Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KYAI ZAINUDDIN AMIR’S DA’WAH STRATEGY IN SPREADING ISLAMIC VALUES IN BADUY TRIBE COMMUNITY Deden Mauli Darajat; Cinta Rahmi
Mimbar Agama Budaya Vol 38, No 2 (2021): Mimbar Agama Budaya
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v38i2.25169

Abstract

Abstract. This article discusses to answer the question how is the strategy of Kyai Zainuddin Amir's da'wah in spreading Islamic values in the Baduy Tribe community? The Baduy tribe is an inland tribe located in Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten Province, Republic of Indonesia. The Baduy tribe is divided into two, namely the Inner Baduy and the Outer Baduy. The results of this study indicate that Kyai Zainuddin Amir's missionary strategy is to use two approaches, the first is fardiyah propaganda or an interpersonal communication approach and the second is to establish the Sultan Hasanuddin Al-Jawi Modern Islamic Boarding School which is located around the Baduy community area in Lebak Regency, Banten Province. The Sultan Hasanuddin Al-Jawi Islamic Boarding School which he founded was part of Kyai Zainuddin Amir's da'wah strategy in spreading Islamic values to the Baduy tribe. A number of Baduy people choose Islam as their religion. Their Islamic procession was guided by Kyai Zainuddin Amir at his pesantren. The research methodology used in this study is a qualitative research methodology with a descriptive analysis approach. To obtain the validity of the data, the researcher will conduct in-depth interviews with sources relevant to the substance of the research problem. All data obtained in the form of documents, interviews, and observations were analyzed with a constructivist perspective.Keywords: strategy; da'wah; Kyai Zainuddin Amir; baduy tribeAbstrak. Artikel ini membahas menjawab pertanyaan bagaimana strategi dakwah Kyai Zainuddin Amir dalam menyebarkan nilai-nilai Islam pada masyarakat Suku Baduy? Suku Baduy adalah suku pedalaman yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Republik Indonesia. Suku Baduy terbagi menjadi dua, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah Kyai Zainuddin Amir menggunakan dua pendekatan, yang pertama adalah dakwah fardiyah atau pendekatan komunikasi interpersonal dan yang kedua adalah mendirikan Pondok Pesantren Modern Sultan Hasanuddin Al-Jawi yang berlokasi di sekitar Baduy. masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pesantren Sultan Hasanuddin Al-Jawi yang didirikannya merupakan bagian dari strategi dakwah Kyai Zainuddin Amir dalam menyebarkan nilai-nilai Islam kepada suku Baduy. Sejumlah orang Baduy memilih Islam sebagai agama mereka. Prosesi keislaman mereka dipandu oleh Kyai Zainuddin Amir di pesantrennya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Untuk memperoleh keabsahan data, peneliti akan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan dengan substansi masalah penelitian. Semua data yang diperoleh berupa dokumen, wawancara, dan observasi dianalisis dengan perspektif konstruktivis.Kata Kunci: strategi; dakwah; Kyai Zainuddin Amir; suku baduy
Praktik Dakwah Digital ImanPath di Era Internet of Things Deden Mauli Darajat; Cinta Rahmi
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 26, No 2 (2022): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v26i2.29325

Abstract

Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan bagaimana praktik dakwah digital yang dilakukan oleh ImanPath di Era Internet of Things? Di era Internet of Things ini, segala sesuatu dapat dilakukan dengan menggunakan media Internet, termasuk salah satunya adalah praktik dakwah.  Dakwah pada hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan berdasarkan ketentuan agama Islam. Dakwah dalam pandangan ImanPath adalah tentang pengembangan sumber daya manusia muslim dalam konteks kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk memperoleh keabsahan data, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan dengan substansi permasalahan penelitian. Selain itu, dokumentasi dan observasi dilakukan dengan cermat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ImanPath yang secara lengkap bernama ImanPath Human Development and Islamic Urban Partner merupakan lembaga pelatihan life skill dan sekolah urban yang dibentuk dalam upaya mengemas keimanan dan nilai-nilai keislaman bagi muslim perkotaan. ImanPath lahir dari riset panjang beberapa pakar yang masih muda, energik, dan memiliki pemahaman yang mendalam di bidang sosiologi, ilmu keislaman, dan komunikasi digital. ImanPath melakukan kegiatan dakwah dengan menggunakan hampir semua platform media digital. Sehingga kemudian dakwah ImanPath dapat dengan mudah dijangkau oleh khalayak. Dakwah digital saat ini harus menjadi salah satu media dakwah yang efektif yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pesantren and madrasa-based digital literacy practices: The case of the Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta Deden Mauli Darajat; Iding Rosyidin; Dedi Fahrudin
Islamic Communication Journal Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2022.7.2.13619

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) and madrasas have their own tradition of implementing digital literacy. This article aims to answer how digital literacy is practiced in Darunajah Islamic boarding schools? The method used in this study is a participatory method that involves research subjects in the research process. There are three digital literacy treatments given to subjects, namely content creator training, video making training, and Islamic journalism training. The results show that the students who are the subject of the research have the ability to become content creators, can produce videos, and understand journalistic work. The students carry out these three aspects based on the moral values of the pesantren. In addition, the students have the ability to read and understand digital media. One of the emphasis in digital literacy is on hoax news. As many as 75% of digital literacy participants stated that if they get news, they will check the truth. Uniquely, the santri emphasize the values and traditions of the pesantren in showing literate behavior. Thus, this study can contribute to the development of digital literacy based on Islamic boarding schools' values.***Pesantren dan madrasah memiliki tradisi sendiri dalam menerapkan literasi digital. Artikel ini bertujuan untuk menjawab bagaimana praktik literasi digital di pesantren Darunajah? Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode partisipatif dengan melibatkan subjek penelitian dalam proses penelitian. Terdapat tiga treatment literasi digital yang diberikan kepada subjek yaitu pelatihan content creator, pelatihan pembuatan video, dan pelatihan jurnalistik Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa santri yang menjadi subjek penelitian memiliki kemampuan untuk menjadi konten creator, dapat memproduksi video, dan memahami kerja jurnalistik. Para santri melakukan ketiga aspek tersebut berbasis pada nilai moral pesantren. Selain itu, para santri memiliki kemampuan membaca dan memahami media digital. Salah satu penekanan dalam literasi digital adalah tentang berita hoaks. Sebanyak 75% peserta literasi digital menyatakan bahwa jika mereka mendapatkan berita maka mereka akan mengecek kebenarannya. Uniknya para santri menekankan nilai-nilai dan tradisi pesantren dalam menunjukkan perilaku literate. Dengan demikian, studi ini dapat berkontribusi bagi pengembangan literasi digital yang berbasis pada nilai-nilai pesantren.
INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC) SCENE COMMUNICATION IN PRODUCTION MEDIA PERSPECTIVE Muhamad Afdoli Ramadoni; Andi M Faisal Bakti; Deden Mauli Darajat
Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jkpi.v7i1.15707

Abstract

Television media had a big role in carrying out the function of providing entertainment, education and of course providing information directly from the scene of the incident with a level of reality that was more complete, lively, original, natural, and even relatively free from the effects of distortion. As shown by the show, Indonesia Lawyers Club could be said as a show that could provide knowledge and understanding to the public about Indonesian law which was discussed broadly and could be explained from various sides and points of view, which included issues of crime, corruption and also existing legal policies. in Indonesia. Based on the background above, the author drawed a major question, namely how was the Indonesian Lawyers Club's communication broadcast in the perspective of production media? This research discussed the Industry that used Media as Business theory in Gill Branston and Roy Stafford's book. Broadcasting Indonesia Lawyers Club had intrinsic strengths in the form of program quality, recognition in the form of awards and achieving high ratings. The broadcast of Indonesia Lawyers Club was able to create a mutually beneficial relationship between Television and political observers, social observers, lawyers and the general public. This broadcast emphasizes that a media production process could actually succeed in presenting ideal broadcasts with all the parties involved in working together, synergizing and Responsible for their duties during the production process
SHIFTING DAKWAH METHODS TO MATCH MEDIA TECHNOLOGY TRANSFORMATION Murodi Murodi; Muhtadi Muhtadi; Kamarusdiana Kamarusdiana; Deden Mauli Darajat
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2023.18.1.93-113

Abstract

The advancement of communication technology has sophisticated all aspects of human lives, including Islamic dakwah (preaching) activities, for Muslim communities in Indonesia. As a result, several Islamic organizations in Indonesia try hard to match this advancement by using digital media for their dakwah to reach larger audiences and youth media-savvy generation. This article, by focusing on three Islamic organizations in Indonesia (Nahdlatul Ulama known as NU, Muhammadiyah, and Al Washliyah), addresses the question of how their dakwah activities and strategies respond to advancement of communication technology on a social media platform, YouTube. This study employs digital etnography by collecting the data from YouTube accounts affiliated to the three organizations. By using content analysis for data interpretations, this article finds that each Islamic organization has its own characteristics of virtual dakwah activities and strategies. NU focuses on the teachings of ahlussunnah wal jamaah and religious tolerance, Muhammadiyah emphasizes charity and business, while Al Washliyah aims to strengthen the faith and morals of the society. In addition, their virtual dakwah activities are also in the context of countering transnational Islamic movements that utilize social media for their dakwah.
Pemetaan dan Strategi Komunikasi Pemasaran Smart Village Darajat, Deden Mauli
AT-TAWASUL Vol 3 No 2 (2024): AT TAWASUL
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/ja.v3i2.998

Abstract

This article answers the question of how the mapping and marketing strategy of smart villages in Sodong Village, Tigaraksa District, Tangerang Regency, Banten Province. This research is part of Community Service using the method, first, the Smart Village framework, second is SWOT analysis used as a basis for designing strategies and work programs. Internal analysis includes an assessment of strengths and weaknesses. Meanwhile, external analysis includes opportunity and threat factors. Mentoring training in Sodong Village was held on October 26, 2022 at the Parahayangan Agung Bhuwana Raksati Temple Hall (PARABHUSATI). This mentoring focuses on village problems that have previously been analyzed by the Research Team using SWOT analysis as a basis for designing strategies and work programs.Keywords: Mapping, Communication, Marketing, Smart Village, Sodong
SHIFTING DAKWAH METHODS TO MATCH MEDIA TECHNOLOGY TRANSFORMATION: The Case of Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, and Al Washliyah Murodi, Murodi; Muhtadi, Muhtadi; Kamarusdiana, Kamarusdiana; Darajat, Deden Mauli
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2023.18.1.93-113

Abstract

The advancement of communication technology has sophisticated all aspects of human lives, including Islamic dakwah (preaching) activities, for Muslim communities in Indonesia. As a result, several Islamic organizations in Indonesia try hard to match this advancement by using digital media for their dakwah to reach larger audiences and youth media-savvy generation. This article, by focusing on three Islamic organizations in Indonesia (Nahdlatul Ulama known as NU, Muhammadiyah, and Al Washliyah), addresses the question of how their dakwah activities and strategies respond to advancement of communication technology on a social media platform, YouTube. This study employs digital etnography by collecting the data from YouTube accounts affiliated to the three organizations. By using content analysis for data interpretations, this article finds that each Islamic organization has its own characteristics of virtual dakwah activities and strategies. NU focuses on the teachings of ahlussunnah wal jamaah and religious tolerance, Muhammadiyah emphasizes charity and business, while Al Washliyah aims to strengthen the faith and morals of the society. In addition, their virtual dakwah activities are also in the context of countering transnational Islamic movements that utilize social media for their dakwah.
Dakwah dalam Perspektif Organisasi Produksi: (Studi Konten Video Keislaman Youtube Bayt Al-Quran) Ibnu Abbas, Muhammad; Mauli Darajat, Deden
Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/meyarsa.v3i1.5955

Abstract

This study answers the question of how to preach social media Islamic video content on YouTube Bayt Al-Al-Quran in the perspective of a production organization. Regarding what was prepared in the pre-production process and what was done during the production process as well as the strategies used in publishing Islamic video content. Bayt Al-Quran is a mosque and Islamic boarding school under the auspices of the Center for Al-Quran Studies. One of the da'wah activities carried out is presenting videos of Islamic studies through Youtube. Youtube, which is already familiar to the audience, is widely used for the development of da'wah. The resulting video content is created through a series of production processes until video studies can be followed through the Youtube platform. The method used in this research is descriptive analytical method using three theories related to production organization, namely Pre Production, Production and Post Production from Gill Branston and Roy Stafford to the production of Islamic content in Bayt Al-Quran. Bayt Al-Quran as a da'wah organization presents positively charged content on the Youtube platform. The results showed that there were obstacles in the production process but the manufacture of Bayt Al Quran was able to overcome them. The finished video content is then distributed through the Youtube platform. The uploaded video content allows the audience to watch it anytime and anywhere.
Strategi Komunikasi Publik Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dalam Sosialisasi Sertifikasi Halal di Media Sosial Djamaluddin, Muhammad; Darajat, Deden Mauli; Rahmi, Cinta
Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan Vol 28, No 1 (2024): Dakwah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dakwah.v28i1.42860

Abstract

This paper describes how the public communication strategy carried out by the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH) in socializing halal certification on Instagram social media. BPJPH on social media conducts socialization in various ways. The communication strategy carried out is first, strengthening in terms of content or content of messages distributed by BPJPH in the socialization of halal certification. Second, activities carried out by BPJPH in terms of socializing halal certification are loaded with various stories on social media. Third, BPJPH also invites various institutions, both universities and non-governmental organizations (NGOs) to become agents in the socialization of halal certification and uploaded on BPJPH social media. Halal certification socialized by BPJPH is a program related to certified halal products needed by the Muslim community in particular and the Indonesian people in general.
LINGKUNGAN DAN ENERGI ; MENYONGSONG ERA BERKELANJUTAN Rahmi, Cinta; Yasmin, Syari’ah Malika; Darajat, Deden Mauli; Tjiwidjaja, Halim; Salam, Fadhillah; Akmas, Nabila
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.1186

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara lingkungan dan energi dalam konteks transisi menuju era berkelanjutan. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dampak implementasi energi terbarukan terhadap konservasi lingkungan dan mengidentifikasi hambatan serta peluang dalam mencapai keberlanjutan energi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berdasarkan data empiris dari studi kasus di beberapa negara yang telah mengadopsi energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, terdapat tantangan dalam hal infrastruktur dan kebijakan yang perlu diatasi untuk mempercepat transisi ini. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung adopsi energi terbarukan secara luas. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan tentang perlunya inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung dalam rangka mencapai keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan