Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penyusunan Model Bangkitan Pergerakan Angkutan Barang di Provinsi Kalimantan Timur Triana Sharly P. Arifin; Budi Haryanto; Utari Nur Ramadhani
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 3 (2019): Suplemen 1 : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.69 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v3i0.5352

Abstract

Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan luas wilayah yang besar. Hal ini kemudian menyebabkan tingkat pergerakan angkutan barang di Provinsi Kalimantan Timur besar pula. Pola pergerakan barang di Provinsi Kalimantan Timur dipengaruhi oleh potensi sumber daya alamnya. Kurangnya perhatian yang diberikan terhadap transportasi barang dalam sistem transportasi di Indonesia khususnya Kalimantan Timur, menyebabkan harga barang yang sangat bervariasi dari tingkat produsen hingga ke tingkat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bangkitan pergerakan transportasi angkutan barang dalam Provinsi Kalimantan Timur serta jumlah pergerakannya pada masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah analisis model korelasi berbasis zona metode langkah demi langkah tipe 1. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 22. Dari Hasil pemodelan angkutan barang dalam Provinsi Kalimantan Timur, didapatkan model bangkitan yaitu Y= 77.041,534 - 0,001 X1 - 0,397 X5 + 102,167 X12 + 0,035 X13 + 11,399 X14  - 8,407 X16 Dengan nilai koefien korelasi (R) sebesar 0,977 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,954.
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BERDASARKAN DATA UJI LABORATORIUM, UJI SPT DAN UJI KALENDERING PADA PROYEK JALAN PENDEKAT JEMBATAN MAHAKAM IV SISI SAMARINDA KOTA Budi Haryanto; Masayu Widiastuti; Syarifah Fathil Bariah
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2759

Abstract

Daya dukung fondasi sangat penting untuk diketahui agar dapat direncanakan struktur bangunan yang baik dan tidak mengalami penurunan ataupun kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil kapasitas daya dukung tiang pancang yang berdiameter 500 mm (SPP500) dan 1000 mm (SPP1000) dengan menggunakan data uji laboratorium, uji Standart Penetration Test (SPT), dan data kalendering, serta membandingkan hasil analisa ketiganya dengan hasil tes Pile Driving Analyzer (PDA) sehingga dapat diperoleh metode yang memenuhi syarat aman.Pada analisis daya dukung menggunakan data hasil uji laboratorium digunakan metode Broms dan zmetode U.S Army Corps, untuk daya dukung berdasarkan hasil uji Standard Penetration Test (SPT) digunakan metode Meyerhof dan metode Briaud et al dan untuk daya dukung berdasarkan hasil uji kalendering digunakan metode Hiley dan metode Danish.Berdasarkan hasil analisis diketahui daya dukung ijin (Qa) pada SPP500 dan SPP1000 secara berurutan berdasarkan data uji laboratorium menggunakan metode Broms yaitu 985,18 ton dan 2.804 ton, lalu pada metode U.S Army Corps yaitu 962,23 ton dan 2.747 ton. Berdasarkan data uji SPT menggunakan metode Meyerhof yaitu 225,31 ton dan 582,05 ton, lalu pada metode Briaud et al yaitu 174,03 ton dan 582,05 ton. Berdasarkan uji kalendering menggunakan metode Hiley yaitu 255,79 ton dan 573,01 ton, lalu pada metode Danish yaitu 149,25 ton dan 272,52 ton.Hasil daya dukung pada uji laboratorium memiliki perbedaan yang lebih besar dibandingkan dengan hasil PDA test. Hasil daya dukung dengan parameter data uji SPT dan uji kalendering memiliki hasil yang lebih kecil dan mendekati dengan hasil pengujian PDA, yang berarti daya dukung fondasi berdasarkan data SPT dan kalendering lebih dapat mewakili kondisi di lapangan.Kata kunci: Analisis daya dukung, fondasi, tiang pancang, uji laboratorium, uji SPT, uji kalendering, PDA, CAPWAP
Analisa Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode MDP 2017 dan Austroads 2017 Pada Simpang 4 Outer Ringroads-Bandara Samarinda Baru Samarinda, Kalimantan Timur Trimardiah Rante Samban; M. Jazir Alkas; Budi Haryanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i3.6846

Abstract

Pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) sebagai Bandara bertaraf internasional di Kota Samarinda memerlukan akses jalan yang baik, menuju ke bandara maupun dari bandara. Namun jalan yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan dan pada jalan ini sering terjadi banjir oleh luapan Sungai Karang Mumus, sehingga dilakukan pembangunan jalan baru pada jalan simp 4 outer Ringroad- Bandara Samarinda Baru.  Perkerasan yang tepat menjadi kunci baiknya masa layan jalan selama umur rencana. Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan Austroads 2017 adalah dua dari beberapa metode perencanaan tebal yang ada. Studi ini menggunakan kedua metode perencanaan tersebut. Didapatkan bahwa perkerasan yang direncanakan dengan metode manual desain perkerasan jalan 2017 lebih tebal dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh metode Austroads 2017 kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan terhadap tebal yang dihasilkan dengan program KENPAVE versi 2003. Berdasarkan perbandingan nilai repetisi didapatkan bahwa perencanaan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 hanya dapat menahan kerusakan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking dan  permanent deformation. Hal ini juga terjadi pada perkerasan yang direncanakan dengan Austroads 2017 perkerasan rencana hanya dapat mehanan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking  dan permanent deformation.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Mal Lembuswana Kota Samarinda Menggunakan MKJI 1997 dan Pemodelan Simpang Pada Program PTV Vissim Ade Yuli Guntara; M. Jazir Alkas; Budi Haryanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6842

Abstract

Masalah transportasi saat ini merupakan permasalah yang muncul seiring dengan bertambahnya kepadatan jumlah penduduk. Karena setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga terjadi permasalahan seperti kemacetan khususnya pada jam puncak. Untuk mengatasi permasalahan pada simpang tersebut diambil penanganan yaitu dengan pelebaran semua pendekat 0.5 meter, 1 meter, dan 1,5 meter. Kinerja simpang dianalisis dengan menggunakan MKJI 1997 dan dimodelkan dengan program PTV Vissim student version. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang bersinyal di lokasi studi dan memberikan alternatif solusi pengembangan untuk meningkatkan kinerja simpang. Proses pendekatan antara MKJI 1997 dengan PTV Vissim dilakukan dengan jalan kalibrasi antara kedua metode tersebut. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan model PTV Vissim dengan MKJI 1997 yang dalah dilihat dari uji statistik GEH. Kinerja simpang kondisi eksisting menggunakan MKJI 1997 menghasilkan nilai tundaan simpang 135.90 detik/smp. Sedangkan menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang 110.89 detik/smp. Dilakukan penanganan yaitu pelebaran semua pendekat simpang sebesar 0.5 meter, 1 meter dan 1.5 meter dengan menggunakan MKJI menghasilkan nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 92.28 detik/smp, 79.01 detik/smp dan 74.01 detik/smp. Sedangkan hasil analisis menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 72.70 detik/smp, 66.01 detik/smp dan 59.67 detik/smp. Dari hasil analisis penanganan yang dilakukan dapat direkomendasikan bahwa pelebaran semua pendekat sebesar 0.5 meter adalah yang dapat diterapkan melihat kondisi yang ada di lapangan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pelebaran 1 meter dan 1.5 meter untuk diterapkan dengan menghilangkan fungsi trotoar serta merubah desain drainase yang akan digunakan sebagai lajur.
ANALISIS KEBISINGAN LALU LINTAS DI SMP NEGERI 4 SAMARINDA Johannes E Simangunsong; Muhammad Jazir Alkas; Budi Haryanto; Moch. Hairil Anwar
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 10, No 1 (2026): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v10i1.26578

Abstract

Kota Samarinda merupakan daerah yang sedang mengalami perkembangan pesat, salah satunya ditandai dengan peningkatan jumlah transportasi. Salah satu dampak negatif dari pertumbuhan transportasi tersebut adalah meningkatnya tingkat kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat kebisingan akibat lalu lintas kendaraan di SMP Negeri 4 Samarinda. Metode yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persamaan regresi sederhana antara tingkat kebisingan dan volume kendaraan pada titik 1 yaitu Y = 61,69 + 0,12X, dan pada titik 2 yaitu Y = 47,86 + 0,14X. Untuk regresi sederhana antara kebisingan dan kecepatan kendaraan, diperoleh persamaan Y = 67,10 + 0,40X pada titik 1, dan Y = 60,83 + 0,37X pada titik 2. Adapun hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pada titik 1, persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 59,87 + 0,078X1 + 0,225X2, sedangkan pada titik 2 adalah Y = 48,58 + 0,074X1 + 0,298X2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar volume dan kecepatan kendaraan, maka semakin tinggi pula tingkat kebisingan yang dihasilkan.
Analisis Perbandingan Perencanaan Struktur Atas Gedung Beton Bertulang Dengan Jenis Struktur SRPMM dan SRPMK (Studi Kasus: Gedung Kuliah Poltekkes, Kalimantan Timur) Novia Ramadhani; Fachriza Noor Abdi; Ery Budiman; Budi Haryanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 10, No 1 (2026): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v10i1.26747

Abstract

Indonesia secara georafis terletak pada zona pertemuan tiga lempeng besar dunia dan dikelilingi oleh cincin api pasifik, sehingga menjadikan Indonesia rawan akan gempa. Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia dengan tingkat risiko gempa yang rendah, namun bukan berarti tidak berpotensi terjadi gempa bumi. Oleh karena itu, perencanaan struktur sesuai dengan pedoman yang berlaku sangat penting untuk memastikan bangunan mampu menahan beban-beban yang dipikul, tidak terkecuali beban gempa. Salah satu metode dalam perencanaan struktur tahan gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dimensi dan desain tulangan komponen struktur atas dari dua metode SRPM, yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pemodelan dan analisis struktur dilakukan menggunakan software ETABS. Hasil analisis gaya dalam yang diperoleh dari ETABS selanjutnya digunakan untuk mendesain kebutuhan tulangan secara manual dengan bantuan Microsoft Excel sesuai dengan SNI 2847:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi elemen struktur atas meliputi balok, kolom, dan pelat pada SRPMM dan SRPMK yang digunakan sama. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan sistem rangka pemikul momen tidak selalu menyebabkan perbedaan dimensi elemen struktur, selama dimensi tang digunakan telah memenuhi ketentuan kekuatan dan batasan desain sesuai SNI 2847:2019. Dari segi desain tulangan, hasil perbandingan menunjukkan adanya perbedaan pada elemen balok dan kolom. Pada SRPMK jarak tulangan transversal direncanakan lebih rapat dibandingkan SRPMM, baik pada balok maupun kolom. Perbedaan ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan faktor reduksi gempa serta ketentuan daktilitas dan detailing tahan gempa yang lebih ketat pada SRPMK. Sementara itu, pada elemen pelat tidak terdapat perbedaan desain tulangan antara SRPMM dan SRPMK karena SNI 2847:2019 hanya mengatur ketentuan khusus detailing untuk elemen balok dan kolom sebagai komponen  utama sistem rangka pemikul momen.