Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Potensi Tsunami Menggunakan Mekanisme Fokus (Studi Kasus Gempa 15 November 2014 Arikalang, Aprillya J.G; Pasau, Guntur; _, Ferdy
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.18911

Abstract

Lempeng laut Maluku merupakan lempeng mikro yang berada di antara lempeng mikro Sangihe dan Halmahera yang bergerak berlawanan arah, kondisi ini mengakibatkan kegempaan daerah Sulawesi Utara dan sekitarnya terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Laut Maluku dan sisanya terjadi di Laut Sulawesi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakterisik pola patahan akibat gempabumi tanggal 15 November 2014 di Laut Maluku koordinat 10 LS – 30 LU dan 1200 - 1300 BT dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS dan Global Centroid Momen Tensor. Analisis bola fokus bahwa gempa tanggal 14 November 2014 dengan koordinat 10 LS – 30 LU dan 1200 - 1300 BT adalah kombinasi sesar mendatar dan sesar naik atau jenis sesar ini disebut juga oblique. Hasil analisis menggunakan Sofware WinITDB dan perhitungan rumus empiris menunjukkan bahwa terjadi deformasi di dasar laut 1,409 m, yang menyebabkan terjadinya Tsunami yang kecil, karena deformasi yang terjadi belum cukup kuat pengaruhnya untuk merobek permukaan dasar laut.Molucca Sea plate is the plate between the micro’s plate Sangihe and Halmahera are moving in opposite directions, these conditions result in the regional seismicity of North Sulawesi and the surrounding area is largely concentrated in the Molucca sea and the rest occur in the Celebes Sea. As for the purpose of this research is to determine the result of fracturing pattern karakterisik gempabumi November 15, 2014 in the Molucca sea coordinates 10 LS – 30 N and 1200-1300 BT with the source data from the USGS earthquake catalogs and the Global Centroid Moment Tensor. Analysis of the focal sphere that the earthquake on 14 November 2014 with coordinates 10 LS – 30 N and 1200-1300 BT is a combination of horizontal fault and fault ride or any type of fault is also called oblique. The results of the analysis using WinITDB Software and calculation of empirical formula indicate that occurs on the ocean floor deformation 1.409 m, which led to a small Tsunami, because deformations that occur are not yet strong enough to rip his influence the surface of the seabed.
Identifikasi Sesar di Wilayah Gorontalo dengan Analisis Mekanisme Bola Fokus ., Nurfitriani; Pasau, Guntur; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3905

Abstract

Gorontalo menjadi salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan ecara tektonik berada di wilayah pertemuan 2 lempeng besar, yakni lempeng Pasifik dan Eurasia serta lempeng-lempeng mikro. Peta Geologi Gorontalo menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah kota Gorontalo. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan struktur sesar di wilayah Gorontalo dengan menggunakan metode mekanisme bola fokus kejadian gempa bumi di wilayah daratan Gorontalo periode 1963-2013 dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS, Global Centroid Momen Tensor, dan BMKG. Analisis bola fokus menunjukkan adanya 3 daerah dugaan sesar aktif, dengan tipe sesar cenderung oblique, dengan panjang 24,54 km sampai 27,54 km dan lebar rupture 8,51 km sampai 9,22 km. Hasil analisis ini juga mendeteksi adanya satu daerah dugaan sesar aktif yang tidak teridentifikasi pada peta geologi.Gorontalo is one of the earthquake prone areas and is tectonically located at the junction of two major plates and some microplates. Geological map indicated the presence of fault structures across Gorontalo. This study was aimed to identify the presence of fault structures in the Gorontalo area using focal mechanism of earthquakes in the mainland region of Gorontalo at the period of 1963-2013 with data sourced from the USGS earthquake catalog, the Global Centroid Moment Tensor, and BMKG. The analysis showed that there were 3 suspected active fault area having oblique-type fault with length of 24,54 to 27,54 km and rupture width of 8,51 to 9,22 km. The analysis also detected the presence of a suspected active fault area which was not identified on the geological map.
Pengamatan Seismisitas Gempa Bumi Di Wilayah Pulau Sulawesi Menggunakan Perubahan Nilai a-b Pasau, Guntur; -, Ferdy; Tamuntuan, Gerald H
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15988

Abstract

Telah dilakukan pengamatan seismicitas gempa bumi Pulau Sulawesi berdasarkan perubahan nilai a-b. Pulau Sulawesi yang merupakan wilayah pertemuan beberapa lempeng bumi memiliki aktivitas kegempaan yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya mitigasi terhadap ancaman gempa bumi tersebut. Salah satu upaya mitigasi adalah memetakan paramaeter seismotektonik yakni nilai a-b secara spasial. Penentuan variasi perubahan nilai parameter seismotektonik menggunakan metode statistik maximum likelihood. Data yang digunakan adalah data hypocenter gempa yang dikumpulkan dari dua katalog yakni data USGS dan ANSS selama selang pengamatan Februari 1963 sampai Mei 2016 meliputi wilayah 1180BT-1270BT dan 70LS-50LU. Hasil analisis perubahan nilai parameter seimotektonik secara umum menunjukkan bahwa variasi nilai b berkisar 0.55-2.55,dan nilai a berkisar 3.72-14.75. Dari  hasil analisis periode ulang secara umum menunjukkan bahwa periode ulang gempa magnitude 6.0 sekitar 2.4-12 tahun magnitude, magnitude 6.5 sekitar 6-30 tahun, magnitude 7.0 sekitar 14-70 tahun, gempa dengan magnitudo 7.5 sekitar 32-162.5 tahun.The earthquake seismic activity in Sulawesi Island based on changes in the a-bvalue has been observed. Sulawesi Island which is the junction of several tectonic plates, has a very high seismic activity so it is crucial to mitigate the thread of the earthquake. One effort to mitigate the earthquake is by measuring and mapping the value of this a-bseismotectonicparameter spatially. Maximum likelihood statistical methods has been employed todetermine thechanges of parameter seismotectonic variationvalue. The datas used in this research is the observatory earthquake hypocenter data catalog which is USGS data and ANSS datacollected fromFebruary 1963 until May 2016 covering an area 1180E-1270ELongitude and -70S-50NLatitude. The results of the analysis of changes in the parameter seimotektonicvaluegenerally indicates that the variations in the value of b ranges from 0:55 to 2:55, and the value of a range from 3.72 to 14.75. Based on analysis, the return period of 6.0 earthquake magnitude generally are around 2.4 to 12 years, the return periodof 6.5 magnitude are around 6 to 30 years, the return periodof 7.0 magnitude are around 14 to 70 years, the return period of 7.5 magnitude earthquakeare around 32.5 to 162.5 years.
Studi Bahan Bakar Campuran Biodiesel-Disel-Etanol: Biodiesel Dibuat Dengan Transeterifikasi Tekanan Tinggi Rombang, Joshua Renaldo; Sangian, Hanny Frans; Pasau, Guntur; Lametige, Jil Astriko
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28925

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi bahan bakar campuran, etanol, diesel, dan biodiesel yang terbuat dari minyak kelapa sawit dan kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan pencemeran yang dihasilkannya. Biodiesel dibuat dengan menggunakan metode konvensional dan transesterifikasi subkritis dekat isokorik. Setelah disiapkan, biodiesel, diesel, dan etanol 96% dicampur. Sampel dianalisis menggunakan metode ASTM.  Sampel 1b yang terdiri dari 69 % biodiesel memiliki  densitas 0.886 , viskositas 5,182 , titik api 66 , titik tuang 6 . Sampel 2b yang mengandung 60 % biodiesel memiliki densitas 0,865 , viskositas 4,271 , titik api 65 , titik tuang 3 . Sampel 3b yang mengandung 72 % biodiesel memiliki densitas 0,878 , viskositas 5,350 , titik api 70 , titik tuang 0 . Sampel 4b yang terdiri atas 54 % biodiesel memiliki densitas 0,859 , viskositas 4,289 , titik api 56 , titik tuang 3 . Berdasarkan peraturan Pemerintah Indonesia tentang spesifikasi bahan bakar diesel, sampel 2b adalah campuran terbaik, sedangkan sampel 3b yang tidak sesuai dengan spesifikasi.The purpose of this study is to conduct a study of blended fuels, ethanol, diesel, and biodiesel prepared from palm and coconut oils. This research was conducted to reduce the usage of fossil fuels and its resulting pollution. Biodiesel was prepared using conventional method and near isochoric subcritical transesterification. After prepared, biodiesel, diesel, and 96% ethanol were mixed. The sample was analyzed using the ASTM method. Sample 1b which contains 69 % biodiesel has density 0.886 , viscosity 5.182 , flash point 66 , pour point 6 . Sample 2b containing 60 % biodiesel has density 0.865 , viscosity 4.271 , flash point 65 , pour point 3 . Sample 3b consisting 72 % biodiesel has density 0.878 , viscosity 5.350 , flash point 70 , pour point 0 . Sample 4b that contains 54 % biodiesel has density 0.859 , viscosity 4.289 , flash point 56 , pour point 3 . Based on the regulation of the Indonesia Government about diesel fuel specification, sample 2b is the best blends, while sample 3b is the least one. 
Strategi Mitigasi Bencana Tsunami Di Desa Kema Satu Kabupaten Minahasa Utara Tanauma, Adey; Pasau, Guntur; Tamuntuan, Gerald
The Studies of Social Sciences Vol 3, No 2 (2021): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2021.3.2.37255

Abstract

AbstractKema Satu Village is one of the villages in North Minahasa Regency. The area is facing directly with the Molucca Sea which is the source of the highest intensity of earthquake in Indonesia. Based on the results of the survey and situation analysis, it is known that a group of people in this village do not understand things related to tsunami disaster risk reduction. Therefore, a community partnership program (Program Kemitraan Masyarakat) has been implemented in the form of socializing the tsunami disaster mitigation strategy in Kema Satu village. The methods that have been used are counseling and simulation. The discussion and evaluation conducted at the end of the activity revealed that the program implemented had increased the public's insight and knowledge about the earthquake and tsunami potential in the area. The participating communities have also understood the ways that need to be prepared or implemented in the context of tsunami disaster mitigation.Keywords: Mitigation; tsunami; earthquake AbstrakDesa Kema Satu adalah salah desa di Kabupaten Minahasa Utara dimana wilayahnya ke arah timur berhadapan langsung dengan Laut Maluku yang merupakan daerah sumber gempa bumi dengan intensitas tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey dan analisis situasi diketahui bahwa kelompok masyarakat di desa ini kurang memahami hal-hal terkait pengurangan resiko bencana tsunami. Oleh karena itu telah dilaksanakan program kemitraan masyarakat dalam bentuk sosialisasi strategi mitigasi bencana tsunami di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan simulasi sederhana. Dari diskusi dan evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan diketahui bahwa program yang dilaksanakan telah meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang gempa dan potensi tsunami di daerah tersebut, serta cara-cara yang perlu dipersiapkan ataupun dilaksanakan dalam rangka mitigasi bencana tsunami.Kata kunci: Mitigasi; tsunami; gempa
Analisis dan Prediksi Komposisi Bahan Bakar Campuran Emulsi Stabil Bensin (RON 90)-Butanol-Air Pada Suhu Rendah Dini Lestari; Pandara, Dolfie Paulus; Pasau, Guntur
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): JLPPM SAINTEK 8(2), 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.8.2.2023.49918

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan dan memprediksi komposisi bahan bakar campuran emulsi stabil butanol, bensin (RON 90), dan air pada suhu rendah. Emulsi dilakukan dalam labu ukur dengan ukuran 100 mL dengan bensin yang digunakan sebanyak 7 mL kemudian ditambahkan butanol sedikit demi sedikit. Untuk mendapatkan emulsi di bawah suhu ruangan dilakukan dengan bantuan freezer dan untuk memprediksi komposisi pada suhu tertentu yang tidak terukur saat pengukuran langsung digunakan metode regresi linear. Hasil dari penelitian ini diperoleh komposisi bensin-butanol-air dengan menggunakan butanol konsentrasi 99,5% pada suhu paling rendah adalah 88,6076-11,3354%-0,0570% dengan suhu 0°C. Dari hasil eksperimen didaatkan semakin rendah konsentrasi dari butanol yang digunakan maka semakin banyak butanol yang diperlukan untuk membentuk emulsi stabil dalam campuran. Dari perhitungan dengan metode regresi linear ditunjukkan bahwa suhu mempengaruhi jumlah butanol yang ditambahkan ke dalam campuran dan model regresi linear yang didapatkan tergolong kuat untuk digunakan sebagai model prediksi volume butanol.
Analisis Resiko Gempa Bumi di Kota Amurang Menggunakan Fungsi Atenuasi Crouse Campbel dan Mc Guire Korengkeng, Fioren; Pandara, Dolfie Paulus; Pasau, Guntur
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): JLPPM SAINTEK 8(2), 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.8.2.2023.51253

Abstract

Telah dilakukan analisis percepatan tanah maksimum di Lengan Utara Sulawesi dengan menggunakan Fungsi Atenuasi. Data-data gempa tersebut adalah data hiposenter gempa yang pernah terjadi pada Lengan Utara Sulawesi dalam periode tahun 1964 – 2022. Hasil yang diperoleh dari analisis beberapa fungsi atenuasi, nilai-nilai percepatan tanah maksimum di Kota Amurang berdasarkan rumusan atenuasi Crouse sebesar 0.02 g, rumusan atenuasi Campbell sebesar 0.02 g dan rumusan atenuasi Mc.Guire sebesar 0.08 g. Berdasarkan nilai-nilai percepatan tanah tersebut maka Kota Amurang cukup aman dari resiko kerusakan karena gempa bumi yang terjadi. Kata Kunci: Percepatan Tanah Maksimum, Gempa Bumi, Fungsi Atenuasi
PEMODELAN PENJALARAN GELOMBANG TSUNAMI DAN INUNDASI DI DAERAH BOLAANG MONGONDOW SELATAN SEBAGAI AKIBAT GEMPA PADA ZONA SELATAN SUBDUKSI GANDA LAUT MALUKU (STUDI KASUS : DESA SALONGO DAN DESA PINOLOSIAN) Popoji, Risnawati M.; Tamuntuan, Gerald Hendrik; Pasau, Guntur
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 9 No. 2 (2024): JLPPM SAINTEK
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jlppmsains.9.2.2024.56994

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian untuk mengestimasikan waktu penjalaran gelombang tsunami dan tinggi gelombang tsunami serta pembuatan peta penjalaran gelombang tsunami yang dapat menerjang Desa Salongo dan Desa Pinolosian dengan menggunakan software TUNAMI-N2. Simulasi menggunakan skenario gempabumi yang berkekuatan pada 2 lokasi penelitian dengan titik koordinat Desa Salongo dan dan Desa Pinolosian dan diberikan 4 titik pengamatan atau tide gauge pada setiap lokasi penelitian untuk mendapatkan waktu penjalaran dan tinggi gelombang tsunami. Hasilnya menunjukkan bahwa tsunami dengan perkiraan kekuatan gempabumi pada lokasi penelitian memiliki ketinggian maksimum penjalaran gelombang tsunami mencapai ketinggian 0,74 m pada Desa Salongo yang di kategorikan rendah dan ketinggian 1,15 m pada Desa Pinolosian di kategorikan sedang. Kata kunci: Gelombang Tsunami, Inundasi, TUNAMI-N2.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK PETANI DI DESA TETEY Aritonang, Henry Fonda; Wuntu, Audy Denny; Pasau, Guntur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.63391

Abstract

Every year, the amount of corn cob waste continues to increase. In Tetey Village, Dimembe District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province, corn cobs are considered to have no significant economic value by the community and are generally only used as animal feed. To address this issue, efforts were made to process corn cob waste into briquettes—an alternative energy source produced from carbon-based materials through a high-temperature pyrolysis process. The utilization of corn cob waste aimed to reduce waste while simultaneously boosting the economy of the people in Tetey Village. This activity was carried out through training and assistance in making briquettes from corn cobs. The preparation and coordination phase involved discussions on training materials and checking the availability of corn cobs in Tetey Village. In the implementation phase, the formulation of corn cob briquettes was analyzed to ensure it met the standards, along with the provision of training materials regarding the manufacturing process. The monitoring and evaluation phase involved measuring the partners' understanding of briquette making before and after the training, as well as analyzing the briquette formulation tested in the laboratory. The results of the assistance showed an increase of more than 60% in the partners' understanding of corn cob briquette production after receiving training. The briquette formulation test showed that using 72% water (v/b from the mass of corn cobs) and 10% tapioca flour (b/b from the mass of corn cobs) could be recommended for the development of corn cob charcoal briquette production by the partners. Setiap tahun, jumlah limbah tongkol jagung terus bertambah. Di Desa Tetey, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, tongkol jagung dianggap tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan oleh masyarakat, sehingga umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket. Briket merupakan sumber energi alternatif yang dihasilkan dari bahan berkarbon melalui proses pirolisis pada suhu tinggi. Pemanfaatan limbah tongkol jagung bertujuan untuk mengurangi limbah yang terbuang percuma sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tetey. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan briket dari tongkol jagung. Tahap persiapan dan koordinasi dilakukan melalui diskusi mengenai materi pelatihan serta pengecekan ketersediaan tongkol jagung di Desa Tetey. Pada tahap implementasi, dilakukan analisis formulasi briket tongkol jagung untuk memastikan sesuai dengan standar, serta pemberian materi pelatihan mengenai proses pembuatannya. Tahap monitoring dan evaluasi melibatkan pengukuran pemahaman mitra tentang pembuatan briket sebelum dan sesudah pelatihan, serta analisis formulasi briket yang diuji di laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra hingga lebih dari 60% mengenai pembuatan briket tongkol jagung setelah menerima pembekalan. Uji formulasi briket arang menunjukkan bahwa penggunaan air sebesar 72% (v/b dari massa tongkol jagung) dan tepung tapioka 10% (b/b dari massa tongkol jagung) dapat dijadikan rekomendasi untuk pengembangan produksi briket arang tongkol jagung oleh mitra.