Claim Missing Document
Check
Articles

Auditory hallucination management in patient with mental health issues Ihsanudin, Ihsanudin; Pinilih, Sambodo Sriadi; Amin, Muhammad Khoirul
Innovation in Health for Society Vol 4 No 1 (2024): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.11531

Abstract

Hallucinations, characterized by altered perception of stimuli leading to exaggerated or abnormal responses, can pose significant risks, including violent behavior that may harm the individual, others, or the environment. Addressing hallucinations promptly is crucial, with hallucination management being a key intervention. This study aims to describe the characteristics of clients with hallucinations and assess the effectiveness of hallucination management. Utilizing a case study design and a purposive sampling technique, this study focused on individuals who had experienced sensory perception mental disorders with hallucinations for over a year. Data were collected through participatory observation, unstructured interviews, and documentation and analyzed using domain analysis. The findings demonstrate that hallucination management therapy significantly reduced the severity of hallucinations, transitioning from moderate to mild within six interventions. Hallucination management is effective in enhancing safety and comfort for individuals experiencing hallucinations, highlighting its critical role in mental health care. Keywords: Mental health nursing; auditory hallucination; innovation in community care; healthcare services; case studies
Peran Kader Kesehatan Masyarakat terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan di Kecamatan Pakis Margowati, Sri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran kader kesehatan masyarakatdalam membantu remaja melahirkan menjalani kehidupannya. Kemampuandan aktivitas kader dilakukan secara terencana melalui arahan bidan desa.Terpilih 11 Desa dari 20 desa yang ada di wilayah kecamatan Pakisdidasarkan pada kasus remaja melahirkan > 10 kasus pada desa tersebut.Batasan usia melahirkan remaja dalam penelitian ini adalah perempuan usia< 20 tahun didasarkan bahwa kehamilan dan persalinan dengan resiko tinggi(risti) terjadi pada perempuan usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Informasidiperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kemampuan umum kader dalammemberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dankemampuan dalam kasus remaja melahirkan serta wawancara mendalam.Peran kader diukur sebelum dan sesudah dilakukan wawancara mendalamdalam jeda waktu satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas kaderdalam memberikan motivasi, memantau kesehatan ibu dan anak sertakerjasama mempunyai selisih frekwensi (d) dengan nilai negatif. Uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukan nilai p 0,027 terdapat hubunganbermakna pada pengukuran pre-post, dimana terjadi perubahan peran kaderdalam memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat diwilayah tersebut. Hasil pengukuran terhadap kasus remaja melahirkandiperoleh hasil memberikan bimbingan, lindungan dan arahan dihasilkanselisih frekeunsi (d) dengan nilai negatif pada pemberian bimbingan danlindungan, sedangkan dalam memberikan arahan memiliki nilai positif. Uji tdengan nilai p:0,081 tidak terdapat signifikasi yang bermakna aktivitas kadertidak menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah pengukuran. Perubahanyang nampak terdapat pada aktivitas kader dalam memberi arahan terhadapremaja melahirkan (positif) bekerjasama dengan pihak lain seperti sekolah,Puskesmas, organisasi remaja menunjukkan upaya kader untuk lebihmendewasakan usia kehamilan dan persalinan. Wawancara mendalamdiperoleh anggapan kader terhadap kasus kehamilan dan persalinan di usiadini disebabkan karena budaya atau tradisi masyarakat setempatmenganggap usia dan pendidikan pada anak perempuan dianggap cukupsetelah lulus SLTP (16 tahun). Selain itu remaja yang mengalami kehamilandan persalinan dianggap sebagai masalah privasi keluarga. Peran danaktivitas kader cukup positif. Pengembangan masyarakat seperti memberikanbimbingan, perlindungan pada remaja melahirkan belum menjadi prioritassehingga resiliensi remaja masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan Daya Saing Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang melalui Sekolah Pasar Medias, Fahmi; Pambuko, Zulfikar Bagus; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Rejowinangun yang terletak di Jantung Kota Magelang merupakan salah satu pasar tradisional yang mempunyai keterikatan sejarah dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat Kota Magelang. Ketidakmampuan pasar tradisional dalam bersaing dengan pasar modern menjadi masalah tersendiri yang harus segera diselesaikan. Masalah yang dihadapi oleh para pedagang pasar adalah rendahnya kesadaran dalam penerapan etika bisnis Islam, minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, dan rendahnya kesadaran budaya bersih dan sehat. Sekolah Pasar bagi pedagang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga mampu meningkatkan kesadaran perilaku Islami pedagang dalam bertransaksi, implemantasi usaha berbasis manajemen keuangan, dan peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di pasar. Pemberdayaan masyarakat melalui model partisipatif atau Participatory Rural Apraissal (PRA) sangat efektif membantu para pedagang pasar dalam meningkatkan daya saing diantara pasar modern. Hasil sekolah pasar ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen keuangan usaha bagi para pedagang memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan keuntungan usaha, peningkatan daya saing pasar dengan mengoptimalkan online store bagi produk-produk pedagang pasar, peningkatan bauran pemasaran produk pedagang pasar, serta semakin membaiknya pelaporan keuangan usaha para pedagang. Di lain sisi, sekolah pasar memberikan kesadaran kepada pedagang dalam melakukan transaksi sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam serta peningkatan kesadaran gaya hidup bersih dan sehat yang berpengaruh pada meningkatnya kunjungan pembeli.
Implementasi Metode Dempster-Shafer Untuk Deteksi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Berbasis Web Jalaluddin, Alif; Arumi, Endah Ratna; Sasongko, Dimas; Pinilih, Sambodo Sriadi; Yudatama, Uky; Arif Yudianto, Muhammad Resa
Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) Vol 5 No 2 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josyc.v5i2.4830

Abstract

Mental health is a person's soul condition to budaptasi in its environment to feel happy or get the comfort of life, so as not to experience mental disorders. Often mental health is ignored by most people because it is different from physical health that can be seen directly with the eyes and can be identified easily. Lack of awareness of mental health in the life of the people of Indonesia and the assumption that a person who goes to psychologists is a person inseasonable, often the individual who actually undergoes mental health problems reluctant to get help from experts or deny that he does not have mental health problems. Limitations of time and costs are also one of the constraints of a student reluctant to get help from experts like psychologists. Therefore, a web-based expert system is built with a dempster-shafer method to use as detection on the student and allows the user to know whether the user has a tendency of the problem on its mental health or not before the official consultation is required from the expert. Testing Accuracy Comparison System between the results of the system and experts by using 100 correspondents from students at Muhammadiyah Magelang University (UNIMMA) 89% know mental health and 65% have experienced mental disorders. The results of the SRQ29 data used and were spread among campus students, this study has used 20 sample data and produces 70% expert suit compliance. From the results of expert suitability obtained from the calculation of the system by selecting symptoms and automatically the system will calculate the accuracy of the existing Belief Valident in every symptom. Then the system will take decisions based on the results of the largest calculation value.
Bagaimanakah Senam Diabetes Dapat Mempengaruhi Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Kelurahan Kedungsari? Masithoh, Robiul Fitri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.677 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i1.105

Abstract

Latar belakang: Prosentase kejadian diabetes mellitus yang dapat dicegah sekitar 80%. Diabetes merupakan penyebab utama kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki. Estimasi jumlah pasien diabetes mellitus diseluruh dunia peregional di tahun 2015 dan 2040 dengan usia terbanyak adalah 20-79 tahun. Upaya yang bisa dilakukan adalah salah satunya dengan aktivitas fisik (senam diabetes) melakukan diet sehat dengan memperbanyak tinggi serat. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh modifikasi senam diabetes dan diet tinggi serat terhadap kadar gula darah pada pasien dengan diabetes mellitus di kelurahan Kedungsari Metodologi penelitian: Metode penelitian meliputi desain penelitian, populasi dan sampel, tempat penelitian dan waktu penelitian, pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas instrumen, etika penelitian dan analisa data. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain pre-post test control group design, menggunakan 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. kelompok eksperimen dilakukan senam diabetes 4 (hari) hari berturut-turut, selanjutnya pada kelompok kontrol melakukana aktivitas sehari hari. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan kembali pengukuran kadar gula darah pada kedua kelompok. Hasil Penelitian ada perbedaan kadar gula darah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan perlakuan sebanyak 4 hari dengan menggunakan gerakan kontiyu.
Aplikasi Pendidikan Kesehatan Terhadap Stimulasi Perkembangan Pada Remaja Ekaputri, Santika Indriyani; Astuti, Retna Tri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5434

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanank- kanak menuju masa dewasa, dimana ditandai dengan perubahan fisik, psikoseksual, moral, spiritual, psikososial, kreativitas, emosi, bahasa, dan bakat. Sehingga diperlukannya pendidikan kesehatan stimulasi perkembangan pada remaja diharapkan, remaja yang belum mancapai perkembangan dapat mecapai tugas perkembanga. Penulis membahas pengaruh pendidikan kesehatan terhadap stimulasi perkembangan pada remaja terhadap perkembangan biologis atau fisik, psikoseksual, moral, spiritual, psikososial, kreativitas, emosi, bahasa, dan bakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aplikasi pendidikan kesehatan terhadap stimulasi perkembangan pada remaja. Metode: Penulis menggunakan metode diskriptif dimana menentukan masalah melalui data, fakta, dan fenomena yang ada di masyarakat, serta penulis menggunakan format pengkajian asuhakan keperawatan jiwa sehat, kusioner perkembangan remaja untuk melangsungka tindakan asuhan keperawatan. Sampel yang penulis gunakan adalah remaja usia 12- 18 tahun, dengan kriterian utama remaja yang belum mencapai tugas perkembangan dari sembilan aspek perkembangan remaja. Data penelitian diambil dengan menggunakan metode observasi partisipatif wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan kemampuan perkembangan meningkat secara bermakna setelah mendapatkan pendidikan stimulasi perkembangan pada remaja setelah 6 kali melakukan kunjungan. Kesimpulan: aplikasi pendidikan kesehatan terhadap remaja ini baik digunakan karena setelah dilakukan aplikasi pendidikan stimulasi perkembangan remaja, remaja dapat meningkatkan perkembangan yang belum tercapai.
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada asuhan keperawatan klien dengan isolasi sosial Nandasari, Aulia Devi; Pinilih, Sambodo Sriadi; Amin, Muhammad Khoirul
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5452

Abstract

Latar belakang: Isolasi sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarrmya. Kemunduran fungsi sosial yang dialami seseorang di dalam diagnosa keperawatan isolasi sosial. Dari perilaku menarik diri, seseorang dapat menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan maupun komunikasi dengan orang lain. Dampak dari perilaku pasien isolasi sosial menunjukan dengan menarik diri, tidak ada kontak mata, asyik dengan pikiran sendiri, sedih, efek tumpul, perilaku bermusuhan, menyatakan perasaan sepi atau ditolak kesulitan membina hubungan di lingkungannya, menghindari orang lain, dan mengungkapkan perasaan tidak dimengerti orang lain. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk dapat mengaplikasikan terapi aktivitas kelompok sosialisasi pada asuhan keperawtan klien isolasi sosial. Metode: Studi ini adalah studi deskriptif. Populasi studi ini sebanyak 5 responden. Instrumen studi dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Sampel dalam penelitian ini adalah klien isolasi sosial yang diambil secara purposive sampling berjumlah 5 orang. Hasil: Hasil univariat diketahui gambaran masalah isolasi sosial di salah satu ruang bangsal Antareja RSJ Prof.Dr.Soerodjo Magelang sebagian besar dengan masalah isolasi sosial yaitu 5 responden, mayoritas berumur 30-40 tahun, pendidikan terakhir mayoritas smp, mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Dan dari hasil TAKS sesi 1-5 cukup efektif untuk diterapkan kepada klien dengan masalah isolasi sosial sesuai. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok pada asuhan keperawatan klien isoslasi sosial. Saran: oleh karena itu terapi aktivitas kelompok sosialisasi cukup efektif diterapkan pada masalah isolasi sosial.
Promosi Koping Pada Pasien Dengan Diagnosa Traumatic Syndrome Adinda, Dera; Astuti, Retna Tri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 2 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 2 (July-December 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.7383

Abstract

Latar belakang: Traumatic Syndrome suatu sindrom trauma yang dimiliki seseorang telah mengalami kejadian fisik misalnya seperti kejadian kecelakaan, musibah bencana, mual, dan terjadinya kilas balik atau flashback, ataupun psikis misalnya seperti menangis, mimpi buruk, emosi, dan suka bermusuhan sehingga butuh diberikan promosi koping supaya bisa disembuhkan. Penulis membahas penerapan dalam promosi koping untuk klien dalam masalah sindrom traumatik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan promosi koping pada pasien dengan diagnosa traumatic syndrome. Metode: Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sampel yang penulis gunakan adalah sampel 2 (dua) orang pasien dengan kriteria inklusi rentang umur 25-45 tahun dengan diagnosa sindrom pasca trauma (PTSD) yang mengalami trauma karena covid-19. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan kemampuan perkembangan yang meningkat secara bermakna setelah mendapatkan promosi koping pada sindrom traumatik setelah 6 kali melakukan kunjungan. Kesimpulan: Diagnosa sindrom traumatik pada seseorang karena pasien harus diedukasi pentingnya rehabilitasi untuk gangguan fungsi kognitif yang dialami, pencegahan berulangnya trauma dan trauma repetitif yang berhubungan dengan aktivitas atau pekerjaan pasien menggunakan promosi koping.
Parenting Permainan Tradisional Anak Usia Dini dalam Rangka Mendukung Terwujudnya PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Daerah Miskin Laely, Khusnul; Yudi, Dede; Pinilih, Sambodo Sriadi; Iftitah, Siti Nur
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Edisi Khusus: Call of Paper Seminar Nasional FKIP 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/edukasi.v0i0.2338

Abstract

PAUD (Pendidikan Anak usia Dini) merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dalam rangkamendukung terwujudnya visi misi Kabupaten Magelang yang SEMANAH (Sejahtera, Maju, dan Amanah) dalam bidang pendidikan.Selain itu program PAUD merupakan salah satu bagian dari program PKBM(Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang menjadi goal dalam IbW(Iptek bagi Wilayah) multiyears tahun ke tiga. Dalam rangka mendukung program pemerintah tersebut, maka tim IbW (Iptek bagi Wilayah) universitas Muhammadiyah Magelang dan Universitas Tidar bersama dengan BAPPEDA Kabupaten Magelang merintislembaga PAUD di dua Desa yaitu Desa Ringinanom (POS PAUD AR-RAYYAN RINGINANOM) dan Desa Sidoagung (KB AL-MA’SHUM Sidoagung). Parenting merupakan salah satu program kegiatan dilembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Parenting dilakukan dengan tujuan untuk memberi pemahaman kepada orang tua terkait ke-PAUD-an. Parenting dilakukan di dua lembaga PAUD dengan tema Permainan Tradisional Anak usia Dini dan Strategi Implementasinya. Hasil dari kegiatan ini yaitu orang tua memilikipengetahuan tentang ke-PAUD-an dalam hal permainan yang dapat menstimulus perkembangan anak sebagai bekal dalam melakukan pengasuhan terhadap anak guna mendukung Terwujudnya PKBM di daerah miskin. Kedua Desa bertekat untuk meningkatkan pendidikan khususnya Anak Usia Dini untuk mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang serta mendukung terwujudnya program Kabupaten Magelang yang lebih SEMANAH(Sejahtera, Maju, dan Amanah).
Penerapan Teknik Distraksi Visual (Membaca) Terhadap Penurunan Halusinasi pada Pasien Skizofrenia Kusuma, Pradana May Yudha Chandra; Amin, Muhammad Khoirul; Pinilih, Sambodo Sriadi; Astuti, Retna Tri
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.14172

Abstract

characterized by disorganization of personality functioning. One of the symptoms of schizophrenia is hallucinations. The prevalence of hallucinations in Indonesia is quite high, with data from Dr. Soerojo Magelang Mental Hospital showing the number of hallucination patients reaching 1,425 (2020), 1,500 (2021), and 1,250 (2022). Interventions to overcome hallucinations can be non-pharmacological interventions and one of them is visual distraction by reading. This case study aims to identify the application of visual distraction techniques (reading) in schizophrenia patients with hallucinatory sensory perception disorders. The research subjects were two male patients (Patient 1, 36 years old; Patient 2, 53 years old) with a diagnosis of schizophrenia and auditory/visual hallucinations, who were in the condemning phase. The intervention was conducted for 6 meetings in 2 weeks. Results showed a decrease in AHRS scores in Patient 1 from 29 (severe) to 12 (moderate), and Patient 2 from 20 (moderate) to 5 (mild). This decrease indicates the effectiveness of the reading distraction technique in relieving hallucination symptoms and improving the patient's ability to control themselves. This study recommends the application of reading distraction techniques as part of non-pharmacological interventions in mental nursing care. This scientific work recommends that the hospital can continue the action of journaling therapy on an ongoing basis.