Tri Pramesti
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

"Mother Earth" dalam Kerumunan Terakhir Karya Okky Madasari dan Bless Me Ultima Karya Rudolfo Anaya Adeline Grace M. Litaay; Tri Pramesti; Truli Suksas Yustia; Mega Fadilla
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3651

Abstract

ABSTRAKKerumunan Terakhir  karya Okky Madasari dan Bless me Ultima karya Rudolfo Anaya bercerita tentang peranan perempuan dalam menjaga alam. Di dalam Kerumunan Terakhir, Okky Madasari membandingkan kehidupan perempuan di puncak gunung dan di kota besar. Mirip dengan Okky Madasari, RudolfoAnaya juga menggambarkan kehidupan yang harmonis antara alam dan perempuan yang diwakili oleh Ultima di dalam Bless Me Ultima. Ultima tidak hanya memelihara alam, juga menggunakan alam untuk menyembuhkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perempuan di representasikan sebagai “Mother Earth” dalam dua novel tersebut. Dengan metode Pembacaan secara heuristik dan hermenuetik serta menggunakan pendekatan ekofeminis dan teori sastra bandingan, representasi perempuan sebagai mother earth dianalisa dan diinterpretasikan sesuai dengan konteks dimana representasi itu muncul. Dari hasil pembahasan nampak adanya persamaan  antara novel Kerumunan Terakhir dan novel Bless Me Ultima dalam merepresentasikan mother Earth.  Si Mbah dan Ultima adalah mother earth yang menggunakan alam sebagai tempat belajar tentang kehidupan bagi manusia.Kata kunci: pendekatan ekofeminis, mother earth, representasi, kritik sastra bandingan ABSTRACTKerumunan Terakhirwritten by Okky Madasariand Bless me Ultima written by Rudolfo Anaya tell the story of  women in protecting nature. In Kerumunan Terakhir  Okky Madasaricompares the lives of women at the top of a mountain and in a big city. Similar to Okky Madasari, Rodolfo Anaya also describes the harmonious life between nature and woman represented by Ultima in Bless Me Ultima. Ultima does not only preserve nature, she also uses nature to cure illness. Using the heuristic reading method and applying the basic principles of ecofeminism about gender equality and the close relationship between women and nature, this paper tries to see how women are represented as mother earth in Indonesia and in the United States contained in these two novels. By using an ecofeminism approach and a comparative literary theory, the representation of women as mother earth will be analyzed and interpreted according to the context in which the representation appears.Keyword: ecofeminism approach, mother earth, representation, comparative literature
PRESERVING TRADITIONAL KNOWLEDGE AND FOLKTALE THROUGH TEXT DOCUMENTATION: A CASE STUDY OF PRESERVING FOLKTALE OF PLUNTURAN VILLAGE PONOROGO YB Agung Prasaja; Tri Pramesti; Muizzu Nurhadi; Pariyanto Pariyanto; Mateus Rudi Supsiadji
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v7i1.6037

Abstract

The maintenance and preservation of Indonesian traditional knowledge and folklore is urgently needed. Traditional knowledge and folktale are cultural heritages that provide intangible wealth for Indonesia. This paper provides a brief analysis of the traditional values transmitted by our folktales and the functions served by local legends and myths in Plunturan society. This paper offers some practical recommendations for collecting our folktales, myths, and legends in the form of text using the currently available digital technology to create the first comprehensive and dynamic Plunturan folktales. This community service focuses on the problems that can arise when documenting folklore and traditional knowledge. what solutions should be done to overcome these problems. The method used in this study is by interviewing the resource person. The results of this study conclude that text documentation needs to be done to preserve folklore and traditional knowledge.Keywords: Traditional knowledge, Folktales, Plunturan, Documenting
THE SYMBOL OF MOCKINGBIRS IN HARPER LEE’S TO KILL A MOCKINGBIRD A THEME ANALYSIS Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 9 No 02 (2009)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.102 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v9i02.126

Abstract

Abstrak. Simbolisme digunakan dalam berbagai tulisan seperti novel. Simbol merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah karya fiksi karena simbol memperkaya narasi dan menarik perhatian pembaca. Artikel  ini membahas simbol yang tersirat dalam kata mockingbird. Lewat analisa tema novel ini terungkaplah bahwa mockingbird menyimbolkan kebaikan dan kesucian, yang baik dan yang jahat, ketidaksetaraan social dan rasisme, dan keberanian. Kata kunci: simbol, penafsiran simbol, tema
SNOWas A TRAGEDY Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 12 No 01 (2012)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.078 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v12i01.203

Abstract

Abstrak. Genre sastra roman, tragedy, ironi/satire dan komedi menampilkan struktur yang oleh Frey disebut “total quest-myth.” Semua karya narasi secara struktur berkaitan karena merupakan versi tertentu dari bagian formula “quest”. Artikel ini akan mencoba menerapkan teori arketaipal Frey pada novel Snow karya Orhan Pamuk. Kata kunci: literarygenre, narrative structure, tragedy
POLITICAL ISLAMIST: ONLY A NAME THAT WESTERNERS AND SECULARS GIVE US A New Historical Reading of Snow Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 02 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.795 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i02.238

Abstract

Abstrak.  Artikel ini membahas karya Orhan Pamuk berjudul Snow dalam perspektif new historism. Yang menjadi bahan telaahan adalah kehidupan masyarakat Turki yang masuk dalam kelompok “liyan” sebagaimana tergambar dalam novel tersebut, khususnya yang menyakut hak-hak kaum perempuan. Umpanya, memakai penutup kepala merupakan pilihan bagi perempuan untuk mengekspresikan pilihannya. Bagi mereka yang memilih untuk memakai penutup kepala atas dasar imannya, seharusnya tidaklah tepat dimasukkan sebagai kelompok liyan. Kata kunci: hew historism, otherness, self-positioning
A DECONSTRUCTIVE READING IN LEROY JONES’ THE DUTCHMAN Pioro Benevolent Lariesto; Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 14 No 02 (2014)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.282 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v14i02.429

Abstract

Abstract. Makalah ini membahas studi tentang ambivalensi (ambivalence) dan undecidability dalam oposisi biner (the binary oppositions) dalam drama karya LeRoy Jones berjudul The Dutchman. Studi didasarkan atas teori dekonstruksi Derrida, dengan tujuan melakukan analisis kritis terhadap drama tersebut melalui pendekatan ekstrinsik. Permasalahan dalam studi ini dijawab dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian terhadap oposisi biner menunjukkan bahwa setiap oposisi biner memiliki ambivalensi. Ambivalensi kemudian menjadi ciri undecidability pada teks. Simpulan pada studi ini adalah bahwa teks terbukti menunjukkan undecidability dan memiliki ideologi ‘superioritas kulit putih.’  Keywords: binary opposition, ambivalence, undecidability, ideology. 
CONSIDERING YOUNG ADULT LITERATURE AS A LITERARY GENRE Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 15 No 01 (2015)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.036 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v15i01.432

Abstract

Abstrak. Istilah “young adult literature” (sastra remaja) relatif masih baru di Indonesia. Istilah “young adult” dan “literature” bersifat dinamis, berubah sejalan dengan perubahan masyarakat dan budaya. Di Amerika Serikat, para kritikus sastra dan praktisi pendidikan telah tiba pada kesepakatan tentang definisinya dan beberapa peneliti telah mencoba mendeskripsikan genre ini. Makalah ini membahas karakteristik dari “young adult literature” dengan penekanan khusus pada keberadaannya saat ini bagi pembaca targetnya. Disimpulkan bahwa dengan memasukkan sastra remaja sebagai satu genre karya sastra, konsep tentang karya sastra tampaknya sedang berubah dan berevolusi. Keywords: literary genre, postmodern literature, young adult literature
BECKY BLOOMWOOD’S ONIOMANIA IN SHOPIE KINSELLA’S CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC Linda Dwi Yuniar; Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 15 No 02 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.282 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v15i02.571

Abstract

Abstract. Artikel ini melaporkan study tentang oniomania, gangguan kontrol diri terhadap dorongan kuat untuk berbelanja. Studi ini meneliti hubungan antara wanita dan gaya, dan bagaimana kesukaan berbelanja dapat berubah menjadi kecanduan. Studi ini membahas tokoh Becky Bloomwood yang menderita oniomania dalam novel karya Shopie Kinsella berjudul Confessions of a Shopaholic. Penelitian ini menggunakan ancangan kualitatif deskriptif dan menerapkan pendekatan psikologis untuk meneliti penyebab, akibat dan gejala oniomania. Data adalah kutipan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan oniomania pada Becky Bloomwood disebabkan oleh pengaruh ibunya, dan tekanan di tempat kerja. Studi ini juga menemukan bahwa gangguan itu meliputi ciri-ciri compulsive shopaholic, flashy items person, bargain seeker, dan collector. Konsekuensi dari gangguan ini adalah Becky mengalami maslaah finansial dan psikologis, seperti frustrasi, kehilangan kendali diri, hubungan rusak dengan orang-orang di sekelilingnya. Usaha pemulihan Becky meliputi mengikuti tuntunan dari bacaan dan belajar dari pengalaman orang-orang di sekitarnya.Keywords: women and style, shopping, psychological disorder, onionamia
IMAGINING INDONESIA IN LEILA S. CHUDORI’S PULANG AND AGAM WISPI’S PULANG: AN INTERTEXTUALANALYSIS Tri Pramesti; YB Agung Prasaja
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 16 No 01 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.983 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v16i01.676

Abstract

Abstract. Menjadi seorang exile dan kerinduan akan tanah air adalah tema yang di-ekspose oleh dua penulis yaitu, Agam Wispi dan Leila S. Chudori. Karena alas an politik Agam Wispi harus meninggalkan negara asalnya yaitu Indonesia dan hidup sebagai seorang eksil. Kerinduan akan tanah airnya diungkapkan dalam puisinya yang berjudul Pulang. Novel Leila S. Chudori yang berjudul Pulang, juga bercerita tentangkehidupan seorang eksil yang bernama Dimas Suryo. Latar belakang Pulang dimulai pada tahun 1965 dan berakhir pada tahun 1998. Dimas Suryo, dan rekan-rekannya yang menghadiri konferensi wartawan di Santiago, Chili, pada saat terjadiperistiwa G 30 S tidak bias pulang karena paspor mereka dicabut dan mereka tidak bisa kembali ke Indonesia. Pindah dari Cile ke Kuba kemudian ke China, akhirnya berakhir menetap di Paris di mana mereka membuka restoran. Meskipun dipisahkan oleh jarak yang jauh dari tanah air mereka, kerinduan mereka untuk berhubungan dengan Indonesia adalah kunci dari novel tersebut.Tulisan ini mengeksplorasi hubungan intertekstual antara Pulang karya Agam Wispi dan Pulang karya Leila S.Chudori. Dengan menggunakan teoriinterteks yang diekspose oleh Roland Barthes dan Rifatterre, makalah ini berupaya untuk melihat bagaimana Pulang karyaAgam Wispi, seorang penulis eksil Indonesia, memiliki persamaan dan perbedaan dengan Pulang karya Leila S. Chudori, seorang penulis wanita Indonesia yang terkenal pada saat ini.Keywords: intertextuality, exiles
HE NARRATIVE DISPLACEMENT AND UNHOMELINESS IN INDONESIAN EXIL WRITINGS Tri Pramesti
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 16 No 02 (2016)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.88 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v16i02.868

Abstract

Makalah ini membahas dan menganalisis narasi displacement dan keterpinggiran oleh penuliseksil Indonesia yang tinggal di Eropa, terutama di Jerman dan Belanda. Lebih khusus, tulisan ini mencobauntuk melihat bagaimana para penulis ini menggunakan narasi untuk berbagi pengalaman eksil mereka.Ilusi kepulangan selalu hadir dalam tulisan-tulisan orang buangan, dan citra negara asal medominasikarya mereka. Berfokus pada isu dispacement, ketunawismaan (unhomeliness) dan keterpinggiran, artikelini mengkaji pamer diri dalam narasi. Konstruksi-diri saat ini sebagai individu yang lebih sosial antaralain ditandai dengan nostalgia. Kata kunci : narrative, exile, displacement, unhomeliness