Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of the leading fisheries sector in the minapolitan area of Pangkep Regency, South Sulawesi Province Malik Malik; Rosnida Rosnida; Andi Nur Apung Massiseng
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.6.1.31-37

Abstract

The purpose of this study was to determine the existing condition of the minapolitan area in Pangkep district and to determine the leading sector of capture fisheries and aquaculture commodities in the minapolitan area of Pangkep District, South Sulawesi Province. Data collection techniques were carried out using observation, interviews using questionnaires and documentation. The type of data collected is primary data, namely observation data regarding facilities supporting fishery activities in the Minapolitan area, interview data for respondents from fisheries business actors or fisheries households regarding fishery activities and demographics, then secondary data from agencies related to the production of fishery commodities in Pangkep Regency. And South Sulawesi. This research was conducted in the minapolitan area of Pangkep Regency, South Sulawesi Province, in February – April 2021. The results showed that the existing condition in the availability of infrastructure facilities in the minapolitan area in the mainland area of Pangkep Regency, especially at the level of availability of facilities, was categorized as medium. Supporting facilities for fishery activities are at an availability level of 61.6 per cent because many are abandoned due to not being able to optimize their operations. The leading fishery commodities in the Minapolitan area that have the export potential are Tilapia, Patin, Cottonii seaweed and Milkfish. Fishery commodities that have the potential to meet local market demand are Vanamei Shrimp and Windu Shrimp. Fishery commodities that are not superior are Gracillaria Seaweed, Carp, Catfish and Crayfish.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PASIEN DAN BIDAN DALAM PEMBERIAN PELAYANAN UMUM DI TPMB MUGHNI WAHDANIYAH Hartati S; Muhtazib Muhtazib; Rosnida Rosnida; Mughni Wahdaniyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21872

Abstract

Menjamin kesehatan juga harus mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan kewajiban dan hak-hak sebagai tenaga kesehatan dan pasien dalam perlindunagn hukum. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin Penyelenggaraan Praktik Bidan telah diatur mengenai kewenangan bidan, bidan memiliki kewenangan memberikan pelayanan kesehatan ibu, kesehatan anak dan kesehatan reproduksi perempuan serta keluarga berencana. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kewenangan bidan dalam memberikan pelayanan umum, perlindungan hukum bidan, dan perlindunga hukum pasien. Perlindungan dalam hal ini ditinjau menurut peraturan perundang-undangan dilihat dari hukum perdata, hukum pidana, hukum administrasi dan etika profesi Pendekatan ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang disajikan secara deskriptif analitis dan pengumpulan data dengan teknik studi kepustakaan yang dianalisis dengan teknik normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan bidan sudah jelas batas-batasan kewenngannya yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD KABUPATEN MAJENE Nurfitriani Nurfitriani; Hartati S; Muhtazib Muhtazib; Rosnida Rosnida
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22160

Abstract

Salah satu yang harus dipertimbangkan rumah sakit adalah kinerja perawat. Kinerja merupakan pencapaian atau hasil secara kualitas dan kuantitas seorang karyawan atas pekerjaanya sesuai dengan arahan dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan. Perawat merupakan sumber daya manusia yang ikut mewarnai pelayanan kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu pelayanan keperawatan memberi kontribusi dalam menentukan kualitas pelayanan di rumah sakit. Perawat menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien dibandingkan melakukan penyedia perawatan kesehatan lainnya. Perbaikan dalam keselamatan pasien dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja perawat. Adapun hasil evaluasi kinerja perawat di rumah sakit diukur dengan menggunakan standar asuhan keperawatan berdasarkan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tahun 2010 diperoleh pencapaian dengan indikator pengkajian keperawatan sebesar 85%, diagnosa keperawatan sebesar 97%, perencanaan keperawatan sebesar 86%, tindakan keperawatan sebesar 89%, dan evaluasi keperawatan sebesar 82%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja perawat intalasi rawat inap RSUD Kabupaten Majene. Saran peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode kualitatif guna menggali lebih dalam terkait variabel penelitian.
Analisis Yuridis Terhadap Praktik Aborsi Akibat Pemerkosaan Kaitannya Dengan Hak Asasi Manusia Rosnida Rosnida
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol 2 No 2 (2024): April: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i2.1621

Abstract

This research was conducted with the aim to find out how the regulation of abortion according to health law relates to human rights and what are the factors that influence the occurrence of abortion to rape in the perspective of human rights. By using normative juridical research methods, it is concluded: 1 Rules regarding abortion in Indonesia are regulated in the Criminal Code and the Law on Health. 2. In general, the factors that influence abortion, the factor of the law itself, the sociological factor of public legal awareness, the psychological factor, and the economic factor.