Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Riksandi Putra Nainggolan; Novilda Elizabeth Mustamu; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3344

Abstract

The utilization of tea residue in agriculture has gained attention as a means to reduce waste and promote sustainable farming practices. This article aims to evaluate the potential of tea residue as an alternative growing medium for the growth of pakchoi plants (Brassica rapa subsp. chinensis). The study was conducted by collecting tea residue from various sources and using it as a growing medium to cultivate pakchoi seedlings. The results of the study indicate that tea residue possesses characteristics that make it an effective growing medium. Furthermore, pakchoi plants grown in tea residue demonstrated good growth in terms of plant height, leaf count, and fresh weight. Qualitative analysis revealed the presence of essential nutrients such as nitrogen, phosphorus, and potassium in tea residue, which can support plant growth. Additionally, tea residue exhibited good water retention capacity, maintaining moisture in the growing medium, and enhancing air circulation. Based on these findings, it can be concluded that tea residue holds potential as an effective and sustainable growing medium for pakchoi plant growth. The use of tea residue in agriculture can also aid in waste reduction and improve agricultural environmental performance. Further research is warranted to explore the full potential and applications of tea residue in modern farming practices.Keywords: Tea residue, Growing medium, Pakchoi, Plant growth. INTISARIPemanfaatan sisa-sisa ampas teh dalam pertanian menjadi topik yang menarik perhatian dalam upaya mengurangi limbah dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ampas teh sebagai media tanam alternatif untuk pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan ampas teh dari berbagai sumber dan menggunakannya sebagai media tanam untuk menumbuhkan bibit pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas teh memiliki karakteristik yang memungkinkannya untuk digunakan sebagai media tanam yang efektif. Selain itu, tanaman pakcoy yang ditanam dalam ampas teh menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam hal tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. Analisis kualitatif menunjukkan adanya nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam ampas teh yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, ampas teh juga memiliki kemampuan menyimpan air yang baik, mempertahankan kelembaban media tanam, dan meningkatkan sirkulasi udara. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ampas teh memiliki potensi sebagai media tanam yang efektif dan berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman pakcoy. Penggunaan ampas teh dalam pertanian juga dapat membantu mengurangi limbah dan meningkatkan kinerja lingkungan pertanian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut potensi dan aplikasi ampas teh dalam pertanian modern. Kata Kunci: Ampas teh, Media tanam, Pakcoy, Pertumbuhan tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN POC DAUN LAMTORO DAN KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum) Puja Irawan; Dini Hariyati Adam; Novilda Elizabeth Mustamu; Badrul Ainy Dalimunthe
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3343

Abstract

Tomato as a horticultural commodity is a source of vitamins and minerals which are very beneficial for the fulfillment of nutrition in the human body, ascorbic acid and carotene, which are contained in tomatoes, are a very important source of substances and can increase body activity. This research was carried out at Manahan Huta Village. Godang Sungai right District, Labuhan Batu Selatan Regency in January-March 2023. The research design was a randomized block design (RAK) consisting of 2 factors, namely the first factor was POC lamtoro leaves and the second factor was chicken manure with 3 replications so that several experiments were obtained, namely namely: L0 = (Control), L1 = (100 ml liquid fertilizer + 900 ml/L water), L2 = (200 ml liquid fertilizer + 800 ml/L water), L3 = (300 ml liquid fertilizer + 700 ml/L water). The second factor was the concentration of chicken manure application (A) with 3 levels, namely: A0 = (Control), A1 = 500 gr/plant, A2 = 1000 gr/plant. The parameters observed were the growth of tomato plants such as plant height, number of leaves and stem diameter. The data collected was then analyzed for variance at the 5% level, and further tests were carried out using Duncan's test or (DMRT) to compare the two treatment means. The results of the analysis of variance showed that there was an interaction between POC administration of lamtoro leaves and chicken manure on plant height parameters but there was no interaction on stem diameter and number of leaves. For the POC dosing factor of lamtoro leaves, the results of variance had a very significant effect on plant height, number of leaves, and stem diameter. While the factor of giving chicken manure showed a highly significant different effect only on plant height. Keywords: Poc lamtoro leaves, chicken manure, tomato plants (Solanum Lycopersicum) INTISARITomat sebagai komoditi hortikultura merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi pemenuhan gizi dalam tubuh manusia, zat asam askorbat dan karoten, yang terkandung dalam tomat, merupakan sumber zat yang sangat penting dan dapat meningkatkan aktivitas tubuh.Penelitian ini dilaksanakan di janji Manahan Desa Huta Godang Kecamatan sungai kanan Kabupaten Labuhan Batu Selatan pada bulan januari-Maret 2023. Rancangan percobaan penelitian rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu faktor pertama POC daun lamtoro dan faktor kedua pupuk kotoran ayam  dengan 3 kali ulangan sehingga diadapatkan beberapa percobaan yaitu yaitu: L0 = (Kontrol),L1 = (100 ml pupuk cair + 900 ml/L air), L2 = (200 ml pupuk cair + 800 ml/L air), L3 = (300 ml pupuk cair + 700 ml/L air). Faktor kedua adalah konsentrasi pemberian pupuk kotoran Ayam (A) dengan 3 taraf yaitu : A0 =  (Kontrol), A1 = 500 gr/tanaman, A2 =1000 gr/ tanaman .Adapun Parameter yang diamati  yaitu pertumbuhan tanaman tomat seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Data yang dikumpulkan kemudian di analisis sidik ragam pada taraf 5 %, dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan atau (DMRT) untuk membandingkan dua rataan perlakuan. Hasil analisis sidik ragam bahwa terdapat interaksi pemberian POC daun lamtoro dan kotoran ayam pada parameter tinggi tanaman tetapi pada diameter batang dan jumlah daun tidak terdapat interaksi. Untuk faktor pemberian dosis POC daun lamtoro memberikan hasil sidik ragam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Sedangkan faktor pemberian pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata hanya terhadap tinggi tanaman. Kata Kunci:   Poc daun lamtoro , kotoran ayam, tanaman tomat (Solanum Lycopersicum)
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA PADA ASAP CAIR DARI PELEPAH KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE DESTILASI Indah Ariyani Br Sinurat; Badrul Ainy Dalimunthe; Dini Hariyati Adam; Novilda Elizabeth Mustamu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3335

Abstract

Palm fronds are a useful waste and can be used to make liquid smoke. Liquid smoke made using palm fronds also has many benefits and uses. Therefore, palm frond waste has a new value that can be very beneficial for agriculture. Of the several benefits that have been studied by previous researchers, the researcher wants to analyze the chemical content contained in liquid smoke made with palm oil fronds. This study aims to look at and determine what chemical compounds are present in liquid smoke made with palm oil fronds. This research was conducted using the distillation method, which is a fairly effective method that can be used to identify and separate chemical components in liquid smoke produced from palm fronds. In this study, there were 3 chemical ingredients used, namely ketones, aldehydes and phenols. From the results of the analysis of the chemical content present in liquid smoke using the distillation method, only phenol is foundKeywords: Liquid smoke, Distillation Method, Palm fronds, Ketones, Aldehydes, PhenolsINTISARIPelepah kelapa sawit merupakan sebuah limbah yang memiliki kebergunaan dan dapat digunakan untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan asap cair. Asap cair yang dibuat dengan menggunakan bahan pelepah kelapa sawit juga memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Oleh karena itu limbah pelepah kelapa sawit memiliki nilai baru yang dapat sangat bermanfaat bagi pertanian. Dari beberapa manfaat yang telah diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya, maka peneliti ingin menganalisis kandungan kimia yang terdapat pada asap cair yang dibuat dengan bahan pelepah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menentukan senyawa kimia apa saja yang terdapat pada asap cair yang dibuat dengan bahan pelepah kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode destilasi, yang merupakan metode yang cukup efektif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memisahkan komponen kimia dalam asap cair yang dihasilkan dari bahan pelepah kelapa sawit. Pada Penelitian ini, kandungan kimia yang digunakan terdapat 3 kandungan kimia, yaitu keton, aldehid dan fenol. Dari hasil analisis kandungan kimia yang ada pada asap cair dengan menggunakan metode destilasi adalah hanya fenol. Kata Kunci: Asap Cair, Metode Destilasi, Pelepah Kelapa sawit, Keton, Aldehid, Fenol
KARAKTER VEGETATIF DAN GENERATIF DUA VARIETAS JAGUNG LOKAL DI TANAH ULTISOL Taufik Hidayat; Siti Hartati Yusida Saragih; Widya Lestari; Novilda Elizabeth Mustamu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3345

Abstract

White corn and glutinous corn are two varieties of corn plants that differ in texture and usage. White corn is generally used as the main food ingredient or raw material for the food industry, while glutinous corn is more often processed into traditional food or snacks. Both varieties of corn were grown on ultisols, which are generally low fertility and high acidity soils. To support optimal growth of corn plants on ultisol soil, applying urea fertilizer is an important step. Urea fertilizer contains high nitrogen which plays a role in stimulating plant vegetative growth, so that it can help corn plants overcome environmental challenges on less fertile ultisol soils. By applying urea fertilizer correctly and proportionately, the growth of roots, leaves and corn stalks can be increased, so that the yield potential also increases. Urea fertilizer helps plants absorb nitrogen which is essential for the formation of protein and chlorophyll, and supports the process of photosynthesis which is important for plant food production. So in this study, the authors made a study of the vegetative and generative characters of two local maize varieties on ultisol soil. This study aims to determine and observe the vegetative and generative characters of corn plants using ultisol soil. The results of this study are by using ultisol soil as a planting medium and adding urea fertilizer, corn yields increase and provide good yields. Keywords: Ultisol Soil, White Corn, Glutinous Corn, Urea Fertilizer, Randomized Block Design (RAK)INTISARI Jagung putih dan jagung ketan merupakan dua varietas tanaman jagung yang memiliki perbedaan dalam tekstur dan penggunaannya. Jagung putih umumnya digunakan sebagai bahan pangan utama atau bahan baku industri pangan, sedangkan jagung ketan lebih sering diolah menjadi makanan tradisional atau makanan ringan. Kedua varietas jagung ini ditanam pada tanah ultisol, yang merupakan jenis tanah yang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah dan keasaman tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman jagung di tanah ultisol, pemberian pupuk urea menjadi salah satu langkah penting. Pupuk urea mengandung nitrogen tinggi yang berperan dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga dapat membantu tanaman jagung mengatasi tantangan lingkungan pada tanah ultisol yang kurang subur. Dengan pemberian pupuk urea secara tepat dan proporsional, pertumbuhan akar, daun, dan tangkai jagung dapat ditingkatkan, sehingga potensi hasil panen juga meningkat. Pupuk urea membantu tanaman menyerap nitrogen yang esensial bagi pembentukan protein dan klorofil, serta mendukung proses fotosintesis yang penting bagi produksi makanan tanaman. Jadi pada Penelitian ini, penulis membuat sebuah Penelitian tentang karakter vegetatif dan generatif dua varietas jagung lokal di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan melihat karakter vegetatif dan generatif tanaman jagung dengan menggunakan tanah ultisol. Hasil Penelitian ini yaitu dengan menggunakan tanah ultisol sebagai media tanam dan ditambah dengan pupuk urea, hasil Tanaman jagung meningkat dan memberikan hasil panen yang bagus. Kata Kunci: Tanah Ultisol, Jagung Putih, Jagung Ketan, Pupuk Urea, Rancangan Acak Kelompok (RAK)
PEMANFAATAN PUPUK KOMPOS AMPAS KELAPA DAN NPK DALAM PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI KAILAN (Brassica oleraceae L.) Efrina Siregar; Widya Lestari; Novilda Elizabeth Mustamu; Siti Hartati Yusida Saragih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4248

Abstract

Kailan mustard greens (Brassica oleraceae L.) is a horticultural plant that can be used as a family food source. This research aims to determine the effect of providing coconut dregs compost and NPK fertilizer on the growth of kailan mustard greens. The research was carried out in Ujung Bandar, Rantau Selatan, Labuhanbatu, North Sumatra. The experiment was arranged in a Randomized Block Factorial Design with the first factor being coconut dregs compost consisting of 4 levels, namely A0: control, A1: 200 g/plant, A2: 400 g/plant, A3: 600 g/plant, and the second factor was NPK which consists of 4 levels, namely N0: control, N1: 5g/plant, N2: 10 g/plant, N3: 15 g/plant. The results of the research showed that there was an interaction effect of providing coconut dregs compost and NPK on plant height, number of leaves and leaf area of kailan mustard greens. The combined dose of 600 g of coconut dregs with 15 g of NPK produced the best growth in plant height, number of leaves and leaf area of kailan mustard greens. Key words : coconut dregs;compost; fertilizer; kailan. INTISARISawi kailan (Brassica oleraceae L.) adalah tanaman hortikultura yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos ampas kelapa dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman sawi kailan. Penelitian dilaksanakan di Ujung Bandar, Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama adalah kompos ampas kelapa yang terdiri dari 4 taraf, yaitu A0: kontrol, A1: 200 g/tanaman, A2: 400 g/tanaman, A3: 600 g/tanaman, dan faktor kedua NPK yang terdiri dari 4 taraf, yaitu N0: kontrol, N1: 5g/tanaman, N2: 10 g/tanaman, N3: 15 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pengaruh pemberian kompos ampas kelapa dan NPK terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun tanaman sawi kailan. Kombinasi dosis 600 g ampas kelapa dengan 15 g NPK menghasilkan pertumbuhan terbaik  terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun tanaman sawi kailan. Kata kunci : ampas kelapa, kailan, kompos, pupuk.
PERTUMBUHAN TANAMAN RAIN LILY (Zephyranthes sp) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Yohanna Br Hutagalung; Kamsia Dorliana Sitanggang; Widya Lestari; Novilda Elizabeth Mustamu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4623

Abstract

Rain lily (Zephyranthes sp.) merupakan komoditas florikultura termasuk jenis tananaman hias dengan class dari Amerika. Zephyranthes sp. Adalah tanaman dengan bunga sempurna yang memiliki putik dan benang sari di organ yang sama. Tanaman ini mekar di 1 hingga 2 hari dengan frekuensi yang berganti. Penelitian dilakukan dikecamatan Merbau, Kabupaten.Labuhanbatu Utara, 21418 Indonesia. Di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi,BATAN. Waktu Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Riset ini menggunakan RAK non factorial dari tiga ulangan dengan 8 taraf perlakuan: R0 : Tanpa Sinar Gamma, R1: 2 Gy , R2: 4 Gy, R3: 6 Gy, R4: 8 Gy, R5:10 Gy, R6: 12 Gy, R7: 15 Gy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma yang semakin tinggi tidak memberikan hal yang positif untuk tanaman rain lily baik pada persentase hidup, tinggi tanaman dan fase generatif.