Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelestarian Koleksi Plasma Nutfah Karet IRRDB 1981 melalui Duplikasi Genotipe di Kebun Entres Muhamad Rizqi Darojat; Syarifah Aini Pasaribu; Sayurandi Sayurandi
Buletin Plasma Nutfah Vol 26, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v26n1.2020.p1-10

Abstract

Ribuan aksesi plasma nutfah karet IRRDB 1981 (PN’81) merupakan material genetik tanaman karet yang diperoleh dari habitat aslinya di hutan hujan tropis Brasil yang dikoleksi oleh International Rubber Research and Development Board pada tahun 1981. Material genetik yang ditanam di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih ini dimanfaatkan dalam program perakitan klon unggul tanaman karet. Pelestarian PN’81 dalam bentuk kebun koleksi ex situ sudah tidak lagi relevan karena cara ini membutuhkan areal yang luas (58,5 ha), biaya pemeliharaan besar, dan rentan terhadap gangguan faktor alam maupun manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan koleksi PN’81 dalam bentuk kebun entres sehingga koleksi tersebut tidak rusak dan hilang. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Pengamatan dilakukan secara langsung terhadap jumlah tegakan yang tersisa, jumlah mata entres, keberhasilan okulasi, dan pertumbuhan mata okulasi. Hasil reinventarisasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah aksesi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 8.322 aksesi selama periode 1990–2018. Penurunan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah usia tanaman, gangguan hewan dan manusia, serangan penyakit, kebakaran, dan serangan angin. Sebagian besar aksesi PN’81 menghasilkan sedikit cabang autotrof muda dan persentase keberhasilan okulasi rendah. Hasil pengamatan pertumbuhan tunas okulasi bulan kesembilan menunjukkan nilai koefisien keragaman yang cukup besar dan sebanyak 33% tanaman mengalami gangguan pertumbuhan di lapangan (kebun entres). Upaya pelestarian plasma nutfah PN’ 81 dalam bentuk kebun entres hanya dapat menyelamatkan 12,5% aksesi dari total koleksi plasma nutfah PN’81.
OPTIMASI PRODUKSI KLON IRR SERI 200 DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA SISTEM SADAP DI PENGUJIAN PLOT PROMOSI Sekar Woelan; Junaidi Junaidi; Syarifah Aini Pasaribu
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 30, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v30i2.124

Abstract

Suatu pengujian dilakukan untuk mengetahui potensi produksi masing-masing klon IRR Seri 200 melalui penerapan beberapa sistem sadap. Disamping untuk mengoptimalkan produksi, hasil pengujian ini juga berguna sebagai salah satu pertimbangan dalam pengelompokan klon nantinya. Pengujian dilaksanakan pada areal pengujian plot promosi di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sungei Putih, Deli Serdang – Sumatera Utara mulai tahun 2004 sampai tahun 2011. Lokasi pengujian berada pada ketinggian sekitar 54 m di atas permukaan laut (dpl) dengan jenis tanah ultisol. Material yang digunakan dalam pengujian ini adalah 1% genotipe terbaik dari klon IRR seri 200 (PP/03/96) tahun tanaman 1995. Sejumlah 21 klon IRR seri 200 diuji dan 3 klon pembanding masing-masing BPM 24, PB 217, dan PB 260. Sistem sadap yang diuji cobakan adalah S/2 d2 dan S/2 d3.ET2.5% Ga1 18/y(2w) (Apr – Des) pada tahun 2004 – 2008 dan dilanjutkan dengan sistem sadap ganda S/2 d3+S/4U d3. ET2.5% Ba1(1.5) 18/y(2w) (Apr – Des) pada tahun 2009 – 2011. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat sembilan klon IRR seri 200 (IRR 200, IRR 202, IRR 207, IRR 209, IRR 210, IRR 215, IRR 218, IRR 219) yang memiliki pertumbuhan lilit batang lebih jagur dari ketiga klon pembanding sehingga potensial dapat disadap pada umur sekitar 3,5 tahun dengan rata-rata lilit batang sebesar 73,6 cm dan rata-rata laju pertambahan lilit batang sebesar 2,14 cm/tahun. Hasil pengamatan terhadap produktivitas tanaman menunjukkan terdapat delapan klon yang memiliki potensi produksi tinggi pada sistem sadap S/2 d2 dan S/3 d3.ET2.5% Ga1 18/y(2w) (Apr – Des) yaitu IRR 202, IRR 205, IRR 207, IRR 208, IRR 213, IRR 214, dan IRR 220. Kedelapan klon tersebut berpotensi sebagai klon unggul baru. Pengelompokkan klon IRR seri 200 berdasarkan tipologi klon menunjukkan bahwa klon IRR 202, IRR 208, IRR 210, dan IRR 220 cenderung sebagai klon quick starter karena memiliki metabolisme tinggi dan kurang responsif terhadap pemberian stimulant sedagkan IRR 213 dan IRR 214 cenderung sebagai klon slow starter karena memiliki metabolisme rendah dan lebih responsif terhadap pemberian stimulant. Disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan sampai satu siklus tanaman (20 tahun sadap) dan dilengkapi dengan data analisis diagnosis lateks. Diterima : 21 April 2012; Disetujui : 12 Agustus 2012 How to Cite : Woelan, S., Junaidi., & Pasaribu, S. A. (2012). Optimasi produksi klon IRR seri 200 dengan menggunakan beberapa sistem sadap di pengujian plot promosi. Jurnal Penelitian Karet, 30(2), 75-85. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/124
KARAKTER FISIOLOGI, ANATOMI, PERTUMBUHAN DAN HASIL LATEKS KLON IRR SERI 300 Sekar Woelan; Sayurandi Sayurandi; Syarifah Aini Pasaribu
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v31i1.128

Abstract

Karakter fisiologi, anatomi kulit, pertumbuhan dan produksi karet merupakan parameter penting di dalam seleksi klon karet unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter fisiologi lateks, anatomi, pertumbuhan dan produksi lateks klon IRR Seri 300. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Baai Penelitian Sngei Putih pada tahun 2011. Klon yang diuji dalam penelitian ini yaitu sebnayak 21 klon seri 300 dengan 3 klon pembanding (PB 260, RRIC 100, BPM 24) pada umur 12 tahun. Penelitiqn ini disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter fisiologi lateks (kadar sukrosa, kadar fosfat anorganik, kadar tiol, panjang alur sadap, indeks penyumbatan, kecepatan aliran lateks dan indeks produksi) memiliki perbedaan nyata diantara klon yang diuji. Demikian juga dengan karakter anatomi (jumlah pembuluh lateks dan diameter pembuluh lateks), pertumbuhan (lilit batang, tebal kulit), dan produksi lateks menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Hasil analisis korelasi menunjukkn bahwa indeks penyumbatan, indeks produksi, lilit batang, tebal kukit, jumlah pembuluh lateks dan diameter pembuluh latejs mempunyai korelasi cukup nyata terhadap hasil lateks, sedangkan panjang alur sadap, kecepatan aliran lateks, kadar sukrosa, kadar tiol, kadar fosfat anorganik, dan kadar karet kering tidak berkorelaso nyata terhadap hasil lateks. Diterima : 21 Desember 2012; Disetujui : 8 Maret 2013 How to Cite : Woelan, S., Sayurandi., & Pasaribu, S. A. (2013). Karakter fisiologi, anatomi, pertumbuhan dan hasil lateks klon IRR seri 300. Jurnal Penelitian Karet, 31(1), 1-12. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/128
PENGUJIAN ADAPTASI BEBERAPA KLON KARET PADA MASA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN Sayurandi Sayurandi; Irwan Suhendry; Syarifah Aini Pasaribu
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v32i1.144

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja beberapa klon karet pada pengujian adaptasi selama masa tanaman belum menghasilkan. Sebanyak sembilan klon karet yaitu  IRR 5, IRR 104,  IRR 112, IRR 118, IRR 119, IRR 230, PB 217, RRIM 921, RRII 105 dan klon pembanding PB 260 diuji dalam penelitian ini. Pengujian adaptasi dilakukan pada dua daerah yang memiliki agroekosistem yang berbeda, yaitu  Gunung Tua yang  terletak di Kabupaten Padang Lawas Utara  memiliki iklim yang lebih kering dan Batang Toru terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki iklim yang lebih basah. Pengujian adaptasi dibangun pada tahun 2005 dan 2007 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pengamatan karakter  pertumbuhan lilit batang dilakukan pada umur 2, 3 dan 4 tahun, sedangkan karakter tebal kulit dan anatomi kulit diamati pada umur 4 tahun. Intensitas serangan penyakit gugur daun Oidium, Colletotrichum, dan Corynespora diamati pada umur 3 tahun. Hasil pengujian menunjukkan bahwa klon IRR 104 dan IRR 118 memiliki pertumbuhan yang cukup jagur di daerah kering, sedangkan klon IRR 5, IRR 112, PB 217 dan RRIM 921 memiliki pertumbuhan paling jagur pada kondisi iklim lebih basah. Berdasarkan karakter tebal kulit dan anatomi kulit menunjukkan klon IRR 5, PB 217, RRII 105, dan RRIM 921 memiliki karakter tebal kulit paling tinggi, sedangkan klon IRR 5, IRR 104, IRR 112, IRR 118, dan IRR 230 memiliki karakter anatomi kulit yang cukup baik. Semua klon yang diuji tergolong agak resisten hingga resisten terhadap penyakit gugur daun Oidium, Colletotrichum, dan Corynespora.Diterima : 8 Oktober 2013; Direvisi : 24 Desember 2013; Disetujui : 4 Maret 2014  How to Cite : Sayurandi., Suhendry, I., & Pasaribu, S. A. (2014). Pengujian adaptasi beberapa klon karet pada masa tanaman belum menghasilkan. Jurnal Penelitian Karet, 32(1), 1-9. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/144
GENOTIPE TERPILIH BERDASARKAN KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL LATEKS DARI UP/03/96 Syarifah Aini Pasaribu; Irwan Suhendry; Sayurandi Sayurandi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v32i2.156

Abstract

Penggunaan klon-klon unggul yang berhasil tinggi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil karet. Klon unggul diperoleh melalui beberapa tahap pengujian salah satu diantaranya adalah pengujian pendahuluan. Materi pengujian berupa genotipe dari hasil seleksi dengan intensitas 10% pada populasi  hasil persemaian F1. Evalusi pengujian pendahuluan telah dilakukan pada UP/03/96 yang telah berumur 10 tahun. Dari hasil pengujian diperoleh sebanyak dua genotipe yang dikelompokkan kedalam klon penghasil lateks yaitu genotipe no. 75 (91/439) dan 33 (91/303), dan sebanyak sepuluh genotipe dikelompokan ke dalam klon penghasil lateks dan kayu, yaitu: no. 65 (91/160), 25 (91/438), 64 (91/301), 47 (91/45), 76 (91/65), 35 (91/409), 37 (91/369), 28 (91/214), dan 5 (91/343).. Genotipe-genotipe tersebut merupakan klon harapan unggul baru yang memiliki pertumbuhan dan hasil lateks yang baik. Diterima : 6 Februari 2014; Direvisi : 17 April 2014; Disetujui : 25 Juni 2014  How to Cite : Pasaribu, S. A., Suhendry, I., & Sayurandi. (2014). Genotipe terpilih berdasarkan karakter pertumbuhan dan hasil lateks dari UP/03/96. Jurnal Penelitian Karet, 32(2), 98-108. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/156
UJI ADAPTASI KLON KARET IRR SERI 100 PADA AGROKLIMAT KERING DI KEBUN SUNGEI BALEH KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA Aidi Daslin; Syarifah Aini Pasaribu
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 33, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v33i1.168

Abstract

Kegiatan pemuliaan karet pada generasi seleksi ke empat (1985-2010) telah menghasilkan berbagai jenis klon unggul diantaranya klon IRR seri 100.  Informasi kinerja yang lebih luas dari berbagai klon  unggul baru diperlukan  untuk pengembangan perkebunan karet pada lokasi tertentu. Percobaan adaptasi klon dibangun tahun 2002 di Kebun Sungei Baleh, PT. Bakrie Sumatra Plantation, bertujuan untuk mengetahui potensi pertumbuhan dan produksi khususnya di daerah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.  Bahan pengujian adalah 14 klon IRR seri 100, yaitu IRR 100, IRR 104, IRR 105, IRR 107, IRR 109, IRR 110, IRR 111, IRR 112, IRR 117, IRR 118, IRR 120, dengan klon pembanding PB 260, menggunakan rancangan  acak kelompok dengan tiga ulangan, tiap plot terdiri dari  550 pohon (11 baris x 50 tanaman), jarak tanam 2,8 x 5,2 m.  Observasi dilakukan terhadap produktivitas karet kering  dengan sistem sadap 1/2S d/3. ET 2,5% (disadap setengah spiral, frekuensi sekali tiga hari, menggunakan stimulant Etefon 2,5%). Sifat pertumbuhan yang diamati adalah lilit batang, rata-rata pertambahan lilit batang per tahun, dan tebal kulit, masing-masing diamati pada ketinggian  setinggi 150 cm dari permukaan tanah,  sedangkan sifat fisiologi yang diamati adalah kecepatan aliran lateks dan indeks penyumbatan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon IRR 107  dan IRR 112 memiliki  produktivitas karet kering  tertinggi masing-masing 1.527 kg/ha/th dan 1.426 kg/ha/th, pertumbuhan yang cepat dengan  rata-rata pertambahan lilit batang sebelum sadap antara 13,0 cm – 13,4 cm per tahun dan setelah penyadapan 3,9 cm - 4,3 cm per tahun. Klon IRR 107 dan IRR 112  memiliki potensi keunggulan yang baik dan secara spesifik sesuai dikembangkan  di kebun Sungei Baleh, Asahan, Sumatera Utara. Diterima : 19 November 2014; Direvisi : 9 Februari 2015; Disetujui : 21 April 2015 How to Cite : Daslin, A., & Pasaribu, S. A. (2015). Uji adaptasi klon karet IRR seri 100 pada agroklimat kering di Kebun Sungei Baleh Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Karet, 33(1), 25-34. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/168
UJI KETAHANAN KLON KARET IRR SERI 400 TERHADAP BEBERAPA ISOLAT PENYAKIT GUGUR DAUN COLLETOTRICHUM Syarifah Aini Pasaribu; Rosmayati Rosmayati; Sumarmadji Sumarmadji
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 33, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v33i2.178

Abstract

Perakitan klondengan produktivitas tinggi, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit gugur daun serta memiliki daya adaptabilitas luas adalah tujuan pemulian karet.Klon IRR seri 400 merupakan calon klon unggul seri IRR berikutnya yang memiliki potensi produksi melebihi klon PB 260.Khusus untuk ketahanan penyakit, pendekatan dengan perakitan klon tahan juga telah dilakukan, yaitu  menyilangkan tetua yang memiliki potensi produksi tinggi dan tahan penyakit.  Penyakit gugur daun Colletothricum merupakan salah satu penyakit terpenting pada tanaman karet.Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletothricumgloeosporioides.Gangguan penyakit ini dapat menurunkan produktivitas kebun, tertundanya saat okulasi di pembibitan,dan dalam serangan yang berat mengakibatkan bibit cacat, kerdil bahkan mati. Oleh karena telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih di kebun Entres untuk mengetahui ketahanan 22 klon IRR seri 400 dan klon pembanding PB 260.Parameter yang diamati adalah intensitas serangan dan periode laten, kemudian untuk melihat sifat ketahanan, dicari nilai heretabilitas (h2) dengan membandingakan ragam genetik dan ragam lingkungan terhadap parameter pengamatan. Terseleksi enam klon yang memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap intensitas serangan Colletotrichumyaitu IRR 428, IRR 429, IRR 446, IRR 451 dan IRR 452. Tidak adanya interaksi antara isolat dengan klon karena jenis isolat yang digunakan adalah Colletotrhicumgloeosporioides.Tingkat ketahanan dipengaruhi oleh klon yang dicerminkan dari nilai heretabilitas tinggi yaitu >0,5. Diterima : 10 Juli 2015; Direvisi : 8 September 2015; Disetujui : 25 September 2015 How to Cite : Pasaribu, S. A., Rosmayati., & Sumarmadji. (2015). Uji ketahanan klon karet IRR seri 400 terhadap beberapa isolat penyakit gugur daun Colletotrichum. Jurnal Penelitian Karet, 33(2), 131-142. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/178 
KERAGAAN MATERI GENETIK KLON KARET HASIL PERSILANGAN TAHUN 2001-2003 Syarifah Aini Pasaribu; Sekar Woelan
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 35, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v1i1.316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan progeni tanaman karet terbaik berdasarkan karakteristik potensi produksi lateks dan kayu dari hasil persilangan tahun 2001-2003. Analisis secara statistik dilakukan terhadap parameter lilit batang, tebal kulit, jumlah cincin pembuluh lateks, diameter cincin pembuluh lateks, produksi karet kering dan produksi kayu. Intensitas seleksi yang digunakan untuk memilih progeni tersebut yaitu 10% dan 1% terhadap 1013 tanaman hasil persilangan (F1) umur 9 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi yang cukup tinggi dari beberapa parameter diantaranya: produksi karet kering (99,03%), produksi kayu (74,98%), lilit batang (32,06%) dan jumlah cincin pembuluh lateks (25,27%). Besarnya keragaman materi genetik yang terbentuk ini memberikan peluang diperolehnya klon unggul baru. Hasil evaluasi berdasarkan pola distribusi populasi menunjukkan nilai koefisien kemiringan produksi karet kering sebesar 2,09 yang mengindikasikan bahwa sebagian besar potensi produksi karet kering rendah. Hal yang sama juga ditunjukan oleh karakter potensi produksi kayu  dengan nilai koefisien kemiringannya sebesar 1,28. Jumlah progeni yang terpilih berdasarkan karakter lilit batang (10% = 116 tanaman,  1% = 16 tanaman), produksi karet kering (10% = 86 tanaman, 1% = 34 tanaman), produksi kayu (10% = 132 tanaman, 1% = 34 tanaman), jumlah cincin pembuluh lateks (10% = 94 tanaman, 1% = 22 tanaman). Hasil seleksi juga menunjukkan bahwa beberapa genotipe terseleksi berdasarkan lebih dari satu karakter.
IDENTIFIKASI KLON-KLON KARET BERDASARKAN VARIASI KARAKTERISTIK DAUN Syarifah Aini Pasaribu; Irwan Suhendry
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v36i1.552

Abstract

Identifikasi klon sejak awal dimulai dari entres, bibit polibeg dan tanaman muda, yang berfungsi untuk mendapatkan tanaman yang murni dan asli secara genetik.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi klon berdasarkan karakteristik daun dengan teknik komputer dan leafgram serta mengetahui konsistensinya di beberapa daerah yang berbeda. Penelitian terdiri dari tiga seri pengujian, yaitu: 1) mempelajari pengaruh klon dan stadia pertumbuhan terhadap variabilitas karakteristik daun karet pada 5 klon (PB 260, IRR 118, IRR 42, BPM 1, PB 330) di pembibitan. 2) teknik pengukuran (Digital dan Leafgram) pada 7 klon (IRR 5, IRR 104, IRR 112, PB 217, PB 340, BPM 107, BPM 109), dan 3) konsistensi karakter daun di tiga daerah berbeda (Sungei Putih, Tanah Besi dan Parau Sorat, Provinsi Sumatera Utara) klon PB 260. Data dianalisis dengan rancangan petak tersarang dan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik daun dipengaruhi oleh interaksi klon dan stadia pertumbuhan. Karakteristik daun suatu klon berbeda diantara stadia pertanaman, kecuali P/TL, TL/TP, vena alami, dan A/B layang, karena diduga tidak dipengaruhi lingkungan tumbuh. Teknik identifikasi klon secara ”digital” dapat digantikan dengan teknik “leafgram”. Parameter-parameter alami yang diamati terlihat tidak berbeda nyata diantara kedua teknik tersebut. Pengamatan di tiga daerah yang berbeda terlihat menunjukkan karakteristik daun yang sama .
DETEKSI DINI TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN SEMAIAN KARET (Hevea brasiliensis) GT1 DENGAN POLIETILEN GLIKOL 6000 Syarifah Aini Pasaribu; Radite Tistama
Warta Perkaretan Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v38i2.645

Abstract

Sistem perakaran suatu tanaman dapat dijadikan sebagai indikator sifat toleran kering. Evaluasi perakaran batang bawah toleran kering diyakini dapat membantu menyiapkan sistem perakaran yang kuat pada kondisi tercekam. Deteksi awal dengan larutan osmotikum dilakukan untuk mengontrol potensial air pada media penanaman secara cepat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 menggunakan larutan osmotikum untuk uji ini  adalah Polyethilen glikol 6000 (PEG 6000). Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi PEG 6000 yang terdiri dari tiga taraf yaitu = 0%, = 0,25%, 0,5%. Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari tiga taraf yaitu T1= 7 jam, T2=12 jam, T3= 24 jam. Parameter yang diamati adalah panjang akar tunggang, tinggi tunas, rasio panjang akar tunggang dan tinggi tunas serta K+total dari biomassa tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, diskriminan dan  indeks sensitivitas cekaman kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  berbagai konsentrasi larutan PEG 6000  berpengaruh terhadap semua karakter pengamatan. Berdasarkan lama perendaman dan interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh terhadap semua karakter kecuali rasio panjang akar tunggang dan tinggi tunas. PEG 6000 dapat digunakan sebagai deteksi awal tanaman semaian batang bawah karet untuk mempelajari sifat toleransi terhadap induksi cekaman kekeringan. Konsetrasi PEG yang tepat untuk deteksi toleransi kekeringan akar tanaman karet masih perlu diuji lagi.