Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SPORT EDUCATION (JOPE)

Pengembangan latihan imagery untuk meningkatkan kepercayaan diri pada atlet renang usia remaja di garuda aquatic swimming club kabupaten kediri Nadya Putri Sabila; Kurniati Rahayuni; Yulingga Nanda Hanief
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.5.1.69-80

Abstract

Renang adalah olahraga dengan menggerakkan dan menggunakan hampir seluruh tubuh dimulai dari kepala, tangan, kaki, dan dilakukan di air. Olahraga ini membutuhkan keterampilan teknik, konsentrasi dan kepercayaan diri yang tinggi karena fokus perenang adalah pada kecepatan geraknya untuk mencapai limit atau waktu terbaik. Maka dari itu, selain melatih teknik, atlet renang perlu latihan mental yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dengan latihan imagery. Latihan imagery adalah sebuah latihan dengan membayangkan suatu aktivitas atau gerakan atau tujuan yang ingin dicapai dengan melibatkan seluruh panca indera. Mengembangkan latihan imagery dalam bentuk podcast atau rekaman suara yang berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet renang Garuda Aquatic Swimming Club adalah tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian ini adalah metode model ADDIE (Anglada, 2007). Dengan urutan antara lain: (1) analisis kebutuhan awal yaitu melakukan wawancara pelatih Garuda Aquatic Swimming Club, (2) perancangan skrip produk imagery, (3) validasi oleh para uji ahli yaitu ahli psikologi olahraga; ahli kepelatihan renang; serta ahli media, (4) uji coba kelompok kecil (subjek 3 orang, yakni 1 pelatih dan 2 atlet) dan uji coba kelompok besar (subjek berjumlah 10 atlet). Hasil skor dari uji ahli adalah 88,89%, sedangkan hasil uji kelompok kecil 97,66% dan hasil uji kelompok besar 94,96%. Dapat diketahui bahwa dari hasil tersebut produk sangat valid, layak, dan dapat digunakan oleh atlet Garuda Aquatic Swimming Club. Kelebihan dari produk podcast ini adalah mudah dan praktis digunakan dimanapun dan kapanpun, karena bisa mengakses diberbagai perangkat telekomunikasi elektronik seperti ponsel, komputer atau laptop, dan sejenisnya asalkan terhubung dengan internet. Dan kelemahan produk ini antara lain sulit dilakukan ditempat ramai atau bising dan suara kurang jernih jika tidak memakai headset atau sejenisnya. Copyright © The Author (s) 2022Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jombang district community perceptions of women trainers abdul jabbar albaihaqi; Kurniati Rahayuni; Prisca Widiawati
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.6.2.180-192

Abstract

(English)This reseacrh aims to determine the perception of people in Jombang Regency towards female trainers. ‎This research is motivated by: 1) negative perception and patriarchal culture, where sport is ‎considered only for men and women are considered incapable of success in the field of sport 2) the ‎coaching profession in Indonesia has always been dominated by men, which indicates limited access ‎for women to have coaching experience; 3) social assumptions that lead to discrimination against ‎women who engage in sports activities. This reseacrh used a descriptive quantitative approach, the ‎participants of the reseacrh were the people of Jombang Regency totalling 104 men and 107 women, who ‎used sports infrastructure, could read and write and were adults. This research was conducted by using questionnaires as the validated and disseminated through googleform and pasted information on notice boards in ‎sports venues. This research analysis technique is using descriptive statistics, such as frequency, mean, ‎median, and standard deviation can be used to analyse respondent characteristics, such as age, gender, ‎education level, and level of involvement in sports. The results of this study can be known that 1) ‎external internal barriers, many female trainers often experience fatigue. 2) organizational barriers, ‎government support is still lacking for female trainers. 3) Socio-cultural barriers, the profession of ‎female trainer is a profession that is widely demanded by society to produce achievements. 4) Gender ‎barriers, coach recruitment systems favour men over women.  (Indonesian)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat di Kabupaten ‎Jombang terhadap ‎‎pelatih Perempuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh: 1) ‎persepsi buruk dan budaya patriarki, yaitu ‎dimana olahraga dianggap hanya untuk laki-laki saja dan perempuan dianggap tidak mampu sukses di ‎bidang olahraga 2) ‎profesi pelatih di Indonesia selalu ‎didominasi oleh laki-laki, yang mengidikasikan ‎terbatasnya akses untuk perempuan untuk memiliki pengalaman melatih; 3) Anggapan sosial yang ‎mengarah pada ‎diskriminasi ‎terhadap perempuan yang melakukan aktifitas olahraga, dimana ‎perempuan dianggap lemah dan tidak mampu berolahraga sebaik laki-laki. Penelitian ini menggunakan ‎‎‎pendekatam kuantitatif deskriptif, Partisipan penelitian adalah masyarakat ‎Kabupaten Jombang yang ‎‎berjumlah 104 orang laki-laki dan 107 orang perempuan, ‎yang menggunakan sarana prasarana ‎‎olahraga, bisa baca tulis dan usia dewasa. ‎Penelitian ini menggunakan  kuesioner yang sudah ‎‎divalidasi dan ‎menyebarkan melalui googleform dan menempelkan informasi di papan ‎pengumuman ‎‎di tempat-tempat olahraga. Teknik analisis penelitian ini adalah ‎mengunakan statistik deskripif, seperti ‎‎frekuensi, mean, median, dan standar deviasi ‎dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik ‎‎responden, seperti usia, jenis ‎kelamin, tingkat pendidikan, dan tingkat keterlibatan dalam olahraga. ‎‎Hasil ‎penelitian ini dapat diketahui bahwa 1) hambatan internal eksternal, banyak pelatih ‎perempuan ‎‎sering mengalami kelelahan. 2) hambatan organisasi,dukungan ‎pemerintah masih kurang terhadap ‎‎pelatih perempuan. 3) hambatan sosial budaya, ‎profesi pelatih perempuan adalah profesi yang banyak ‎‎di tuntut oleh masyarakat ‎untutk menghasilkan prestasi. 4) hambatan gender, sistem perekrutan ‎‎pelatih lebih ‎menguntungkan laki-laki daripada perempuan.‎Copyright © The Author (s) 2024Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Co-Authors abdul jabbar albaihaqi Adrian Hidayat Pratama Agestin, Herlina Dwi Alfrianto, Andi Bagus Aryan Baya Aprilyanto Aryan Bayu Aprilyanto Bahar Rozaq Maulidan Devi, Ni Putu Shinta Ayu Dinda Arisetya Purwadi Donna Novianto, Donna Dwi Ratna Wulan Eva Mauludiyah, Farhan Abdillah Evi Meisaroh Evi Meisaroh Evi Meisaroh, Evi Fadil, Riyadh Ghafar Assidiqqi, Muhammad Ghoffar Robby Oktaviano Herlina Dwi Agestin Hildhan Mas’ari Didanta Ihsan Muttaqin Asy-Syamil Ikhsan, Syahrul Maulana Imam Hariadi Irfan Panji Rifai Juanda, Syifa Ethika Kusuma, Bagas Yudha Masruhin Masruhin Maulidan, Bahar Rozaq Meywah Khofifah Moch. Ghossam Azim Mochammad Yunus, Mochammad Muchamad Fahru Rochman Hidayatullah Muchamad Fahru Rochman Hidayatullah Muhammad Hamzah Pratama Muhammad Linggar Eka Prasetya Muhammad Putra Ramadhan Muhammad Sholeh Sholakhudin Muhammad, Ihyaudin Muslikhin Muslikhin Nadya Putri Sabila Novi Febriyanti Nurdiah Indahsari Suhariyanto Nurrul Riyad Fadhli Okki Fitria Bella Alfareza Pamungkas, Aryo Pandu Pratama, Muhammad Hamzah Prayoga Maulana Yusuf Prisca Widiawati Purwadi, Dinda Arisetya Putra, I Gusti Lanang Agung Rahadian Putri Dwi Oktavianingrum Raka Muhammad Nurul Huda Ratna Mila Roesdiyanto Roesdiyanto Roesdiyanto Salsabilla Navia Eka Putri Satriatama, Reva Fajar Setyo Budiwanto Solehah, Alfiyatus Suhud Indratno Suhud Indratno Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriatna Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyatna Supriyatna Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Taufik Wahyu Perdana, Sinar Wahyuningtias, Dwi Putri Yukta terate syura Yulingga Nanda Hanief Zakiy Zainul Amin