Mohamad, Isnawati; Hasmah, Hasmah
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1282

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengolahan limbah kain sebagai strategi pengembangan kesenian pedesaan di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah kain yang mencemari lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan Teknik sospeso. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan pelatihan berbasis praktik yang melibatkan masyarakat setempat dalam proses produksi. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) persiapan dan pemetaan awal, 2) sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah kain dan manfaatnya bagi kesenian lokal, 3) pelatihan teknis pengolahan limbah kain menjadi produk seni dan kerajinan dengan teknik sospeso, 4) implementasi produk dalam kegiatan kesenian desa, serta 5) monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengolah limbah kain menjadi produk kerajinan yang dapat dipasarkan, seperti aksesori dan hiasan dekoratif. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, serta memperkuat identitas kesenian lokal. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.
Pengembangan Media Pembelajaran Seni Budaya Untuk Siswa Kelas VIII Di SLB Negeri Kabupaten Gorontalo Engahu, Awaludin Miftahul Khair; Sudana, I Wayan; Parta, I Wayan Seriyoga
Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol 5, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjsd.v5i2.32607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis audio visual pada mata pelajaran Seni Budaya bagi siswa kelas VIII SMPLB di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan siswa tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita dalam memahami materi seni rupa jika hanya disampaikan dengan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) model 4D, yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran berbasis audio visual yang dilengkapi dengan media pendukung, seperti buku braille untuk siswa tunanetra serta tampilan visual dan audio interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenis ketunaan.Validasi dilakukan oleh dua orang ahli materi dan tiga orang ahli media, termasuk satu ahli media khusus buku braille. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat layak digunakan, dengan persentase kelayakan dari ahli materi sebesar 91,96% dan dari ahli media sebesar 93,75%. Uji coba efektivitas dilakukan pada enam siswa yang mengisi angket, sementara satu siswa tunanetra diwawancarai secara langsung untuk menggali pengalaman penggunaan media. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 95,48%, yang menandakan bahwa media ini sangat efektif dalam menunjang proses pembelajaran.Media pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ragam hias flora dan fauna secara signifikan, serta memberikan pengalaman belajar yang inklusif, adaptif, dan menyenangkan. Dengan demikian, media berbasis audio visual ini dapat menjadi solusi inovatif untuk mendukung pembelajaran Seni Budaya di SLB secara lebih efektif.