Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Penetapan Kadar Flavonoid Total Fraksi N-Butanol Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Terhadap Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Mahdalena Mahdalena; Ali Rakhman Hakim; Putri Vidiasari Darsono
Sains Medisina Vol 1 No 1 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.029 KB)

Abstract

Daun Sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu bagian tanaman dari banyak tanaman yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan dan dapat menyembuhkan suatu penyakit salah satunya yaitu hipertensi. Senyawa yang berperan adalah senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui kadar flavonoid total fraksi n-butanol dari ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid dengan kromatografi lapis tipis dan menggunakan metode spektrofotometri UV – Vis. Hasil Penelitian dari ekstrak fraksi n-butanol daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung senyawa flavonoid yang ditunjukan dengan nilai Rf ekstrak fraksi n-butanol daun sukun 0,6 yang nilai tersebut mendekati nilai Rf dari kuersein 0,375. Analisis kadar flavonoid ekstrak n-butanol daun sukun dilakukan pada panjang gelombang 418 nm dengan nilai absorbansi 0,090. Kadar flavonoid total dalam sampel dihitung dengan cara mengkalibrasi nilai absorbansi sampel dengan persamaan linear standar kuersetin yaitu y = 0,0128 x + 0,0182 dengan koefisien korelasi (R2) = 0,9960 dan didapatkan kandungan flavonoid total dalam ekstrak n-butanol daun sukun yaitu 4,2417 mg/L dengan persentase 0,42417%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar senyawa flavonoid total daun sukun sebanyak 4,2417 mg QE/g dengan persentase total flavonoid yaitu 0,42417%.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Tingkatan Fraksi Ekstrak Kulit Pohon Jambu Mete (Anacardium occidentale Linn) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nur Syifa; Kunti Nastiti; Putri Vidiasari Darsono
Sains Medisina Vol 1 No 2 (2022): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.639 KB)

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk masyarakat. Kulit pohon jambu mete (Anacardium occidentale L.) memiliki aktivitas antiradikal bebas. Flavonoid adalah salah satu jenis antioksidan yang bekerja menangkal radikal bebas dalam tubuh. Fraksinasi merupakan proses pemisahan senyawa yang didasarkan pada kelarutan senyawa pada tiga macam pelarut yang tidak saling bercampur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar flavonoid total pada tingkatan fraksi ekstrak kulit pohon jambu mete (Anacardium occidentale L.) dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid yaitu dengan tingkatan fraksi yaitu N-heksan, etil asetat dan aquadest dan menggunakan metode spektrofotometri UV – Vis untuk menetapkan jumlah kadar flavonoid yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian dari identifikasi uji warna pada ekstrak kulit pohon jambu mete (Anacardium occidentale L.) menunjukkan adanya kandungan positif flavonoid yang berwarna jingga dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan pelarut aquadest 0,19794%, etil asetat 0,10970%, dan N-heksan 0,0970%. Simpulan yang diperoleh adalah kulit pohon jambu mete (Anacardium occidentale L) positif mengandung flavonoid yang berwarna jingga, penetapan kadar menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan pelarut sebesar aquadest 0,19794%, etil asetat 0,10970%, dan N-heksan 0,0970%.
Aktivitas Antibakteri Nira Aren (Arenga pinnata Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Risky Amelia; Putri Vidiasari Darsono; Rina Saputri
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.765 KB)

Abstract

Jerawat adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih kemudian meradang sehingga memicu penyumbatan pada pori-pori. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Jerawat yang diinfeksi bakteri dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik, namun penggunaan antibiotik saat ini banyak menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka waktu panjang, sehingga diperlukan alternatif obat untuk mengatasi jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri nira aren (Arenga pinnata Merr) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan pengujian KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental dengan post test only with control group design. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan dilusi cair. Hasil penelitian Nira aren (Arenga pinnata Merr) positif mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata zona hambat 9,3 mm menggunakan metode difusi cakram dan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) terdapat pada konsentrasi 33%. Hasil uji statistik Kruskall Wallis 0,007 dan Mann Whitney 0,025 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara kelompok konsentrasi nira aren dan kontrol positif dengan kontrol negatif. kesimpulan penelitian ini nira aren (Arenga pinnata Merr) positif mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) 33% dan tidak memiliki nilai KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Pinang (Areca cetechu L.) Terhadap Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi Yulia Puteri Rahmida; Putri Vidiasari Darsono; Noval Noval
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.276 KB)

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit infeksi pada gigi dan mulut. Terapi yang digunakan pada karies gigi yaitu antibiotik amoxicillin. Saat ini banyak terjadi resistensi terhadap antibiotik salah satunya adalah bakteri Streptococcus mutans sehingga perlu penemuan alternatif antibakteri untuk mengatasi karies. Ekstrak bunga pinang (Areca cetechu L) memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid yang diduga efektif sebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak bunga pinang (Areca cetechu L) terhadap Streptococcus mutans dan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak Bunga Pinang (Areca catechu L) terhadap Streptococcus mutans. Metode yang digunakan adalah true experimental dengan desain post test only with control group design. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak bunga pinang menggunakan difusi sumuran dan penentuan KHM dan KBM menggunakan dilusi kemudian data dianalisis menggunakan kruskal-wallis test dan mann whitney test. Hasil penelitian ialah Ekstrak bunga pinang (Areca cetechu L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan zona hambat sebesar 14,64 mm dan memiliki kemampuan daya hambat minimum pada konsentrasi konsentrasi 75%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,019 pada kruskal-wallis test dan pada man whitney test menunjukan p value 0,025. Ekstrak bunga pinang tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak bunga pinang (areca cetechu l) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan nilai KHM sebesar 75% dan tidak memiliki KBM.
UJi Aktivitas Antidislipidemia Ekstrak Etanol Rimpang Temu Mangga (Curcuma mangga Valeton and Zijp) Alghafiqy Harya Evan Maulana; Dyan Fitri Nugraha; Putri Vidiasari D
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.882 KB)

Abstract

Dislipidemia merupakan salah satu penyebab penyakit kardiovaskular. Salah satu tanaman obat yang secara empiris dapat menurunkan kadar kolesterol yaitu Temu Mangga (Curcuma mangga Valeton and Zijp). Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antidislipidemia dan dosis yang efektif pada ekstrak etanol rimpang temu mangga pada tikus putih jantan serta senyawa metabolit yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian menggunakan hewan uji berupa 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dosis I, dosis II, dan dosis III. Tikus diberikan penginduksi berupa minyak jelantah selama 14 hari dan diberikan variasi dosis ekstrak selama 14 hari. Hasil dari penelitian ini senyawa yang terkandung di sediaan ekstrak etanol rimpang temu mangga dosis yaitu flavonoid, tannin dan saponin. Dosis II memiliki tidak memiliki perbedaan signifikan terhadap kontrol positif pada penurunan kolesterol total, trigliserida, dan peningkatan HDL. Namun, pada penurunan kadar LDL efektivitasnya masih rendah dibandingkan dengan kontrol positif. Simpulan penelitian ini senyawa metabolit yang terkandung pada sediaan ialah flavonoid, tannin, dan saponin. Dosis II ekstrak etanol rimpang temu mangga adalah dosis yang baik untuk terapi adjuvant antidislipidemia.
Aktivitas Ekstrak Kulit Kayu Mahoni Swietenia machrophylla King Terhadap Bakteri Salmonella typhi Sebagai Antibakteri Hamidah Rasyida; Putri Vidiasari Darsono; Melviani Melviani
Sains Medisina Vol 1 No 3 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.833 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi kasus tertinggi ketiga di Indonesia. Terapi obat yang saat ini digunakan sebagai drug of choice pada demam tifoid yaitu antibiotik golongan kloramfenikol. Kulit Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) memiliki kandungan senyawa diantaranya, saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid yang diduga memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Mengetahui aktivitas antibakteri Kulit Kayu Mahoni terhadap bakteri gram negatif yakni salah satunya Salmonella typhi. Pengekstrakan Kulit Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) menggunakan metode maserasi. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak Kulit Kayu MaV honi (Swietenia macrophylla King) terhadap bakteri Salmonella typhi menggunakan metode difusi cakram dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan penentuan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) menggunakan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Ekstrak Kulit Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi dengan zona hambat sebesar 11,47 mm dan memiliki kemampuan daya hambat minimum pada konsentrasi 500 mg/ml. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,007 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Mann Whitney Test menunjukan p value 0,025. Ekstrak Kulit Kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum 500 mg/ml, namun pada penelitian ini belum ditemukannya konsentrasi daya bunuh terhadap Salmonella typhi
Aktivitas Ekstrak Daun Dadangkak Hydrolea spinosa L Terhadap Bakteri Salmonella typhi Sebagai Antibakteri I Ketut Purnama Putra; Putri Vidiasari Darsono; Ali Rakhman Hakim
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.899 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang saat ini  masih menjadi masalah serius. Indonesia  demam tifoid menempati urutan ketiga dengan 41.081 kasus pasien inap dan 274 kematian. Pengobatan yang digunakan  untuk demam tifoid yaitu antibiotik kloramfenikol, namun saat ini banyak terjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut salah satunya adalah bakteri Salmonella typhi. Sehingga perlu penemuan obat alternatif antibakteri untuk mengatasi demam tifoid. Terapi non farmakologi yang  digunakan adalah ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa L) yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa L) terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum menggunakan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,007 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Man Whitney Test menunjukan p value 0,025. Ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa L) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Salmonella typhi. Ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum sebesar 500 mg/ml.